
MALAMNYA, DI VILA PENGURUNGAN CARELLA
"Hei Wanita, Bangun!" Teriak Marco Yang Berdiri Di Depan Pintu Saat Melihat Carella Memejamkan Matanya.
"Tidak Usah Berpura Pura Tidur. Aku Tahu Saat Ini Kau Sedang Mendengar Ku." Ucapnya Lagi Yang Masih Tidak Ada Sahutan Dari Carella.
"Aku Ingin Lihat, Apa Kau Masih Bisa Berpura Pura Tidur Setelah Aku Melakukan Ini..." Marco Berjalan Menghampiri Carella.
Setelah Menghampiri, Marco Langsung Membelai Dan Meraba Raba Tubuh Carella.
"Aku Tahu Kau Saat Ini Hanya Sedang Berpura Pura Pingsan, Agar Bisa Kabur. Oleh Sebab Itu Aku Melakukan Ini Agar Kau Merasa Jijik." Ucap Marco Dalam Hati Yang Tangannya Bermain Di Tubuh Carella.
Setelah Cukup Lama Membelai Dan Meraba, Carella Juga Masih Tidak Kunjung Bangun.
"Hei, Bangun! Jika Kau Masih Tidak Bangun, Aku Akan Menyiram Air Keras Ke Tubuhmu!" Ancam Marco Namun Masih Tidak Ada Sahutan.
"Baiklah Jika Itu Pilihan Mu, Aku Akan Segera Ambilkan Air Kerasnya." Ucap Kesal Marco Dan Langsung Pergi.
SETELAH KEMBALI~
"Ini Bukanlah Air Keras Sungguhan, Ini Hanyalah Air Biasa. Sebenarnya Aku Hanya Ingin Menakut Nakutinya Saja Agar Ia Bangun." Ucap Marco Dalam Hati.
"Botol Ini Berisi Air Keras. Bersiaplah Carella, Sekarang Aku Akan Menuangkannya Ke Tubuhmu Yang Mulus Itu!" Ucapnya Dan Lalu Menyiramkan Airnya.
Setelah Disiram, Carella Masih Juga Tidak Kunjung Bangun.
"Apa Dia Benar Benar Pingsan? Untung Saja Aku Hanya Menyiramnya Dengan Air Biasa." Ucap Marco Dalam Hati.
"Sekarang Bajunya Jadi Basah. Aku Harus Memanggil Pelayan Wanita Untuk Menggantikan Bajunya, Setelah Itu Memanggil Dokter Steven Untuk Memeriksanya." Ucapnya Yang Sambil Melepaskan Ikatan Carella.
"Sekarang Ikatannya Sudah Terlepas. Aku Tinggal Menunggu Bawahan Ku Datang Membawa Beberapa Pelayan."
"Karena Basah, Bajunya Jadi Tembus Pandang. Sebaiknya Aku Keluar Dulu Selagi Menunggu Kedatangan Pelayan Dan Dokter Steven." Marco Berjalan Keluar.
SETELAH MARCO PERGI
"Syukurlah Dia Pergi! Tidak Sia Sia Aku Membiarkan Pria Sialan Itu Sembarangan Menyentuh Tubuhku." Ucap Carella Yang Membuka Matanya.
"Padahal Tadi Aku Sudah Siap Akan Di Siram Dengan Air Keras Tapi Untunglah Itu Hanyalah Air Biasa."
"Sekarang Aku Harus Cepat Kabur Sebelum Dia Kembali Kesini!" Carella Mengendap Endap Berjalan Keluar.
Saat Carella Sedang Melaksanakan Rencana Kaburnya, Tiba Tiba Saja Marco Datang Dan Memergokinya.
"Ternyata Benar Kau Hanyalah Berpura Pura Pingsan!" Marco Berdiri Di Depan Pintu Sambil Menunjukan Tawa Kecilnya.
"KAU!! KENAPA KAU KEMBALI??!" Tanya Carella Yang Kaget.
"Dari Awal Aku Sudah Menduganya Bahwa Kau Itu Hanyalah Berpura Pura Pingsan Saja. Untuk Membuktikan Itu, Aku Sengaja Melepas Ikatan Mu Dan Lalu Meninggalkan Mu Sendirian." Jelas Marco Dengan Senyuman Liciknya.
"Sial!! Sekarang Apa Yang Harus Kulakukan?!" Ucap Panik Carella Dalam Hati.
"Sayang Sekali Rencana Mu Tidak Berhasil. Padahal Kau Sudah Merelakan Tubuhmu Di Sentuh Olehku!" Ucap Marco Dengan Senyuman Liciknya.
__ADS_1
Carella Tidak Mendengar Jelas Ucapan Marco. Yang Saat Ini Dia Pikirkan Adalah Bagaimana Caranya Agar Bisa Kabur Sebelum Marco Kembali Mengikat Dan Mengurungnya.
Lalu Mata Carella Terfokus Pada Lampu Yang Ada Di Meja. Dengan Cepat Ia Menggenggam Lampu Tersebut Dan Berlarian Ke Arah Marco Untuk Memukulnya.
"Ya Ampun, Apa Yang Ingin Kau Lakukan?" Marco Menghindar Ketika Lampu Tersebut Akan Mengenainya.
"Lagi Lagi Usaha Yang Sia Sia!" Marco Terkekeh Melihat Usaha Carella Yang Tidak Berhasil.
"Lebih Baik Kau Kembali Ku Ikat Saja Ya." Marco Menggenggam Kedua Tangan Carella.
Disaat Marco Lengah Carella Mengambil Kesempatan Itu Dengan Menendang Alat Kelaminnya Milik Marco.
"AKH..SIALAN!!" Marco Langsung Mendorong Kuat Carella Ke Dinding Sehingga Membuat Kepala Carella Terbentur Keras.
Karena Kesal, Marco Langsung Pergi Tanpa Berkata Sekata Pun. Dan Tanpa Ia Sadari Benturan Keras Tersebut Membuat Ingatannya Carella Kembali Pulih.
.
.
.
.
.
BESOKNYA~
"Tentu!" Jawab Dante Menunjukan Senyuman Liciknya.
DI SISI LAIN, KEDIAMAN ALBERT
"Lupakan Saja Dulu Soal Perusahaan, Nanti Kita Bangun Yang Baru. Yang Terpenting Saat Ini Adalah Bagaimana Caranya Agar Kita Bisa Menemukan Carella Dan Carera!" Jelas Albert Gelisah.
"Saat Ini Keberadaan Nona Carella Sedang Di Lacak. Namun Keberadaan Nona Carera Masih Juga Belum Ada Petunjuk." Jelas Lois.
Saat Keadaan Tegang Dan Panik Tiba Tiba...
TING... Bunyi Pesan Masuk Dari Ponsel Albert.
NOMOR TIDAK DI KENAL: 'Aku Adalah Penggila Uang, Marco. Jika Menginginkan Kedua Putrimu, Segeralah Datang Ke Gedung Kosong Di Jalan XXX Dengan Membawa Uang Sejumlah 5 Triliun. Ingat, Datanglah Sendirian Tanpa Membawa Orang Lain!'
Albert Langsung Mempercayai Isi Pesan Tersebut Karena Disertai Dengan Foto Carella Dan Carera Yang Sedang Terikat Sambil Menangis.
Lois, Segera Siapkan Uang Sejumlah 5 Triliun." Perintah Albert Setelah Membaca Pesan Tersebut.
"Untuk Apa Uang Sebanyak Itu? Apa Ada Masalah?" Tanya Riana Yang Kaget.
"Tidak Ada. Hanya Saja Uang Ini Di Pakai Untuk Modal Membangun Perusahaan." Jawab Albert Berbohong.
"Aku Tahu Kau Berbohong. Tadi Kau Bilang Sedang Tidak Ingin Membahas Soal Perusahaan, Tapi Sekarang Kenapa Malah Mendadak Ingin Membangun Perusahaan?!" Ucap Riana Dalam Hatinya.
"Lois, Segera Siapkan Mobil Dan Uangnya!" Perintah Albert Yang Sudah Siap Pergi.
__ADS_1
"Baik!' Jawab Lois Dan Langsung Pergi.
"Aku Akan Ikut Bersamamu!" Ucap Riana Yang Penasaran.
"Tidak Perlu. Kau Kan Sedang Mengandung, Sebaiknya Beristirahat Saja Di Rumah."
"Baiklah." Jawab Riana Yang Pura Pura Mengiyakan.
"Aku Pergi Dulu. Jika Ada Masalah Di Rumah, Segera Hubungi Aku." Albert Mencium Dahi Riana Dan Lalu Bergegas Pergi.
"Sebenarnya Apa Isi Pesan Tersebut? Aku Harus Mencari Tahunya Sendiri!" Riana Langsung Bergegas Pergi Untuk Membuntuti Albert.
"Aku Tahu Sebenarnya Tuan Albert Berbohong. Tapi Aku Tidak Ada Hak Untuk Mengikutinya." Ucap Lois Sendirian Yang Mengetahui Riana Pergi Membuntuti Albert.
"Huh~ Carera." Lois Menghela Nafas.
"Sejujurnya Aku Hampir Gila Karena Kau Tidak Ada. Tapi Aku Tidak Akan Menyerah Untuk Bisa Menemukanmu." Ucapnya Yang Frustasi.
"Mengeluh Seperti Ini Tidak Akan Membuat Carera Di Temukan. Sekarang Aku Harus Berpikir Bagaimana Caranya Agar Bisa Menemukan Carera!"
"Berpikirlah Lois! Cepat Berpikir!" Lois Memukul Mukul Kepalanya Sendiri.
Tidak Hanya Memukuli Dirinya Sendiri, Dia Juga Mencaci Maki Dirinya. Saat Ini Perasaan Marah, Kesal, Dan Sedih Bercampur Dalam Hatinya.
Disaat Sedang Seperti Itu, Tiba Tiba Ponselnya Berdering Yang Menandakan Ada Telpon Masuk.
Nomor Tidak Dikenal Tertera Di Layar Ponselnya. Dia Tidak Menghiraukan Telpon Tersebut Melainkan Terus Melontarkan Kata Kata Kasar Mengatai Diri Sendiri, Dan Juga Tangannya Yang Terus Menerus Memukuli Kepalanya.
Namun Dering Dari Telpon Tersebut Tidak Berhenti, Sehingga Membuatnya Memutuskan Untuk Mengangkatnya.
Lois Sungguh Terkejut Karena Orang Yang Menelponnya Tersebut Adalah Carera.
DI SISI LAIN, KEDIAMAN BARU DANTE
"Lois, Saat Ini Aku Tidak Bisa Berbicara Panjang. Sekarang Aku Berada Di Ke........"
"BERANI SEKALI!!" Liza Tiba Tiba Datang Merampas Dan Mematikan Ponsel Yang Di Gunakan Carera Untuk Menghubungi Lois.
"Pantas Saja Ponsel Baruku Menghilang. Ternyata Kau Yang Menyuruh Darent Diam Diam Untuk Mengambilnya, Agar Kau Bisa Menghubungi Seseorang Untuk Menyelamatkanmu!"
"Darent, Jika Ayahmu Sampai Tahu Bahwa Kau Mencoba Membantunya, Ayahmu Pasti Akan Menghukum Mu!" Ucap Marah Liza.
"Ibu Jangan Beritahu Ayah! Tolong Maafkan Aku!" Mohon Darent Sambil Menangis.
"Tidak Bisa! Ibu Akan Menelpon Ayahmu Untuk Melaporkan Hal Ini!"
"Ini Salahku, Tolong Jangan Marahi Darent." Ucap Carera Yang Merasa Bersalah.
"Diam Kau!! Karena Kau Anakku Jadi Tidak Mematuhi Perintah Orang Tuanya!" Bentak Liza Dengan Tatapan Tajam.
"Darent, Mulai Detik Ini Aku Tidak Membolehkan Mu Lagi Untuk Menemui Wanita Ini!" Tunjuk Liza Pada Carera Dan Lalu Pergi Membawa Darent.
Disisi Lain, Meskipun Carera Tidak Sempat Mengatakan Keberadaanya, Tapi Lois Sudah Senang Dan Kembali Bersemangat. Karena Dengan Begitu Keberadaan Carera Bisa Di Lacak Lewat Nomor Tersebut.
__ADS_1