
Keesokan Harinya..
Setelah Menyelediki Identitas Sopir Tersebut Beliau Bernama Robert Malvalla. Keluarganya Sudah Lama Mempunyai Hutang Yang Sangat Besar Dengan Koperasi, Dua Hari Yang Lalu Tiba Tiba Beliau Melunasi Semua Hutang Keluarganya Itu Dan Lalu Menghilang. Kesimpulannya Bahwa Beliau Telah Dibayar Oleh Seseorang Dengan Jumlah Uang Yang Besar Untuk Mencelakai Nona Alice. Tapi Untuk Saat Ini Kami Belum Menemukan Siapa Orang Yang Membayar Sopir Tersebut." Jelas Salah Satu Polisi Kepada Kepala Pengurus Rumah Marco.
"Baiklah, Laporan Ini Nanti Akan Saya Sampaikan Kepada Tuan Marco." Jawab Kepala Pengurus Rumah Marco.
Satu Minggu Kemudian
Selama Beberapa Hari Kami Telah Menelusuri Hutan, Tidak Ditemukan Adanya Tanda Tanda Yang Menunjukkan Bahwa Nona Alice Selamat Dari Kecelakaan Itu. Kami Menetapkan Bahwa Nona Alice Telah Meninggal Di Tempat Saat Kejadian." Jelas Salah Satu Polisi Kepada Kepala Pengurus Rumah Marco.
"Baiklah, Laporan Ini Nanti Akan Saya Sampaikan Kepada Tuan Marco." Jawab Kepala Pengurus Rumah Marco.
Satu Bulan Kemudian
"Selama Satu Bulan Mereka Telah Menyelediki, Dan Sampai Saat Ini Mereka Sama Sekali Tidak Menemukan Jejak Sang Pelaku. Dan Kasus Ini Telah Resmi Ditutup Oleh Pihak Kepolisian." Ucap Kepala Pengurus Rumah Kepada Marco.
Sama Halnya Dengan Pihak Kepolisian Orang Orang Kita Juga Saat Ini Masih Belum Menemukan Petunjuk Tentang Alice Maupun Sang Pelaku." Jelasnya Lagi.
"Aku Memang Tak Mengharapkan Bahwa Polisi Akan Menyelediki Kasus Ini." Gumam Marco.
__ADS_1
"Perintahkan Pada Orang Orang Itu, Jangan Pernah Berhenti Menyelidiki Sebelum Menemukan Petunjuk Apapun!." Ucap Marco Dengan Tegas.
"Baik, Saya Mengerti." Jawab Cepat Kepala pengurus Rumah Marco.
"Maaf, Aku Tak Bisa Menjaga Alice Dengan Baik." Ucap Marco Dalam Hati.
Disisi Lain
*Gracia Pov*
"Pihak Kepolisian Menetapkan Alice Telah Meninggal Di Tempat Saat Kejadian. Mereka Tidak Menemukan Petunjuk Apapun Yang Membuktikan Bahwa Alice Masih Hidup. Dan Mereka Juga Tidak Dapat Menemukan Siapa Pelakunya." Ucapnya Dalam Hati.
"Pelakunya Telah Merencanakan Ini Semua Dengan Sangat Matang. Dengan Matinya Sang Sopir, Maka Semua Petunjuknya Pun Ikut Lenyap." Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Aku Juga Harus Ikut Menyelidiki Tentang Kasus Ini. Dan Menemukan Siapa Pelaku Tersebut Untuk Membalaskan Atas Kematian Alice!. Ucapnya Lagi Dalam Hati Sambil Mengepalkan Tangannya.
Disisi Lain
"Hanya Orang Yang Bodoh Mempercayai Bahwa Alice Saat Ini Masih Hidup." Ucap Cassandra Dengan Tersenyum Licik.
__ADS_1
"Benar!, Apalagi Alice Adalah Gadis Yang Lemah Mustahil Bisa Untuk Selamat Dari Kecelakaan Itu." Sahut Chatrine Dengan Tersenyum.
"Tapi Ayah Tidak Menghentikan Penyelidikan Tentang Pelakunya. Bagaimana Kalau Nanti Mereka Sampai Tahu Bahwa Semua Ini Adalah Perbuatan Kita!." Ucap Chatrine Lagi.
"Tenang Saja!. Semua Bukti Sudah Lenyap Dengan Matinya Sopir Itu. Kita Tidak Perlu Merasa Khawatir!." Jawab Cassandra Dengan Tersenyum Licik.
"Ayo Kita Minum Untuk Merayakan Kemenangan Ini!." Ucap Cassandra Lagi Dengan Tersenyum.
Disisi Lain
*Marco Pov*
"Setelah Dipikir Pikir Kematian Alice Ini Adalah Hal Yang Bagus Untukku." Ucapnya Dengan Sedikit Mabuk.
"Dia Memiliki Wajah Yang Sangat Mirip Denganmu. Setiap Kali Aku Melihat Wajahnya, Aku Langsung Teringat Padamu Dan Terus Saja Merasa Bersalah. Hal Itu Sungguh Membuatku Tidak Tenang!." Ucapnya Lagi.
"Tapi Disisi Lain Karena Itu Juga Aku Ingin Menjaga Alice Untuk Menebus Semua Dosa Yang Telah Aku Perbuat Padamu Dulu." Ucapnya Lagi.
"Mereka Berdua Sudah Sama Sama Mati, Seharusnya Ini Membuatku Menjadi Lebih Tenang. Tapi Kenapa Saat Ini perasaanku Menjadi Tidak Jelas Begini?!." Ucapnya Lagi Sambil Mengerutkan Dahinya.
__ADS_1
"Apa Mungkin Perasaan Yang Tidak Jelas Ini Menandakan Bahwa Aku Telah Merasa Kehilangan?!." Ucapnya Lagi.
"Sial!. Aku Tak Tahu Bagaimana Caranya Menghilangkan Perasaan Yang Menjengkelkan Ini!." Ucapnya Lagi Sambil Meringis.