Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B. 22


__ADS_3

"Sebaiknya tidak perlu lagi. Liburan musim panas kemarin kau hanya menghabiskan waktu mu untukku," ucap Lucanne merasa tidak enak membuang waktu liburan Anna.


"Tidak juga, aku juga bermain-main ke rumahmu. Dari situlah aku tau dimana rumahmu, dan juga kita maskeran sama-sama, juga berfoto. Itu semua adalah kenangan bagiku di liburan musim panas ku bersamamu."


"Ternyata kau sangat menikmatinya ya, walau pun bersama ku."


"Tentu saja."


"Anna, apa cita-citamu?"


"Aku ingin menjadi Desainer terkenal, kalau kau ingin menjadi apa?"


"Aku ingin menjadi seorang Direktur."


"Wow' tinggi sekali cita-citamu itu, tapi tidak apa aku yakin kau pasti bisa. Dan aku akan menunggu waktu itu tiba, dimana kita sudah bisa menggapai cita-cita kita masing-masing."


****************


Ujian kelulusan pun berakhir disambung dengan acara kelulusan. Tepat ketika acara kelulusan berakhir, Anna bertemu dengan Lucanne di sebuah taman.


Taman itu dihiasi oleh bunga sakura yang saat itu tengah bermekaran, Anna duduk di bangku taman di tengah-tengah pohon sakura.


"Bukankah kau menyukai seseorang?" tanya Anna pada Lucanne.


"Iya, emangnya ada apa?" tanya Lucanne balik.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


"Apa?"


"Aku menyukaimu."


"Emm' … Anna, bukankah ini sangat mendadak. Aku masih belum memastikan tentang dirimu di hatiku."


"Jadi, kau tidak menyukaiku atau selama ini kau hanya menganggap ku sebagai teman saja."


"T'Tidak bukan begitu."


"Jadi apa!"


"Beri aku waktu untuk mencari tau tentang dirimu, di hatiku."


"Baiklah, kita akan bertemu lagi disini setelah seminggu. Sampai jumpa."


Anna pergi meninggalkan Lucanne sendirian di taman itu, dengan perasaan sedih ia melangkahkan kakinya pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah ia memutuskan untuk langsung masuk ke kamarnya dan tidak keluar.


Di malam hari, orang tua Anna yang khawatir akan kondisi putrinya itu, mencoba menanyakannya langsung pada Anna apa penyebab ia menjadi seperti itu.

__ADS_1


"Anna, apa kau baik-baik saja sayang?" tanya ibunya Anna dari luar kamar Anna.


"Aku tidak apa-apa ibu," ujarnya dari dalam kamar.


"Lalu kenapa kau tidak keluar dari kamarmu?"


"Emm' … aku lagi tidak ingin keluar."


"Tapi kau belum makan Anna." Timpal Ayahnya.


"Aku diet, jadi tidak makan malam hari ini."


"Hahh … baiklah jika itu kemauan mu, tapi jika terjadi sesuatu katakan saja pada Ayah dan Ibu."


"Iya."


Ayah dan Ibu Anna turun ke bawah lalu duduk di ruang tamu. Sedangkan Anna tetap berada di dalam kamarnya.


****************


Enam hari pun berlalu, kondisi tubuh Anna semakin hari semakin melemah akibat ia terlalu memikirkan tentang jawaban apa yang akan diberikan Lucanne pada dirinya.


Malam hari tepat pukul 23:00, seperti biasa Anna keluar dari kamarnya dan turun ke bawah mencari sesuatu untuk dimakan.


Tetapi di malam itu ketika ia turun, dia melihat Ayah dan Ibunya masih berada di ruang tamu seperti sedang membicarakan sesuatu.


Dari kejauhan sayup-sayup Anna mendengar apa yang sedang Ayah dan Ibunya bicarakan.


πŸ’»"Ayah sudah menerimanya." Jawab Ayah Anna.


"Pernikahan? pernikahan apa, dan itu juga ada kak Miguel. Apakah kak Miguel mengetahui sesuatu." Batin Anna dengan tubuh lemahnya menguping pembicaraan antara Ayah, Ibunya dan juga Miguel.


πŸ’»"Apa! lalu bagaimana dengan Anna, apakah Anna sudah menyetujuinya?"


πŸ’»"Anna masih belum tau tentang hal ini, Ayah rasa dia dengan keluarga Jeans cocok. Karena mereka juga pernah saling bertemu."


πŸ’»"Apa tidak mungkin!sebaiknya kalian tanyakan dulu pada Anna!"


πŸ’»"Miguel! jangan meninggikan suaramu pada Ayahmu!" tegas ibunya pada Miguel.


πŸ’»"Tapi kalian tidak tau apa yang Anna inginkan dan apa yang tidak dia inginkan."


πŸ’»"Aku ini orang tuanya, aku tau apa yang terbaik untuknya." Tegas Ayahnya pada Miguel.


πŸ’»"Ck! terserah apa yang kalian katakan. Jika terjadi sesuatu pada Anna jangan mencari ku, karena aku tidak tau apa-apa."


Miguel mematikan obrolan vidio tersebut setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Ck! anak zaman sekarang taunya hanya melawan pada orang tua." Kesal Ayahnya Anna melihat tingkah laku Miguel.

__ADS_1


"Sudahlah, mungkin saja Miguel terlalu banyak pikiran makanya dia berkata seperti itu," ucap ibunya Anna menenangkan suaminya.


Sontak Anna yang sedari tadi mendengar pembicaraan itu, berlari pergi menuju kamarnya dan menutup pintu.


Dia duduk diam di kamarnya sambil memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi pada dirinya.


****************


Sampai keesokan harinya, Anna yang tidak sempat makan malam dikarenakan ia mendengar pembicaraan kakak Ayah dan Ibunya.


Dan dia juga tidak tidur semalaman, karena memikirkan hal itu juga jawaban apa yang diberikan oleh Lucanne.


Di pagi hari itu Lucanne tiba-tiba mengirimkan pesan untuk Anna agar bertemu di tempat yang sama.


Anna bergegas pergi dengan tubuh lemahnya keluar menemui Lucanne.


Sesampainya di sana Anna melihat Lucanne yang berdiri tepat ditengah-tengah pohon sakura, Anna berlari ke arah Lucanne.


"Maafkan aku terlambat," ujar Anna pada Lucanne.


Lucanne yang melihat kondisi Anna langsung menanyakannya. "Anna ada apa denganmu? kenapa kau terlihat sangat kurusan dan pucat? apakah kau sakit?" tanya Lucanne de gan berimbun pertanyaan melihat Anna.


"Aku jemari untuk mendengar jawabanmu. Jadi cepat katakan."


"Tapi …"


"Katakan saja,"


"Anna selama seminggu aku telah berpikir dan aku juga mengetahui sesuatu, kalau aku tidak menyukainya."


Ibarat kaca yang terhempas dan hancur berkeping-keping hadir Anna mendengar jualan orang yang ia contoh selama lalu menolak cintanya.


Air matanya yang sudah dibendung dengan kuat, hancur dan meluapkan senja apa yang selama ini sudah ia tutup.


Perasaannya hancur dan dia juga harus menghadapi kepanitiaan bahwa akan dijodohkan oleh keluarga Jeans, yaitu Brian. orang yang sangat dibencinya.


"Dan juga aku mengetahui kalau aku mengayunkan Katharine," sembilan tahun Lucanne lagi.


"Cukup! jangan kau lanjutkan lagu," ujar Anna tersenyum sembari menangis dihadapan Lucanne.


Lucanne yang melihat itu seakan-akan tak percaya kalau Anna menagis di hadapannya dengan kondisi tubuh yang lemah dan matanya yang berkantong hitam.


"Baiklah, kalau begitu mungkin sampai disini saja. Aku tidak akan mengganggu mu lagi, dan selamat tinggal."


Setelah mengatakan itu Anna lalu berlari dengan tubuh lemahnya itu meninggalkan Lucanne di taman.


Ia berlari sambil terus mengusap air matanya yang keluar, tanpa terasa ia sampai ke rumahnya. Ia mencoba berpenampilan baik-baik saja, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


Ketika masuk ke dalam rumah, ia langsung disuruh duduk di ruang tamu bersama Ayah dan Ibunya.

__ADS_1


"Anna, Ayah dan Ibu ingin berbicara sesuatu padamu," ucap Ayahnya.


__ADS_2