Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (21)


__ADS_3

"Sialan! Katakan Dengan Jujur Dimana Kau Menyembunyikan Carera, Hah?!" Teriak Lois Yang Marah Sambil Menarik Kerah Bajunya Marco.


"Dasar Pria Sinting! Lepaskan Marco!." Teriak Cerella Dan Langsung Melempar Bantal Kearah Lois.


Lois Menangkap Bantalnya Dan Sama Sekali Tidak Memperdulikan Perkataan Carella, Ia Hanya Fokus Memukuli Marco.


BUUKK...BUUKK...BUAKK...BUKK...


"Kenapa Ayah Diam Saja? Cepat Hentikan Pria Sinting Itu!!"


"Kalian Jangan Asal Menuduh, Lagian Tidak Ada Untungnya Bagi Marco Untuk Menyembunyikan Carera! Entah Kemana Perginya Anak Itu, Dari Dulu Dia Selalu Saja Menyusahkan!!"


Mendengar Ucapan Carella Tersebut Lois Langsung Memberhentikan Pukulannya Dan Menoleh Kearah Carella Dengan Menatap Tajam.


"Beraninya Kau Menatap Ku Begitu!! Sekarang Kalian Semua Keluar Dari Ruangan Ini! Atau Aku Akan Memanggil Penjaga, Karena Kalian Telah Membuat Keributan!."


"Sebaiknya Kita Pergi, Kita Harus Mencari Carera Lagi." Ucap Albert Yang Membawa Lois Pergi Dari Kamar Rawatnya Carella.


.


.


"Saat Ini Kita Belum Bisa Berbuat Apa Apa Terhadap Marco Karena Ada Carella Yang Menjadi Pelindungnya." Ucap Albert Pada Lois Setelah Keluar.


"Besok Jika Carera Masih Juga Belum Di Temukan, Mintalah Pada Polisi Untuk Juga Ikut Mencari. Semakin Banyak Orang Yang Ikut Mencari Maka Akan Semakin Bagus."


"Baik!." Jawab Lois Yang Sudah Kembali Tenang.


~


keesokannya, Carera Juga Masih Belum Di Temukan. Lois Pun Melapor Pada Polisi Untuk Ikut Mencari Keberadaanya.


"Aku Mendengar Kabar Dari Marco Bahwa Ia Semalam Dipukuli Oleh Kekasihmu... Dan Juga Hari Ini Keluargamu Telah Melaporkan Kehilanganmu Pada Pihak Kepolisian." Ucap Dante Sambil Memegang Dagunya Carera.


"Heh, Percuma Saja Melapor Pada Polisi Karena Mereka Tidak Akan Mendapatkan Petunjuk Apapun!."


"Karena Perawat Palsu Yang Telah Membawamu Kemari Sudah Melenyapkan Segala Petunjuknya!!"


"Cepat Atau Lambat Lois Pasti Akan Menemukan Tempat Ini, Aku Percaya Padanya!." Ucap Carera Yang Menatap Tajam.


"Wah, Wah Lady! Kau Sangat Mempercayai Kekasihmu Itu Yah" Ucap Dante Tersenyum Sambil Bertepuk Tangan.


"Kita Lihat Nanti Bagaimana Caranya Dia Datang Untuk Menyelamatkanmu. Hm...Atau Sebaiknya Aku lenyapkan Saja Kekasihmu Itu Sebelum Dia Bisa Datang Kemari?.." Ucapnya Lagi Yang Tersenyum Jahat.


"JANGAN!! Jangan Lakukan Itu, Aku Mohon...Kumohon..." Mohon Carera Yang Langsung Menangis Histeris.


"Lady, Kau Ini Sangat Gampang Menangis Yah." Ucap Dante Sambil Tertawa.


"Aku Akan Lakukan Apapun Yang Kau Mau, Tapi Tolong Hiks.. Jangan..Jangan Lakukan Itu!..."


"Gadis Ini Sangatlah Lugu, Padahal Tadi Aku Hanya Bercanda." Ucap Dante Dalam Hatinya.


"Kau Yakin Akan Melakukan Apapun Yang Aku Mau?" Tanya Dante Yang Mendekatkan Wajahnya Ke Wajah Carera.


"Ya! Berapapun Jumlah Uang Yang Kau Inginkan Akan Aku Berikan. Tapi Tolong Lepaskan Aku Dan Jangan Lenyapkan Ayah Dan Lois!." Jawab Carera Dengan Cepat.


"Lagi Lagi Kau Mengulangi Kalimat Yang Sama!" Ucap Dante Kesal Dengan Menatap Tajam.


"Padahal Dia Sendiri Yang Bertanya, Aku Hanya Menjawabnya." Ucap Carera Dalam Hatinya.


"Sial! Padahal Tadi Aku Ingin Memintanya Untuk Menjadi Istri Keduaku!" Ucap Kesal Dante Dalam Hatinya.


"Nanti Aku Akan Tetap Melenyapkan Lois!!" Ucapnya Yang Berbohong Dan Langsung Meninggalkan Carera.

__ADS_1


Carera Ketakutan Mendengar Ancaman Dante Tersebut Dan Kembali Menangis Dengan Histeris.


4 Jam Kemudian~


"Kakak, Bangun! Ini Aku Bawakan Makan Siang Untukmu."


Darent Menggoyang Goyangkan Badan Carera Namun Ia Tidak Kunjung Bangun.


"Ayah, Kakaknya Tidak Kunjung Bangun!" Teriak Darent Panik.


Mendengar Teriakan Darent, Dante Dan Liza Yaitu Istrinya Langsung Datang.


Dante Langsung Menggoyang Goyangkan Badan Carera Namun Hasilnya Tetap Sama.


"Kita Harus Memanggil Dokter!" Ucap Dante Yang Panik.


"Kita Tidak Boleh Memanggil Dokter! Saat Ini Pasti Kabar Tentang Hilangnya Carera Sudah Menyebar!" Sahut Liza.


"Palingan Dia Hanya Pingsan Karena Kelelahan. Tunggu Saja, Sebentar Lagi Juga Akan Sadar!" Ucapnya Lagi Dengan Wajah Malas.


"Diam! Aku Tidak Minta Pendapatmu!" Bentak Dante Pada Liza.


"Terserah Kau Saja!" Jawab Liza Yang Langsung Pergi Dengan Wajah Cemberut.


"Halo...Carera Tiba Tiba Saja Tidak Sadarkan Diri, Apa Kau Bisa Menyuruh Dokter Yang Sering Datang Ke Rumahmu Itu Untuk Memeriksanya?" Ucap Dante Yang Berbicara Pada Marco Di Telpon.


"Hm, Dokter Menyebalkan Itu?....Baiklah, Aku Akan Memintanya Datang Ke Tempatmu." Jawab Marco Dan Mengakhiri Telponnya.


.


.


.


"Gadis Itu Baik Baik Saja, Dan Saat Ini Dia Sedang Mengandung." Jelas Dokter Tersebut Setelah Memeriksa.


"Ya, Usia Kandungannya Baru 1 Minggu."


"Aku Tidak Menduganya Kau Akan Berani Menghamili Putrinya Albert Jalmes!" Ucap Dokter Itu Dengan Tertawa.


"Diam, Kau! Bukan Aku Yang Menghamilinya!" Jawab Dante Dengan Menatap Tajam.


"Tidak Usah Berbohong, Aku Tahu Betul Kau Dan Marco Itu Orangnya Seperti Apa!" Ucap Dokter Itu Sambil Tersenyum Licik.


"Tidak Usah Banyak Omong! Atau Aku Akan Langsung Melenyapkan Mu Disini!"


"Dan Juga Rahasiakan Bahwa Carera Ada Disini, Atau Tidak Kami Berdua Akan Membunuh Kekasih Dan Anakmu Itu!"


"Tenang Saja! Lagian Juga Aku Tidak Tertarik Dengan Rencana Kalian."


"Aku Pergi Dulu, Aku Sudah Tidak Tahan Lagi Berlama Lama Tinggal Di Gubuk Kecilmu Ini!" Ucap Dokter Itu Dengan Senyuman Yang Meremehkan Dan Lalu Pergi.


"Lihat Saja, Setelah Aku Mendapatkan Kekayaannya Albert Maka Akan Aku Hancurkan Sikap Sombong Mu Itu!!" Ucap Kesal Dante Dalam Hatinya.


"..Eh, Kenapa Ikatan Ku Di Lepas?.." Tanya Carera Saat Telah Sadar.


"Lady, Katakan Padaku Apakah Kau Pernah Melakukan Hubungan Tubuh Dengan Lois?" Tanya Dante Yang Mendekatkan Wajahnya Ke Wajah Carera.


"Ke..Kenapa Tiba Tiba Kau Menanyakan Hal Seperti Itu?" Tanya Balik Carera Yang Tersipu Malu.


"Kau Sedang Hamil!" Jawab Dante Yang Membuat Carera Membulatkan Matanya.


"HA..HAMIL??"

__ADS_1


"Ya, Usia Kandungan Mu Baru Satu Minggu" Jawab Dante Yang Menjauh Dari Carera.


Carera Masih Membulatkan Matanya Dan Terdiam.


"Kenapa Aku Hamil Disaat Keadaan Sedang Seperti Ini? Bagaimanapun Juga Aku Harus Pergi Dari Tempat Ini Dan Memberitahu Pada Lois!" Ucap Carera Dalam Hatinya.


"Ya, Benar. Kami Pernah Melakukannya." Jawab Carera Sambil Menunduk.


"Wah Lady, Ternyata Hubunganmu Dengan Lois Sudah Sejauh Itu Yah! Aku Jadi Sedikit Kecewa Denganmu." Ucap Dante Dengan Tersenyum.


"Apa Kau Bisa Melepaskan Ku Untuk Sebentar Saja? Aku Ingin Berbicara Tentang Hal Ini Pada Lois."


"Lagi Lagi Kau Mengulangi Kalimat Yang Sama!!" Ucap Marah Dante Yang Menatap Tajam.


"Aku Mohon Hiks...Biarkan Aku Berbicara Dengannya Sebentar Saja.." Mohon Carera Yang Sambil Memegang Kedua Kaki Dante.


"Aku Mohon Hikss..Aku Mohon.."


"Apa Kau Pikir Setelah Lois Bertemu Denganmu Dia Akan Membiarkan Mu Pergi Begitu Saja, Hah?!"


"Aku Akan Menelpon Marco Untuk Menyampaikan Hal Ini Pada Lois"


"Terima Kas...."


"Aku Melakukannya Bukan Karena Kasihan Padamu, Melainkan Aku Hanya Ingin Membuat Lois Semakin Tersudut."


"Dan Mulai Sekarang Aku Tidak Akan Lagi Mengikatmu, Aku Hanya Akan Mengurung Mu Dalan Ruangan Ini." Ucapnya Lagi Datar Dan Lalu Pergi.


MALAMNYA~


"Kakak, Aku Datang Membawa Makan Malam Untukmu." Ucap Darent.


"Ya, Taruh Saja Nanti Aku Akan Memakannya." Jawab Carera Dengan Wajah Lesu Dan Pucat.


"Tidak Boleh Nanti! Kakak Harus Memakannya Sekarang Karena Di Perut Kakak Sedang Ada Adik Kecil."


"Ayah Bilang Harus Menyayangi Adik Kecil Yang Ada Diperut Kakak Sama Seperti Menyayangi Adik Kecil Yang Ada Di Perut Ibuku."


"Ibumu Juga Sedang Mengandung?"


"Ya, Ibuku Juga Sedang Mengandung Adik Kecil. Tapi Perut Ibuku Sudah Membesar Sedangkan Kakak Belum." Jawab Dante Dengan Tersenyum Lugu.


"Kemari Lah, Aku Ingin Mengobrol Sebentar Denganmu." Ucap Carera Yang Dijawab Anggukan Dari Darent.


"Berapa Umurmu Sekarang?"


"5 Tahun."


"Apa Saat Ini Kau Sudah Sekolah?"


"Belum."


"Kenapa?"


"Ibu Bilang Saat Ini Ayah Belum Mempunyai Biaya Untuk Memasukan Ku Ke Sekolah. Tapi Ibu Juga Bilang Bahwa Ayah sebentar Lagi Akan Mendapatkan Banyak Uang Dan Bisa Menyekolahkan Ku."


"Mendapatkan Uang Banyak? Apakah Hasil Dari Merampas Hartanya Ayah?" Ucap Carera Dalam Hati.


"Karena Kakak Sedang Mengandung Adik Kecil, Apa Boleh Aku Memanggil Kakak Dengan Sebutan Ibu Kedua?" Tanya Darent Dengan Wajah Lugunya.


"Ibu Kedua? Apakah Anak Ini Mengira Aku Adalah Ibu Tirinya Dan Sedang Mengandung Adiknya?" Ucap Carera Dalam Hati.


"Ya, Tentu. Kau Boleh Memanggilku Dengan Apapun Yang Kau Suka." Jawab Carera Tersenyum Sambil Mengelus Kepala Darent.

__ADS_1


"Darent, Ini Sudah Larut. Mari Kita Pergi Tidur." Ucap Dante Yang Berdiri Di Depan Pintu.


"Baik Ayah!" Jawab Darent Dan Lalu Pergi Bersama Dante.


__ADS_2