
"Hmph β¦ tidak ku sangka, aku menemukan kemiripan mu pada orang lain. Kapan kita bisa bertemu lagi, Katharine." Batin Anna mengingat kenangannya bersama Katharine.
Setelah saling meminta maaf akhirnya mereka kembali keruangan mereka masing-masing.
****************
Seusai materi yang diberikan dosen seluruh mahasiswa/i pulang.
Sedangkan Anna, Feyrin, Silva dan Lean tidak langsung pulang, tetapi mereka pergi ke sebuah Cafe yang baru saja di buka untuk menagih janji dari Lean.
Sesampainya di Cafe tersebut mereka memesan beberapa makanan dan minuman. Sebelum pesanan mereka sampai, Lean yang duduk bersebelahan dengan Feyrin, berbicara sambil berbisik-bisik agar tidak kedengaran oleh Silva dan Anna.
"Feyrin, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Bisik Lean.
"Apa yang ingin kau katakan berbisik-bisik seperti itu," ucap Feyrin pelan.
"Aku akan memberikanmu pesan."
"Kau ingin mengatakan apa sampai harus ngirim pesan."
"Adalah β¦ nanti juga tau."
Lean dan Feyrin lalu mengeluarkan ponsel mereka, sedangkan Anna dan Silva masih asik mengobrol dan tidak terlalu memperdulikan gelagat aneh dari Lean dsn Feyrin.
Lean pun mulai mengirimkan pesan pada Feyrin.
π¬"Feyrin aku ingin mengatakan sesuatu."
π¬"Apa? sepertinya itu sangat rahasia."
π¬"Ya, karena hanya kaulah yang tau. Sebenarnya aku β¦"
π¬"Apa? kau kenapa?"
π¬"Aku β¦"
π¬"Bisa gak sih, gak usah putus-putus."
π¬"Sebenarnya aku menyukai seseorang."
π¬"Benarkah, siapa?"
π¬"Yang saat ini sedang berbicara dengan Silva."
Tanpa membalas pesan dari Lean, Feyrin langsung melihat ke arah Anna lalu melirik ke arah Lean.
"Bisakah kau membantuku Feyrin?" tanyanya berbisik.
__ADS_1
Feyrin lalu mengirimkan sebuah foto pada Lean, dalam foto itu terdapat Anna bersama seorang pria, mereka terlihat sangat akrab, Lean pun merasa penasaran dengan pria itu.
π¬"Siapa laki-laki itu?"
π¬"Dia adalah cinta pertama Anna, tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan."
π¬"Siapa namanya?"
π¬"Lucanne, dan lagi cucu dari keluarga Smith juga menyukai Anna. Jadi, apakah kau tetap ingin berusaha mendapatkan hatinya Anna."
π¬"Cinta itu bukan siapa yang cepat dia yang dapat, tetapi cinta adalah dia yang bisa bertahan dari awal hingga akhir."
Melihat dan membaca pesan dari Lean, Feyrin tersenyum. Tidak berapa lama, pesanan mereka akhirnya sampai.
Tanpa berbasa-basi lagi, mereka menyantap makanan yang sudah di pesan sembari mengobrol banyak hal.
Seusai makan Lean membayar tagihan makanan mereka, tepat disaat itu supir. pribadi Feyrin sudah menjemput. Anna dan Feyrin mengucapkan sampai jumpa pada Silva dan Lean.
****************
Sesampainya Anna di rumah ia langsung pergi ke kamarnya dsn membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian piyama, Anna pergi ke ruang tamu untuk menonton TV.
Saat Anna tiba di ruang tamu ia melihat kalau Miguel sedang melihat siaran berita di TV.
"Heh! bukankah itu keluarga Evri," ujar Anna melihat TV.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Miguel pada Anna.
"Ya, hanya mengenalnya saja tidak lebih."
"Perusahaan mereka bangkrut hanya dalam waktu setengah hari, menyedihkan sekali."
"Orang seperti mereka tak pantas untuk dikasihani, mereka hanya memikirkan tentang uang, dan uang."
"Hais' sudahlah, sebaiknya kau pergi membantu Ael di dapur untuk memasak dan sekalian belajarlah, jika tidak kau tidak akan bisa menjadi istri yang baik."
"Heh! jangan memberitahuku, aku juga tau jika aku terus berpura-pura menjadi istri yang baik, maka suamiku tidak akan mengenal bagaimana sifat asli ku. Jadi karena itu dia harus menerima apa adanya diriku ini."
Setelah mengatakan itu Anna berjalan pergi ke dapur untuk membantu Ael dan meninggalkan Miguel di ruang tamu.
"He' seandainya Lucanne ada disini dia pasti tersenyum melihatmu yang terus berjuang untuk menjadi wanita impiannya." Ucap Miguel bermonolog pada dirinya sendiri.
"Lucanne β¦ aku akan terus berjuang menjadi wanita impianmu, walaupun kau mencintai orang lain tapi aku akan tetap mencintaimu dan aku yakin di suatu hari nanti kita bisa bertemu." Batin Anna kekeh dengan tekadnya.
__ADS_1
****************
Tiga tahun pun berlalu dengan cepatnya tepat di hari minggu ketika Anna tidak pergi ke kampus, sedangkan Miguel, Ael dan Dave pergi berlibur tanpa membawa Anna di karenakan Anna tidak ingin ikut.
Anna yang merasa bosan sendiri, memutuskan untuk menonton TV di ruang tamu.
Ketika Anna membuka siaran TV, ternyata siaran TV itu masih berada di saluran berita.
Berita hari itu mengabarkan kalau kakek Leo sudah meninggal, dan seluruh harta benda milik kakek Leo diserahkan pada cucunya yang tak pernah dilihat oleh siapapun.
Pengalihan seluruh harta benda itu dilaksanakan besok pagi, dengan di datangi seluruh wartawan dari berbagai saluran TV.
"Ha β¦ kakek Leo sudah meninggal β¦" Lirihnya.
Tanpa ia sadari air matanya perlahan jatuh membasahi pipinya. "Ehh' β¦ kenapa air mataku menetes β¦ hehh, ada apa ini? ayolah Anna apa yang sedang kau pikirkan, kau tak mengenal kakek Leo β¦" Gumamnya.
Air mata Anna terus mengalir, ia memeluk kakinya dan menundukkan kepalanya sembari menangis di sofa ruang tamu.
"Hahaha β¦ ternyata hatiku lebih jujur daripada mulutku sendiri."
Anna terus menangis sambil memeluk kakinya.
Tak berapa lama ia menangis, Anna beranjak dari sofa. Ia mengambil mantelnya dan pergi keluar untuk menjernihkan pikirannya yang kacau.
Ia berjalan di pinggiran jalan dengan pikiran kacau dan tatapan mata yang kosong, ia terus berjalan sampai ia tiba di suatu taman. Anna duduk di sebuah bangku taman dengan pikiran yang masih kacau.
Hingga sore hari tiba Anna masih duduk di bangku kursi taman itu, ketika Anna sedang melamun ada seorang pria yang berpenampilan sederhana ikut duduk di sampingnya.
"Maaf Nona, anda sedang apa ya?" tanya pria itu pada Anna terus
Mendengar pertanyaan dari pria itu Anna tersadar dari lamunan panjangnya. "Ee' β¦ sudah jam berapa ini? tanya Anna yang baru saja tersadar.
"Ini sudah pukul 17:00 pm."
"Apa! ternyata sudah cukup lama aku berada disini."
"Anda kenapa, apakah anda sedang putus cinta sama seperti saya."
"Tidak, aku hanya sedang menjernihkan pikiranku saja. Apakah kau sedang putus cinta?"
"Ya.Aku baru saja sampai di Kota ini dan ternyata pacarku selingkuh dibelakang ku."
"Oh' ternyata begitu."
"Dia meninggalkan ku karena aku orang yang tak berpunya, jadi dia bersama orang yang kaya dan lebih baik dari aku."
"Itu lebih baik, tidak sepertiku. Sebelum aku mengatakan kalau aku sangat mencintainya, eh' ternyata dia sudah menolak ku dalam hatinya."
__ADS_1
"Kalau begitu kita mempunyai nasib yang sama, sakit hati tentang cinta jadi untuk apa permen yang ku bawa ini, kalau begitu aku akan memberikannya padamu saja."
Anna yang melihat ada sebungkus kecil permen di tangannya langsung menolak pemberian pria itu. "Tidak, aku tidak mau."