Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 22


__ADS_3

...Tak lama setelah itu, aku mendapatkan kabar dari kakaknya kalau dia akan kembali ke Kota A untuk menepati janjinya padaku dan janjinya pada Simon....


...Beberapa hari setelah aku mendapatkan kabar dari kakaknya, aku mendapatkan telpon dari Brian musuh bebuyutan ku. Dia mengatakan kalau orang yang sedang ku tunggu sudah berada di Kota A....


...Dengan tergesa-gesa dan tergopoh-gopoh aku meninggalkan rapat ku setelah mendengar kabar dari Brian....


...Aku bergegas menaiki mobilku dan pergi mencari dirinya, di tempat dimana aku menolaknya dan di mana dia mengatakan perasannya padaku....


...Tetapi aku belum melihatnya, mungkin karena aku terlalu cepat datang kemari. Hatiku terus berkata kalau aku sangat mencintainya, aku akan menunggu kau datang Anna …...


Setelah selesai membaca buku Diary itu Anna masih menahan air matanya dan kembali membaca isi surat yang ada di dalam kotak coklat itu.


Isi surat tersebut :


...Senang bertemu denganmu Anna, akhirnya kita bertemu dan masing-masing diantara kita sudah menggapai impian yang kita ucapkan sewaktu dulu....


...Aku tidak sabar bertemu denganmu....


Air mata mengalir di pipi Anna, ia tak menyangka kalau penerus keluarga Smith adalah orang yang dia cintai dan selalu menjaga dirinya dari kejauhan.


Isakan Anna menangis terdengar oleh orang yang berada di belakang tempat ia duduk.


"Hiks … hiks … hiks … kenapa … kenapa kau tidak mengatakannya hiks …" Isak nya.


Orang yang berada di belakang Anna menyambungi perkataan Anna itu. "Jika aku mengatakannya, maka cerita ini tidak akan terjadi."


Mendengar suara yang familiar bagi dirinya, Anna berbalik dan melihat orang dibelakang nya. Ketika melihatnya Anna terkejut, orang yang berkemampuan seperti Direktur dan memakai kacamata.


Anna menutup mulutnya. "Lucanne …"


"Sudah lama tidak bertemu Anna, bagaimana kabarmu?" tanya Lucanne pada Anna.


Anna tidak menjawab apa-apa, ia hanya terdiam mendengar pertanyaan Lucanne. Lucanne pun berjalan dan duduk di samping Anna.


"Kenapa kau berdiri? duduklah, aku ingin berbicara padamu."


Anna lalu duduk. "Kacamata itu, kenapa kau masih memakainya?"


"Oh' ini. Aku memakainya karena kacamata ini tidak ada minusnya dan ini juga adalah pemberian darimu." Jelas Lucanne sembari melepas kacamatanya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memberitahu kebenarannya?"


Lucanne menatap lembut Anna. "Aku mengingat perkataanmu, kau sangat menghormati keputusan orang tuamu. Jadi karena itu aku berpikir kalau kau akan menerima perjodohan itu, tapi ternyata kau menolaknya dengan cara melarikan diri."


"He' bodoh. Kau tau, melewati tujuh tahun tanpamu itu sangatlah sulit, tapi aku berusaha menghadapinya walaupun terkadang aku selalu terjatuh."


"Kau berpikir hanya dirimu saja, aku juga sama … aku seperti kehilangan jati diriku yang sebenarnya. Aku kehilangan senyumku tanpa dirimu, kita sama-sama terpukul. Biar ku perjelas, disini akulah yang bersalah bukan dirimu."


"Kau tak perlu menyalahkan dirimu ini juga kesalahanku."


"Heh' sepertinya basa-basinya sudah cukup, aku akan langsung ke intinya." Lucanne berdiri di hadapan Anna yang sedang duduk dan Lucanne pun bertekuk lutut.


Lucanne mengeluarkan sebuah kotak cincin dari sakunya dan membukanya. "Cincin ini adalah hadiah ulang tahun ku yang ke (7 tahun) itu sebelum kecelakaan ayah dan ibuku."


"Kenapa mereka memberikanmu cincin?"


"Ibuku berkata kalau ini untuk menantunya, tapi aku tidak tau apakah ini cocok di jarimu atau tidak, kalau tidak maka aku akan menyuruh orang untuk membuatkan nya sama persis seperti ini sesuai dengan jarimu."


Lucanne mengambil tangan kiri Anna dan memasangkan cincin itu di jari manis Anna, ternyata cincin itu cocok dengan Anna. "Ini jari-jarimu yang kecil atau kau memang kecil."


"Apakah jariku sekecil itu?"


"Mungkin ini hanya kebetulan saja."


"Anna … apa kau mau menikah denganku dan mempunyai keluarga kecil bersamaku. Aku berjanji padamu hari ini dan untuk seterusnya, aku akan membahagiakanmu."


"Aku bersedia. Dan aku berharap kau bisa menepati janjimu."


Lucanne menggenggam tangan Anna dengan lembut dan membawanya pergi dari taman itu menaiki mobil Lucanne.


Di dalam mobil kepala Anna dipenuhi dengan tanda tanya serta kebingungan, kemana Lucanne akan membawanya. "Lucanne, kemana kau akan membawa ku?"


Lucanne memberikan surat undangan yang di mana di dalam surat itu tertulis nama Simon Steve dan Katharine More.


"Apa!! mereka sudah menikah!" kagetnya.


"Hari ini adalah hari pernikahan mereka, keluarga More dan keluarga Steve mengundangku secara pribadi." Jelas Lucanne.


"Jadi Simon dan Katharine sudah mengetahui dirimu."

__ADS_1


"Ya. Ketika wajahku tayang di TV, Simon langsung melabrak ku di kediaman Smith dengan membawa Katharine bersamanya. Tapi aku meminta mereka agar menutup mulut mereka."


"Jadi dari awal kau sudah merencanakannya."


"Ya itu karna kau adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku berubah menjadi seperti ini."


Anna tersenyum mendengar perkataan Lucanne sembari memegang tangan Lucanne, di dalam mobil itu mereka berdua layaknya suami istri yang ingin pergi berjalan-jalan ke suatu tempat.


Sesampainya di acara pernikahan Katharine dan Simon, Anna pun turun dari mobil sambil bergandengan dengan Lucanne. Anna berjalan memasuki acara pernikahan.


Tepat di saat itu Katharine ingin melemparkan bunga, semua orang yang hadir di acara itu bersiap-siap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan Katharine.


Mereka semua mulai menghitung. "1, 2,3!!" sorak mereka dan bunga pun terlempar.


Lemparan itu sangat jauh, hingga Anna yang melihatnya merasa kalau perlahan-lahan bunga itu semakin mendekati dirinya. Dan ternyata dugaan nya benar, bunga itu ingin mendarat ke wajah Anna.


Belum sempat bunga itu mendarat ke wajah Anna, Lucanne langsung menangkap bunga itu tepat di depan wajah Anna.


Semua orang yang melihat itu merasa heran dan juga bertanya-tanya siapa wanita yang bergandengan dengan Lucanne Smith.


"Kau tidak apa-apa? apakah itu mengenai wajahmu?" tanya Lucanne khawatir.


"Ee' …"


Belum sempat Anna berbicara, tiba-tiba Katharine berteriak memanggil nama Lucanne.


"Lucanne!! dengan siapa kau itu!!" teriak Katharine sembari mengangkat gaunnya berjalan ke arah Lucanne dengan Simon mengikutinya dari belakang.


Setibanya di hadapan Lucanne, Katharine langsung mengomeli Lucanne panjang lebar. "Bukankah kau mengatakan kalau kau akan selalu menunggu Anna! tapi nyatanya kau pembohong!!"


"Siapa yang berbohong? aku tidak berbohong sama sekali, aku memang menunggu Anna." Jelas Lucanne menatap bingung Katharine.


"Katharine tenang, kau dengarkan penjelasan Lucanne dulu." Timpal Simon menenangkan Katharine yang sedang emosi.


"Tidak ada waktu! aku percaya dengan apa yang aku lihat!" tegas Katharine.


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar di balik bunga yang di pegang oleh Lucanne.


"Katharine jika seperti itu caramu, maka aku akan salah paham dengan penglihatan mu itu," ujar wanita itu sembari menurunkan tangan Lucanne yang memegang bunga ke bawah.

__ADS_1


__ADS_2