
"Apa?" tanya Anna.
"Ayah dan Ibu berniat menjodohkan mu dengan keluarga Jeans."
"Aku tidak setuju."
"Kau tidak bisa menolak."
"Kenapa aku tidak bisa menolak! jika aku tidak menyetujuinya maka aku tidak menyetujuinya!" teriaknya.
"Anna! lancang sekali kau berteriak didepan orang tuamu!" teriak Ayahnya.
"Itu karena kalian tak pernah menanyakan apa yang kuinginkan!"
Tanpa pikir panjang Ayah Anna langsung menampar wajah Anna dengan keras hingga membuat gema di ruang tamu itu.
"Aku tak pernah membesarkan my seperti ini!"
"Oh' lalu kenapa?"
"Sebaiknya kau menerima saja pernikahan itu."
"Aku tidak mau. Jika kalian terus memaksa, kenapa tidak kalian saja yang menikahinya!"
"Sudah Anna, jangan terus berdebat. Ikuti saja apa kata Ayahmu, kau sampai terluka seperti ini." Bujuk ibu Anna.
"Cuih! aku tidak mau. Jika kalian ingin sekali aku menikahinya, maka bawa saja mayat ku kesana!"
Setelah mengatakan itu Anna berjalan pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya, dengan tubuh lemah sambil menahan rasa sakit karena ditampar oleh Ayahnya.
Ayahnya yang melihat Anna masuk ke dalam kamar, langsung menyusul Anna dan mengunci pintu kamarnya.
"Tetaplah kau di dalam, dan jangan harap kau bisa keluar." Ucap Ayahnya dari luar kamar.
__ADS_1
"Suamiku, sebaiknya kau jangan terlalu keras dengan Anna. Kau bahkan menampar nya tadi." Timpal Ibunya.
"Dia memang perlu diajari dengan keras."
"Tanpa kalian ajari aku sudah mengerti menjalani hidup yang keras ini," ujar Anna dari dalam kamar.
"Diam! sebaiknya kau jangan kemana-mana."
"Aku punya kaki dan aku juga mempunyai jalan hidupku sendiri, kenapa aku harus diatur oleh orang seperti kalian yang tidak berguna sama sekali."
"Anna!!" teriak Ayahnya geram.
"Diam!! kalian di luar sana terlalu berisik!" teriak Anna balik.
"Sudahlah ayo kita turun, biarkan saja dia menenangkan diri." Kata Ibunya Anna menenangkan suaminya dan membujuknya untuk turun ke bawah.
Ayah dan Ibunya Anna turun ke bawah lalu meninggalkan Anna yang masih berada di dalam kamar.
Di malam hari tepat di pukul 02:00, Anna sudah bersiap-siap untuk kabur dari rumahnya.
Anna langsung menurunkan kain yang telah ia sambungkan lalu mengikatkan nya di sela-sela pagar balkon.
Anna kemudian turun ke bawah dengan menggunakan lain sebagai pengganti tali. Ketika ia sudah mendaratkan kakinya ke tanah, Anna laku berlari meninggalkan rumahnya sejauh jauh mungkin.
Dengan berbekal uang simpanan dan tas untuk membawa beberapa pakaian, ia pergi meninggalkan rumahnya.
Ketika ia sudah merasa cukup jauh, ia pun berhenti. "Aku akan pergi dari sini dan aku akan kembali disaat diriku sudah menjadi lebih baik. Selamat tinggal Kota A, dimana di setiap sudut Kota ini aku mempunyai kenangan yang tak bisa ku ulang kembali."
Ia lalu mengambil ponselnya dan menelpon kakaknya.
Drrtt β¦ drrtt β¦ drrtt β¦
Miguel yang sedang tertidur lantas terbangun mendengar suara ponselnya berdering, ia mengambil ponselnya dan mengangkat telpon tersebut.
__ADS_1
π²"Halo siapa?" tanya Miguel sambil memejamkan matanya.
π²"Kakak ini aku," ujar Anna.
Sontak mendengar suara Anna, membuat Miguel tersadar dari ngantuk nya.
π²"Anna! ada apa kau menelpon ku selarut ini?"
π²"Kakak, aku ingin ke tempatmu."
π²"Apa!!"
Ael yang berada di samping Miguel seketika terbangun mendengar teriakan Miguel. "Ada apa Miguel, kenapa kau berteriak?" tanya Ael.
"Ael, Anna ingin kemari."
"Ha' apa?"
π²"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan, yang jelas aku akan datang ke sana dan jemput aku di bandara. Juga jangan beritahu Ayah dan Ibu."
Mendengar peringatan dari Anna, Miguel akhirnya mengerti mengapa Anna ingin ke tempatnya.
π²"Baiklah aku akan menunggumu, beritahu aku jika kau sudah sampai."
Anna lalu mematikan sambungan telponnya.
"Kenapa Anna ingin kemari? apakah terjadi sesuatu?" tanya Ael penasaran penyebab Anna ingin datang ke tempat mereka.
"Tenanglah Ael tidak terjadi apa-apa padanya, kau akan mendengar penjelasan Anna ketika dia sampai kemari," ucap Miguel menenangkan Ael yang khawatir akan keadaan Anna.
"Hmm' β¦ kalau begitu aku akan kembali tidur."
"Ya."
__ADS_1
Miguel dan Ael pun melanjutkan tidur mereka yang terganggu karena telpon dari Anna.