
"Jangan terburu-buru Katharine, aku masih belum menjawab juga aku masih belum menyerah." Tukas Lucanne.
"Apa jawabannya?" tanya Simon pada Lucanne.
"Buku."
"Benar."
"Jika aku benar, bolehkah aku membuat aturan baru yang menang harus memberikan pertanyaan pada yang kalah, sampai yang menang itu kalah. Bagaimana?"
"Sepertinya itu menarik."
Permainan tanya jawab mereka pun dimulai, Lucanne laku melontarkan pernyataan-pernyataan pada Katharine dan Simon. Dan pernyataan Lucanne selalu di jawab salah oleh Simon dan juga Katharine.
Permainan itu terus berlanjut sampai Miguel beserta ayah dan ibunya Anna pulang.
Mereka melihat kalau ada teman-teman Anna yang sedang bermain. "Apakah kalian temannya Anna?" tanya Ayahnya Anna.
"Eh' Paman, Bibi sudah pulang. Iya kami adalah teman-temannya Anna, saya Katharine, di sebelah saya Simon." Jawab Katharine memperkenalkan diri.
"Selamat malam Paman Bibi."
"Dan di sebelah Dave adalah Lucanne." Timpal nya lagi.
"Selamat malam Paman Bibi."
Dave yang berada disamping Lucanne beranjak dari tempat duduknya lalu berlari ke arah Miguel dsn memeluknya.
"Ayah ayah, ayah tau. Aku tadi bermain bersama Paman Simon, Bibi Katharine dan juga Paman Lucanne," ucapnya senang.
"Apa yang kalian mainkan sampai wajahmu penuh coretan seperti ini?" tanya Miguel mengusap pelan wajah Dave.
"Kami bermain tanya jawab, siapa yang tidak bisa menjawab maka wajahnya akan dicoret. Sama juga jika jawaban yg salah wajahnya juga akan dicoret."
"Oh' pantas saja wajahmu penuh dengan coretan, lalu bagaimana dengan Paman Lucanne? kenapa wajahnya hanya sedikit coretan, sedangkan wajahmu, Paman Simon, Bibi Katharine penuh dengan coretan."
"Sebelum Paman Lucanne datang aku sudah bermain ini bersama Bibi Katharine dan Paman Simon, tetapi aku selalu kalah. Jadi, ketika Paman Lucanne datang dia menjadi partner main ku."
"Ohh' ternyata seperti itu."
Ketika mereka semua sedang asik mengobrol, Ael dan Anna yang baru saja dari dapur menghampiri mereka dan berkata kalau makan malam sudah siap.
__ADS_1
Miguel, Anna serta Ayah dan Ibunya kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri, mereka lalu kembali kemeja makan untuk makan malam bersama. Anna juga mengatakan pada Katharine, Simon dan Lucanne untuk bergabung makan malam bersama mereka.
Setelah makan malam usai, Anna, Katharine, Simon dan Lucanne lalu latihan drama bersama.
Dengan pemeran pengganti, Ayah dan Ibunya Anna menjadi Raja dan Ratu, Lucanne menjadi Pangeran, Miguel dan Simon menjadi Pengawal. Sedangkan Ael dan Katharine menjadi Peri Ketujuh dan Peri Jahat nya.
Drama itu berjalan dengan lancar walaupun hanya dua orang penonton saja, sampai drama itu berakhir Jack lalu berkomentar. "Semua pemerannya sangat mendalami terlebih lagi Nona Katharine, anda sangat cocok menjadi peran antagonis."
"Apakah benar? terimakasih." Katharine terharu mendengar pujian dari Jack.
"Heh' tentu saja dia sangat mendalami perannya, karena yang menjadi Ratu nya nanti adalah rival nya." Cibir Simon.
"Anna kapan drama ini akan dipentaskan?" tanya Ibunya Anna.
"Sekitar sepuluh hari lagi, dan aku tau kalau Ayah dan Ibu tidak bisa datang karena kalian ada kerjaan di luar negeri selama satu bulan kan. Tidak apa aku mengerti." Jelas Anna.
"Maafkan Ibu ya sayang, karena sebentar lagi pekerjaan itu akan selesai dan Kakak mu lah yang akan mengurus perusahaan kita."
"Tidak apa Ibu aku mengerti. Lagipula Kak Miguel disini lama, sampai aku liburan musim panas nanti Kak Miguel masih ada di sini, jadi kalian tenang saja."
Demi memecahkan suasana yang sedih itu, Katharine lalu mengatakan kalau mereka akan pulang.
Sampainya di depan gerbang Anna berterima kasih pada Katharine, Lucanne serta Simon karena telah datang ke rumahnya.
"Tenang, selama Lucanne tidak mempunyai kesibukan maka. kita bisa datang ke rumah Anna," Ucap Katharine bersemangat.
"Ha?" ucap Lucanne bingung dengan perkataan Katharine.
"Iya. Karena jika tanpa dirimu, maka tidak akan seru."
"Dan juga tidak akan ada pertanyaan-pertanyaan yang menarik." Timpal Simon.
"Kalau begitu Anna aku pulang duluan ya." Jelas Katharine yang sudah dijemput oleh supir pribadinya.
"Ya hati-hati di jalan." Angguk Anna pelan disertai senyum tipis diwajahnya.
Dari kejauhan terlihat ada sebuah mobil yang melaju ke arah mereka dan berhenti tepat di depan gerbang rumah Anna.
Orang yang berada di dalam mobil itu keluar. "Maaf Tuan Muda, saya terlambat menjemput anda." Ucapnya.
__ADS_1
"Ha?" ucap Lucanne yang kembali bingung melihat orang yang keluar dari mobil tersebut.
"Hei Simon, apakah seperti ini supir mu menjemput dirimu?" tanya Anna pada Simon.
"Ee' ini bukan supir yang biasa menjemput ku. Ya sudah kalau begitu aku pulang lebih dulu ya, sampai jumpa Anna Lucanne." Kata Simon menaiki mobil dan mengucapkan sampai jumpa pada Anna dan Lucanne.
"Iya." Jawab Anna dan Lucanne bersamaan.
Simon pun pergi meninggalkan Anna beserta Lucanne yang masih berada di depan gerbang rumah Anna.
"Ya sudah Anna, kalau begitu aku pulang dulu ya," ucap Lucanne yang bersiap untuk pulang dengan sepedanya.
"Ya, jangan lupa menjemput dan mengantarku pulang sekolah setiap hari." Jelas Anna.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang ya. Sampai jumpa." Lucanne pergi menaiki sepedanya meninggalkan Anna yang masih melihatnya dari kejauhan hingga sosok Lucanne yang menaiki sepeda tidak terlihat lagi olehnya.
Setelah tidak melihat sosok Lucanne, Anna kemudian masuk ke dalam rumahnya.
****************
Keesokan harinya seperti yang dikatakan oleh Anna, Lucanne menjemput nya setiap hari dan mengantarkan nya pulang. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, mereka selalu latihan drama dahulu di rumah Anna.
Hari demi hari kegiatan itu terus berangsur-angsur terjadi, mulai dari Lucanne menjemput dan mengantat Anna ke sekolah, latihan drama di rumah Anna, juga bermain bersama Dave.
Hingga tepat pada satu hari sebelum acara Festival Budaya dimulai.
Brian yang mengetahui kalau rumor tentang Anna yang selalu pulang bersama Lucanne, dengan menaiki sebuah sepeda merasa tidak senang dan mempunyai niat buruk bersama Lucanne.
Ketika jam pulang sekolah, Lucanne dan Anna ingin mengambil sepeda ditempat parkir seperti biasa. Tetapi, sepedanya Lucanne tidak ada di sana.
Karena panik Anna dan Lucanne mencarinya di sekitaran sekolah. Ketika mereka sedang sibuk mencari, Katharine dan Simon datang menghampiri mereka dengan sangat tergesa-gesa.
"Anna, Lucanne!" teriak Katharine yang berlari menuju arah Anna dan Lucanne.
"Katharine ada apa?" tanya Anna bingung dengan Katharine yang datang tergesa-gesa kearahnya.
"Bukankah kalian sedang mencari sepedanya Lucanne," ucapnya sambil terengah-engah kelelahan akibat berlari.
"Dari mana kau tau?"
"Ketika aku dan Simon ingin berjalan ke gerbang sekolah. Aku melihat kalau sepeda Lucanne sedang tergantung di gerbang sekolah." Jelas Katharine.
__ADS_1
"Apa!"