Berawal Dari Sebuah Buku

Berawal Dari Sebuah Buku
B.D.S.B 18


__ADS_3

Anna, Lucanne, Katharine dan Simon bergegas pergi ke gerbang sekolah dan ingin memastikan apakah perkataan Katharine benar atau tidak.


Setibanya mereka di sana, sudah begitu banyak orang yang melihat sepeda tergantung di gerbang sekolah.


Anna lalu berjalan beberapa langkah ke depan untuk memastikan apakah itu benar sepeda Lucanne atau tidak.


Disaat Anna berjalan mendekat beberapa langkah, betapa terkejutnya Anna kalau itu benar-benar sepeda milik Lucanne.


"Siapa yang melakukan ini, aku pasti akan memberikannya pelajaran yang setimpal." Batin Anna dengan hati yang dipenuhi amarah.


Dengan tersenyum Anna bertanya pada semua orang walaupun dihatinya memendam amarah yang sangat besar.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Anna pada siswa/i yang berada di sana.


"Ya mana kami tau. Lagipula ya, itu bukan urusan kami." Ketus Angel.


"Ohh' begitu. Jadi, jika aku menamparmu disini apakah itu juga sama."


"Lo punya mulut bisa dijaga gak sih." Timpal Katharine.


"Ya udah gue jaga, cuma-"


Tanpa menyelesaikan perkataan nya, Anna langsung menampar Angel dengan keras, hingga suara tamparan itu terdengar oleh siswa/i disitu.


"Jika kalian sampai melaporkan ini kepada guru, maka kalian juga akan mendapatkan hal yang sama. Kalian semua harus mengatakan kalau ini bukan urusan kalian."


"Anna sebaiknya kau jangan seperti ini, kasihan Angel," ucap Lucanne mencegah Anna agar tidak memukul Angel lagi.


"Lihat Anna, bahkan disaat seperti ini pun dia bukan membela dirinya sendiri tapi malah membela orang lain." Cibir Brian yang baru saja datang.


"Apakah orang seperti ini yang kau sukai Anna? sama sekali tidak berguna." Sambung Felix.


"Diam atau ku tutup mulut kalian berdua."


"Heh' bilangin orang tidak berguna, memang kalian itu berguna." Ketus Katharine menatap sinis Brian dan Felix.


"Katharine sebaiknya kau jangan berbicara seperti itu." Kata Simon menasehati Katharine agar menjaga cara bicaranya.


Brian dan Felix yang merasa tidak senang dengan perkataan Katharine pun, berniat untuk mendekati Katharine. Namun, Simon mencegah mereka mendekati Katharine.


"Berhenti di situ, jika kalian berdua berjalan selangkah lagi maka aku tidak akan segan memukul kalian." Ancam Simon menatap dingin Brian dan Felix.


Pertengkaran itu membuat semua orang menjadi riuh. Petugas keamanan yang baru selesai dari kamar mandi, tidak menyangka kalau ada murid yang berkelahi di depan gerbang sekolah.

__ADS_1


Petugas keamanan pun bergegas pergi menuju gerbang sekolah di mana sedang ada perkelahian antarmurid, ketika sampai, ia langsung melerai pertengkaran tersebut dan bertanya pada murid-murid yang lain apa penyebab mereka berkelahi.


Tetapi seperti yang dikatakan oleh Anna, mereka berkata kalau itu bukan urusan mereka dan tidak ada sangkut pautnya sama sekali.


Akhirnya karena petugas tidak tau apa penyebabnya, petugas hanya menurunkan sepeda yang bergelantung itu kaltim meminta seluruh siswa/i untuk bubar.


Saat sepeda diturunkan, ban sepeda sudah lepas dari sepedanya. Anna membawa kedua ban sepeda Lucanne terlepas, sedangkan Anna membawa kerangka sepedanya.


Karena kasihan Katharine dan Simon ingin menawarkan tumpangan pada Anna dan Lucanne, tetapi Lucanne menolak tawanan mereka.


"Aku harus memperbaiki sepeda ku dulu, jadi kalian pulang saja lebih dulu," ucap Lucanne.


"Ya sebaiknya kalian pulang saja, aku akan tetap bersama Lucanne," ujar Anna pada Katharine dan Simon.


"Haih … kau ini. Hufh … ya sudah deh aku tidak akan menggangu kalian lagi. Kalau begitu kami pergi ya, sampai jumpa." Katharine dan Simon pun pergi meninggalkan Lucanne dan Anna berdua.


"Sampai jumpa juga."


"Anna kau tidak ikut bersama dengan Katharine?" tanya Lucanne pada Anna.


"Jika aku pergi bersama Katharine, lalu kau dengan siapa? jika kau sendiri maka kau akan diganggu oleh orang lain, sudahlah ayo kita pergi mencari bengkel untuk memperbaiki sepedamu." Jelas Anna.


Anna dan Lucanne berjalan pergi menjauhi sekolah. Sambil mengobrol dengan Anna, di pertengahan jalan Lucanne sempat merayakan sesuatu kepada Anna.


"Tidak, karena kakak ku akan melihatnya. Jadi aku tidak merasa sedih." Jawab Anna.


"Tapi bukankah sangat indah jika seluruh keluarga kita bisa melihatnya?"


"Kau benar, tetapi aku tidak bisa memaksa mereka tetap disini. Dan juga, aku selalu menuruti apa yang dikatakan oleh orang tua ku, juga tidak pernah membantahnya sedikitpun karena kurasa itu benar."


"Oh' apakah seperti itu hidup bersama orang tua?"


"Yaa, apakah kau tidak pernah merasakannya?"


"Tidak. Orang tua ku meninggal disaat umurku 5 tahun, mereka meninggal karena kecelakaan dan sekarang aku tinggal bersama …"


"Kenapa Lucanne? kenapa kau tidak melanjutkannya. Kau tinggal bersama siapa?"


"Ohh' aku takut kau akan tertawa jika aku mengatakannya."


"Tidak apa, katakan saja."


"Sebenarnya aku tinggal bersama hewan-hewan kecil seperti nyamuk dan tikus."

__ADS_1


"Pufft!hahaha' …"Anna mengulum senyum dan melepas tawanya.


"Kan benar kau tertawa. Lebih baik aku tidak mengatakannya tadi, tapi …"


"Tapi apa?"


"Tapi aku suka melihatmu tersenyum," ucap Lucanne tersenyum melihat Anna.


Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Lucanne seketika membuat jantung Anna berdebar tak karuan, hingga wajahnya ikut memerah seperti tomat.


"H'Hei Lucanne, wanita seperti apa yang kau suka?"


"Wanita yang kusuka? emm' berambut panjang, berpenampilan anggun, baik, dan lemah lembut."


"Mau sepanjang apa rambutnya?"


"Panjangnya kira-kira sepinggang."


"Ohh' ternyata kau menyukai wanita yang elegan, sedangkan aku sangat jauh dari kata elegan. Dan juga tidak mungkin kau menyukai cewe tomboy seperti ku, tapi aku tidak akan pernah menyerah." Batin Anna.


"Jadi menurutmu aku wanita seperti apa?" tanya Anna pada Lucanne.


"Menurutku Anna adalah wanita yang cantik, pintar, lemah lembut, baik tapi terkadang juga bisa marah." jelas Lucanne mendeskripsikan Anna menurut sudut pandang dirinya.


"Oh' ternyata begitu."


"Anna, menurutku rambutmu itu sangatlah indah jika panjang."


Anna tersipu mendengar ucapan Lucanne yang memuji rambutnya, dan dirinya sudah menguatkan tekad kalau dia akan memanjang kan rambutnya sesuai keinginan Lucanne.


Tidak berapa lama mereka berjalan dan mengobrol, mereka akhirnya menemukan sebuah bengkel untuk memperbaiki sepeda Lucanne yang rusak.


Ketika sepeda itu sudah selesai diperbaiki, Lucanne langsung mengantarkan Anna pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di rumah, Anna bergegas berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri sembari membawa dua jam rusak milik sepeda Lucanne. Tapi sebelum ia membersihkan dirinya, ia mengecek ponselnya dan menerima pesan dari Katharine.


💬"Anna, aku tau siapa orang yang membuat sepeda Lucanne menjadi rusak."


💬"Siapa?"


"Aku membelikan ban baru untuk sepeda Lucanne, dan aku membawa ban yang sudah rusak itu pulang. Maka jika aku tau siapa orang yang membuat sepedanya seperti itu, akan aku lemparkan ban rusak itu kepadanya." Batin Anna geram.


💬"Brian dan Felix."

__ADS_1


__ADS_2