Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (24)


__ADS_3

!PENGUMUMAN!


Hai Pembaca Setia BMPCT....Cerita Flashback Nya Memang Sedikit Lama Dikarenakan Dalam Flashback Ini Yang Mana Menceritakan Rinci Kebahagian Keluarga Albert Tapi Seketika Hancur Dikarenakan Balas Dendamnya Si Marco....Dan Juga Dalam Flashback Ini Menceritakan Bahwa Ternyata Marco Itu Bukanlah Ayah Kandungnya Cassandra, Chatrine, Dan Cellistin....Jadi Setelah Flashback Ini Selesai Alice Baru Bisa Mempertimbangkan Dia Ingin Balas Dendam Atau Hanya Akan Mempersatukan Keluarganya....Jadi Kedepannya Tidak Ada Yang Alice Dan Para Pembaca Tidak Ketahui, Jadi Nanti Tinggal Nikmati Ceritanya Saja Deh HiHi....Terus Disini Juga Author Ingin Bilang Karena Ini Karya Pertamanya Saya, Pasti Masih Banyak Kekurangan Dalam Novel Ini Seperti Banyak Typo, Aneh Tulisannya Dan Juga Kalimatnya Yang Masih Kaku Hhe...Tapi Author Lagi Proses Belajar Kok Supaya Kedepannya Lebih Memahami Lagi tentang Cara Menulis Novel Yang Benar, Jadi Nantikan Karya Baru Dari Author Yah....Sekian Dari Saya NTZ Terima Kasih🙏😘


 


 


"Kembalikan Ponselku!!" Teriak Carella Yang Langsung Ingin Mengambil Kembali Ponselnya.


"Tidak Mau!" Jawab Marco Tanpa Ekspresi Yang Langsung Berjalan Ke Arah Dante.


"Mari Dante Kita Pergi!" Ucapnya Lagi.


"Sebelum Pergi Apa Kau Tidak Ingin Mengikatnya Terlebih Dahulu?"


"Tidak Perlu. Lagian Toh Dia Akan Terkunci Dalam Ruangan Yang Bahkan Jendela Pun Tidak Ada." Jawab Marco Datar.


"Meskipun Begitu, Tetap Saja Kita Harus Berjaga Jaga!"


"Kalau Begitu Kau Saja Yang Ikatnya, Aku Akan Menunggu Diluar." Jawab Marco Datar Dan Berjalan Pergi.


"Dasar Marco!" Gerutu Dante.


Tanpa Berlama Lama Lagi Dante Langsung Mengikat Carella Dengan Posisi Duduk Di Atas Kursi.


"Dengan Begini Kau Sudah Sama Seperti Dulu Aku Mengikat Adikmu, Carera." Ucap Dante Tersenyum Setelah Mengikat.


"Apa Benar Carera Sedang Hamil Anaknya Lois?" Tanya Carella.


"Yap, Adikmu Sendiri Yang Mengakuinya."


"Aku Mohon Tolong Lepaskan Aku Dan Juga Carera." Mohon Carella.


"Maaf Ya, Tidak Bisa!" Jawab Dante Tersenyum.


"Aku Pergi Dulu, Nanti Kita Lanjutkan Lagi Ngobrolnya." Ucapnya Lagi Yang Berjalan Keluar Rungan Tersebut.


"DASAR KALIAN BERDUA BAJINGAN! LEPASKAN AKU!!" Teriak Carella Yang Hanya Di Abaikan.


"Dah~ See You!" Ucap Dante Melambaikan Tangannya Lalu Mengunci Pintunya.


"Sial!! Ayah Dalam Bahaya. Bagaimanpun Caranya Aku Harus Bisa Kabur Dar Tempat Ini!!"


.


.


.


"Kenapa Lama Sekali?" Tanya Kesal Marco Pada Dante.


"Kau Pikir Mengikatnya Itu Mudah? Tadi Dia Memberontak Saat Ingin Di Ikat!" Jawab Kesal Dante.


"Lupakan Saja. Sekarang Kita Ingin Pergi Kemana?" Tanya Marco Datar.


"Temani Aku Beli Rumah Dan Mobil Dong!"


"Baiklah." Jawab Marco Datar.


"Ngomong Ngomong, Mobil Milik Carella Ini Mau Kita Apakan?"


"Buang Ke Laut!" Jawab Marco Datar.


"Yang Benar??"


"Kau Bodoh Ya? Keberadaan Mobil Kan Bisa Di Lacak."


"Maaf Aku Lupa, Hehe."

__ADS_1


"Sekarang Ayo Kita Pergi!" Ucap Datar Marco.


Saat Marco Dan Dante Sudah Akan Memasuki Mobil, Tiba Tiba...


TRINGG......TRINGG......Nada Telpon Ponsel Marco.


"Halo......" Ucap Marco Saat Mengangkat Telpon.


"Cassandra Demam, Kau Pulanglah!" Jawab William Dari Telepon.


"Baik, Aku Segera Pulang." Jawab Marco Dan Menutup Telponnya.


"Cassandra Sedang Demam, Ayo Temani Aku Pulang. Setelah Itu Aku Baru Akan Menemanimu Belanja." Ucap Marco Pada Dante.


"baiklah, Huh~" Jawab Dante Sambil Menghela Nafas.


Marco Dan Dante Pun Langsung Bergegas Menuju Rumah Siera, Yaitu Istri Sahnya Marco.


Sesampainya~


"Ayah!" Ucap Cassandra Terbaring Lemas Di Kasur Saat Melihat Marco Datang.


"Bagaimana Keadaanmu Sekarang?" Tanya Marco Yang Duduk Disebelah Cassandra.


"Jadi Lebih Baikan Setelah Sandra Melihat Ayah." Jawab Cassandra Tersenyum.


"Sandra Ingin Di Gendong Ayah Agar Jadi Cepat Sembuh." Ucapnya Lagi merengek.


"Cassandra, Saat Ini Kau Harus Banyak Berbaring Dulu. Dan Juga Saat Ini Ayahmu Sedang Lelah." Sahut Siera.


"Tidak Masalah!" Jawab Marco Dan Langsung Menggendong Cassandra.


"Yey~ Aku Sangat Menyayangi Ayah!" Ucap Senang Cassandra Dan Lalu Mencium Pipi Marco.


William Dan Isabel Yaitu Istrinya Pun Tersenyum Bahagia Melihat Kasih Sayang Antara Ayah Dan Anak Tersebut.


"Kenapa Belakangan Ini Ayah Jadi Jarang Pulang Ke Rumah?" Tanya Cassandra.


"Lain Kali Ayah Harus Harus Menghabiskan Waktu Berdua Bersama Sandra Yah!"


"Baiklah!" Jawab Marco Sambil Menepuk-nepuk Pelan Badan Cassandra.


"Yey~ Aku Sangat Menyayangi Ayah!" Ucap Senang Cassandra Dan Lalu Mencium Pipi Albert.


Dokter Steven Yaitu Ayah Kandungnya Cassandra Menjadi Cemburu Melihat Hal Tersebut.


"Aku Tahu Saat Ini Kau Pasti Sedang Cemburu. Lagian Kau Dan Siera Terlalu Egois, Kalian Hanya Memikirkan Diri Kalian Sendiri Saja!" Ucap Dante Dalam Hati Yang Tersenyum Ke Arah Steven.


"Dante Sialan! Saat Ini Dia Pasti Sedang Mengejekku! Ucap Kesal Steven Dalam Hati.


Tidak Lama pun Cassandra Tertidur Dalam Gendongan Marco. Dan Dengan Pelan Marco Memindahkan Cassandra Tidur Di Atas Kasur.


"Dokter Steven, Kau Jangan Pulang Dulu. Nanti Ada Yang Ingin Aku Tanyakan Padamu." Ucap William.


"Baiklah."


"Istriku, Marco Dan Dante Kalian Ikut Aku."


"Baik." Jawab Cepat Marco.


"Siera, Ayah Ingin Membicarakan Tentang Pekerjaan Dulu Dengan Mereka. Kau Tetap Disini Jaga Cassandra Dan Juga Chatrine." Ucap William Dan Lalu Pergi.


"Akhirnya Mereka Pergi Juga! Dari Tadi Aku Sudah Kangen Ingin Bersama Kau Dan Juga Anak Anakku." Ucap Steven Yang Sambil Mengelus Rambut Cassandra.


"Maaf Yah, Saat Ini Kita Masih Belum Bisa Memberitahu Ayah Dan Mama Tentang Hubungan Kita Ini." Ucap Siera Yang Duduk Di Sebelah Steven.


"Tidak Apa Apa. Aku Juga Rela Kok Jika Kita Harus Terus Seperti Ini." Jawab Steven Tersenyum.


"Cepat Atau Lambat Ayah Dan Mama Akan Mengetahui Hubungan Kita Ini. Tapi Akan Lebih Baik Jika Aku Sendiri Yang Memberitahu Mereka."

__ADS_1


"Jika Waktunya Telah Tepat, Di Saat Itulah Aku Akan Memberitahu Pada Ayah, Ibu Dan Juga Anak Anak." Jelas Siera.


"Ya, Aku Siap Kapanpun." Jawab Steven Lalu Mencium Dahi Siera.


"Aku Sungguh Tidak Sabar Menantikan Kelahiran Anak Ketiga Kita Ini." Ucapnya Lagi Sambil Mengelus Perut Siera.


"Aku Juga...Tetapi Aku Sangat Takut Jika Hidupku Tidak Akan Lama Lagi." Ucap Sedih Siera.


"Tenang Saja, Aku Akan Melakukan Yang Terbaik Untuk Bisa Menyembuhkan Penyakit Mu."


Ya, Aku Percaya!" Jawab Siera Tersenyum.


DI SISI LAIN~


"Bagaimana Dengan Carella? Kau Sudah Menjauhinya Kan?" Tanya William Pada Marco.


"Ya, Tuan Tenang Sa....


"Aku Tidak Senang Dengan Marco Yang Bersandiwara Menjadi Suaminya Carella. Karena Itu Membuat Marco Jadi Tinggal Serumah Dengan Wanita Lain Dan Jadi Jarang Menghabiskan Waktu Bersama Istri Dan Anak Anaknya." Cela Isabel.


"Bodoh!! Tanpa Melakukan Itu Kita Takan Pernah Bisa Mengambil Perusahaan Milik Albert. Lagian Juga Itu Hanyalah Pura Pura, Marco Tidak Mungkin Melakukan Macam Macam Pada Wanita Lain." Jelas Kesal William Pada Istrinya.


"Nyonya Tenang Saja, Aku Tidak Akan Melakukan Hal Yang Akan Menyakiti Perasaannya Siera." Jawab Marco.


"Baguslah Jika Kau Mengerti."


"Dasar Wanita Tua! Dari Dulu Mereka Selalu Saja Mementingkan Kepentingan Sendiri Tanpa Pernah Memikirkan Perasaannya Marco!" Ucap Dante Dalam Hatinya.


"Apa Kau Yakin Besok Ingin Membunuh Albert?" Tanya William Pada Marco.


"Sangat Yakin. Jawab Cepat Marco.


"Lakukan Saja. Tapi Ingat, Jika Nanti Kau Tertangkap Polis Jangan Seret Aku!"


"Tuan Tenang Saja. Ini Adalah Keinginanku Sendiri, Aku Takan Melibatkan Orang Lain."


"Baguslah, Jika Kau Mengerti!"


"Dasar! Padahal Dulu Dialah Orang Yang Selalu Meracuni Pikiran Marco Untuk Membunuh Albert. Setelah Mendapatkan Perusahaan Albert Dia Jadi Tidak Tahu Diri!" Ucap Dante Dalam Hati Sambil Menatap Tajam William.


"Kenapa Kau Menatap Tidak Senang Begitu Ke Arahku?" Tanya William Pada Dante.


"Aku Hanya Merasa Jijik Melihat Kalian! Kalian Adalah Orang Orang Egois Yang Hanya Memikirkan Kepentingan Diri Kalian Sendiri Tanpa Pernah Memikirkan Perasaannya Marco!" Jawab Dante Dengan Tatapan Dingin.


"Apa Kau Bilang? Jangan Bersikap Sombong! Kau Itu Hanyalah Orang Miskin Yang Baru Kaya!" Ucap William Dengan Menatap Tajam.


"Kau Tidak Sadar Dengan Diri Sendiri Ya? Dasar Sudah Tua!" Jawab Dante Dengan Tertawa Kecil.


"Berani Sekali Kau Berbicara Seperti Itu!! Dasar Tidak Tahu Di Balas Budi!!" Sahut Isabel.


"Tidak Tahu Balas Budi? Coba Kalian Ingat Ingat Lagi Bantuan Apa Yang Kalian Pernah Berikan Padaku?!..Dasar Orang Tua Memang Mudah Pikun Ya, Haha!" Jawab Dante Yang Tertawa.


"DASAR KAU...!!" Teriak Isabel.


"Dante Cukup! Bicaramu Kelewatan!" Ucap Marco Yang Menatap Tajam Ke Dante.


"Tolong Maafkan Sikap Dante Barusan." Ucapnya Lagi Pada William Dan Isabel Sambil Membungkukkan Sedikit Badannya.


"Temanmu Itu Sungguh Tidak Tahu Di Sopan Santun! Aku Tidak Ingin Lagi Melihatnya!" Jawab William Dan Lalu Pergi Bersama Isabel.


"Siapa Juga Yang Ingin Bertemu Dengan Orang Tua Menyebalkan Seperti Kalian!" Teriak Dante Yang Menjebelkan Lidahnya.


"KAU...!!" Teriak Kesal Isabel Yang Berbalik Arah.


"Sabar Istriku. Tidak Usah Pedulikan Orang Seperti Dia. Mari Kita Pergi Menjenguk Cassandra." Ucap William Yang Menenangkan Istrinya.


Ya, Kau Benar sekali!" Jawab Isabel Dan Lalu Pergi Bersama William.


"Ayo Dante, Kita Juga Pergi! Kita Harus Mempersiapkan Segalanya Untuk Besok Membunuh Albert!" Ucap Marco Dengan Tatapan Tajam.

__ADS_1


"YA!"


__ADS_2