
DI SISI LAIN, GEDUNG KOSONG
"Ini Adalah CEK Tunai Senilai 5 Triliunnya, Sekarang Serahkan Kedua Putriku!!" Ucap Albert.
"Dante, Ambil CEK Nya!" Perintah Marco.
"Kau! Kau Adalah Pemimpin Baru Perusahaan R GROUP! Ternyata Kalian Berdua Bersekongkol!!" Ucap Kaget Albert Saat Melihat Dante.
"Tentu, Karena Kami Adalah Teman Dari Kecil!" Jawab Dante Tersenyum, Setelah Mengambil CEK Nya.
Dari Kejauhan Riana Bersembunyi, Melihat Apa Yang Mereka Bertiga Sedang Lakukan.
"Masalah Perusahaan Tidak Akan Ku Perpanjang. Sekarang Cepat Serahkan Kedua Putriku!!" Ucap Albert Yang Sudah Tidak Sabar Lagi.
"HAHAHA, Apa Kau Pikir Aku Ini Sangatlah Penggila Uang?"Tanya Marco Dengan Terbahak Bahak.
"Sejujurnya, Alasan Aku Melakukan Semua Ini Bukanlah Karena Ingin Mengambil Semua Kekayaan Kalian, Melainkan Aku Ingin Membalas Dendam!!" Jelas Marco Menatap Tajam Albert.
"Balas Dendam? Apa Maksudnya?" Tanya Albert Yang Tidak Mengerti Ucapan Marco.
"Benar Kata Dante, Bahwa Orang Tua Itu Sangat Mudah Pikun Ya."
"Apa Kau Tidak Ingat Dengan Kejadian 18 Tahun Lalu?, Yang Dimana Saat Itu Kau Menabrak Seorang Anak Kecil Perempuan!!" Jelas Marco Yang Membuat Albert Membuatkan Matanya Karena Langsung Teringat.
"Jangan Jangan..Kalian Berdua Adalah 2 Anak Kecil Yang Waktu Itu!!" Albert Sempurna Membulatkan Kedua Matanya Mengingat Kejadian 18 Tahun Yang Lalu.
"Yap, Tepat Sekali!" Jawab Marco Tersenyum.
"Kejadian 18 Tahun Yang Lalu? Menabrak Anak Kecil? Apa Maksudnya?!" Gumam Riana Kebingungan Yang Sedang Bersembunyi.
"kini 2 Anak Kecil Itu Kembali Untuk Membalaskan Dendam Temannya Yang Sudah Meninggal!" Jelas Marco Tersenyum.
Albert Terdiam Tidak Bisa Berkata Apa Apa Karena Ia Menyadari Bahwa Itu Benar Adalah Kesalahannya.
"Kalian Bisa Memasukan Aku Ke Penjara, Tapi Tolong Jangan Libatkan Keluargaku." Ucap Albert Yang Mulai Bersuara.
"ANDAI SAJA WAKTU ITU KAU LANGSUNG MEMBAWANYA KE RUMAH SAKIT, MAKA SEMUA TRAGEDI INI TAKKAN PERNAH TERJADI!! ANDAI SAJA DULU KAU MEMBAWANYA, MAKA HIDUPKU TIDAK AKAN PERNAH SENGSARA!!" Marco Berteriak Keras Dengan Emosi Yang Sudah Meluap.
"Aku Memang Bersalah Waktu Itu, Aku Menyesalinya." Ucap Albert Yang Hanya Bisa Tertunduk.
"Tapi Setelah Kejadian Itu Aku Berusaha Untuk Menebus Kesalahanku Dengan Mencari Keluarga Dari Anak Kecil Tersebut, Namun Sayangnya Orangtuanya Sudah Meninggal." Jelas Albert Yang Masih Menundukkan Kepalanya.
"Ibunya Olivia Meninggal Karena Syok Dengan Kematian Putrinya, Dengan Begitu Kau Sama Saja Telah Membunuh Ibunya Juga!!" Jelas Marco.
"Ya, Itu Semua Adalah Kesalahanku. Sekarang Kalian Boleh Memenjarakan Aku!" Ucap Albert Yang Sudah Pasrah.
"PENJARA?HAHAHA, PENJARA?" Tawa Marco Sambil Menatap Tajam.
"Setelah Membunuh 2 Orang Dan Membuat Hidupku Penuh Kesengsaraan, Apa Kau Pikir Dengan Masuknya Kau Ke Dalam Penjara Akan Membuat Dendam Dalam Diriku Ini Menghilang?"
"MEMBUNUHMU ADALAH CARANYA AGAR DENDAM DALAM DIRI KU INI MENGHILANG!!" Jelas Marco Dengan Matanya Yang Melotot Dan Tersenyum Lebar.
Albert Sontak Menegakkan Kepalanya Yang Tertunduk Karena Kaget Setengah Mati.
"APA? MEMBUNUH ALBERT?" Ucap Riana Yang Juga Terkaget.
"Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Membunuh Suamiku! Aku Harus Menelpon Polisi Untuk Datang Kesini!!" Ucapnya Lagi Yang Sudah Panik Dan Lalu Menelpon Polisi Secara Diam Diam.
"Aku Memang Bersalah, Tapi Apa Aku Harus Membiarkan Diriku Terbunuh?" Ucap Albert Dalam Hatinya.
__ADS_1
"Tidak! Aku Tidak Boleh Mati! Anak Anak Masih Membutuhkanku Dan Juga Saat Ini Riana Sedang Hamil!" Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Tapi Bagaimana Caranya Aku Kabur? Kalau Aku Lari Sekarang Mereka Berdua Akan Langsung Mengejar Ku!" Ucapnya Lagi Dalam Hati Yang Berpikir Keras Untuk Kabur.
"Sekarang Waktunya Untuk Mengakhiri Semua Ini!" Marco Tersenyum Sambil Menodongkan Pistol Ke Arah Albert.
"TUNGGU DULU!! AKU MASIH MEMPUNYAI ANAK DAN ISTRI!!" Albert Berteriak Ketakutan Dan Sudah Gemetaran.
"Begitu Juga Dengan Olivia, Dia Dulu Mempunyai Orang Tua Dan Teman. Kini Waktunya Giliran Keluargamu Untuk Merasakan Apa Yang Dulu Kami Alami!" Jelas Marco Dengan Tatapan Penuh Kebencian.
"PI..PISTOL?!! Sial, Kenapa Polisi Belum Datang Juga?!!" Ucap Panik Riana Yang Sudah Ketakutan Dan Gemetar.
"Aku Tidak Bisa Hanya Mengintip Dan Berdiam Diri Disini. Aku Juga Harus Melakukan Sesuatu!!" Riana Berjalan Mengendap Mendekati Albert.
Tanpa Berlama Lama Lagi Marco Langsung Menarik Pelatuk Pistol Yang Sudah Dari Tadi Diarahkannya Ke Albert.
DOR...!!!!
"AKHH....
Albert Yang Awalnya Menundukkan Kepalanya Karena Pasrah Akan Ditembak Sontak Langsung Menegakan Kepalanya Setelah Mendengar Teriakan Dari Wanita Yang Dia Kenal.
"RIANA!!!!!" Albert Berteriak Kaget Saat Melihat Sosok Istrinya Berdiri Di Depannya Dengan Peluru Yang Sudah Menembus Kepalanya.
"A..Albe....
Belum Sempat Menyelesaikan Ucapannya, Riana Sudah Memejamkan Matanya Dan Terjatuh.
"RIANA!!!!" Teriak Albert Yang Menangkap Tubuh Istrinya.
Marco Dan Dante Yang Awalnya Tersenyum Bahagia Kini Hanya Bisa Terdiam Mematung Di Tempat Sambil Membulatkan Matanya.
"Aku Harus Cepat Membawanya Ke Rumah Sakit!!" Albert Langsung Menggendong Tubuh Riana Untuk Pergi.
"SIAPA BILANG KAU BOLEH PERGI?" Marco Mengarahkan Pistolnya Ke Albert.
"Aku Hanya Ingin Membawa Istriku Ke Rumah Sakit. Setelah Itu Kalian Boleh Melakukan Apapun Terhadapku!" Jawab Albert Yang Menghentikan Langkahnya.
"Marco, Biarkan Saja Dia Mengantar Istrinya Pergi Ke Rumah Sakit. Setelah Itu Baru Kita Akan Membunuhnya." Sahut Dante Yang Membujuk Marco.
"Apa Kau Pikir Dia Takan Melapor Pada Polisi, Hah?" Tanya Marco Yang Menatap Tajam Dante.
"Dia Takan Bisa Melapor Pada Polisi, Aku Juga Akan Ikut Bersamanya Pergi Ke Rumah Sakit." Ucap Dante Yang Meyakinkan Marco.
Marco Terdiam Dan Menurunkan Pistolnya Setelah Mendengar Ucapan Dante.
Melihat Marco Yang Menjadi Sedikit Tenang, Albert Mengambil Kesempatan Itu Untuk Memohon Dengan Memegangi Kedua Kakinya Marco.
"Tolong Biarkan Aku Pergi. Sedikit Saja Terlambat Di Bawa Ke Rumah Sakit Maka Nyawa Istriku Akan Melayang."
DOR...!!!!
"AKHH.....
Marco Menembak Albert Tepat Mengenai Jantungnya.
"HAHAHA, APA TADI KAU DENGAR KALIMAT YANG DIUCAPKANNYA, DANTE??" Marco Tertawa Puas Setelah Menembak Albert.
"Ya, Aku Mendengarnya!" Jawab Dante Tersenyum Melihat Temannya Tertawa Puas.
__ADS_1
'Terlambat Sedikit Saja Maka Nyawa Olivia Akan Melayang.' Itu Adalah Kalimat Mohon Yang Dulu Aku Pernah Ucapkan Padamu Kan?!." Marco Berjongkok Berbicara Pada Albert Yang Sudah Meninggal.
DOR...!!!!
"Tapi Sayangnya Waktu Itu Kau Mengabaikan Permohonan Ku, Dan Pergi Begitu Saja!" Ucap Marco Setelah Menembaki Mayatnya Albert.
WIUU.........WIUU.........WIUU.........
"Maco Itu Adalah Suara Mobil Polisi! Ayo Kita Pergi Dari Sini!!" Ucap Panik Dante.
"Tunggu Dulu, Kita Harus Membawa Mayat Mereka Untuk Menunjukan Pada Kedua Putrinya." Marco Yang Sudah Siap Membawa Tubuh Albert.
"TIDAK SEMPAT LAGI!! KITA HARUS CEPAT PERGI!! Dante Langsung Menarik Marco Kabur.
Marco Dan Dante Berhasil Kabur Dari Gedung Kosong Tersebut Sebelum Pihak Kepolisian Sampai Di Lantai Tempat Pembunuhan Albert Dan Riana.
.
.
.
.
.
.
SAAT DI DALAM MOBIL
"Kenapa Kau Diam Saja? Apa Kau Tidak Bahagia Setelah Membunuh Albert?" Tanya Dante Yang Sedang Mengemudi.
"Apa Aku Yang Membunuh Riana?" Tanya Balik Marco Dengan Tatapan Kosong.
"Menurutku Sih Bukan. Riana Tiba Tiba Saja Muncul Di Depan Albert Saat Kau Sudah Ingin Membunuhnya. Yang Berati Kematian Riana Adalah Salahnya Sendiri Karena Ingin Melindungi Albert." Jelas Dante.
"Sekarang Apa Yang Ingin Kau Lakukan Terhadap Kedua Putrinya?" Tanyanya.
"MEMBUNUHNYA." Jawab Marco Dengan Tatapan Kosong.
Dante Sontak Memberhentikan Mobilnya Karena Terkejut Mendengar Ucapan Marco Barusan.
"APA APAAN? KENAPA KAU JUGA INGIN MEMBUNUH MEREKA??!!"
"Aku Sudah Terlanjur Membunuh Riana Yaitu Istrinya Albert, Maka Aku Juga Harus Membunuh Sisa Anggota Keluarganya." Jawab Marco Dengan Tatapan Kosong.
"KAU GILA YA? INI BUKANLAH SEPERTI KESEPAKATAN KITA YANG DULU!!"
"YA, AKU MEMANG SUDAH GILA! JIKA KAU MENCOBA MENGHALANGIKU, AKU JUGA AKAN MEMBUNUHMU!!" Marco Menodongkan Pistolnya Ke Arah Dante.
Di Saat Sedang Berdebat, Tiba Tiba...
DRTT......DRTT......
"Ada Apa?" Tanya Dante Saat Mengangkat Telponnya.
"Suamiku, Cepatlah Pulang! Di Rumah Ada Pria Yang Bernama Lois Datang Menyelamatkan Carera. Saat Ini Dia Sedang.....
Belum Sempat Liza Menyelesaikan Kalimatnya, Telponnya Terputus.
__ADS_1
Mendengar Hal Itu Dante Tidak Melanjutkan Debatnya Dengan Marco. Ia Langsung Bergegas Pergi Menuju Rumahnya.