Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B 6


__ADS_3

Mereka berempat kembali ke dalam kelas.


"Aku sangat benci melihat Brian. Kenapa sih dia selalu mengganggu saja!" kesal Katharine mengingat kejadian yang baru dialami nya.


"Bukankah itu sama seperti mu suka mengganggu," ketus Simon.


"Kapan aku mengganggu?"


"Setiap hari."


"Hmm, setiap hari? perasaan tidak ada."


"Iya. Kan kamu tidak bisa melihatnya."


"Sudahlah, aku tidak ingin berbicara denganmu lagi." kesal Katharine.


"Yasudah."


"Sudahlah, sepertinya untuk seterusnya kita tidak perlu ke kantin lagi sebaiknya kita membawa bekal dari rumah. Bagaimana, apakah kalian setuju?" tanya Anna meminta pendapat Katharine, Simon dan Lucanne.


"Ya aku setuju," ucap Simon yang setuju dengan ide Anna.


"Tidak masalah juga, nanti kita bisa saling bertukaran makanan," sambung Katharine yang juga setuju dengan Anna.


"Ya, aku setuju dengan ide yang seperti itu. Baiklah semuanya sudah sepakat, bagaimana denganmu Lucanne?"


"Apakah aku ikut juga?" tanya Lucanne.


"Tentu saja."


"Baiklah, kalau begitu besok aku akan membawa bekal."


Beberapa saat kemudian Guru masuk ke dalam kelas dan kembali memulai materi pembelajaran hingga tepat di sore hari pelajaran berakhir.


Seluruh murid mulai merapikan buku Mapel nya dan memasukkannya ke dalam loker.


"Anna yuk pulang, kau sudah memasukkan buku mu ke dalam loker kan?" tanya Katharine yang mengajak Anna untuk pulang.


"Udah kok. Eh' ngomong-ngomong kau lihat Lucanne gak sih?" tanya Anna pada Katharine sembari melihat kesana-kemari mencari sosok Lucanne.


"Tidak, mungkin saja dia sudah pulang lebih dulu."


"Ah' iya juga ya."


"Anna kamu pulang naik apa?"


"Emm' aku di jemput oleh kakak ku."


"Ohh begitu."


Anna dan Katharine mengobrol hingga sampai di depan gerbang sekolah.


Anna mengucapkan sampai jumpa kepada Katharine karena ia telah melihat kakaknya sudah menjemputnya, juga Katharine yang membalas sampai jumpa Anna karena ia juga sudah di jemput.


Sesampainya Miguel dan Anna di rumah Dave lalu berlari ke arah Anna kemudian memeluknya.


"Dave jangan berlari nanti kau jatuh," ujar Anna menasehati Dave untuk tidak berlarian.

__ADS_1


"Tapi aku sangat merindukan Bibi," ucap Brian yang memelas.


"Dave, Bibimu baru pulang sekolah dia butuh istirahat jadi jangan ganggu Bibi ya," kata Ael menasehati Dave dengan lemah lembut.


"Tapi Dave ingin bermain dengan Bibi."


"Dave, kenapa kau menjadi manja seperti ini?" tanya Miguel heran dengan Dave yang sangat manja dengan Anna.


"Kak tidak apa-apa kok, dia akan naik ke kamar ku dan kami akan main di sana. Nanti jika saatnya sudah makan malam panggil kami ya."


"Baiklah kalau begitu." Timpal Ael.


Anna dan Dave pergi ke kamarnya Anna untuk bermain, sebelum bermain Anna mengambil baju tidurnya dan membawanya ke dalam kamar mandi lalu membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri Anna lalu bermain banyak permainan dengan Dave hingga mereka kelelahan bermain dan tertidur.


Sedangkan di bawah makan malam sudah siap, Ayah dan Ibu menyuruh Ael untuk memanggil Anna dan Dave untuk turun dan makan malam bersama.


Ael naik menuju kamarnya Anna dan mengetuk pintu sembari memanggil nama Anna namun tidak ada jawaban sama sekali, Ael lalu membuka pintu kamar Anna dan melihat Anna dan Dave yang sedang tertidur dengan kamar berantakan.


"Haih … kalian ini seperti anak-anak saja," ujar Ael sembari membersihkan dan merapikan kamar Anna yang berantakan.


Setelah membereskan kamar Anna, Ael lalu menutup pintu kamar Anna dan turun ke bawah mengatakan kepada semua orang kalau Anna dan Dave sudah tertidur jadi tidak bisa makan malam bersama.


"Heh' ternyata Anna masih sama saja seperti dahulu, ia seperti anak-anak," ucap Ayah tersenyum.


"Tidak, Anna sudah dewasa dan kalian akan melihat pertumbuhan nya nanti, bukan sekarang." Timpal Miguel.


"Terlalu percaya diri sekali kau Miguel."


"Kalian Kakak dan Adik memang selalu mengetahui satu sama lain," ujar Ibu menimpali.


"Tentu saja."


"Baiklah jangan di bicarakan lagi. Ayo makan dulu."


Mereka pun makan malam tanpa ada Anna dan Dave.


****************


Keesokan harinya Anna bangun lebih awal dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, ia meninggalkan Dave yang masih tertidur pulas di kamarnya lalu turun ke bawah.


Ia mengatakan kepada pelayan Jack untuk menyiapkan bekal buatnya.


"Tumben sekali kau membawa bekal, apakah makanan di kantin tidak enak?" tanya Miguel pada Anna.


"Tidak kok hanya saja ketika makan di kantin itu sangat lama jadi aku tidak mau. Jadi aku memutuskan untuk membawa bekal saja dari rumah agar tidak ribet." Jelas Anna.


"Sepertinya itu ide yang bagus juga, sama seperti aku waktu SMA." Timpal Ael setuju dengan saran Anna.


"Ohh apakah dulu waktu SMA kau di kejar oleh banyak pria?" tanya Miguel pada Ael.


"Tentu saja tidak, memang siapa yang mau mengejar seorang wanita seperti ku?"


"Aku." Miguel tersenyum menatap Ael.


"Ha!" Ucap Ael tercengang.

__ADS_1


"Kenapa? apakah masih tidak ingat bagaimana perjuangan ku mengejar mu."


"Itu bukan di masa SMA."


"Sama saja."


"Tidak sama. Masa SMA itu hanya memberikan hadiah yang kecil seperti coklat atau boneka, bukan seperti mobil dan rumah."


"Bukankah itu sama saja."


"Tidak sama."


Anna yang melihat perdebatan Miguel dan Ael pun tertawa. "Hahaha' Kakak ini mirip sekali dengan teman ku Katharine dan Simon, mereka selalu bertengkar hingga aku mengatakan kepadanya kalau terus bertengkar mereka akan berjodoh."


"Itu mungkin saja, takdir tidak ada yang tau."


"Apakah Kakak juga seperti itu?"


"Tidak, Ael pernah menolak ku sekali. Disaat aku tengah serius mengejarnya dia menolak ku."


"Ternyata Kakak juga bisa mengejar cinta seseorang ya."


"Tentu saja. Hingga pada akhirnya Ael sendiri lah yang menyesal karena dia telah menolak ku."


"Baiklah kalau begitu mari kita berangkat."


"Ayo!"


"Nona bekal Anda ketinggalan," ucap pelayan Jack sembari membawakan kotak bekal untuk Anna.


"Oh iya aku hampir lupa. Terimakasih pelayan Jack." Anna mengambil kotak bekal yang di berikan oleh pelayan Jack.


Anna dan Miguel lalu pergi ke sekolah. Sampai di sekolah Anna turun dari mobil dan bergegas pergi menuju kelasnya.


Sesampainya Anna di kelasnya ia lalu duduk dan Guru pun masuk untuk memulai pembelajaran, hingga jam istirahat pun tiba.


"Eh' Anna, kau bawa bekal mum kan? tanya Katharine pada Anna.


"Tentu saja, bagaimana denganmu? tanya Anna balik.


"Iya aku bawa."


"Kalau kau Simon?" tanya Anna pada Simon.


"Iya aku bawa kok."


"Bagaimana denganmu Lucanne?"


"Iya, a'aku bawa."


"Oke, selamat makan!" teriak Anna kecil.


"Anna aku boleh minta dikit gak bekal mu?" tanya Katharine.


"Iya tentu saja boleh."


"Apakah kau sangat lapar? sepertinya bekal seperti itu masih belum cukup untukmu," ucap Simon sedikit terkejut dengan porsi makan Katharine.

__ADS_1


__ADS_2