Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 8


__ADS_3

"Dia memang harus diingatkan tentang hal yang seperti itu, agar ia bisa mengintropeksi dirinya." Jelas Miguel.


"Haih … kau ini." Ael menghela napas pelan melihat sikap Miguel pada Anna.


****************


Beralih ke Anna yang berada di dalam kamarnya.


Anna sedang menangis tersedu-sedu saat mendengar kakaknya mengungkit Lucanne di depannya.


"Huhh … kak Miguel benar, sebelumnya aku tidak seperti ini. Aku ingin berubah menjadi gadis yang ia impikan tapi malah kebalikan nya haih … sebaiknya aku belajar dari Feyrin saja deh." Batin Anna.


****************


Keesokan paginya, seperti biasa Feyrin menjemput Anna, ia selalu menyapa Anna dengan senyuman cerianya. Tapi hari itu berbeda, wajah Feyrin di penuhi dengan tanda tanya saat bertemu dengan Anna.


Ketika Anna naik ke mobil, Feyrin langsung melontarkan pertanyaan pada Anna yang membuat Anna bingung dengan pertanyaan dari Feyrin.


"Anna apakah kau dekat dengan kakek Leo?" tanya Feyrin.


"Kakek Leo? oh' apakah dari keluarga Smith," ujar Anna.


"Ya, jadi kau mengenalnya."


"Ya, aku mengenalnya dari kakak ku, tetapi aku tidak pernah bertemu dengan nya secara langsung."


"Apa! tidak mungkin. Jika tidak kenapa keluarga Smith melindungi identitas mu, sedangkan keluarga mu yang lainnya tidak."


"Apa? keluarga Smith melindungi identitas ku? kau pasti bercanda Feyrin."


"Tidak, aku tidak bercanda, aku serius. Aku meminta kakak ku untuk mencari identitas mu secara keseluruhan karena aku ingin mengenalmu lebih dekat."


"Jika kau ingin dekat denganku, kau bisa menanyakannya langsung padaku, tidak perlu mencarinya sampai seperti itu."


"Huhh … itu karena aku ingin memberikanmu kejutan."


"Kejutan? mempunyai teman seperti mu saja adalah sebuah kejutan bagiku."


Feyrin yang mendengar itu langsung dari mulut Anna sangat senang dan terharu, ia pun memeluk Anna dengan senangnya.


"Baiklah, aku akan menceritakan tentang diriku kepadamu." Anna mengurai pelukan Feyrin dan menceritakan tentang dirinya kepada Feyrin.


Dari ia berada di Kota A, siapa saja temannya, apa saja yang ia sukai dan siapa orang yang ia cintai, sampai ia berada di Kota S tempatnya sekarang.


Feyrin yang penasaran dengan orang yang sangat beruntung di cintai oleh Anna, lalu menanyakan siapa orang itu.


"Orang yang kau sukai itu, seperti apa dia?"


Anna mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan fotonya bersama Lucanne. "Dialah yang bernama Lucanne, dia orang yang kucintai tetapi ia mencintai temanku."

__ADS_1


"Wajah ini sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana. Dan kapan aku melihatnya." Batin Feyrin menatap foto Lucanne di ponsel Anna tanpa berkedip.


"Feyrin, kenapa kau diam saja, apakah kau mengenal Lucanne?"


"Ee' … tidak Anna, hanya saja aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat tapi aku lupa."


"Oh' ternyata begitu, sudahlah tidak perlu diingat."


"Ya …"


"Feyrin, bisakah kau membantuku?"


"Apa?"


"Aku ingin menjadi cantik seperti mu."


"Baiklah aku akan membantu mu, saat pulang nanti kau harus ke rumahku ya."


"Ya, tapi kau harus mengantarku pulang dulu. Aku akan ke rumahmu bersama kakak ku nanti."


"Baiklah."


Saat mereka asik mengobrol, tak terasa mereka sudah sampai di kampus.


Ketika Anna dan Feyrin keluar dari mobil Feyrin, seluruh pandangan mahasiswa/i di sana hanya tertuju pada Anna.


Wyn berlari ke arah mereka berdua, dan mengatakan pada mereka kalau Anna telah membuat Silva dilecehkan.


Feyrin yang terkejut mendengarnya langsung bertanya pada Wyn siapa yang menyebarkan berita palsu itu.


Wyn mengatakan kalau mereka mengetahui itu dari berita.


Mereka berdua tidak percaya dengan perkataan Wyn, Feyrin lalu mengambil ponselnya dan melihat berita pagi ini. Dan ternyata apa yang Wyn katakan benar, terlihat foto Anna yang membawa Silva ke hotel dan mendapatkan bayaran.


Sedangkan Anna yang melihat bahwa di dalam foto itu ada gambar wajahnya yang membawa Silva ke hotel dan menerima bayaran hanya diam dan tidak berkata apa-apa, bahkan tidak raut wajah terkejut sedikitpun terlihat di wajahnya.


Feyrin yang cemas dengan nama baik Anna dan reputasi keluarga Leroy, langsung menghubungi kakaknya untuk meminta bantuan. Tetapi belum sempat Feyrin menghubungi kakaknya, Anna menghentikannya.


"Tidak perlu Feyrin, itu hanya sebuah foto dan tidak ada bukti kalau aku lah yang membuat Silva seperti itu. Bukankah kau tau sendiri, kalau waktu itu aku sedang bersamamu," ujar Anna santai.


"Tapi Anna nama baikmu dan reputasi keluarga Leroy akan menjadi buruk!" cemas Feyrin.


"Terkadang semua orang menilai orang lain hanya melalui gambar saja."


"Anna!!"


"Sudahlah jangan dipikirkan, nanti juga hilang sendiri."


Anna dan Feyrin pergi meninggal Wyn yang masih berada di depan gerbang kampus.

__ADS_1


"Terus saja bermain sampai kau mendapatkan batunya." Batin Anna.


Berita tersebut terus menyebar sampai keluar negeri.


Sebelum orang tuanya Anna melihat berita itu, tiba-tiba saja seluruh berita itu terhapus secara misterius dan berita mengklarifikasi kalau foto itu adalah foto palsu.


Melihat berita yang sudah di hapus Feyrin merasa heran juga tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Seluruh mahasiswa/i meminta maaf kepada Anna karena telah menjelek-jelekkan nama baik Anna. Anna tidak terlalu peduli, ia memutuskan untuk langsung pulang.


Diperjalanan pulang Anna berbicara pada Feyrin tentang Silva dan Lean yang tidak masuk kampus hari ini.


"Feyrin apa kau tau kenapa Lean dan Silva tidak masuk hari ini?" tanya Anna.


"Tidak, aku tidak tau. Sepertinya Silva sangat terpukul akan kejadian malam itu." Jawab Feyrin.


"Apa sebaiknya kita mengunjunginya untuk melihat keadaannya?"


"Aku sangat ingin mengunjunginya, tetapi aku sibuk dengan materi kampus. Bisakah kita mengunjunginya di hari cuti saja."


"Ya baiklah tidak masalah."


Tidak berapa lama mereka mengobrol, mereka pun sampai di depan rumah Miguel.


Anna mengatakan pada Feyrin kalau dia akan datang setelah jam makan siang, Feyrin mengangguk dan pergi meninggalkan Anna.


Anna berjalan masuk ke rumah dan langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, ia lalu turun untuk makan siang bersama.


****************


Beralih ke Feyrin yang sudah sampai di rumahnya, ia langsung berjalan menuju kamarnya.


Di dalam kamarnya Feyrin bertanya-tanya siapa yang telah menghapus berita itu. Saat ia sedang berpikir keras tentang berita yang menghilang secara misterius, tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Drrtt … drrtt … drrtt …


"Siapa ini? nomor ini … nomor asing, apakah sebaiknya aku mengangkatnya atau tidak." Batin Feyrin bimbang.


Hati Feyrin di penuhi dengan kebimbangan untuk mengangkat telpon itu atau tidak, dan akhirnya saat telpon itu ingin mati Feyrin mengangkatnya.


📲"Halo ini siapa?"


📲"Kau tidak perlu tau yang jelas aku ingin memperingatkan mu, berhenti mencari tau tentang Anna atau keluarga Carl akan bernasib sama seperti keluarga Gomes."


📲"Ternyata kau dari keluarga Smith. Siapa kau, kau bukan kakek Leo lalu kau siapa?"


📲"Ternyata kau tidak bodoh juga ya."

__ADS_1


__ADS_2