
Melihat pesan dari Katharine, Anna menyeringai. "Heh' tidak puas sekali ya, jadi kalian ingin berkali-kali." ucapnya dengan senyum menyeringai.
Anna mengirimkan pesan pada Lucanne untuk tidak menjemputnya besok pagi.
Lucanne yang menerima pesan Anna bingung tetapi ia tetap mengiyakan pesan Anna itu.
****************
Keesokan harinya Anna yang sudah membawakan pakaian untuk Cafe serta hiasan kepala, sarung tangan kucing dan ekor kucing.
Tidak lupa juga Anna membawa ban rusak milik sepeda Lucanne kemarin. Miguel bingung melihat adiknya yang membawa ban rusak ke sekolah.
"Anna untuk apa kau membawa benda itu?" tanya Miguel pada Anna yang membawa ban rusak bekas sepeda Lucanne.
"Tidak apa, hanya saja ini sangat ku butuhkan," jawab Anna.
"Ha' kau ini." Miguel mengusap wajahnya pelan melihat adiknya itu.
Miguel dan Anna bersiap-siap untuk pergi, tidak lupa juga mengajak Dave dan Ael untuk ikut.
Mereka berempat pun berangkat menuju ke sekolah.
Sesampainya mereka di sekolah, Anna menyuruh Miguel, Ael dan Dave untuk masuk lebih dulu ke Aula agar mereka tidak kehabisan tempat duduk.
Miguel, Ael dan Dave pergi ke Aula untuk mencari tempat duduk. Sedangkan Anna mencari keberadaan Brian dan Felix.
Tak beberapa lama Anna mencari kesana kemari, akhirnya Anna menemukan keberadaan Brian dan Felix di belakang sekolah yang sedang merokok bersama teman-temannya.
"Hei!" teriak Anna.
Sontak Brian, Felix beserta teman-teman menoleh ke arah sumber suara dan membuang rokok yang berada di tangan mereka masing-masing.
Ketika Brian dan Felix menoleh, Anna langsung melempar dua ban rusak yang sudah dibawanya sedari tadi ke arah Brian dan Felix.
Karena reflek mereka lalu menangkis ban rusak yang melayang ke arah mereka itu dengan tangan, hingga membuat tangan Brian juga Felix terluka akibat ban tersebut.
"Aarrghh!!" teriak mereka bersamaan.
Melihat Brian dan Felix yang terluka sontak saja membuat teman-temannya terkejut.
Mereka lalu melihat siapa orang yang melemparkan ban rusak itu ke arah Brian dan Felix, sampai membuat luka yang begitu dalam di bagian tangan mereka.
Dan berapa terkejutnya mereka ketika melihat bahwa orang yang melempar ban tersebut adalah bunga sekolah mereka.
"Ha! bunga sekolah!" teriak mereka saat melihat bahwa Anna lah yang melempar ban rusak itu.
mendengar teman-temannya berteriak kalau itu adalah bunga sekolah, sontak Brian dan Felix melihat ke arah Anna yang pada saat itu menyeringai sambil menatap licik ke arah mereka.
"Anna, kenapa kau melakukan ini, apa yang kami lakukan kepadamu hingga kau membuat kami seperti ini," ucap Brian menahan rasa perih di tangannya karena luka.
"Itu tidak seberapa dengan perilaku kalian selama ini kepada Lucanne. Kalian tau selama ini aku diam, karena kalian bukan lawan ku dan aku juga bukan lawan kalian." Jelas Anna.
"Apa maksudmu kami bukan lawanmu?" tanya Felix pada Anna.
__ADS_1
"Karena aku adalah seorang wanita, maka dari itu aku bukan lawan kalian."
"Heh' seperti inikah kau membela orang bo-"
Tanpa membiarkan Brian selesai berbicara Anna langsung memotong perkataannya. "Cukup! hanya karena kalian berdua menyukaiku bukan berarti kalian harus menyakiti nya, malah dengan sikap kalian seperti ini semakin membuatku jijik."
"Ha? kami berdua, apakah Felix juga menyukai Anna? tetapi mengapa dia tidak memberi tahu ku." Batin Brian sambil menatap Felix yang berada di samping nya.
"Aku peringatkan kepada kalian berdua, jika kalian mengganggu Lucanne lagi, maka aku tidak akan segan dengan kalian. Dan buat kalian yang melihat kejadian ini, tutup mulut kalian rapat-rapat." Ancam Anna dan kemudian pergi dari situ.
Dari kejauhan ternyata ada dua orang yang sedari tadi melihat dan mendengarkan kejadian itu.
"Menarik sekali," ucap salah satu orang itu.
"Tuan muda apa yang ingin anda minta untuk saya lakukan?" tanya satu orangnya lagi.
"Kau tau berkas yang sudah ku selesaikan, disitu berisi tentang perusahaan Jeans dan Costa. Buat gempar kedua perusahaan itu, hingga membuat dua orang anak itu kembali ke kandang mereka." Jelas orang itu.
"Baiklah Tuan Muda, sesuai yang anda minta."
"Eh' tapi β¦ bagaimana dengan Tuan Besar, apakah dia datang?"
"Tuan Besar tidak dapat hadir, tapi Tuan Besar memerintahkan saya untuk hadir sebagai penggantinya."
"Oh' β¦ seperti itu."
****************
Beralih ke Brian dan Felix yang masih berada di belakang sekolah.
"Ya dan juga aku harus menyingkirkan mu," jawab Felix menatap sinis Brian.
"Kau!"
"Apa!"
Disaat mereka ingin berkelahi tiba-tiba ponsel mereka masing-masing berbunyi secara bersamaan. Karena takut bahwa telpon itu penting dengan tangan yang terluka dan dipenuhi oleh darah, mereka mengambil ponselnya yang berada di saku celana.
Brian dan Felix mengangkat telpon secara bersamaan.
π²"Ada apa?" ucap Brian dan Felix serentak.
π²"Brian pulang sekarang!" kata papa Brian.
π²"Felix perusahaan kita!" ucap papa Felix.
π²"Kenapa pa?" tanya Brian.
π²"Ada apa dengan perusahaan kita pa?" tanya Felix.
π²"Perusahaan sedang ada masalah cepat pulang sekarang." Jelas papa Brian.
π²"Perusahaan kita mengalami masalah, cepatlah kembali." Jelas papa Felix.
__ADS_1
Brian dan Felix laku mematikan sambungan teleponnya.
Mereka berdua bergegas pergi ke tempat parkir mengambil motor mereka dan kembali ke rumah mereka masing-masing, meninggalkan acara Festival Budaya yang sebentar lagi mau dimulai.
****************
Beralih ke belakang Aula, semua orang mempersiapkan diri mereka masing-masing. Dah memakai pakaian sesuai peran mereka.
Setelah semua orang selesai memakai pakaian mereka, Bella dan anggota OSIS lainnya yang menjadi panitia acara sibuk mencari keberadaan Felix yang tidak tau entah pergi kemana.
"Simon, apakah kau melihat Felix?" tanya Bella pada Simon.
"Tidak, ada apa?" tanya Simon balik.
"Felix tidak kelihatan dari tadi sementara, acara sudah mau dimulai."
"Aku melihatnya di belakang sekolah." Timpal Anna yang menyambung percakapan Bella dan Simon.
"Kami sudah mengeceknya di sana, tetapi dia tidak ada. Bahkan motornya saja tidak ada di tempat parkir." Jelas Bella.
"Mungkin dia memiliki urusan penting dan akan kembali sebentar lagi," ucap Simon menenangkan Bella.
Tiba-tiba saja Lucanne dan Katharine yang sibuk mencari Anna, akhirnya menemukannya bersama Simon dan Bella.
"Anna ternyata kau disini, aku mencarimu," kata Katharine yang sudah memakai pakaian Peri Jahat nya.
Melihat Katharine yang begitu anggun mengenakan pakaian serba hitam sesuai perannya membuat Simon tersipu, dan detak jantungnya berdetak semakin cepat karna hal itu.
"Waw Katharine, kau terlihat cantik mengenakan pakaian ini," ujar Anna memuji penampilan Katharine.
"Benarkah?"
"Benar, kalau tidak percaya tanya saja pada Simon." Anna melirik Simon yang tepat berada disampingnya sembari tersenyum tipis.
"Y'Ya itu biasa saja." Jawab Simon terbata-bata sambil menolehkan pandangannya ke samping.
"Lihatlah dia berkata seperti itu." Ketus Katharine.
Anna pun melirik ke arah Lucanne dan begitu pula Lucanne yang melirik ke arah Anna, lalu mereka berdua mengangguk secara bersamaan dan serentak berkata.
"Lainn dimulut lain dihati!" ucap Anna dan Lucanne bersamaan.
"A'Apa?" gugup Simon.
Anna, Lucanne Bella tertawa melihat ekspresi Simon yang tersipu malu.
Disaat mereka sedang asik menggoda Simon yang tersipu, salah satu anggota OSIS mendatangi Bella. "Bella acara sudah ingin dimulai dimana Felix?" tanyanya.
"Sepertinya dia mempunyai urusan dan akan kembali sebentar lagi." Jelas Bella.
"Kita tidak punya waktu lagi, kau saja yang mengambil alih."
"Tidak bisa, Bella sudah mengambil alih untuk membacakan teks drama. Tidak mungkin dia mengambil hal berat seperti itu," ujar Anna tidak setuju.
__ADS_1
"Jadi bagaimana?"
"Sudah tidak apa-apa Anna, aku akan mengambil alih dari sini," cepatlah kalian bersiap-siap." Ucap Bella.