
DI SISI LAIN | KEDIAMAN DANTE
Saat Tersadar Carera Memanggil Nama, "LOISS!!!!" Teriaknya Yang Air Matanya Sudah Mengalir.
Dante Yang Duduk Di Sebelah Kasurnya Langsung Terkesiap. "Carera, Syukurlah Kau Sudah Sadar.
Carera Mengabaikan Dante Seolah Ia Tidak Ada. "LOIS, KAU ADA DIMANA?!" Teriaknya Seraya Berlarian Keluar Kamar Dante.
"Carera, Tunggu!" Pekik Dante Yang Mengejar.
Carera Memberhentikan Langkahnya, "Dimana Lois?" Tanyanya Tajam.
Dante Menunduk Dan Menjawab "Lois, Sudah Ku Kuburkan."
Carera Sontak Lemas Dan Terduduk Di Lantai "Ternyata Itu Bukanlah Mimpi.." Ujarnya Yang Terbengong Dengan Air Mata Yang Sudah Menetes.
Dante Masih Tertunduk Sambil Meringis. Dia Tidak Sanggup Menatap Carera.
Tidak Lama Pun Carera Berdiri Dan Berlarian.
Dante Langsung Berjalan Cepat Mengikutinya "Carera, Kau Mau Pergi Kemana?" Tanyanya Yang Hanya Di Abaikan.
Kemudian Carera Berhenti Saat Melihat Salah Satu Pelayan Wanita Yang Lewat. "Pintu Keluarnya Dimana?" Tanyanya.
Pelayan Tersebut Terdiam Sejenak Melihat Carera Yang Menatap Kosong Dengan Air Mata Terus Mengalir. "Di Lantai Paling Bawah. Sebelum Itu Nona Harus Menaiki Lift Terlebih Dahulu Untuk Turun Ke Bawah." Jawabnya Kemudian.
Karena Hanya Terus Menatap Carera, Pelayan Itu Tidak Sadar Bahwa Tuannya Dari Tadi Sudah Memelototinya Mengisyaratkan Agar Ia Tidak Memberitahu Carera Pintu Keluarnya.
Setelah Carera Lanjut Berjalan Pelayan Itu Baru Melirik Tuannya Yang Masih Memelototinya "Maafkan Sa-ya Tuan.." Ujarnya Yang Tergagap Karena Baru Sadar. Dan Pergi.
"Sial!!" Dante Mendesah Kesal. Lalu Berlarian "Carera, Tunggu!!" Pekiknya.
**
"Carera, Kau Tidak Bisa Lagi Pulang Kerumah Mu!" Ujar Dante Menggenggam Salah Satu Tangan Carera.
Tanpa Berkata Apapun Carera Langsung Melepaskan Genggaman Dante Lalu Melanjutkan Kembali Langkahnya.
"Rumahmu Dan Beserta Isi Dalamnya Telah Di Jual." Ucap Dante Yang Sontak Membuat Carera Kembali Menghentikan Langkahnya.
Melihat Carera Yang Sudah Menghentikan Langkahnya Namun Tetap Tidak Menoleh, Dante Langsung Saja Menjelaskan Maksud Dari Ucapannya Sebelumnya. "Karena Kematian Kedua Orang Tuamu Dan Hilangnya Kau Dan Carella, Para Pelayan Dan Penjaga Rumah Kalian Memanfaatkan Kesempatan Itu Untuk Mengambil Seluruh Barang Berharga Isi Rumahmu."
"Tapi Aku Sudah....."
"Cukup!" Ujar Carera Yang Memotong Ucapan Dante. "Katakan Dimana Kalian Menyekap Kakak Ku, Aku Ingin Menemuinya." Lanjutnya.
Dante Terdiam Sejenak. Karena Tidak Mungkin Marco Akan Mengizinkannya Untuk Membawa Carera Untuk Menemui Kakaknya.
Dante Tertunduk "Maaf, Aku Tidak Bisa Mengatakan Dimana Tempatnya." Katanya Kemudian.
__ADS_1
Carera Tersenyum Miring Lalu Berkata "Jadi Sekarang Aku Harus Kemana? Apa Maksudmu Aku Harus Menetap Di Rumah Ini, Rumah Orang Yang Sudah Membunuh Keluargaku?!"
Dante Tertunduk Terdiam Karena Merasa Malu Dengan Apa Yang Barusan Carera Katakan.
Melihat Dante Yang Tidak Bersuara, Carera Kembali Melanjutkan Langkahnya Untuk Pergi.
"Aku Akan Membawamu Menemui Kakakmu!" Suara Dante Yang Sontak Kembali Menghentikan Langkah Carera.
"Aku Harap Kau Tidak Berbohong Dengan Ucapan Mu Itu." Ujar Tajam Carera Yang Tidak Menghadap Dante.
Dante Memegang Lengan Carera Dari Belakang "Aku Janji Akan Menepati Ucapan Ku. Tapi Aku Mohon Tinggallah Di Rumahku Sampai Setelah Kau Melahirkan." Mintanya.
Carera Melepaskan Tangan Dante "Baiklah." Jawabnya Datar. "Tapi Selama Aku Tinggal Disini Kau Sama Sekali Tidak Boleh Menemui Ku." Tambahnya.
Alasannya Menerima Permintaan Dante Karena Dengan Kondisinya Yang Saat Ini Sedang Hamil Pastinya Dia Membutuhkan Tempat Tinggal Dan Keperluan Lainnya. Dan Ia Juga Berpikir Tidak Ada Salahnya Jika Tinggal Di Rumah Yang Di Beli Dari Hasil Merampok Harta Keluarganya.
Dante Menyetujui Syarat Yang Di Berikan Oleh Carera. Dia Berpikir Tidak Masalah Jika Carera Tidak Ingin Melihat Wajahnya Yang Terpenting Carera Dan Bayi Yang Sedang Di Kandungannya Itu Aman Tinggal Dirumahnya.
Setelah Mendengar Jawaban Iya Dari Dante Carera Langsung Berjalan Pergi Menuju Kamarnya.
Beberapa Saat Kemudian~
Pukul Dua Malam, Dante Mendapat Telpon Dari Pihak Rumah Sakit Yang Mengatakan Bahwa Istrinya Liza Sudah Tidak Bisa Terselamatkan Lagi. Namun Setelah Di operasi caesar darurat dan Di Diresusitasi Bayi Yang Ada Dalam Kandungannya Terselamatkan.
Mendengar Hal Itu Dante Pun Langsung Bergegas Menuju Rumah Sakit.
~ ~ ~
Hari Telah Hari Dilewati Oleh Carella Dan Carera Penuh Dengan Tangisan Dan Kepedihan.
Marco Masih Terus Mengurung Carella. Alasan Ia Melakukan Itu Karena Ingin Membuat Carella Menderita. Dan Saat Ini Ia Terus Mencari Keberadaan Carera Agar Nantinya Dia Bisa Melakukan Hal Yang Sama Terhadapanya.
Dan Saat Ini Marco Menetap Tinggal Di Rumah Dante. Tapi Dante Tidak Memberitahunya Bahwa Carera Juga Tinggal Di Rumahnya. Ia Takut Jika Marco Sampai Mengetahui Hal Itu Maka Dia Akan Kembali Ingin Membunuh Carera.
Tiga Bulan Kemudian, Siera Melahirkan Anaknya. Dan Tidak Berapa Lama Dari Itupun Ia Meninggal Karena Penyakit Yang Sudah Lama Di Deritanya.
Dan Tidak Lama Dari Kematian Siera, William Meninggal Karena Terlalu Depresi Akan Kematian Anaknya Tersebut.
Setelah Mendengar Hal Itu Marco Tidak Kembali Ke Rumah Siera. Ia Terus Saja Menetap Di Rumah Dante.
Dan Juga Dia Tidak Pernah Mengunjungi Carella Lagi Semenjak Malam Ia Melakukan Hubungan Intim Dengannya.
Karena Tidak Pernah Kembali Ke Vila Pengurungan Carella, Marco Jadi Tidak Mengetahui Bahwa Saat Ini Carella Sedang Mengandung Anaknya. Dan Usia Kandungannya Sudah Memasuki 2 Bulan.
Carella Semakin Tersiksa Dengan Kehamilannya Tersebut. Beberapa Kali Dia Sudah Mencoba Untuk Bunuh Diri, Namun Sayang Percobaannya Itu Terus Di Gagalkan Oleh Para Pelayan Yang Menjaganya.
Tiga Bulan Kemudian, Marco Mendengar Kabar Bahwa Steven Pergi Ke Luar Negeri Dan Meninggalkan Ketiga Anaknya Begitu Saja.
Dengan Berat Hati Ia Terpaksa Kembali Ke Rumah Siera.
__ADS_1
Isabel Yang Melihat Kepulangan Marco Langsung Menyerahkan Perusahaan H Group Milik Suaminya Dan Ketiga Cucu Perempuannya Pada Marco.
Marco Tidak Ada Pilihan Selain Menuruti Perkataan Isabel. Ia Juga Masih Tidak Memberitahunya Bahwa Ketiga Cucunya Itu Bukanlah Anak Kandungnya.
Tidak Lama Dari Itu, Carera Melahirkan. Dante Membawa Dokter Khusus Persalinan Ke Rumahnya. Karena Saat Ini Ia Masih Tidak Bisa Membawa Carera Ke Rumah Sakit Karena Polisi Yang Masih Terus Mencari Keberadaan Carella Dan Carera.
Dante Yang Sedang Berada Di Kantornya Pulang Terburu Buru Karena Ingin Melihat Kondisi Carera Yang Habis Melahirkan.
KREKK.........
Sekian Lama, Dante Akhirnya Memasuki Kamar Carera. Dia Melihat Carera Yang Terbaring Lemas Di Atas Kasur Sambil Menatapi Bayi Mungil Di Sebelahnya.
Carera Mengetahui Bahwa Yang Memasuki Kamarnya Tersebut Adalah Dante, Tapi Sedikitpun Dia Tidak Melirik Ke Arahnya.
"Syukurlah Persalinannya Berjalan Lancar." Suara Dante Yang Terdengar Lega.
"Kau Tidak Menepati Janjimu." Carera Mulai Membuka Suaranya Yang Terdengar Lemas.
"Maaf, 5 Bulan Ini Marco Terus Menetap Di Rumahku, Sebab Itu Aku Tidak Bisa Membawamu Pergi." Balas Dante.
Carella Terdiam Sejenak, Kemudian Bersuara Lagi "Berikan Aku Setengah Harta Yang Kau Ambil Dari Ayahku." Mintanya.
Alasan Ia Meminta Hal Tersebut Karena Ingin Membangun Perusahaanya Sendiri. Ia Sudah Tidak Tahan Lagi Jika Harus Lebih Lama Menetap Di Rumah Dante.
Tanpa Carera Memberi Tahu Alasannya, Dante Langsung Mengerti. "Baiklah." Jawabnya.
"Dua Minggu Lagi Temui Aku Dan Bawa Uangnya. Saat Itu Aku Akan Langsung Pergi Dari Sini." Kata Carera Yang Masih Terus Menatapi Bayinya.
"Baiklah, Aku Mengerti." Balas Dante. Lalu Kemudian Ia Tersenyum, "Bayinya Sangat Cantik, Ingin Kau Beri Nama Apa?" Tanyanya Seraya Menatap Lekat Bayi Mungil Di Sebelah Carera.
Carera Tidak Menjawab Pertanyaan Dante Tersebut.
Dante Menarik Napas Dalam Lalu Menghembuskan Nya Dengan Berat. "Baiklah, Aku Akan Pergi." Katanya Yang Terdengar Sedih.
Ia Tahu Bahwa Carera Masih Sangat Membencinya. Meskipun Hanya Bertemu Dan Berbicara Sebentar Tapi Dante Sudah Sangat Merasa Senang.
"Harus Kau Tahu, Aku Tidak Memiliki Dendam Ataupun Membencimu." Suara Carera Tiba Tiba Yang Menahan Langkah Kaki Dante.
"Aku Sudah Melupakan Kejadian Yang Dulu. Saat Ini Aku Hanya Ingin Hidup Tenang Bersama Anakku Tanpa Adanya Rasa Dendam Ataupun Kebencian." Katanya Lagi.
Wajah Dante Sontak Berkaca Kaca. Meskipun Carera Mengatakan Itu Tanpa Meliriknya, Tapi Ia Sudah Merasa Sangat Senang.
Ia Ingin Menangis Karena Terharu, Tapi Malu Untuk Menunjukkannya.
"Terima Kasih Banyak." Balasnya Yang Suaranya Terdengar Bergetar.
Setelah Mengatakan Itu, Ia Langsung Pergi. Dia Sudah Tidak Dapat Menahan Lagi Air Matanya.
Selama 6 Bulan Ini Dante Terus Hidup Dalam Rasa Bersalah Dan Penyesalan. Sekarang Dia Sudah Merasa Sedikit Lega Karena Wanita Yang Dicintainya Sudah Mau Memaafkan Dan Berbicara Padanya.
__ADS_1