
"Oh' hanya dari keluarga Leroy. Apakah keluarga Leroy tidak mengajarimu bagaimana cara beretika yang baik." Ucapnya.
"Apa maksudmu." Jawab Anna menahan emosinya.
"Kau mengotori sepatu mahal ku, dan kau hanya mengatakan maaf? itu tidak berguna bagiku."
"Tenang, awal perubahan memang seperti ini dan aku akan menerimanya dengan senang hati." Batin Anna mencoba menenangkan dirinya.
"Hei! kenapa kau diam saja, kau harus mengganti rugi atau kau bersihkan saja dengan bajumu." Ucapnya sembari memegang pundak Anna dan menekannya ke bawah hingga membuat Anna bertekuk lutut di kakinya.
Semua orang yang melihat kejadian itu saling berbisik satu sama lain.
"Berani sekali dia melawan keluarga Gomes." Berbisik.
"Apa dia tidak takut dengan Lean Gomes." Berbisik.
"Ohh' ternyata Lean Gomes dari keluarga Gomes," ujar Anna sambil menunduk dan masih bertekuk lutut di hadapan Lean.
"Kenapa kau takut? keluarga Leroy bukanlah apa-apa bagiku."
"Ha' aku takut?" Anna mendongakkan kepalanya menatap Lean. "Jangan mimpi!"
"Kau-"
Sebelum Lean menyelesaikan perkataannya, Anna langsung berdiri dan menutup mulutnya Lean.
"Ini hanyalah permulaan, kau ingin menantikan kelanjutannya? baiklah, biar ku perlihatkan."
Anna lalu mengambil salah satu tangannya Lean dan memutarnya kebelakang, hingga membuat Lean berteriak.
"Aarrghh!!" teriaknya kesakitan.
"Ayolah, ini masih di pertengahan kenapa kau meminta untuk selesai."
Lean yang tadinya berdiri menjadi berlutut membelakangi Anna.
Belum selesai sampai disitu, Anna menarik kedua tangan Lean kebelakang dan menahan tubuh Lean dengan kakinya.
"Aaaacckkkhh!!!"
Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam tanpa melakukan apa-apa termasuk dengan Wyn.
Tiba-tiba seseorang datang dan menghentikan perbuatan Anna itu. "Hei! apa yang kau lakukan? lepaskan dia," ucapnya.
Anna langsung melepaskan Lean. "He' sebaiknya kau tidak perlu menyelamatkan sampah seperti dia."
Setelah mengatakan itu Anna lalu meninggalkanmu Lean yang merintih kesakitan dan melewati orang yang menghentikannya tadi.
Baru beberapa langkah Anna berjalan melewati orang itu, ia memanggil Anna.
"Siapa namamu?" tanya orang itu.
"Anna, namaku Anna Leroy."
"Oh' namaku adalah Feyrin Carl, senang bertemu denganmu Anna."
Anna tidak menjawab perkataan Feyrin, dia pergi meninggalkan Feyrin dan Lean. Ia pergi menemui dosen yang sedang berada di ruangannya, lalu mengakui kesalahannya pada dosen.
Dosen hanya menggelengkan kepala mendengar penjelasan Anna, dan memberikan Anna kesempatan.
Anna dipersilahkan masuk ke ruangannya, ketika Anna masuk ia mengambil tempat duduk di deretan pertengahan.
__ADS_1
Disebelahnya ada adiknya Lean yang bernama Silva. "He' berani bener lo mukul kakak gue," ucap Silva mendatangi Anna.
"Oh' dia kakak mu, pantes aja sama." Ketus Anna.
"Apa maksudmu!"
"Iya, maksud aku itu kalian sama kayak sampah."
"Lo!"
Ketika Silva berniat memukul Anna, dosen lalu masuk ke ruangan mereka dan memulai materi.
Siang harinya materi yang diberikan oleh dosen pun berakhir, Anna keluar dari ruangannya. Saat ia keluar, ia sudah di tunggu oleh Feyrin dan Lean.
"Ck! ada apa lagi ini." Batin Anna melihat Feyrin dan Lean.
"Anna, bisakah kau meluangkan waktumu sebentar?" tanya Feyrin.
"Aku tak pernah melihat Feyrin dekat dengan orang lain. Tapi kenapa wanita ini bisa menarik perhatian Feyrin." Batin Lean dipenuhi tanda tanya.
"Apa?" tanya Anna baik.
"Lean ingin meminta maaf padamu."
"Tidak perlu, perilakunya sudah mencerminkan bagaimana dirinya di hadapan ku."
"Feyrin kau lihat! kenapa kau begitu tertarik dengannya, bahkan kau menyuruhku untuk meminta maaf padanya jelas-jelas dia yang salah!" kesal Lean.
Feyrin menatap tajam ke arah Lean, seketika Lean lun terdiam melihat tatapan tajam Feyrin kearahnya.
"Jika kau tidak ingin meminta maaf, maka pergilah, aku tidak mau melihatmu disini." Ucap Feyrin pada Lean.
"Aku ingin berteman denganmu, jadi apakah kau mau menjadi temanku?" tanya Feyrin pada Anna sembari mengulurkan tangannya.
Dari kejauhan Wyn berteriak memanggil nama Anna, Feyrin juga mendengar teriakannya.
"Hahh … tamu tiak diundang suratnya." Batin Feyrin.
Wyn akhirnya sampai disebelah Anna.
"Jika kau ingin berteman denganku maka kau juga harus berteman dengan temanku," ujar Anna sambil menatap Wyn.
"Ya tentu."
"Wyn perkenalkan dia adalah temanku Feyrin dari keluarga Carl."
"Ee' … iya, namaku adalah Wyn Pehres," ucap Wyn memperkenalkannya diri.
"He' ternyata enak juga ya dekat dengan keluarga besar, aku bisa dekat dengan Kak Lean." Batin Wyn tersenyum puas.
"Ya." Jawab Feyrin datar.
"Baiklah kalau begitu aku akan pulang dulu," ujar Anna.
"Bagaimana kalau kau pulang bersamaku?"
"Tidak perlu. Aku akan dijemput oleh kakak ku, kalau begitu aku pergi dulu."
Anna meninggalkan Feyrin, Wyn dan Lean.
"Hei! aku peringatkan kepadamu jika kau menyakitinya, kau akan berhadapan denganku." Ancam Feyrin pada Wyn sembari meninggalkan Wyn diikuti oleh Lean.
__ADS_1
"Ck! merepotkan sekali." Batin Wyn menggerutu kesal.
Ketika Anna keluar dari kampus ternyata ia sudah dijemput oleh Miguel.
Anna langsung naik ke mobil, di perjalanan pulang menuju ke rumah Miguel menanyakan bagaimana dengan kampusnya. "Bagaimana hari ini? apakah kau sudah mendapatkan teman baru?" tanya Miguel.
"Ya aku hari ini menemukan teman baru, namanya adalah Wyn Pehres dan Feyrin Carl," jelas Anna.
"Carl? adik dari Zohan!"
"Ya, emang kenapa?"
"Semenjak kematian ibu mereka Feyrin menjadi orang yang pendiam tetapi Lean dari keluarga Gomes (4 tahun) lebih tua dri Feyrin, dia selalu bersama Feyrin dari kecil. Tapi walaupun seperti itu Feyrin tetap menunjukkan sikap yang biasa-biasa saja."
"Ha! apakah ibunya sudah meninggal."
"Ya, dia kehilangan warna hidupnya bahkan dikatakan dia tidak pernah tersenyum lagi. Dia menjadi orang yang dingin, oh' ya kau dan dia seumuran."
"Jurusan apa dia?"
"Kakak juga tidak tau, tetapi Lean dari keluarga Gomes dia mengambil jurusan statistika dan satu lagi dia akan lulus dari kuliahnya."
"Bukankah dia juga mempunyai seorang adik."
"Ya."
Obrolan mereka berakhir saat mereka sudah sampai di rumah.
****************
Beralih ke Feyrin yang sudah sampai ke rumahnya.
"Aku pulang," ucap Feyrin.
"Feyrin kau sudah pulang," sahut Tifany istri dari Zohan.
"Dimana kakak ku?"
"Dia ada di ruang kerjanya."
Tanpa berbasa-basi dengan Tifany ia langsung pergi ke ruang kerja kakaknya.
Di ruang kerja Zohan tengah sibuk mengurus kerjaannya, tiba-tiba Feyrin masuk.
"Sedang apa?"
"Kau sudah pulang, bagaimana hari ini?" tanya Zohan melihat Feyrin.
"Aku bertemu dengan seseorang dan hari ini Lean membuat masalah dengan orang itu."
"Orang itu siapa? sepertinya kau cukup mengurusi nya Feyrin."
"Anak dari keluarga Leroy, adik dari Miguel yaitu Anna."
"Anna, kenapa Lean membuat masalah dengannya?"
"Tidak perlu tau, hanya masalah kecil. Aku mendatangi Kakak bukan untuk itu."
"Lalu?"
"Aku ingin Kakak mencari tau tentang Anna, cari tau tentangnya. Apa yang dia suka dan apa yang tidak dia sukai, yang jelas identitas keluarga Leroy aku ingin mengetahui nya."
__ADS_1