Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (18)


__ADS_3

Karena Saat Ini Carella Masih Belum Sadarkan Diri, Maka Untuk Sementara Albert Dan Lois Lah Yang Akan Mengurus Perusahaan.


SATU MINGGU KEMUDIAN~


"Sudah Satu Minggu Berlalu, Tapi Kakak Masih Juga Belum Sadarkan Diri." Ucap Carera Yang Sedang Duduk Di Samping Kakaknya.


"Aku Mohon Cepatlah Sadar Kak, Semua Orang Mencemaskan Mu!."" Ucapnya Lagi Sambil Menggenggam Jarinya Carella.


Tiba Tiba Saja Carella Menggerakkan Jarinya, Carera Yang Melihat Hal Itu Dengan Cepat Langsung Berlarian Keluar Dari Kamar Rawat Untuk Memanggil Dokter.


"Sus, Kakak Saya Telah Menggerakkan Jarinya. Tolong Panggilkan Dokter Untuk Memeriksa Kondisinya!." Ucap Carera Yang Terburu Buru Karena Senang.


"Saya Akan Meriksa Kondisi Pasien Terlebih Dahulu." Jawab Perawat Wanita Yang Langsung Berjalan Cepat Mengarah Ruang Rawat Carella.


Saat Perawat Tersebut Dan Carera Sedang Berjalan Melewati Lorong Menuju Ruang Rawat, Dengan Cepat Ia Memukul Kepala Carera Dari Belakang Dengan Kuat Sehingga Membuat Carera Jatuh Ke Lantai Karena Pingsan.


"Untung Saja Kamar Kakaknya Berada Di VVIP, Jadi Lorong Ini Sepi!." Ucap Perawat Tersebut Setelah Memukul Carera.


"Sebelumnya Aku Juga Sudah Melakukan Hal Yang Sama Pada Penjaga Ruangan CCTV, Jadi Sekarang Aku Tinggal Menghapus Rekaman CCTV Nya Lalu Membawa Gadis Ini Pergi!." Ucapnya Lagi Sambil Menggendong Carera Di Pundaknya.


~


"Bos, Aku Sudah Melakukan Apa Yang Kau Perintahkan. Kini Saatnya Giliran Kau Yang Beraksi!." Ucap Perawat Palsu Tersebut Yang Sedang Berbicara Di Telpon.


"Kerja Bagus Nina!. Kini Tugasmu Telah Selesai, Sekarang Kau Boleh Pergi Kemanapun Yang Kau Suka!." Jawab Seorang Dari Telpon Yaitu Adalah Marco.


~


Sorenya Riana Ingin Menanyakan Perkembangan Kondisi Carella Lewat Telpon, Namun Carera Terus Menerus Tidak Menjawab Telponnya Sehingga Itu Membuatnya Jadi Merasa Khawatir. Tidak Lama Pun Dia Langsung Bergegas Pergi Menuju Rumah Sakit Untuk Memastikannya Sendiri.


Saat Telah Memasuki Ruang Rawatnya Carella Dia Senang Dengan Apa Yang Dilihatnya Namun Juga Terkejut. Karena Ia Melihat Carella Yang Sudah Sadar Namun Sedang Bersama Seorang Pria Yang Tidak Dikenalnya (Marco). Riana Melihat Pria Tersebut Sedang Duduk Di Samping Tempat Tidur Carella Sambil Menggenggam Jarinya.


"Carella Syukurlah Kau Sudah Sadar, Mama Sangat Senang Melihatnya!." Ucap Senang Riana Yang Dengan Cepat Langsung Menghampiri Carella.


"Tapi, Siapa Pria Ini?."


"Jadi Kau Adalah Ibu Tiriku!..Tidak Usah Berpura Pura Baik Padaku, Karena Kau Hanyalah Ibu Tiriku!." Ucap Carella Dengan Tatapan Tajam.

__ADS_1


Riana Sontak Terkejut Dan Membulatkan Matanya Setelah Mendengar Ucapan Carella Tersebut.


"Apa Maksudmu Carella?." Tanya Riana Yang Hendak Ingin Mengelus Kepalanya Carella.


"Disini Kan Sedang Tidak Ada Ayah, Kenapa Kau Masih Saja Berpura Pura Baik?....Oh, Aku Tahu!. Kau Berpura Pura Baik Karena Disini Sedang Ada Suamiku Kan!." Ucap Carella Setelah Menepis Tangan Riana.


"Suami??." Tanya Riana Yang Matanya Lansung Tertuju Ke Arah Marco.


Saat Riana Menoleh Ke Arah Marco Ia Melihat Pria Tersebut Sedang Tersenyum licik, Namun Saat Carella Menoleh Ke Arahnya Ia Langsung Membuang Senyuman Liciknya Tersebut Dan Berubah Menjadi Wajah Polos.


Melihat Hal Itu Riana Langsung Membuat Kesimpulan Bahwa Pria Tersebut Bukanlah Orang Yang Baik.


"Siapa Kau?!, Kenapa Carera Menyebutmu Sebagai Suaminya?!." Tanya Riana Dengan Tatapan Tajam.


"Namaku Adalah Marco. Istriku Mengalami Amnesia Setelah Tersadar Dari Kecelakaan, Untuk Mengingatkan Memorinya Aku Hanya Menceritakan Fakta Tentang Hidupnya Sebelum Ia Mengalami Kecelakaan.


"Wajar Saja Jika Kau Tidak Mengenaliku Karena Satu Tahun Yang Lalu Kami Kami Telah Menikah Di Amerika Serikat Saat Dia Sedang Berkuliah Di Sana. Alasan Carella Selama Ini Menyembunyikannya Dari Kalian Karena Dia Takut Kalian Akan Menyiksanya Dan Lalu Memaksanya Untuk Bercerai Dariku. Tapi Sekarang Aku Sudah Berada Di Dekatnya Tentu Aku Tidak Akan Membiarkan Kalian Membuat Hidupnya Menderita Lagi!." Jelas Marco Yang Berbohong


"Lelucon Macam Apa Itu?!. Rupanya Kau Adalah Orangnya Yang Telah Membuat Putriku Mengalami Kecelakaan Ini!!." Ucap Riana Yang Hendak Menampar Marco.


Saat Riana Ingin Menampar Marco, Dengan Cepat Carella Duduk Dari Kasurnya Untuk Menepis Tangan Riana.


"Sayang, Kau Jangan Banyak Bergerak Dulu. Kondisimu Saat Ini Masih Belum Membaik Sepenuhnya." Ucap Marco Dengan Nada Lembut Sambil Memegang Tubuh Carella.


"Tidak Apa Apa Kok!." Jawab Carella Dengan Tersenyum.


"Carella, Tolong Jangan Percaya Pada Kata Katanya!." Ucap Riana Yang Berjalan Mendekati Carella.


"Menjauh Dariku!..Marco Tidak Berbohong, Dia Mempunyai Bukti Bahwa Kami Benar Telah Menikah!."


"Sayang, Kepalaku Pusing Mendengar Wanita Wanita Munafik Ini Terus Mengoceh. Bisakah Kau Tunjukan Bukti Buktinya Agar Ia Berhenti Berhenti Mengoceh?!." Minta Carella Dengan Tersenyum.


"Tentu Saja!." Jawab Marco Yang Juga Tersenyum.


Marco Langsung Menunjukan Bukti Bukti Palsunya Yaitu Yang Berupa Buku Pernikahan Dan Juga Beberapa Foto Kemesraan Mereka Yang Sebelumnya Sudah Di Edit Serapi Mungkin.


"Ini...Buku Nikah Ini Adalah Palsu!. Dan Semua Foto Ini Juga Adalah Palsu!!....Carella, Tolong Jangan Percaya Pada Pria Licik Ini!." Ucap Riana Yang Sambil Merobek Buku Dan Foto Tersebut.

__ADS_1


"Wanita Sialan!. Berani Sekali Kau Merobeknya!!." Teriak Carella Yang Langsung Berangkat Dari Kasurnya.


"Tidak Masalah!, Aku Masih Banyak Kok Menyimpan Foto Kita Bersama." Ucap Marco Yang Menahan Carella.


"Tapi...Buku Nikah Kita..


"Itu Juga Tidak Masalah!. Yang Terpenting Saat Ini Kita Akan Bersama Sampai Selamanya!." Ucap Marco Dengan Memeluk Carella.


Riana Mengeluarkan Air Matanya Saat Melihat Mereka Berpelukan. Dia Tidak Menduganya Bahwa Keluarganya Akan Mengalami Masalah Yang Seperti Ini.


"Sebenarnya Apa Tujuan Pria Ini Dengan Melakukan Sandiwara Ini?...Tuhan, Aku Mohon Padamu Pulihkan Lah Segera Ingatan Carella Dan Lindungilah Selalu Keluarga Kami.." Ucap Riana Dalam Hatinya Sambil Menangis.


"Dimana Carera?, Dari Tadi Aku Tidak Melihatnya!." Tanya Riana.


"Carera?, Itu adalah Nama Adikku!. Seperti Yang Marco Ceritakan Tentangnya Padaku Bahwa ia Selalu Saja Merasa Iri Denganku, Pantas Saja Jika Ia Tidak Ada Disini Untuk Menemaniku!." Ucap Carella Yang Kembali Menatap Dingin.


"Tidak!!. Carera Bukanlah Orang Yang Seperti Pria Itu Ceritakan!. Apapun Yang Telah Pria Itu Katakan Padamu Semuanya Adalah Kebohongan!."


"Kebohongan??. Lalu Kenapa Saat Ini Dia Tidak Berada Disini?, Padahal Dia Sudah Tahu Bahwa Kondisi Kakaknya Sendiri Sedang Tidak Baik!."


"Saat Aku Membuka Mataku, Aku Hanya Melihat Marco Yang Sudah Berada Di Sampingku. Aku Tidak Melihat Carera Ataupun Yang Lainnya!."


"Carera Sudah Tidak Ada Saat Carella Tersadar?. Jadi Sekarang Dia Dimana?!." Ucap Riana Dalam Hatinya Yang Tatapannya Langsung Tertuju Ke Arah Marco.


"Kau!!, Apa Yang Sudah Kau Lakukan Dengan Carera?!, Dimana Dia Sekarang?!." Teriak Riana Yang Menatap Tajam Marco.


"Aku Tidak Tahu Kenapa Wanita Ini Terus Bersandiwara Seperti Itu?."


"Sayang, Apa Kau Bisa Mengusir Wanita Munafik Itu Dari Ruangan Ini?. Aku Sudah Sangat Muak Melihat Wajahnya Itu!." Minta Carella Pada Marco Dengan Tersenyum Manis.


"Tentu Saja!." Jawab Marco Yang Juga Tersenyum.


"Istriku Saat Ini Ingin Beristirahat, Cepat Kau Keluar Dari Ruangan Ini!." Ucap Marco Yang Sambil Menarik Kasar Tangan Riana Menuju Pintu.


"Tidak Mau!. Dia Adalah Putriku, Aku Tidak Bisa Meninggalkannya Sendirian Bersama Pria Licik Sepertimu!!." Teriak Riana Sambil Mencoba Melepaskan Genggaman Marco.


"Hei, Bukankah Saat Ini Kau Sedang Hamil. Sebaiknya Kau Turuti Saja Ucapan Ku Atau Tidak Aku Akan Berbuat Kasar Yang Tentu Akan Menyebabkan Kandungan Mu Terluka!." Bisik Marco Dengan Tersenyum Jahat.

__ADS_1


"Biar Ku Beritahu Satu Hal Lagi, Sebelum Aku Melakukan Sandiwara Ini Aku Telah Membuat Carera Pingsan Dan Menyekapnya Di Suatu Ruangan Dalam Rumah Sakit Ini. Sebaiknya Kau Cepat Pergi Untuk Mencarinya!." Bisknya Lagi Dan Langsung Mendorong Tubuh Riana Keluar Dari Pintu.


Riana Sudah Tahu Dirinya Akan Terjatuh, Namun Dia Tidak Bisa Menahan Dirinya Untuk Menghindarinya. Dia Hanya Pasrah Dan Sambil Memegangi Perutnya.


__ADS_2