Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 20


__ADS_3

Anna pergi ke depan pintu setelah mengambil hiasan atas pintu, dan meminta salah satu pekerja membawakan tangga untuk nya. Penjaga itupun membawakan tangga yang Anna minta.


Anna mengucapkan terimakasih pada penjaga yang membawakan tangga untuknya itu, ia mulai menaiki tangga dan menghias atas pintu dengan indah dan rapi.


Tak berapa lama Anna menghias atas pintu, tiba-tiba Feyrin dan Denis pulang setelah selesai mencari gaun pernikahan.


"Apakah kita tidak perlu mengabari Anna? aku ingin dia hadir di acara pernikahanku denganmu," ucap Feyrin pada Denis sembari berjalan melewati para pekerja yang sedang mendekor.


"Feyrin, aku juga paham perasaanmu, tapi kau tau … Anna pasti sibuk. Terlebih lagi dia banyak di undang di acara TV." Jelas Denis.


Feyrin hanya diam mendengar penjelasan Denis, ia tampak murung dan sedih akan hal itu.


Ketika mereka ingin masuk ke dalam rumah, ada sebuah tangga yang menghalangi mereka untuk masuk kedalam rumah.


"Yes! akhirnya selesai!" teriak Anna dengan semangat.


Mendengar teriakan itu membuat Feyrin yang tadinya murung dan diam langsung melihat ke atas. "Aku mengenal suara ini." Batin Feyrin menatap orang yang sedang berdiri di atas tangga membelakangi nya.


Anna perlahan-lahan turun dari tangga, saat sudah sampai di bawah Feyrin menepuk pundaknya. "Anna!" panggil Feyrin.


Anna menoleh ke belakang dan melihat siapa orang yang memanggilnya, ternyata orang yang memanggilnya adalah Feyrin. "Feyrin!"


Kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itupun berpelukan melepas rindu mereka. Sesuai melepas rindu mereka mengurai pelukannya.


"Kapan kau sampai kemari?" tanya Feyrin.


"Aku baru sampai hari ini, dan aku mendapatkan kabar kalau kau akan segera menikah, lalu aku bergegas datang kemari." Jelas Anna.


"Kenapa kau tidak mengabariku?"


"Aku ingin mengejutkan dirimu. Lagipula, aku tidak lama berada disini. Pernikahanmu 2 hari lagi bukan?"


"Emm. Jadi, apakah setelah pernikahanku kau akan kembali ke Kota X."


"Tidak, aku akan pergi ke Kota A. Aku berada disini hanya seminggu."


"Oh' ternyata kau ingin bertemu dengan mereka."


"Tentu saja, dan aku sangat marah padamu Denis. Kenapa kau tidak mengabariku tentang pernikahanmu."


"Hahaha' maaf, itu bukan maksudku. Hanya saja aku merasa kau sangat sibuk dan aku tidak ingin mengganggu." Jelas Denis.


"Cih! sudahlah aku tidak ingin mendengar alasanmu. Ayo Feyrin! sebelum pernikahanmu tiba, kita akan bersenang-senang."


Anna memegang tangan Feyrin dan berlari meninggalkan Denis.

__ADS_1


"E' tunggu aku." Timpal Denis yang ikut mengejar mereka.


Anna dan Feyrin pun bersenang-senang di rumahnya Feyrin, hari itu adalah hari bahagia bagi dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu.


****************


Dua hari berlalu, acara pernikahan Feyrin pun tiba. Acara itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.


Di malam harinya, Anna yang berada di dalam kamarnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan di luar.


"Aku tak tau sudah berapa lama aku pergi, jalanan di kota ini sedikit berubah dan Dave juga semakin hari semakin dewasa. Tidak terasa juga, Feyrin pun sudah menikah." Anna bermonolog sendiri.


"Apakah hanya aku yang masih mengharapkan mu Lucanne." Batinnya.


Setelah merasa tenang Anna memutuskan kembali ke rumah dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


****************


Empat hari kemudian, Anna pun akhirnya pergi ke Kota A menepati janjinya dengan Lucanne dan taruhannya dengan Simon.


Penerbangan Anna dari Kota X ke Kota A berlangsung selama dua hari, dan Anna sampai di Kota pm 08:00 pagi.


Di bandara Anna berjalan dengan santainya tanpa takut dirinya dikenali karna ketika ia ingin pergi, ia sudah menutupi wajahnya dengan masker.


Anna lalu memesan taksi untuk pergi ke suatu tempat yang ingin ia kunjungi.


Anna meminta kepada supir taksi untuk pergi ke suatu sekolah dan menurunkannya di sana.


Sesampainya di sekolah itu Anna lalu pergi ke kantor Kepala Sekolah, sambil. membawa kopernya ia berjalan melewati kelas-kelas sembari mengenang kenangannya saat bersekolah disitu.


Anna berjalan terus hingga akhirnya ia tiba di kantor kepala sekolah dan mengetuk pintunya.


Tok … tok … tok …


"Silahkan masuk," ucap Kepala Sekolah dari dalam ruangan.


Anna pun membuka pintu lalu masuk ke ruangan Kepala Sekolah. Saat Anna masuk, Kepala Sekolah bingung dan dipenuhi tanda tanya kepalanya, ketika melihat sosok wanita di hadapannya itu.


"Maaf Nona, anda siapa?" tanya Kepala Sekolah.


"Oh' apakah Kepala Sekolah sudah melupakan saya. Wajar saja karena saya juga murid lama di sekolah ini." Jawab Anna.


"Maaf, tapi saya benar-benar tidak tau anda siapa?"


Anna membuka masker yang menutupi wajahnya. "Kepala Sekolah, ini saya Anna Leroy."

__ADS_1


Melihat sosok Anna, kepala sekolah merasa tidak menyangka akan perubahan dirinya. "Anna! ternyata kau."


"Ya."


"Bagaimana kabarmu Anna?"


"Kabar saya baik, bagaimana kabar anda?"


"Kabar saya juga baik. Ada perlu apa kau datang kemari?"


"Saya ingin melihat-lihat sekolah, apakah boleh?"


"Ya tentu, silahkan."


"Kalau begitu saya permisi."


Anna pun pergi dari ruangan Kepala Sekolah dan mulai berjalan-jalan di sekitaran sekolah sembari membawa kopernya, ia mengenang kenangannya di setiap sudut sekolah itu.


Sampai Anna tiba di suatu lorong, yang dimana di lorong itulah Anna mulai dekat dengan Lucanne. Anna meletakkan tangannya di dinding lorong sambil berjalan, hingga ia berhenti di suatu titik.


Anna tersenyum. "Disini … disinilah aku menyelamatkan mu dari tangan Brian, apa kau masih menginginkannya? Lucanne."


Air mata Anna menetes tanpa ia sadari, disaat itu juga terdengar suara seorang pria memanggilnya. "Anna? apakah itu benar-benar kau?" tanya Pria itu.


Anna menoleh ke arah suara itu dan ternyata suara itu berasal dari Brian. "Brian."


Brian berjalan ke arah Anna sambil menggandeng tangan seorang wanita dan menggendong satu orang anak laki-laki.


"Tidak kusangka bisa bertemu denganmu disini, bagaimana kabarmu?" tanya Brian.


"Kabarku baik. Wanita dan anak ini?" tanya Anna melihat wanita dan anak yang Brian gendong.


"Mereka adalah istri dan anakku."


Jawaban Brian sontak membuat Anna kaget. "Benarkah!"


"Ya. Ketika kau pergi menolak pernikahan dari keluargaku, aku masih tetap menunggumu. Tetapi hari demi hari ku lalui hingga akhirnya aku sadar, kau tak akan pernah bisa menjadi milikku."


"Heh' apakah kau baru sadar di titik itu?"


"Tidak juga. Aku sudah sadar dari awal, tapi aku ingin merebutmu dari Lucanne, ya … walaupun endingnya aku bersama yang lain. Tapi aku bahagia pernah mengenalmu."


"Jadi, kau datang ke sini untuk apa?"


"Aku ingin menunjukkan kepada istri dan anakku, orang hebat seperti apa saja yang kutemui di sekolah ini. Salah satunya seperti dirimu."

__ADS_1


"Tidak juga."


__ADS_2