Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 18


__ADS_3

"Temanmu banyak, tapi apakah ada yang seperti bibi Katharine, bibi Feyrin, paman Lucanne dan paman Simon." Timpal Ayahnya dengan senyum meledek.


"Ee' … tidak ada."


"Suatu hari nanti Dave akan menemukan teman seperti itu." Aro mengusap kepala Dave.


Ketika mereka serang asik mengobrol Feyrin datang bersama keluarganya dan juga Denis.


"Anna selamat untukmu, aku berharap kau bisa mengejar cita-citamu yang selama ini kau impikan." Ucap Feyrin pada Anna.


"Ya terimakasih, selamat untukmu juga," ujar Anna.


"Masa remaja memang sangat indah, selamat untukmu Anna." Sambung Denis.


"Ehh' … ternyata kalian sudah semakin dekat ya."


"Kedekatan kami kalah denganmu."


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada."


"Lalu Anna apa yang akan kau lakukan kedepannya?" tanya Feyrin.


"Aku akan langsung ke intinya, aku akan mengejar impian ku."


Setelah berbincang ringan dengan keluarga Feyrin, Anna dan keluarganya memutuskan untuk pulang.


Ketika pulang Anna langsung membereskan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper. Anna berniat pergi ke Kota X dan mengejar impiannya di sana.


"Kenapa kau ingin pergi sampai kesana? itu sangat jauh," ucap Miguel.


"Aku mendengar di sana ada kompetisi untuk para Desainer besar-besaran dan aku ingin ikut, aku yakin tanpa bantuan Kakak aku bisa menjadi orang yang terkenal seperti ibunya Feyrin." Kekeh Anna.


"Tapi itu sangat jauh, Ayah dan Ibu baru saja bertemu denganmu Anna dan kau ingin pergi hari ini juga?" tanya Ibunya cemas.


Anna memeluk Ibunya dan meyakinkannya. "Ibu, aku akan pulang dengan hasil yang memuaskan."


"Biarkan saja dia pergi, mungkin itu adalah peluang baginya untuk menunjukkan kemampuannya." Timpal Ayahnya.


"Jadi Dave tidak bisa bertemu dengan Bibi lagi." Sedih Dave menatap Anna.

__ADS_1


"Dave, kita bisa melakukan obrolan vidio ketika Bibi sudah sampai di sana."


"Dave, bukankah Dave berkata kalau Dave ingin menjadi seperti Bibi, maka harus dimulai dengan perpisahan." Tukas Ael.


"Haih … baiklah, tapi Bibi harus berjanji dengan Dave untuk mengabari Dave setiap hari."


"Ya tentu." Anna mengangguk.


"Ayo, aku akan mengantarmu ke bandara." Ajak Miguel.


Ketika Anna dan Miguel sudah keluar dari rumah, Anna melihat di depan gerbang ada dua orang kurir yang membawa buket mawar biru bercampur dengan mawar putih, membawa coklat, membawa boneka pandai yang besar dan sebuah surat.


Anna dan Miguel menghampiri kedua kurir tersebut. "Maaf Pak, kenapa kalian berdiri di depan gerbang ini?" tanya Anna.


"Apakah benar anda yang bernama Nona Anna?" tanya kurir ¹.


"Ya benar, ada apa ya?"


"Ini adalah hadiah untuk anda."


"Dari siapa?"


"Tidak tau Nona, yang jelas ia juga menitipkan sebuah surat, ini suratnya." Jelas kurir² memberikan surat.


Isi surat tersebut :


...Selamat atas kelulusan mu Anna aku ikut senang, semoga kau bisa menepati janjimu yang kau katakan padaku, kalau kau akan menjadi Desainer terkenal....


...Kau tau Anna, saat ini aku juga berjuang untuk memantaskan diriku sebagai seorang Direktur....


...Anna aku berharap kau akan menemukan orang yang lebih baik dariku, mungkin hanya itu saja yang ingin ku sampaikan, semoga kita bisa bertemu di titik terbaik nantinya....


Membaca isi surat tersebut Anna meneteskan air mata karena dia tau siapa orang yang mengirimkan benda-benda itu untuknya.


"Mendapatkan surat darimu saja adalah kebahagiaan terbesarku, hadiahmu yang sederhana ini sudah sangat berharga untukku. Harapanku juga sama Lucanne, semoga kau bisa bahagia." Batin Anna.


"Bawa semua barang-barang ini ke dalam mobil, aku akan membawanya pergi bersamaku." Pinta Anna.


Miguel tidak bertanya pada Anna siapa yang mengirimkan surat dan hadiah itu, yang jelas jika itu membuat Anna bahagia ia juga ikut bahagia.


Miguel pun mengantarkan Anna pergi ke bandara.

__ADS_1


Sesampainya di bandara Anna mengucapkan selamat tinggal pada Miguel, dengan berat hati Miguel merelakan adiknya pergi. Ia tidak menyangka kalau adiknya sudah sangat dewasa.


"He' … sudah berapa banyak tahun yang ku lewati … dan aku tak pernah terpikirkan hari ini, aku berpisah denganmu. Adikku yang dulu selalu menangis dan mengadu padaku … sekarang menjadi yang sangat tegar … selamat tinggal." Batin Miguel sedih.


Tak berapa lama penerbangan dari Kota S ke Kota X lepas landas. Miguel yang melihat pesawat itu lepas landas, tak kuasa menahan air matanya melepas kepergian adiknya, di titik itu Miguel menangis.


"Jaga dirimu baik-baik, kau tidak melihat kalau hari ini Kakakmu sangat cengeng dan tidak merelakanmu pergi. Jadi jagalah dirimu, kami disini menunggumu kembali." Batin Miguel menangis.


****************


Beberapa bulan setelah kepergian Anna ke Kota X, Anna masuk dalam saluran berita, bahwa ia menang juara satu dalam perwakilan Kota S.


Miguel dan juga seluruh keluarga Anna melihat berita itu, mereka tidak menyangka bahwa Anna bisa menang dalam kompetisi itu. Dalam siaran berita itu Anna diminta untuk berbicara.


"Silahkan Nona Anna untuk naik ke atas panggung menyampaikan sepatah dua patah katanya untuk memotivasi kita semua."


Anna lalu berjalan naik ke atas panggung dan menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan pada semua orang.


"Sebelumnya aku tidak menyangka kalau aku bisa sampai di tahap ini, aku berterima kasih pada keluarga ku yang selalu menyemangati ku dah orang-orang yang selalu mendukungku. Aku merasa kalau desain ku ini hanya biasa-biasa saja."


"Tetapi aku tak menyangka kalau desain ini bisa memikat hati juri. Bisakah saya bertanya, kenapa desain saya sangat memikat hati anda?" tanyanya pada juri.


"Hh' … baiklah, aku akan memberikan jawabanku. Desain mu memang biasa, tidak terlalu mencolok, tetapi ketika kita melihatnya itu membuat kita yang memandangnya menjadi tenang dan sangat indah seperti tercampur perasaan didalamnya." Jelas juri.


"Benarkah, terimakasih atas tanggapan anda. Aku akan mengatakan sesuatu, sebenarnya aku bertaruh pada seseorang dan aku juga berjanji dengan seseorang."


"Bertaruh tentang apa? dan janji apa yang sudah kau buat?"


"Aku bertaruh kalau aku bisa menggapai cita-citaku atau tidak, dan aku berjanji kalau aku akan bertemu dengan seseorang disaat aku sudah menggapai cita-cita ku."


"Lalu apakah kau bisa menggapainya?"


"Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini jika kita bersungguh-sungguh, emm' mungkin hanya itu saja yang ingin ku sampaikan, sekali lagi terimakasih."


Setelah mengatakan itu Anna lalu turun dari panggung.


****************


Dua tahun telah berlalu, tak terasa Anna yang meraih karirnya di Kota X kini sudah menjadi sangat terkenal, dia bahkan di undang dalam acara TV mana saja.


Tepat di hati Senin ketika Anna sedang berjalan-jalan di sebuah taman Kota X, ia duduk di salah satu bangku taman sambil memandangi bunga sakura yang bermekaran.

__ADS_1


"Melihat pemandangan ini, mengingatkanku disaat kau menolak ku. Kurasa saat ini kau sudah bersama orang lain, sedangkan aku masih menanti mu." Batin Anna tersenyum pahit.


__ADS_2