
Denis yang baru saja masuk ke mobilnya lalu meminta Theo untuk menjalankan mobilnya.
Tiba-tiba saja Theo mendapatkan telpon dari seseorang, Theo mengangkatnya.
π²"Halo! ini dengan asisten pribadi Tuan Muda Denis, siapa ya?"
π²"Ini dengan asisten pribadi kelurga Smith, Joan. Dimana Tuan Muda mu?"
π²"Tuan Muda kami sedang sibuk dan tidak dapat diganggu."
π²"Oh' β¦ benarkah? apa kesibukannya, bermain dengan seorang wanita? menjijikkan sekali."
π²"Tidak, Tuan Muda kami benar-benar sibuk."
π²"Lalu dimana Tuan Muda mu?"
π²"Tuan Muda kami sedang mengerjakan sesuatu."
π²"Oh' begitu. Beritahu Tuan Muda mu kalau Tuan Muda kami ingin bertemu dengannya, dan kami berharap kalau dia hadir di acara pengalihan perusahaan pagi ini."
Theo melirik Denis dari kaca mobil yang berada di atasnya, Denis melambaikan tangannya.
π²"Maaf sepertinya Tuan Muda kami tidak bisa datang."
π²"Haih' jangan sampai kalian menyesal. Baiklah, kalau begitu terimakasih atas waktunya." Joan mematikan telponnya.
Theo yang merasa ada yang aneh dari perkataan Joan langsung meminta pada Denis untuk mempertimbangkan undangan keluarga Smith, tetapi jawaban Denis tetap sama, ia tetap kekeh menolak undangan itu.
Theo tidak bisa apa-apa, dia hanya bisa mengikuti perkataan Denis yang tidak ingin pergi ke sana.
****************
Beralih ke Anna dan Feyrin yang sudah pulang dari kampus.
Feyrin mengantarkan Anna pulang, ketika Anna turun dari mobil, Feyrin mengatakan sesuatu padanya.
"Anna, sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengan Denis, dia bukan orang yang baik dan aku takut jika kau dekat dengannya akan terjadi sesuatu yang buruk denganmu. Jadi, menjauhlah sejauh mungkin darinya." Jelas Feyrin memperingatkan Anna.
"Ya, baiklah aku akan mendengarkan perkataan mu." Jawab Anna.
__ADS_1
Anna berjalan masuk ke rumah dan meninggalkan Feyrin, ketika Anna sudah masuk ke rumah Anna memutuskan untuk langsung beristirahat di kamarnya.
Tidak berapa lama Miguel pulang, mendengar suara mobil Miguel, Anna lalu keluar dari dalam kamarnya dan menemui kakaknya yang baru saja pulang dari kantor.
"Jadi Kak bagaimana?apakah Kakak sudah melihat cucunya kakek Leo?" tanya Anna.
"Belum, bagaimana kalau kita melihatnya di TV?" saran Miguel.
Miguel menyalakan TV, dan membuka saluran berita.
Disaat itu Anna terpaku sambil meneteskan air mata, hatinya terasa sakit, dia seperti ingin berlari menuju orang yang berada di dalam TV itu sembari mengatakan aku merindukanmu.
"Lucanne β¦" Lirihnya.
Sayup-sayup Miguel mendengar nama yang disebutkan oleh Anna, Miguel hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata apapun.
Ael dan Dave yang melihat berita itu juga langsung melontarkan beribu pertanyaan.
"Bukankah itu Lucanne! Miguel coba lihat, bukankah itu Lucanne?" tanya Ael pada Miguel.
Mendengar begitu banyak pertanyaan Ael, Miguel membuka mulutnya. "Maafkan aku β¦ tapi itu bukan dia."
Jawaban Miguel membuat Anna menangis, pikirannya kacau. Antara percaya atau tidak percaya kalau itu adalah Lucanne.
Karna terlalu sedih, Anna memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mengurung diri.
Tak selang berapa lama Anna masuk ke dalam kamar, di luar gerbang terlihat Feyrin yang baru saja tiba dan langsung turun dari mobilnya, lalu menggoyangkan pagar rumah Miguel meminta untuk dibukakan gerbang rumah.
Miguel dan Ael yang mendengar keributan di luar, berjalan keluar untuk melihat siapa yang membuat keributan tersebut dan saat melihat orangnya mereka terkejut kalau itu adalah Feyrin.
Miguel lalu membukakan pintu gerbang untuk Feyrin. Wajah Feyrin saat itu sangat pucat dan panik, ia bertanya pada Miguel dan Ael tentang keberadaan Anna.
Miguel memberitahukan kepada Feyrin kalau Anna sedang berada di kamarnya sambil menangis. Feyrin meminta izin pada Miguel untuk menemui Anna di kamarnya, Miguel pun mengijinkannya.
Feyrin bergegas pergi menuju kamarnya Anna, ketika Feyrin sudah sampai di depan pintu kamarnya Anna yang sudah diberitahukan oleh Dave saat Feyrin masuk ke dalam rumah ia mengetuk pintu kamarnya Anna.
Tok β¦ tok β¦ tok β¦
__ADS_1
"Anna, kau ada di dalam bukan? buka pintunya aku ingin bertemu denganmu," cemas Feyrin.
Anna sama sekali tidak merespon perkataan Feyrin, namun itu tidak mematahkan semangat Feyrin. Ia terus mengetuk pintu kamar Anna meminta untuk dibukakan dan bertemu dengan Anna.
Karna Feyrin terus melakukan hal yang sama tanpa menyerah, Anna yang berada di dalam kamar pun menyerah karena keteguhan Feyrin memintanya keluar.
Anna membuka pintu, ketika pintu sudah dibuka Feyrin langsung memeluk Anna.
"Anna aku tau, aku tau perasaan mu β¦ tenangkan dirimu. Kau masih punya aku, kau masih punya kakak mu, kau punya tempat untuk mengadu, tenang β¦ kami semua ada untukmu," ucap Feyrin memeluk Anna.
Anna membalas pelukan Feyrin, ia menangis terisak memanggil nama Feyrin. "Feyrin, hiks β¦ hiks β¦" tangisnya terisak.
Ia terus menangis dalam pelukan Feyrin, tak berapa lama Anna pun sudah mulai tenang dan tangisnya perlahan berhenti.
"Sudahlah, lagipula aku tau kalau itu bukan dia. Mungkin hanya wajahnya saja yang mirip, lagipula di dunia ini apa yang tidak bisa diubah oleh manusia. Kurasa dia meniru wajah Lucanne untuk menarik perhatian ku agar aku terperdaya." Jelas Anna.
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa yang jelas kau harus tetap tegar," ucap Feyrin menyemangati Anna.
Anna menguatkan dirinya dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi, dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Di malam harinya Anna sedang duduk di luar rumah sambil menatap langit yang ditaburi bintang-bintang.
Saat Anna asik melamun menatap langit tiba-tiba saja terdengar suara mobil di depan gerbang rumah Miguel. Karna penasaran Anna melihat dengan teliti, siapa orang yang berada di mobil itu.
Orang yang berada di dalam mobil itupun keluar, dan ternyata dia adalah Lean.
Anna yang melihat kalau itu adalah Lean lalu berjalan mendatanginya di depan gerbang. "Lean, untuk apa kau datang kemari?" tanya Anna.
"Sudah dua tahun tidak bertemu denganmu Anna. Aku khawatir pada dirimu karena aku melihat berita siang tadi," jawab Lean.
"Oh' ternyata kau sudah mengetahui wajah Lucanne. Dari mana kau mengetahuinya."
"Feyrin yang memberitahukannya padaku. Anna, pastinya kau tau kalau selama dua tahun ini aku sedang mengejarmu dan saat aku melihat berita tentang mu bersama dengan Denis, hatiku sangat sakit."
"Aku tau kalau kau menyukaiku, itu terlihat jelas dari pandangan matamu menatap ku. Tapi maafkan aku β¦ aku tidak bisa menerima dirimu."
"He' sudah kuduga, kau pasti menyukai penerus keluarga Smith bukan? dia juga membantumu menghapus berita mu dengan Denis. Aku pernah berpikir kenapa sainganku begitu hebat."
"Aku tidak bisa memberikan jawaban, yang jelas orang yang kusukai adalah Lucanne bukan penerus keluarga Smith."
__ADS_1
"Tapi Anna, apa kau tidak berniat membuka lembaran baru bersama orang lain?"