
Beralih ke Anna dan Feyrin yang sudah sampai dirumah Miguel.
"Feyrin makasih karena kau sudah mempercayai ku," ujar Anna pada Feyrin.
"Iya sama-sama," kawan Feyrin tersenyum.
"Tapi karena membelaku, hubunganmu dengan Lean β¦"
"Sudah jangan kau pikirkan, Lean memang seperti itu nanti dia juga akan sadar sendiri."
"Ya."
"Sudahlah sana masuk. Oh' iya emm' boleh tidak setiap hari aku menjemput dan mengantarmu pulang."
"Hmm' tentu saja, Feyrin kau ini mengingatkan ku dengan seseorang."
"Siapa?"
"Aku masih merahasiakannya denganmu."
"Bukankah itu tidak adil Anna."
"Adil bagiku, kalau begitu sampai jumpa."
Anna berjalan masuk ke dalam rumah, sedangkan Feyrin masuk ke mobilnya dan kembali pulang.
****************
Tiga hari pun berlalu dengan sangat cepatnya, setiap pagi Feyrin selalu menjemput dsn mengantar Anna pulang tidak ada yang berbeda, hanya saja sedikit perubahan dari Feyrin.
Yang biasanya setiap pagi Feyrin selalu menyapa Lean dan Silva tapi tidak lagi. Dia hanya menganggap Lean dan Silva sebagai orang asing yang halu lalang saja.
Di hari itu tepat ketika Anna sudah di antar pulang oleh Feyrin, ia duduk di ruang tamu bersama Miguel sambil menonton siaran TV.
Miguel memutar siaran TV berita, berita mengabarkan kalau perusahaan Smith menarik sahamnya dari keluarga Gomes.
"Ha' ada masalah apa keluarga Gomes dengan keluarga Smith. Kenapa tiba-tiba saja keluarga Smith menarik sahamnya aneh," ucap Miguel bingung dan penasaran.
"Keluarga Smith? bukankah itu adalah keluarga yang saat aku masih kecil mengalami kecelakaan?" tanya Anna.
"Ya, itu sewaktu umurmu tujuh tahun."
"Lalu saat ini siapa yang memegang perusahaan itu?"
"Kakek Leo."
"Kakek Leo?"
"Ya. Semenjak anaknya kakek Leo bernama Julio meninggal bersama istrinya dalam suatu kecelakaan, maka kakek Leo lah yang menjaga cucunya. Entah siapa nama cucunya itu, seluruh dunia tidak tau."
__ADS_1
"Berarti kakek Leo hanya mempunyai satu cucu dan dialah yang akan mewariskan seluruh harta benda keluarga Smith."
"Ya, perusahaan Smith sudah tersebar kemana-mana, hingga dikatakan perusahaan Smith adalah perusahaan terbesar nomor satu. Karena itu ramai orang yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Smith."
"Malang sekali nasibnya, ketika umurnya masih kecil ia kehilangan orang tuanya dan ketika besar ia memikul beban yang sangat berat di pundaknya." Batin Anna merasa iba dengan pewaris grup Smith.
"Anna, kenapa kau diam?"
"Ah' tidak apa-apa Kak."
Tiba-tiba saja ponsel Anna berdering.
Drrtt β¦ drrtt β¦ drrtt β¦
Anna pun mengangkat telpon itu.
π²"Halo ada apa Feyrin?"
π²"Anna apakah kau melihat saluran berita?"
π²"Ya, memangnya ada apa?"
π²"Keluarga Smith menarik sahamnya dari keluarga Gomes, itu pasti karma untuk Lean. Karna Lean tidak percaya denganmu."
π²"Feyrin tidak baik berbicara seperti itu, Lean itu teman masa kecilmu."
π²"Haih β¦ Feyrin, sebaiknya jangan seperti itu."
π²"Tidak apa-apa Anna, biarkan saja."
Setelah mengatakan itu Feyrin lalu mematikan sambungan telpon nya.
Anna yang pusing memikirkan sikap Feyrin yang sangat kekanak-kanakan memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan beristirahat.
***************
Dua hari pun berlalu sejak berita keluarga Smith menarik sahamnya dari keluarga Gomes.
Anna yang merasa bosan lalu menghubungi Feyrin untuk bersenang-senang diluar. Feyrin setuju dengan ajakan Anna itu, ia lalu menjemput Anna di rumah.
Ketika Feyrin sampai didepan gerbang rumahnya Miguel dengan menaiki mobil yang dikendarai oleh supir pribadinya seperti biasa, Anna langsung naik ke mobilnya Feyrin.
Feyrin mengajak Anna pergi ke sebuah bar yang dimana di bar itu terdapat hotel untuk menginap.
Demi menghilangkan beban pikiran Feyrin dan Anna minum sampai mereka mabuk.
Disaat mabuk Anna bercerita tentang dirinya yang sedang jatuh cinta dengan seseorang tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Hahaha' β¦ kau tau Feyrin, aku mencintai seseorang β¦ namanya adalah Lucanne. Hiks β¦ tetapi dia tidak mencintai ku, dia mencintai teman ku," ujar Anna yang sedang mabuk sembari menangis.
__ADS_1
"Cih! memang ya seorang pria tidak mengerti bagaimana perasaan seorang wanita," ucap Feyrin mabuk sambil menggerutu kesal.
"Ya sudahlah β¦ lagipula itu sudah berlalu. Sekarang aku sudah mengganti nomorku dengan yang baru, jadi aku tidak pernah berkomunitas dengan mereka."
"Tenanglah Anna β¦ masih ada aku, hhh."
Tidak berapa lama setelah pembicaraan mereka itu, Feyrin membayar minuman yang sudah diminum oleh mereka.
Ketika mereka ingin keluar dari bar, samar-samar mereka melihat Silva dibawa oleh seorang wanita.
"Hei' Anna β¦ lihat itu, bukankah itu Silva. Dengan siapa dia?" tanya Feyrin pada Anna yang masih setengah mabuk.
"Eh' kau benar, kurasa dia bersama dengan Evri." Jawab Anna.
Karena terlalu fokus melihat Silva, tak sengaja mereka menabrak dua orang di hadapan mereka.
Akibat tubuh mereka yang lemas karena terlalu banyak minum, mereka terjatuh hingga membuat kepala mereka terbentur ke lantai dan pingsan.
Mereka berdua lalu dibawa oleh dua orang asing tersebut ke hotel bar itu.
Anna yang dibawa oleh salah satu orang tersebut ingin dimainkan olehnya. Ia meletakkan tubuh Anna di atas ranjang hotel dan ia pun mulai melepaskan bajunya satu persatu.
Sedangkan Anna yang pingsan pelan-pelan kesadarannya mulai kembali, samar-samar ia mendengar perkataan orang tersebut.
"Hahaha' β¦ kau akan menjadi pemuas ku malam ini," ucapnya sembari ingin merayap di tubuh Anna.
Reflek Anna yang setengah sadar pun menendang masa depan milik orang tersebut, hingga membuatnya meringis kesakitan.
Kesadaran Anna kembali pulih, ia lalu bergegas pergi meninggalkan kamar hotel itu. Sebelum ia meninggalkan kamar, orang tersebut menarik Anna ke dalam pelukannya.
"Kau tak boleh pergi, kau milikku malam ini."
Anna yang merasa jijik mendengar kata-kata itu tanpa berbasa-basi Anna langsung mendorong pria tersebut dan menendang kepalanya dengan keras sampai membuat pria itu pingsan tak sadarkan diri.
"Cuih! dasar pria b*j*ng*n!" tegas Anna sembari meludah ke tubuh pria yang ingin memakannya.
Saat Anna berbalik untuk melanjutkan perjalanannya, ia melihat kalau ada ikat pinggang dari pria asing tersebut. Ia lalu mengambilnya.
Anna pun bergegas mencari Feyrin di setiap kamar hotel bar itu.
Anna mulai menendang satu per satu pintu kamar hotel untuk mencari keberadaan Feyrin sembari membawa ikat pinggang di tangannya.
Ketika sampai di kamar terakhir di lantai satu, Anna menemukan Feyrin di sana.
Saat itu Anna melihat kalau pria asing itu ingin membuka pakaian Feyrin yang masih belum sadarkan diri. Anna yang marah melihat itu langsung berjalan ke arah pria asing tersebut dan mencambuk nya dengan ikat pinggang yang Anna bawa.
Hingga membuat pria asing itu berteriak kesakitan.
"Aaacckkhh!!" Teriaknya.
__ADS_1