
"Sial! Meskipun Aku Saat Ini Sadar Dengan Apa Yang Sedang Aku Lakukan, Tapi Kenapa Rasanya Aku Tidak Ingin Jauh Dari Tubuhnya?!." Ucap Albert Dalam Hatinya Yang Sambil Memejamkan Matanya Saat Sedang Di Belai Lembut Riana.
"Ekspresinya Seolah Mengatakan Bahwa Ia Ingin Terus Di Manjakan Seperti Ini. Sepertinya Aku Telah Berhasil Menggodanya." Ucap Riana Dala Hatinya Yang Tangannya Terus Membelai.
"Menggoda Pria Yang Sudah Lama Kesepian Bukanlah Hal Susah Bagiku!." Ucapnya Lagi Dalam Hatinya.
"Kau Tahu Aku Sudah Menunggumu Sangat Lama, Tapi Kau Selalu Saja Terus Mengabaikan Ku. Apa Kau Tahu Rasanya Diabaikan Itu Bagaimana?." Ucap Riana Yang Tangan Sambil Meraba Belakang Punggung Albert.
"Maaf." Jawab Albert Yang Masih Memejamkan Matanya.
"Kenapa Kau Tak Bisa Jujur Pada Hatimu Bahwa Sesungguhnya Kau Itu Mencintaiku?." Bisik Riana.
"Apa Kau Juga Tahu? Bahwa Selama Ini Aku Sangat Menderita Olehmu!. Ucapnya Lagi Yang Sambil Menggerakkan Tangan Albert Untuk Memegang Pinggulnya.
"Maaf." Jawab Albert Yang Masih Memejamkan Matanya.
"Lukaku Tidak Akan Sembuh Hanya Dengan Kata Maaf Mu." Ucap Riana Dengan Nada Lembut Yang Melingkarkan Tangannya Di Leher Albert.
"Mengapa Perasaan Ini Muncul Lagi?!. Padahal Aku Telah Bersusah Payah Untuk Melupakannya!!." Ucap Albert Dalam Hatinya Yang Masih Memejamkan Matanya.
"Jika Dulu Kau Tidak Dipaksa Untuk Menikahinya, Saat Ini Kita Pasti Sedang Hidup Bersama Bahagia." Ucap Riana Yang Perlahan Mendekatkan Wajahnya Untuk Mencium Bibir Albert.
Saat Bibir Mereka Sudah Hampir Bersentuhan, Dengan Cepat Albert Langsung Mendorong Kuat Tubuh Riana Menjauh Darinya Sehingga Membuat Riana Terjatuh Ke Lantai.
"Cukup!. Kita Tidak Bisa Seperti Ini!." Ucap Albert Setelah Mendorong Riana.
"Aww...Sakit Sekali!. Kau Ini Bisa Bisanya Berbuat Kasar Padaku." Ucap Riana Yang Kesakitan.
"Maaf Aku Tidak Sengaja." Jawab Albert Yang Sambil Membantu Riana Berdiri.
"Menjauh Dariku!. Aku Tidak Akan Memaafkan Mu!." Ucap Riana Yang Menepis Tangan Albert.
"Aku Tidak Menduganya Kau Akan Seperti Ini Terhadapku!." Ucapnya Lagi Dengan Menangis Dan Langsung Berjalan Pergi.
"Hei, Tunggu Dulu!." Ucap Albert Yang Hanya Di Abaikan.
"Aku Kan Tidak Sengaja Mendorongnya Dengan Kuat. Apakah Benar Rasanya Sesakit Itu Sampai Membuatnya Menangis?." Ucap Albert Dalam Hatinya.
"Aku Cuma Berpura Pura Menangis Kok. Sekarang Kita Lihat Bagaimana Caranya Kau Akan Meminta Maaf Padaku!." Ucap Riana Dalam Hatinya Yang Sambil Berjalan.
"Eh, Bibi!. Kenapa Cepat Sekali Pulangnya?, Aku Baru Saja Ingin Mengantarkan Teh Untukmu." Ucap Carera Saat Melihat Riana.
__ADS_1
"Terima Kasih, Kau Adalah Anak Yang Sangat Baik. Tapi Saat Ini Bibi Ada Urusan Mendadak, Lain Kali Bibi Akan Mengunjungimu Lagi Ya." Jawab Riana Yang Mengelus Kepala Carera Dan Lalu Pergi.
~
"Ayah, Ini Aku Bawakan Teh Untukmu." Ucap Carera Saat Memasuki Ruangan Albert.
"Ya, Taruh Saja Di Meja." Jawab Albert Yang Tidak Menoleh Carera Sama Sekali.
"Kenapa Ayah Terlihat Khawatir?, Apa Ada Masalah?." Tanya Carera Setelah Menaruh Teh.
"Ah, Tidak Ada!. Hanya Saja Ayah Merasa Sedikit Bosan." Jawab Albert Yang Berbohong.
"Semenjak Ayah Tidak Lagi Bekerja, Dia Hanya Berdiam Diri Di rumah. Wajar Saja Kalau Dia Merasa Bosan." Ucap carera Dalam Hatinya.
"Sayang Sekali Ayah Tidak Ingin Menikah. Coba Saja Ayah Ingin Menikah Lagi Pasti Dia Tidak Akan Merasa Kesepian." Ucapnya Lagi Dalam Hatinya.
"Ayah, Bibi Riana Orangnya Sangat Baik Yah!." Ucap Carera Dengan Tersenyum Tipis.
"Hm..Ya!." Jawab Albert Yang Setelah Meminum Teh.
"Lalu Kenapa Ayah Tidak Menikah Dengannya?." Tanya Carera Yang Membuat Albert Tersedak Saat Sedang Minum Teh.
"Kenapa Tiba Tiba Membahas Hal Itu?." Tanya Albert Dengan Tatapan Tidak suka.
"Ayah Tidak Merasa Kesepian, Karena Ada Kalian Berdua!." Jawab Albert Dengan Menatap Tajam.
"Tapi Kan Itu Berbeda. Pokoknya Jika Ayah Ingin Menikah Lagi Tidak Apa Apa Kok. Kami Tentu Tidak Akan Melarangnya, Karena Kami Juga Yakin Bahwa Ibu Juga Menginginkannya." Jawab Carera Dengan Tersenyum.
"Gawat!. Sepertinya Ayah Marah Dengan Ucapan Ku Barusan." Ucap Carera Dalam Hatinya.
"Astaga!. Aku Lupa Mematikan Kompor Di Dapur...Ayah Aku Pergi Dulu Yah!." Ucapnya Lagi Yang Berbohong Dan Langsung Cepat Pergi.
"Aku Pikir Anak Anak Ku Tidak Akan Menyetujui Jika Aku Menikah Lagi." Ucap Albert Dalam Hatinya Yang Setelah Carera Pergi.
"Maaf Karena Ayahku Kau Jadi Terpaksa Menikahi Wanita Yang Tidak Kau Cintai."
"Itu Adalah Kalimat Yang Selalu Di Ucapkan Oleh Irene Yaitu Ibu Kalian. Ah Sial, Kenapa Aku Jadi Memikirkan Tentang Ini!." Ucapnya Lagi.
KEESOKANNYA~
*ALBERT POV*
__ADS_1
"Kemarin Kenapa Dia Sampai Menangis Begitu?. Padahal Kan Dia Bukan Anak Kecil Lagi!. Anak Kecil Pun Jika Di Dorong Begitu Tidak Akan Sampai Menangis. Apa Mungkin Dia Menangis Karena Aku Sudah Melukai Perasaannya?." Ucapnya Yang Sedang Sendirian Dalam Kamarnya.
"Aku Akan Datang Ke Rumahnya Untuk Meminta Maaf Lagi Padanya. Setelah Itu Aku Tidak Ingin Lagi Bertemu Dengannya."
"Ini Sudah Hampir Malam, Dia Pasti Sudah Pulang Dari Kantornya. Aku Akan Menemuinya Sebentar Dan Setelah Itu Langsung Pulang!."
SESAMPAINYA DI KEDIAMAN RIANA~
"Tolong Katakan Pada Nyonya Kalian Bahwa Aku Ingin Berbicara Dengannya." Ucap Albert Pada Salah Satu Pelayan.
"Akan Saya Sampaikan. Silakan Tuan Menunggu Sambil Minum Teh Dulu." Jawab Pelayan Tersebut Dengan Hormat Dan Lalu Pergi.
~
"Maaf Tuan, Nyonya Tidak Bisa Turun Ke Bawah Karena Ia Sedang Sakit." Ucap Pelayan Tersebut Setelah Kembali.
"Tapi Jika Tuan Sangat Ingin Berbicara Dengannya, Maka Akan Saya Hantarkan Ke Dalam Kamarnya Nyonya." Ucapnya Lagi.
"Tidak Enak Rasanya Jika Seorang Pria Ada Di Dalam Kamar Seorang Wanita. Tapi Saat Ini Dia Sedang Sakit, Dia Tidak Akan Bisa Bersikap Seperti Kemarin Lagi." Ucap Albert Dalam Hatinya.
"Ya, Hantarkan Aku Ke Kamarnya!." Jawab Albert .
"Mari Ikuti Saya Tuan." Ucap Pelayan Tersebut Dan Lalu Pergi Bersama Albert.
Sesampainya Di Kamar Riana, Albert Melihat Riana Yang Sedang Berbaring Di Kasurnya.
"Jadi Kau Datang Yah." Ucap Riana Yang Langsung Bangun Dari Kasurnya Setelah Melihat Albert.
"Kau Sedang Sakit, Tetaplah Berbaring Di Kasur Mu." Ucap Albert Yang Dengan Cepat Langsung Menghampiri Riana.
"Aku Datang Ingin Meminta Maaf Padamu Atas Yang Kemarin. Aku Tidak Tahu Bahwa Perbuatan Ku Kemarin Akan Menyakiti Perasaanmu." Ucap Albert Yang Sedang Duduk Di Samping Riana.
"Aku Sudah Memaafkan Mu. Kau Kan Sudah Terbiasa Selalu Menyakiti Perasaanku." Jawab Riana Dengan Tersenyum.
"Kau Harus Tahu Bahwa Kita Tidak Bisa Untuk Bersama Karena Kita Hanyalah Sebatas Masa Lalu. Umurmu Saat Ini Sudah 42 Tahun, Sebaiknya Kau Cepatlah Mencari Pendamping Hidup." Ucap Albert Sambil Memalingkan Wajahnya.
"Alasanku Sampai Saat Ini Masih Belum Menikah Adalah Karena Aku Menunggumu. Selama Bertahun Tahun Aku Berharap Bahwa Suatu Hari Nanti Kita Akan Bisa Bersama Lagi Seperti Dulu."
"Namun Sekarang Kau Malah Mengatakan Yang Sebaliknya. Lihat Kan, Lagi Lagi Kau Telah Menyakiti Perasaanku." Ucap Riana Dengan Tersenyum.
"Maafkan Aku." Ucap Albert Yang Sambil Membelai Pipi Riana.
__ADS_1
"Sepertinya Efek Obat Perangsang Nya Sudah Mulai Bereaksi." Ucap Riana Dalam Hatinya.
"Kenapa Tiba Tiba Rasanya Seluruh Tubuhku Panas Dan Bergairah?." Ucap Albert Dalam Hatinya.