
"Cuaca yang sangat bagus, mungkin sebaiknya aku membuat kenangan disini." Anna mengeluarkan ponselnya dan berselfie.
Disaat ia sedang asik berselfie ada seorang Pria yang menyapanya. "Anna, apa itu benar-benar kau?" tanya Pria itu melihat Anna.
Sontak mendengar pertanyaan itu membuat Anna menoleh melihat siapa yang menyapanya, dan ternyata yang menyapanya adalah Lean bersama seorang wanita di sampingnya.
"Lean, kau ada disini?" tanya Anna balik pada Lean.
"Ya.Aku bertemu denganmu terakhir kali semenjak malam itu, dan aku memutuskan untuk pergi ke Kota X dan membuat lembaran baru disini tanpa dirimu."
"Baguslah kalau begitu. Jadi, wanita ini pacarmu?"
"Tidak, dia istriku. Kami baru saja menikah di Kota S, aku juga pernah melihat berita tentang dirimu di TV. Selamat Anna akhirnya kau bisa menggapai cita-citamu, bahkan kau sudah memiliki toko sendiri."
"Ya terimakasih. Aku juga tidak menyangka aku bisa sampai di titik ini."
"Jadi sekarang apa tujuanmu?"
"Aku berniat membangun toko lagi di Kota S dan di Kota A."
"Kenapa harus terpisah-pisah."
Anna tersenyum mendengar pertanyaan Lean ab melihat bunga sakura yang berjatuhan karena tertiup angin.
"Di Kota X tempatku mengejar impian ku, di Kota S tempat keluargaku berada, dan di Kota A tempatku mengenalnya dan mencintainya."
"Haih … teruslah mengejar tujuanmu, karena aku yakin kau pasti bisa."
"Kalau begitu sampai jumpa Lean, aku akan pergi."
"Kau ingin kemana?"
"Aku sudah memesan tiket untuk pulang ke Kota S, aku hanya berjalan-jalan sebentar disini."
"Jadi bagaimana dengan toko mu?"
"Percuma punya toko, jika tidak punya asisten. Kalau begitu aju pergi dulu."
Anna pun pergi meninggalkan Lean dan istrinya di taman itu.
****************
Dua hari berlalu, Anna akhirnya tiba di Kota S, tanpa menghubungi siapapun kalau dia telah kembali.
Anna memesan taksi dan pergi ke salah satu minimarket terdekat untuk membeli masker, setelah membelinya Anna melanjutkan pergi menuju rumah Miguel.
Ketika sampai, Anna berdiri di depan gerbang dan melihat Dave yang ingin pergi ke sekolah bersama Miguel.
Sedangkan Miguel dsn Dave yang melihat seorang wanita berdiri di depan gerbang dengan mengenakan masker dan membawa sebuah koper pun merasa bingung.
"Ayah siapa wanita itu? kenapa dia berdiri di depan gerbang rumah kita?" tanya Dave yang telah berusia (13 tahun) dan telah menduduki bangku sekolah menengah pertama.
__ADS_1
"Ayah juga tidak tau, coba kau panggilkan ibumu kemari." Pinta Miguel pada Dave.
Dave menuruti perkataan Ayahnya lalu masuk ke dalam rumah untuk memanggil Ibunya.
Ael yang penasaran dengan orang yang dikatakan oleh Dave, memutuskan untuk keluar dan melihatnya.
"Siapa itu? dia bukan temanku." Jawab Ael.
"Jika bukan temanmu lalu siapa?"
"Ohh' mungkin saja itu adalah tetangga baru kita."
"Ibu, tetangga baru kita belum datang. Apa mungkin itu kenalan nenek." Timpal Dave.
Dave kembali masuk dan memanggil Kakek dan Neneknya, Kakek dan Neneknya pun ikut keluar karena penasaran dengan orang yang dikatakan oleh Dave.
"Nenek tidak mengenal wanita cantik itu, itu mungkin temanmu Dave. Tapi kau tidak mengenalnya." Jelas Neneknya pada Dave.
"Ya … aku rasa Nenek benar, aku akan melihatnya." Dave berjalan menuju gerbang untuk melihat dengan jelas siapa sebenarnya wanita di depan gerbang itu.
Saat sampai Dave langsung membuka pagar gerbang dan mulai menanyakan pada wanita itu siapa dia.
"Maaf Nona, anda siapa? apakah kau adalah teman sekelas ku?" tanya Dave.
"Dave, kau tidak mengenalku?" tanya Anna balik pada Dave.
"Tidak, kau siapa ya?"
Sontak melihat itu Dave langsung memeluk Anna sembari menangis. "Bibi!!" teriak Dave.
Mendengar teriakan Dave itu membuat Miguel, Ael, Ayah dan Ibunya Anna bergegas berlari menuju gerbang.
Anna pun mengurai pelukannya dari Dave, sambil tersenyum bahagia Anna membuka lebar kedua tangannya. "Semuanya, aku pulang."
Ayah dan Ibunya Anna memeluknya termasuk Miguel dan Ael, mereka menyambut kepulangan Anna dengan senyum dan air mata bahagia.
Setelah selesai melepaskan kerinduan, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, sementara Dave tidak jadi pergi ke sekolah.
Mereka semua duduk di ruang tamu, di ruang tamu itu keluarga Anna banyak melontarkan pertanyaan padanya dan Anna memberitahukan semuanya dengan detail.
Dari cerita yang Anna ceritakan itu, Miguel pun melontarkan pertanyaan pada Anna. "Jadi Anna, sekarang apa tujuanmu?" tanya Miguel.
"Pertanyaan yang sama tapi ditanyakan oleh orang yang berbeda. Tujuanku adalah membangun toko di Kota S dan A, pastinya Kakak tau apa maksudku bukan." Jelas Anna.
"Tentu, kapan kau akan pergi ke Kota A?"
"Aku akan berada disini selama seminggu, setelah itu aku akan pergi ke Kota A. Tapi sebelum itu, aku akan membangun sebuah Toko disini."
"Apapun pilihanmu kami semua setuju, jika memang itu yang terbaik." Timpal Ayahnya.
"Dalam membangun Toko ini, apakah kami perlu membantu mengeluarkan uang untukmu?" tanya Miguel lagi.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku mempunyai uangku sendiri."
"Baiklah, baiklah. Tapi sekarang ini apakah kau tidak berniat untuk bertemu dengan Feyrin, aku dengar dia akan menikah."
"Apa! kenapa dia tidak memberitahuku. Ini tidak boleh dibiarkan, aku harus menemuinya! Kak di mana kunci mobil?"
Miguel mencampakkan kunci mobil pada Anna, Anna menangkap kunci mobil itu.
Anna bergegas pergi ke garansi mobil, menaiki mobilnya dan melaju pergi ke rumah Feyrin.
Sesampainya di rumah Feyrin, Anna melihat ada banyak orang yang sedang sibuk mendekor di halaman rumah Feyrin.
"Feyrin! tega sekali kau tidak mengabariku." Batin Anna.
Ia berlari menggunakan sepatu Heels nya mencari keberadaan Feyrin di rumahnya.
Melihat Anna yang berlari sontak membuat orang yang sedang mendekor itu melihat ke arahnya.
"Eh' … itu bukannya …" Berbisik.
"Itu yang dari keluarga Leroy bukan?" Berbisik.
"Aku pernah melihatnya di TV." Berbisik.
****************
Beralih ke Anna yang masih mencari keberadaan Feyrin, ia pun bertemu dengan Tifany istrinya Zohan.
"Eh' Anna! kau sudah kembali dari Kota X?" tanya Tifany terkejut melihat keberadaan Anna yang ada di situ.
"Ya. Ngomong-ngomong Kak Fany, dimana Feyrin?" tanya Anna balik.
"Oh' Feyrin pergi bersama Denis untuk mencari gaun pernikahan, dan sebentar lagi mereka akan kembali."
"Kalau begitu aku akan membantu para pekerja dekor di luar."
"Terimakasih bantuannya Anna."
Anna berjalan keluar untuk ikut membantu mendekorasi. Anna lalu bertanya pada salah satu pekerja, apa yang bisa ia bantu.
"Emm' permisi, aku ingin membantu tetapi apa yang belum kalian kerjakan? biar aku saja yang mengerjakannya." Jelas Anna.
Saat pekerja tersebut menoleh melihat Anna, pekerja itu sontak terkejut. "Anda!!"
"Hehehe' … aku ingin membantu, ini adalah pesta pernikahan teman baik ku."
"A'A … kami bisa mengerjakannya kok."
"Tapi aku ingin membantu."
"E'ee … kalau begitu, anda bisa menghias atas pintu rumahnya."
__ADS_1