
"Lean siapa gadis itu? kenapa ia bisa dekat dengan Silva?" tanya Ibunya pada Lean.
"Dia adalah Anna orang yang selalu di jelek-jelekan oleh Silva," ucap Feyrin.
"Feyrin, apakah itu benar?"
"Ya, itu adalah kenyataannya. Aku tidak menyangka kalau orang yang telah menjatuhkan dirinya kini menangis di pelukannya."
Ayah dan Ibunya Lean merasa tidak menyangka dan sangat berterima kasih pada Anna.
Setelah Silva puas menangis dalam pelukan Anna, ia lalu berdiri melihat ke arah orang tuanya. Ia berlari menuju arah orang tuanya dan memeluk kedua orang tuanya dengan erat.
"Ayah, Ibu maafkan aku, aku telah membuat kalian kecewa dengan ku. Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi." Ucapnya sembari memeluk Ayah dan Ibunya.
"Hanya omongan saja tidak bisa membuktikan apa-apa Silva, kau harus melakukannya." Timpal Feyrin.
"Aku pasti akan membuktikannya padamu Feyrin lihat saja."
Anna yang menyadari kalau keadaan sudah kembali kondusif memutuskan untuk pulang.
Ketika Anna dan Feyrin sudah sampai di depan gerbang rumah keluarga Gomes, terlihat Lean yang berlari terengah-engah mengejar mereka sampai di depan gerbang.
"Feyrin, Anna tunggu sebentar!!" teriak Lean.
"Ada apa Lean?" tanya Feyrin.
"Kenapa kalian membantu Silva, bukankah kalian sangat membencinya?" tanya Lean sembari memegang ponselnya.
"Kalau aku hanya tergantung jawaban Anna, silahkan saja tanyakan pada dirinya sendiri."
"Oh' Anna, kenapa kau-"
Sebelum Lean selesai bertanya Anna langsung memotongnya. "Bukankah itu pertanyaan konyol."
"Ha' apa maksudmu?"
"Memang Silva berbuat jahat padaku, tapi aku tidak akan membalasnya seperti itu. Aku menganggap Silva sebagai temanku walaupun perilakunya sangat buruk padaku."
Seusai mengatakan hal itu Anna dan Feyrin pergi dari rumah keluarga Gomes.
****************
__ADS_1
Keesokan harinya ketika Anna dan Feyrin sudah tiba di kampus, gosip buruk tentang Anna masih saja menyebar tapi seperti biasa Anna tidak terlalu memperdulikan nya.
Saat Anna berjalan sampai di tengah lapangan kampus, Lean dan Silva sampai dan turun dari mobil.
Tanpa berbasa-basi Silva berjalan ke arah Evri temannya. "Silva akhirnya kau masuk juga aku sangat mengkhawatirkan mu," ucap Evri melihat Silva berjalan ke arahnya.
Silva tidak menggubris perkataan Evri dan langsung menampa Evri dengan sangat keras hingga membuat semua pandangan mahasiswa/i tertuju pada mereka berdua.
Evri yang terkejut sangat malu karena dilihat oleh semua orang, ia lantas bertanya pada Silva mengapa Silva menampar nya.
"Silva kau …" Lirihnya.
"He' kau bertanya kenapa aku menamparmu, kau tanyakan saja pada dirimu." Tegas Silva.
"Tapi aku mengkhawatirkan dirimu Silva."
"Khawatir? setelah kau membuatku seperti ini kau khawatir dengan ku? apa kau gila."
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti."
"Kau telah menjual ku pada seorang pria bejat! dan kau juga memfitnah Anna kalau dialah orang dibalik semua itu. Tapi kenyataannya tidak, kaulah dalang dari semua ini!!"
Seluruh mahasiswa/i disitu mulai menggunjing Evri.
"Dia!! dialah yang menyuruhku untuk melakukan hal yang keji itu padamu Silva. Sebenarnya aku tidak ingin tetapi dia terus mengancam ku!!" tegas Evri menunjuk Wyn.
"Eeh' … ternyata hewan peliharaan sudah berpindah-pindah tuan ya. Hewan seperti ini tidak baik di diamkan terus-menerus." Cibir Feyrin.
"Tidak!! aku tidak melakukan itu Anna, Feyrin percayalah padaku …" Lirih Wyn menatap satu Feyrin dan Anna.
"Kalian itu sama, otak kalian berdua saling terhubung." Timpal Silva.
"Haih … merepotkan sekali, cepat selesaikan masalah ini." Cuek Anna.
"Heh' kau mengemis pada kami pun tidak berguna, karna kami tidak pernah mengenal orang serendah dirimu." Kata Feyrin sinis pada Wyn.
"Kenapa kau melakukan ini pada adikku Evri, aku pikir kau orang yang baik tapi ternyata tidak. Aku akan meminta pada ayahku untuk membatalkan kerja sama dengan perusahaan keluargamu, dan Wyn kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal." Ucap Lean dingin.
Evri dan Wyn yang merasa takut dengan ancaman Lean, klau memohon pada Lean.
Dengan wajah memelas disertai air mata yang berlinang mereka memohon pada Lean.
__ADS_1
"Kak Lean … tolong jangan beritahu ini pada ayahku …" Lirih Evri memohon.
"Kak Lean … maafkan aku. Aku berjanji padamu aku tidak akan menyakiti Silva lagi …" Lirih Wyn.
"Heh' buang-buang waktu saja mendengarkan omong kosong tidak berguna, Feyrin sebaiknya kita pergi." Ajak Anna pada Feyrin.
Feyrin dan Anna pergi meninggalkan lapangan itu dan berjalan pergi menuju ruangan mereka masing-masing.
Sedangkan Silva dan Lean yang melihat Anna pergi pun, juga ikut pergi menyusul Feyrin dan Anna.
Baru beberapa langkah mereka pergi meninggalkan Evri dsn Wyn, tiba-tiba saja Evri di telpon oleh seseorang. Suara ponsel itu terdengar oleh Silva dan Lean yang tidak berada terlalu jauh dari Evri.
Disaat Evri menjawab telpon itu, ia terkejut dan dengan tergopoh-gopoh ia meninggalkan kampus.
Semua orang yang melihat itu di buat kebingungan tetapi Lean dan Silva tidak peduli, mereka malah melanjutkan berjalan menyusul Feyrin dan Anna.
Ketika mereka sudah bertemu dengan Anna dan Feyrin, Silva lalu berteriak memanggil nama Anna. "Anna! tunggu sebentar!!" teriak Silva.
Anna dan Feyrin menghentikan langkahnya dan berbalik kebelakang untuk melihat siapa yang memanggil.
"Ada apa Silva, kenapa kau memanggilku?" tanya Anna.
"Aku ingin meminta maaf padamu, maafkan aku karena telah melakukan hal buruk padamu tanpa mencari tau apakah itu benar atau salah."
"Sudahlah tidak masalah, lagipula itu sudah berlalu dan aku juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Melihat kau baik-baik saja itu sudah cukup bagiku."
Silva terharu mendengar perkataan Anna, sembari tersenyum ia meneteskan air mata bahagia. "Terimakasih Anna kau telah menyelamatkan ku dan kau juga sudah membuatku sadar, terima kasih."
"Sudahlah Silva jangan menangis, kau punya orang yang menyayangimu lebih dari siapapun."
"Terimakasih … dan terimakasih juga kau telah menganggap ku sebagai temanmu."
Anna memeluk Silva dan menenangkan nya yang masih menangis karena terharu.
Saat Silva sudah tenang Anna mengurai pelukan dan kini bergantian, sekarang Lean lah yang berhadapan dengan Anna sembari tersipu malu.
"A'Anna … maafkan aku karena tidak mempercayai mu juga terimakasih karena kau telah menyelamatkan adikku," ucap Lean sedikit gugup.
"Itu bukan urusanku, aku sudah menerima semuanya dan tidak mempermasalahkannya tetapi tidak dengan seseorang." Anna melirik Feyrin di sampingnya.
Lean tersenyum dan berjalan menghadap Feyrin. "Feyrin maukah kau memaafkan ku."
__ADS_1
Feyrin tidak menanggapi perkataan Lean. Anna menasehati Feyrin agar ia memaafkan Lean, dan akhirnya ia mau memaafkan Lean dengan syarat Lean harus mentraktir mereka makan di Cafe yang baru saja buka.
Lean hanya berpasrah dengan keadaan, tingkah laku mereka membuat Anna tertawa kecil dan dengan cepat pikirannya mengingat seseorang yang sikapnya persis seperti Feyrin saat ini.