Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B 7


__ADS_3

"Iya. Aku malam tadi gak makan dan juga pagi tadi aku gak sempat sarapan, jadi seperti itu," ucap Katharine dengan wajah yang lesu.


"Haih … kau ini memang sangat merepotkan." Keluh Simon sambil memberikan sedikit makanannya pada Katharine.


"Simon kau hanya kasar di mulut saja tetapi tidak di hatimu." Timpal Anna yang melihat Simon memberikan makanannya pada Katharine.


"Tidak, aku hanya kasihan melihatnya."


"Emm' Katharine kalau kau mau, kau bisa mengambil punyaku juga," ujar Lucanne menyodorkan bekalnya pada Katharine.


"Tidak perlu ini sudah terlalu banyak, jadi kau tidak perlu memberikannya lagi padaku." Tolak Katharine secara halus.


"Yasudah, lanjutkan saja makan kalian," ujar Anna.


****************


Tak terasa empat hari sudah berlalu. Anna, Katharine, Simon dan Lucanne selalu membawa bekal ke sekolah, mereka pun perlahan-lahan menjadi semakin dekat.


Hingga tiba pada hari untuk mengumumkan siapa saja orang-orang yang akan mengikuti pentas drama Putri Tidur.


Seluruh murid diperintahkan untuk berkumpul di lapangan sekolah, karena pengumuman orang yang ikut pentas drama akan dimulai.


"Aku berharap, aku tidak mendapatkan peran apapun. Paling tidak aku hanya akan membantu panitia saja," ujar Anna.


"Kenapa kau tidak berniat untuk ikut?" tanya Lucanne.


"Aku …"


"Ya karena Anna itu bunga sekolah, kalau misalnya dia ikut drama dan mendapatkan sebuah peran, apalagi kalau peran itu adalah pemeran putrinya atau pemeran utama wanitanya maka rata-rata laki-laki akan meminta peran utama laki-laki nya." Jelas Katharine.


"Tapi jika seandainya peran laki-lakinya adalah aku bagaimana?"


"Ee' Lucanne, kau mengejar Anna juga?" tanya Katharine seakan tidak percaya dengan apa yang Lucanne katakan.


"Emm' tidak, aku hanya berkata saja."


"Aku tidak masalah kalau itu kau yang menjadi pemeran utamanya." Timpal Anna tidak keberatan.


"Wow hebat. Beberapa tahun telah berlalu dan baru kali ini aku melihatmu tidak keberatan dengan peran utama pria."


"Itu karena Lucanne dekat denganku, jadi aku tidak begitu mempermasalahkannya."


Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba terdengar suara mix, pertanda kalau pengumuman akan dimulai.


"Baiklah, saya akan mengacak kotak yang berisi nama kalian." Ucap Kepala Sekolah sembari memasukkan tangan kanannya ke dalam kotak dan mulai mengacak-acak nya.


Kepala Sekolah mengeluarkan tangannya dari dalam kotak sambil membawa kertas ditangannya.

__ADS_1


"Baiklah, di tangan saya sudah memegang sebuah kertas dan saya akan menyebutkan siapa pemeran Putri Tidur nya."


Para murid wanita berbisik-bisik bertanya-tanya siapa yang akan menjadi pemeran Putri Tertidur.


"Siapa pemeran utamanya?" Berbisik.


"Apakah itu aku?" Berbisik.


"Tidak, itu pasti aku!" Berbisik.


Bisik mereka hingga lapangan sekolah menjadi riuh karena mereka.


"Kalian terlalu berisik. Sudah jelas bahwa pemeran utamanya itu adalah aku," ucap Angel percaya diri.


"Heh' datang dari mana kepercayaan dirimu itu!" Cibir Katharine.


"Kau! kau lihat saja nanti." Kesal Angel.


"Ya, Gue lihat kok tenang aja."


"Baiklah pemeran utama Putri Tertidur adalah … Anna Leroy dari kelas 12-A, " ucap Kepala Sekolah.


Seketika para murid laki-laki yang mendengar Anna menjadi pemeran Putri Tidur langsung riuh.


"Eh' bunga sekolah yang menjadi pemeran utamanya, kira-kira siapa yang menjadi pemeran prianya." Bisik mereka.


"Kenapa dia terlalu percaya diri, sedangkan wajahnya tidak seberapa." Berbisik.


"Aku pikir peran pangerannya akan diberikan pada Simon." Berbisik.


"Tapi ini di pilih secara acak, jadi tidak tau siapa yang akan menjadi pasangan bunga sekolah." Berbisik.


Setelah menyampaikan hal tersebut, Kepala Sekolah melanjutkan mengacak-acak kotak kecil yang berisi nama para murid. Hingga mendapatkan satu kertas nama.


"Yang mendapatkan pemeran pangerannya adalah … Brian Jeans."


"Ha! beneran dia." Berbisik.


"Sudah ku katakan, akulah yang menjadi pasangan Anna dan kalian jangan terlalu berharap." Ucap Brian berbicara dengan nada suara merendahkan.


"Heh' itu hanyalah sebuah kebetulan karena kau tak pernah menjadi pemeran utama dalam sebuah drama." Cibir Simon.


"Kau hanya terkenal karena tampangmu yang tampan." Kata Brian menyindir.


"Emang kenapa, kau iri? Ohh' jelas, karena wajahmu tidak seberapa," ucap Katharine menyindir Brian.


"Kau!" kesal Brian sembari ingin mendekati Katharine.

__ADS_1


"Berhenti mendekatinya." Tegas Simon menatap dingin ke arah Brian dengan tangannya yang menghalangi Brian agar tidak mendekati Katharine.


"Sudah sudah, tidak perlu diladeni lagi, biarkan saja." Ujar Anna melerai pertengkaran Simon dan Brian.


Kepala sekolah lalu melanjutkan mengacak kotak yang berisi nama dan terpilih lah Lucanne, Angel sebagai Raja dan Ratu.


Dan terpilih juga Tujuh Peri,Dua Pengawal dan Satu Pengasuh, hingga masuklah ke pemilahan terakhir yaitu pemilihan Peri Jahat.


"Haih … aku berharap, akulah yang menjadi pemeran Peri Jahat itu." Ucap Katharine sembari menggenggam kedua tangannya dan menutup matanya berharap bahwa dia yang akan menjadi pemeran Peri Jahat itu.


"Huhh … aku berharap kebalikannya, karena aku tau kau ingin menyiksa Angel sebagai seorang ratu dan karena hal itu kau bisa mengambil kesempatan itu karena kau adalah Peri Jahat nya." Tukas Simon.


"Jangan pedulikan aku." Ketus Katharine.


"Sudahlah biarkan saja, Simon kau jangan terlalu mempedulikan dia." Ujar Anna.


"Anna, aku harap kau hati-hati jika seandainya latihan dengan Brian. Aku takut kau akan dilukai olehnya." Ucap Lucanne pada Anna.


"Itulah mengapa aku tidak ingin ikut dalam drama. Andai saja pemeran pangeran nya itu adalah kau mungkin aku akan sangat senang." Keluh Anna.


"Ohh' jadi kau sangat senang jika seandainya aku menjadi pangerannya?" tanya Lucanne pada Anna.


"Ya tentu saja."


Mendengar perkataan Anna yang seperti itu Lucanne lalu menunduk dan matanya melirik ke arah Brian.


"Huhh … sudahlah tidak apa-apa. Ohh' iya Lucanne, walaupun kau mendapatkan peran seorang raja tapi kau tetap harus menghapal dialog orang lain juga ya. Jika seandainya nanti ada masalah kau bisa membantu." Jelas Anna pada Lucanne.


"Ya baiklah."


"Ohh' berarti aku tidak perlu menghapal dialog lagi ya." Timpal. Simon.


"Kau melihat-lihat saja." Sambung Katharine.


"Tidak, sebaiknya kau juga harus menghapal beberapa dialog, mungkin saja nanti ada orang yang tidak datang, jadi kau bisa menjadi pengganti," ujar Anna pada Simon.


"Ohh' benar juga ya. Emm' paling tidak jika seandainya kau tidak ikut kau bisa menjadi pengganti," tekan Katharine mencibir Simon.


"Ada saatnya aku tidak akan menjadi pengganti dan akulah yang akan menjadi pemeran utama pria sampai seterusnya." Jelas Simon melihat Katharine dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Oh apakah kau ingin menjadi seorang aktor?"


"Dasar bodoh. Sudah, aku tidak ingin berbicara padamu." Kesal Simon sembari memalingkan wajahnya dari Katharine.


"Kau yang bodoh! kan apa yang aku bilang itu benar." Kesal Katharine yang ikut memalingkan wajahnya dari Simon.


"Duh, mulai lagi deh." Anna memegang kening kepala nya melihat kelakuan Katharine dan Simon yang selalu bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2