Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
[B.D.S.B 2] 21 Diary Lucanne.


__ADS_3

"Setelah ini kau ingin kemana?" tanya Brian pada Anna.


"Aku akan pergi ke suatu tempat di mana aku bisa melihat bunga sakura lebih dekat, kalau begitu sampai jumpa Brian," ujar Anna.


Anna pun pergi meninggalkan Brian, istri dan anaknya di situ, setelah Anna berjalan cukup jauh istrinya Brian lalu bertanya pada Brian.


"Diakah orang yang kau bicarakan itu sayang?" tanya istrinya.


"Ya, seorang wanita yang hebat mempunyai pasangan yang hebat juga."


"Bibi itu sangat cantik, apakah suatu hari nanti aku bisa mempunyai seorang kekasih seperti dia Ayah?" tanya anaknya.


"Tentu jika kau berusaha, dan pastikan sikapmu tidak seperti Ayah dulu. Jadilah seperti orang yang dia cintai, dengan begitu kau juga akan mendapatkan cintanya."


****************


Beralih ke Anna yang sudah berada di dalam taksi.


"Lucanne … jika seandainya aku sudah menikah denganmu waktu itu, mungkin anak kita sudah seperti anak Brian. Tapi sayangnya semua itu hanyalah mimpi yang tak akan pernah bisa kugapai." Batin Anna.


Anna kemudian meminta supir taksi untuk berhenti di suatu taman.


Anna turun dari taksi dan berjalan menuju suatu tempat di taman itu, hingga akhirnya Anna berhenti di sebuah bangku taman dan duduk di sana.


Sambil menutup mata Anna mengingat dengan jelas, bahwa di tempat inilah Anna mengungkapkan rasa sukanya pada Lucanne tetapi Lucanne menolaknya.


"Rasa sakit itu masih ku ingat dengan jelas, karna tempat ini tidak berubah sedikitpun, membuatku mengingat semua kejadian itu dengan jelas," ujar Anna bermonolog pada dirinya sendiri sambil menutup mata.


Anna pun membuka matanya dan melihat kalau di hadapannya ada seorang anak perempuan yang memegang kotak coklat, anak perempuan itu memberikan kotak itu pada Anna.


Anna menerima kotak itu dengan senang hati. "A' terimakasih."


Anak perempuan itu hanya tersenyum dan meninggalkan Anna, Anna tanpa berbasa-basi langsung membuka kotak coklat itu.

__ADS_1


Di dalam kotak itu terdapat sebuah buku Diary, satu surat dan tiga foto Anna bersama Lucanne.





I'm sorry kalau foto nya agak aneh yak 🤣.


"Ini … dari mana anak itu mendapatkan ini semua. Apakah ada seseorang yang memberikan ini padanya. Haih' … sudahlah, sebaiknya aku membuka apa isi buku ini."


Anna menepis semua pikirannya dan berniat untuk membuka buku Diary itu, setelah di buka Anna mulai membaca isi dari buku Diary tersebut.


Isi Diary tersebut :


...Dihari itu tepat di lorong sekolah, aku diselamatkan oleh nya dan dari situlah aku mulai dekat dengan nya dan aku dikenalkan kepada teman-temannya....


...Dia tidak tau bahwa aku tidaklah rabun dan tidak juga lemah, hanya saja aku menyembunyikan diriku yang sebenarnya....


...Hari demi hari berlalu, telat disaat aku selesai mengerjakan urusanku dan disaat itu pentas drama dimulai....


...Aku melihat kejadian yang sangat menarik, dia melukai anak dari keluarga Jeans dan Costa. Disitu rasa ingin memilikinya semakin besar dan aku tak mau berbagi, tapi aku mengerti kondisi....


...Kedekatan ku dengan dirinya semakin bertambah saat libur musim panas, dia bermain-main di rumah yang sebenarnya itu bukan rumahku....


...Dia memberikanku perawatan untuk wajahku walaupun itu sia-sia, bintik-bintik di wajahku tidak akan hilang jika tidak dibersihkan dengan alkohol....


...Tepat di saat ujian kelulusan dia bertanya padaku tipe wanita yang kusuka, aku pun menyebutkan tipe yang ku suka seperti ibuku....


...Disitu aku melihat wajahnya yang sedih tetapi seketika wajah sedih itu menghilang, karna dia kembali percaya diri....


...Kelulusan pun tiba, aku ingin mengatakan rasa suka ku padanya. Tetapi aku diberitahukan oleh kakekku kalau keluarga Leroy membuat perjodohan dengan keluarga Jeans. Mendengar kabar seperti itu, hatiku dipenuhi oleh kebimbangan....

__ADS_1


...Disaat hatiku dipenuhi dengan kebimbangan aku bertemu dengan nya di suatu taman, saat itu juga dia mengungkapkan perasaannya padaku tetapi aku yang sedang dipenuhi oleh kebimbangan meminta waktu untuk membalas perasaannya....


...Tepat disaat aku telah membuatkan tekad ku tentang jawaban yang akan kuberikan padanya, aku memintanya untuk datang di taman tempat ia mengungkapkan perasaannya padaku....


...Disitu aku memberikan jawabanku, aku menolaknya dengan alasan aku menyukai temannya....


...Di detik itu aku melihat keadaannya yang sangat tak berdaya, aku ingin sekali memeluknya dan mengatakan padanya kalau aku akan selalu ada untuk nya. Tapi takdir tak pernah berpihak padaku, aku hanya bisa melihat keadaannya yang seperti itu....


...Dengan perasaan yang tercabik-cabik dia meninggalkanku, aku berpikir kalau jawaban ku itu sudah tepat, tapi ternyata salah … dia pergi ke Kota A dan menolak perjodohan nya dengan keluarga Jeans....


...Disitulah penyesalan terbesarku, kenapa aku tidak mengatakan yang sebenarnya … kenapa aku menolak perasaannya … dan kenapa aku membuatnya menangis. Kali ini bergantian, akulah yang tercabik-cabik dengan jawabanku sendiri....


...Hari-hari ku lalui dengan teman minum ku yaitu botol alkohol yang berserakan, Kakek ku sebagai pemegang perusahaan Smith merasa sedih melihatku. Diriku seperti tubuh yang bergerak tanpa nyawa....


...Perlahan-lahan Kakek ku membuatku bangkit lagi, ia memintaku belajar agar bisa memegang perusahaan Smith. Aku pun belajar bersama Joan, hingga aku pantas memegang alih perusahaan Smith....


...Aku hanya bisa menjaga dirinya dari kejauhan dan menitipkan nya pada putri keluarga Carl. Meskipun begitu, hari-hariku tak lepas dari alkohol, sampai tepat disaat Kakek ku sakit parah....


...Dia memberikanku nasehat. Dia berkata :...


...'Lucanne wajahmu mirip seperti ayahmu, tetapi jalan hidupmu berbeda dengan ayahmu. Kakek menjagamu dari kecil hingga kau dewasa seperti ini, pandanganmu tak pernah berubah pada orang lain, sangat dingin dan wajahmu tanpa ekspresi....


...Tetapi semua itu berubah saat kau bertemu dengannya, Lucanne jika kau mencintainya terus kejar dia dan katakan penyesalanmu, katakan siapa dirimu kepadanya'...


...Tak berapa lama setelah perkataan itu, Kakek ku meninggalkan ku untuk selamanya. Dan aku pun menjadi pewaris perusahaan Smith, diriku pun tersorot oleh setiap kamera....


...Aku memberi tau pada kakaknya kalau itu adalah aku dan mengatakan pada kakaknya kalau aku akan menunggu sampai dia bisa menggapai impiannya. Biarkan kami saling merasakan sakit yang sama....


...Kakaknya hanya bisa menyetujuinya. Aku juga memperingatkan keluarga Duke untuk menjauhi dirinya, karna dia hanya untukku dah takkan pernah berubah....


...Hingga kelulusannya pun tiba, dia berniat untuk bergegas pergi ke Kota X. Sebelum ia pergi, aku mengirimkan hadiah untuknya dan sebuah surat....


...Di Kota X perlahan-lahan dia mulai berkembang sedikit demi sedikit dan akhirnya dia berhasil menggapai impiannya tanpa bantuan siapapun. Hingga dua tahun berlalu, dia menjadi orang yang sangat terkenal dan masuk ke dalam saluran berita manapun....

__ADS_1


__ADS_2