Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 9


__ADS_3

πŸ“²"Kau! kau bukan kakek Leo ataupun asisten pribadi kakek Leo, kau cucunya kakek Leo!"


πŸ“²"He' ternyata kau sangat pintar ya, dengarkan aku baik-baik. Jauhi Anna."


πŸ“²"Kau tidak berhak melarang ku karena aku adalah temannya."


πŸ“²"Seorang teman tidak akan mencari tau identitas pribadi temannya sendiri."


πŸ“²"Itu karena aku ingin dekat dengannya."


πŸ“²"Hehh … ternyata kau teman dekatnya Anna di Kota S, sepertinya aku bisa menyerahkan Anna kepadamu. Jaga Anna, jangan sampai dia terluka, jika ia terluka maka kau yang harus bertanggung jawab."


Sambungan telepon itu langsung dimatikan oleh cucu kakek Leo, Feyrin yang sudah tau siapa orang yang telah melindungi identitas Anna ia langsung menghubungi Anna. Dan memberitahukan Anna untuk cepat datang ke rumahnya.


Setelah menerima telpon dari Feyrin, Anna bergegas pergi ke rumah Feyrin dengan menaiki bus.


Sesampainya di rumah Feyrin, Feyrin telah menyambutnya di depan pintu rumah.


Feyrin langsung memegang tangan Anna dan membawanya pergi ke kamarnya, tanpa memperkenalkan Anna pada Ayah dan Kakak nya yang berada di ruang tamu.


Di dalam kamar Feyrin menceritakan pada Anna tentang kejadian saat ia di telpon oleh cucunya kakek Leo dan juga di ancam olehnya.


"Itu tidak mungkin, aku saja tidak mengenalnya," ujar Anna.


"Apa kau yakin, kau tidak pernah bertemu cucunya kakek Leo?" tanya Feyrin.


"Ya. Aku saja tidak pernah melihat wajahnya, bagaimana aku bisa tau wajahnya seperti apa."


"Aku pernah melihatnya sewaktu umurku (7 tahun). Waktu itu ayahku membawaku pergi ke Kota A, untuk menyampaikannya duka cita kepada kakek Leo secara langsung atas meninggalnya anak kakek Leo dan menantunya." Jelas Feyrin.


"Disitulah aku melihatnya. Aku bertatap mata dengannya hanya sebentar, tapi aku sudah bisa menilainya. Dia orang yang tidak bisa di dekati, tatapan matanya yang dingin sudah bisa membuat orang tertunduk."


"Wajahnya tanpa ekspresi menunjukkan hatinya yang beku. Jadi, aku berharap padamu Anna jauhi dia." Timpal Feyrin.


"Aku tidak pernah bertemu orang seperti itu, jadi Feyrin, bisakah kau menjauhi pikiran yang seperti itu," ujar Anna menenangkan Feyrin yang khawatir.


"Tapi Anna, apakah kau tidak ingin tau kenapa dia melindungi identitas mu."


"Aku cukup penasaran juga kenapa dia melindungi identitas ku." Batin Anna penasaran.


"Baiklah aku penasaran. Jadi, mari kita telpon balik." Anna mengambil ponsel Feyrin lalu menelpon orang itu lagi.


Tetapi nomor telpon Feyrin telah diblokir orang itu. Anna tidak menyerah, ia menyalin nomor telpon itu ke ponselnya dan menelponnya lagi."


Sambungan telpon itu berdering, tetapi tidak di angkat. Anna terus mencoba menghubungi nomor telpon itu sampai lima kali dan akhirnya di angkat.


πŸ“²"Siapa kau!!" teriak orang itu.

__ADS_1


Teriakan membuat Feyrin dan Anna terkejut hingga membuat ponsel Anna yang berada di tangannya terjatuh dan retak, dengan sambungan telpon yang masih menyala.


"Anna ponselmu retak, apakah tidak apa-apa?" tanya Feyrin kaget.


"Tidak apa-apa kok."


"Anna? ternyata ini nomor Anna, dia mengganti nomornya." Batin orang itu.


Anna mengambil kembali ponselnya yang terjatuh dan mulai bertanya kepada cucunya kakek Leo.


πŸ“²"Kau, bukankah kau cucunya kakek Leo?" tanya Anna.


Orang itu memberikan ponselnya kepada asisten pribadi kakek Leo, dan membisukan sambungan telponnya.


"Apa yang harus saya lakukan Tuan Muda?" tanya asisten itu pada cucunya kakek Leo.


"Jawablah sebisa mu yang jelas kau tau, kau tak boleh menyebut diriku." Jelasnya.


"Baik Tuan Muda."


****************


Beralih ke Anna dan Feyrin yang heran kenapa cucunya kakek Leo membisukan sambungan telponnya.


Tiba-tiba bisuan suara di telpon itu kembali di buka.


πŸ“²"Aku bertanya padamu, kenapa kau menjaga identitas ku," tegas Anna.


πŸ“²"Memangnya siapa tuan muda mu itu, aku saja tidak mengenalnya."


πŸ“²"Anda mengenalnya tetapi anda saya yang tidak tau."


πŸ“²"Apakah aku selalu bertemu dengannya?"


πŸ“²"Ya."


πŸ“²"Tapi kenapa aku tidak mengenalnya."


πŸ“²"Suatu hari nanti anda akan tau Nona, tunggu saja saat itu tiba."


Setelah mengatakan itu, sambungan telpon langsung dimatikan oleh asisten pribadi kakek Leo.


"Eh' halo!" ujar Anna dengan nada suara berteriak.


"Anna ada apa? apakah telponnya sudah dimatikan?" tanya Feyrin.


"Ya, tapi apakah kau ingat orang yang berteriak mengatakan siapa kau."

__ADS_1


"Ya, lalu kenapa?"


"Suaranya tidak asing bagiku tapi itu tidak mungkin dia, karna dia bukan orang yang seperti itu."


"Siapa?"


"Lucanne. Ya, tapi lebih baik kita tidak perlu terlalu memikirkannya, yang jelas dia berniat baik."


Mereka berdua menepis apa yang baru saja terjadi dan melanjutkan tujuan Anna datang kesitu.


Feyrin mulai mengajari Anna bagaimana menjadi wanita yang elegan. Saat Feyrin sedang mengajari Anna, tatapan mata Anna terfokus pada satu foto keluarga yang ada di kamar Feyrin.


"Feyrin, apakah ini ibumu?" tanya Anna melihat foto keluarga Feyrin.


"Ya. Apa kau mengenal ibuku Anna?" tanya Feyrin balik.


"Ya! bukankah dia adalah seorang Desainer terkenal."


"Ya, dia dulunya adalah Desainer terkenal. Tetapi ibuku meninggal tepat di umurku yang ke (10 tahun)."


"Aku tau itu berat bagimu tapi kau tau berkat ibumu lah aku membulat tekad ku menjadi seorang Desainer sama sepertinya."


"Benarkah?"


"Hmm' … jadi kau jangan putus asa, kau bisa menjadi seorang pelukis terkenal."


Mendengar perkataan Anna membuat Feyrin terharu. Feyrin pun kembali melanjutkan mengajari Anna bagaimana cara bersikap elegan.


Sore hari pun tiba, Anna lalu memutuskan untuk kembali pulang.


Feyrin mengantarkan Anna sampai di depan pintu gerbang rumah Feyrin, dan memanggil kan Anna taksi untuk pulang.


Setelah melihat Anna pergi dengan taksi Feyrin lalu kembali masuk ke rumahnya.


Ketika berjalan menuju ke kamarnya, pikiran Feyrin dipenuhi dengan tanda tanya. Ia berpikir tentang perkataan Anna kalau suara cucunya kakek Leo mirip dengan suara Lucanne.



Beginilah kira kira foto Lucanne πŸ‘†


Karena penasaran sekaligus ingin memastikan kalau pikiran itu salah, ia meminta foto Lucanne kepada Anna dan Anna pun mengirimkan foto Lucanne pada Feyrin.


Setelah mendapatkan foto Lucanne dari Anna, Feyrin bergegas menemui Ayahnya yang berada di ruang tamu, ketika sampai di bawah Feyrin langsung menunjukkan foto Lucanne pada Ayahnya.


"Ayah, apakah Ayah mengenal pria yang ada di foto ini? menurutku dia sangat familiar tetapi aku lupa di mana aku melihatnya," ucap Feyrin pada Ayahnya.


Saat Feyrin menunjukkan foto Lucanne pada Ayahnya, tanggapan Ayahnya Feyrin sangat terkejut dan serasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Julio, kau masih hidup!! Carlen , kau lihat Julio masih hidup. Feyrin di mana kau melihatnya?" tanya Ayahnya histeris pada Feyrin.


Melihat tanggapan dari Ayahnya itu semakin membuat Feyrin yakin kalau ini ada sangkut pautnya dengan keluarga Smith.


__ADS_2