Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (20)


__ADS_3

"Siapa Kau?!." Tanya Carera Yang Ketakutan.


"Jangan Takut Seperti Itu!...Tenanglah, Asal Kau Tidak Mencoba Kabur Dari Sini Maka Aku Tidak Akan Menyakitimu!."


"Kenapa Kau Tidak Membiarkan Ku Pergi Untuk Menemui Kakak Ku?!."


"Akan Aku Perjelas Sedikit...Namaku Dante, Aku Adalah Temannya Marco.


"Marco?...Marco Adalah Nama Orang Yang Menyebabkan Kakak ku Mengalami Kecelakaan!."


"Ya, Tepat Sekali!."


"Ke..Kenapa Dia Mencelakai Kakak Ku?!." Tanya Carera Yang Sudah Ingin Menangis.


"Karena Kakak Mu Adalah Seorang Presedir Dari 2 Perusahaan Ternama, Maka Aku Dan Marco Berniat Ingin Merebutnya!." Jawab Dante Dengan Tersenyum Licik.


"Saat Ini Kakak Mu Sedang Mengalami Amnesia Akibat Kecelakaan Yang Menimpanya Tersebut, Marco Mengambil Kesempatan Itu Untuk Berpura Pura Menjadi Suaminya Dan Lalu Perlahan Lahan Akan Mengambil Alih Kedua Perusahaan Kalian!." Jelasnya Lagi.


"Kalian...Kalian Sangat Jahat!!." Ucap Carera Yang Sudah Menangis.


"Ya, Kami Memang Adalah Orang Jahat, Suka Tidak Suka Kau Harus Menerimanya!!." Jawabnya Dengan Tatapan Tajam.


"Oh Iya, Aku Lupa Memberimu Satu Hal Lagi, Marco Juga Menceritakan Kebohongan Pada Kakakmu Yang Amnesia Itu Bahwa Selama Ini Keluarganya Selalu Bersikap Jahat Padanya Sehingga Itu Membuat Kakakmu Sekarang Jadi Membenci Kalian!!." Jelas Dante Dengan Menyeringai Jahat.


"A..Aku Mohon...Aku Mohon Tolong Hentikan Yang Kalian Lakukan Itu...Aku Akan Berbicara Pada Ayah Untuk Memberikan Semua Yang Kalian Inginkan." Mohon Carera Sambil Menangis.


"Bukannya Memberikan Yang Kami Inginkan, Ayahmu Justru Akan Memasukan Kami Ke Dalam Penjara, Maka Sebab Itu Kami Melakukan Rencana Ini!."


"Aku Mohon Lepaskan Aku, Aku Ingin Berbicara Pada Ayah Untuk Memberikan Apa Yang Kalian Inginkan Dan Tidak Akan Memasukan Kalian Kedalam Penjara." Mohon Carera Yang Terus Menangis.


"Kau Ini Ternyata Gadis Yang Lugu Dan Polos, Aku Jadi Sedikit Menyukaimu." Ucap Dante Berdiri Dari Kursinya Dan Berjalan Mendekati Carera.


"Aku Mohon Lepaskan Aku, Aku Berjanji Akan Memberikan Semua Yang Kalian Inginkan!." Mohon Carera Yang Langsung Memegang Kedua Kaki Dante.


Dante Tidak Berkata Apapun Melihat Carera Memegang Kedua Kakinya Sambil Menangis.


"Bodoh, Sikap Lugu Dan Polos Mu Ini Jadi Membuatku Menyukaimu." Ucap Dante Yang Berjongkok Sambil Memegang Dagu Carera.


"Apa Mungkin Karena Ini Juga Lois Jadi Menyukaimu?."


"Entah Bagaimana Reaksinya Jika Dia Tahu Bahwa Aku Juga Menyukai Gadis Ini." Gumamnya Yang Menatapi Carera Sedang Menangis.


"A..Aku Mohon Tolong Lepaskan Aku." Tangis Carera Dengan Ketakutan.


KREEKKK.....


Suara Pintu Terbuka Yang Membuat Dante Dan Carera Langsung Menoleh, Dan Melihat Seorang Anak Kecil Yang Datang.


"Ayah Makan Malamnya Sudah Siap." Ucap Anak Kecil Tersebut.


"Ah, Darent. Sudah Ayah Bilang Ketuk Dulu Pintunya Sebelum Masuk." Ucap Dante Yang Langsung Berdiri.

__ADS_1


"Maaf Ayah." Jawab Anak Kecil Tersebut Sambil Menunduk.


"Ya, Kali Ini Ayah Maafkan. Kau Pergilah Duluan Nanti Ayah Akan Menyusul!."


"Baik Ayah!."


"Sekarang Aku Akan Mengikatmu." Ucap Dante Pada Carera.


"Kumohon Jangan Ikat Aku!." Jawabnya Yang Langsung Menjauh.


"Kalau Aku Tidak Mengikatmu, Maka Kau Akan Kabur Dari Sini!." Ucap Dante Yang Berjalan Mendekati Carera.


"Aku..Aku Ingin Bertemu Dengan Kakak Ku!." Jawabnya Lagi Yang Menjauh Ketika Dante Hampir Mendekatinya.


"Percuma Saja Saat Ini Kau Bertemu Dengannya Karena Saat Ini Dia Telah Membenci Keluarganya Termasuk Kau!." Ucap Dante Yang Berjalan Mendekati Carera Lagi.


"Apa Manfaat Kalian Dengan Menyekap Ku?!." Tanya Carera Yang Berjalan Menjauhi Dante Lagi


"Untuk Memancing Lois Agar Terpisah Dengan Keluargamu!." Jawab Dante Yang Sudah Kesal.


"Apa Tujuan Kalian Dengan Memisahkan Lois Dengan Keluarga Ku?." Tanya Carera Yang Semakin Menjauhi Dante.


"Karena Ingin Membunuh Ayahmu!!."


Carera Tersentak Menghentikan Langkahnya Setelah Mendengar Jawaban Dante Tersebut.


"Dapat Kau!." Ucap Dante Yang Memegang Tangan Carera.


"Ya!." Jawab Dante Sambil Fokus Mengikat Tangannya carera.


"Tidak!...Jangan Bunuh Ayahku..Aku Mohon...Aku Mohon Jangan Bunuh Ayahku..Kalian Boleh Mengambil Apa Saja Dari Kami Tapi Tolong Jangan Bunuh Ayahku..." Teriak Carera Menangis Dengan Histeris.


"Jangan Berteriak!." Ucap Dante Yang Langsung Menutup Mulut Carera.


Dante Mengikat Tubuh Carera Dengan Posisi Duduk Di Atas Kursi Dan Melakban Mulutnya.


"Nanti Aku Akan Datang Lagi!." Ucap Dante Dan Langsung Pergi.


"Bagaimanapun Caranya Aku Harus Kabur Dari Sini!." Ucap Carera Dalam Hatinya Sambil Menangis.


Setengah Jam Kemudian~


KREEKKK...


Suara Pintu Terbuka Yang Membuat Carera Tersadar Dari Lamunannya. Dan Dari Arah Pintu Tersebut Datang Darent Yang Sambil Membawa Makanan.


"Mmmm....Mmmm....Mmmmm.." Suara Carera Yang Saat Melihat Darent.


Darent Perlahan Berjalan Mendekati Carera Dengan Ketakutan.


"Kasihan Sekali Kakak Ini." Ucap Darent Dalam Hatinya Setelah Mendekati Carera.

__ADS_1


Darent Menaruh Makanan Yang Di Bawanya Ke Lantai Dan Lalu Melepaskan Lakban Carera.


"...Aku Mohon Lepaskan Aku...Aku Mohon Lepaskan Aku..." Ucap Carera Setelah Lakbannya Di Lepas.


"Ayah Menyuruhku Datang Untuk Memberi Kakak Makan." Ucap Darent Yang Mengambil Makanannya Lagi.


"Tolong Lepaskan Aku...Aku Ingin Pulang Menemui Keluargaku!." Mohon Carera Sambil Menangis.


"Maaf, Tapi Ayah Menyuruhku Untuk Tidak Melepaskan Kakak." Jawab Darent Dengan Polos.


"Sekarang Buka Mulut Kakak, Aku Akan Menyuapi Makan." Ucapnya Lagi Yang Sambil Mengarahkan Sendok Ke Arah mulutnya Carera.


"Aku Tidak Ingin Makan, Jika Nanti Tidak Di Lepaskan!." Jawab Carera Yang Langsung Memalingkan Wajahnya.


"Jika Kakak Tidak Makan Nanti Ayah Akan Memarahiku." Ucap Darent Yang Murung.


"Aku Tidak Boleh Membuat Anak Kecil Yang Tidak Bersalah Ini Sampai Dimarahi Hanya Karena Aku Yang Tidak Ingin Makan." Ucap Carera Dalam Hatinya Sambil Menatapi Wajah Lugu Darent.


"Baiklah, Sekarang Suapi Aku." Ucap Carera Dan Lalu Membuka Mulutnya.


Darent Tersenyum Dan Langsung Menyuapi Carera Sampai Makanannya Habis.


"Terima Kasih." Ucap Carera Sambil Tersenyum Tipis.


"Ya. Sekarang Aku Akan Kembali Memasang Lakban Di Mulut Kakak."


"Itu..Bisakah Kau Tidak Usah Memasang Kembali Lakbannya?."


"Itu Adalah Perintah Ayah, Jika Aku Tidak Melaksanakannya Maka Ayah Akan Memarahiku."


"Baiklah, Sekarang Tolong Pasangkan Kembali Yah Lakbannya." Jawab Carera Dengan Tersenyum.


Saat Darent Sudah Akan Memasangkan Lakbannya Tiba Tiba Saja Dante Datang.


"Darent, Biar Ayah Saja Yang Memasangnya. Ini Sudah Larut, Sekarang Kau Tidurlah Bersama Ibumu, Nanti Ayah Akan Menyusul."


"Baik Ayah!."


Carera Yang Melihat Dante Berjalan Mendekatinya Langsung Memalingkan Wajahnya.


"Apa Kau Sudah Kenyang, Lady?." Tanya Dante Pada Carera Namun Tidak Di Jawab.


"Baiklah, Aku Tidak Akan Lagi Melakban Mulutmu. Lagian Toh Rumah Ini Berada Di Tengah Hutan, Meskipun Kau Berteriak Tidak Akan Ada Juga Orang Yang Mendengarnya." Ucapnya Lagi Sambil Memegang Dagu Carera Agar Menatapnya.


"Lepaskan Aku, Aku Ingin Pulang!." Ucap Carera Yang Menatap Tajam.


"Akan Aku Katakan, Meskipun Kau Mengulangi Kalimat Yang Sama Sampai Sejuta Kali Pun Aku Tetap Tidak Akan Melepaskan Mu!." Jawab Dante Juga Menatap Tajam.


CARELLA JALMES.


__ADS_1


__ADS_2