
SEMINGGU SETELAH CARERA MELAHIRKAN.
Di Tengah Malam Carera Sedang Menyusui Angie Bayi Perempuannya. ~ Beberapa Saat Kemudian Bayi Kecilnya Itu Telah Tertidur Dalam Gendongannya. Setelah Memindahkan Angie Ke Dalam Box Tempat Tidurnya, Dia Pun Keluar Dari Kamarnya Karena Memerlukan Sesuatu. (Note: Selama 6 Bulan Menetap Di Rumah Dante, Carera Tidak Pernah Keluar Dari Kamarnya. Jika Dia Memerlukan Sesuatu Pelayan Pribadinya Yang Akan Mengurusnya).
**
Saat Carera Sedang Berjalan Melewati Lorong, Dari Kejauhan Ia Melihat Bayi Kecil Sedang Merangkak Sendirian (Gracia). Dengan Cepat Ia Menghampirinya.
Setelah Menghampiri Gracia, Carera Langsung Menggendongnya. Ia Tahu Bahwa Itu Adalah Anaknya Dante.
"Gya...ya.." Bayi Kecil Tersebut Mengoceh Tidak Jelas Saat Melihat Carera.
"Ya Ampun, Kau Sendirian??" Dimana Baby Sitter Mu?" Oceh Panik Carera.
"gya..ya...." Gracia Menggelengkan Kepalanya.
Kemudian Carera Terfokus Dengan Kalung Yang Di Pakai Bayi Itu. Yaitu Kalung Yang Bertuliskan Nama Gracia. "Jadi Namamu Adalah Gracia Yah..."
"Gracia, Kenapa Kau Bisa Merangkak Sampai Kesini? Ayahmu Pasti Tertidur Saat Sedang Menjagamu." Katanya Yang Mengoceh Sendiri.
Gracia Mengangguk. "gya..ya.."
Carera Tersenyum Manis. "Baiklah Gracia, Aku Akan Meminta Pelayan Untuk Mengantarmu Ke Kamar Ayahmu." Katanya Seraya Berjalan.
**
Setelah Sampai, Carera Melihat Seluruh Pelayan Sedang Tertidur Pulas. Dengan Terpaksa Ia Sendiri Lah Yang Harus Mengantarkannya.
**
Gracia Menatap Lekat Orang Yang Sedang Menggendongnya Itu. "Mm..ma..ma.." Sebutnya.
"Mama? Kau Memanggil Siapa?" Carera Menoleh Sekelilingnya Yang Tidak Ada Orang Lain Selain Dirinya.
"Ma..ma...." Gracia Menggigit Kancing Baju Carera Setelah Menyebutkan Kata Tersebut.
Carera Sontak Menghentikan Langkahnya. "Ehh??!...Apa Kau Lapar?" Kemudian Carera Menepi Ke Sudut Lorong Dan Membuka Beberapa Kancing Bajunya.
Ya, Benar Saja. Setelah Carera Membukakan Kancing Bajunya, Gracia Langsung Menyusu.
Beberapa Saat Kemudian, Gracia Melepaskan Asi Nya Carera Karena Sudah Tertidur. Melihat Hal Itu Carera Dengan Cepat Memasang Kembali Kancing Bajunya Dan Melanjutkan Langkahnya Menuju Kamar Dante.
**
Carera Mematung Di Depan Pintu Kamar Dante. Kakinya Berat Untuk Melangkah Masuk.
Carera Menarik Napas Dalam Lalu Menghembuskannya Dengan Berat. "Aku Harus Bisa." Kemudian Perlahan Melangkahkan Kakinya Ke Dalam.
Meskipun Kamarnya Gelap, Namun Carera Masih Bisa Melihat Dante Yang Sedang Tertidur Pulas.
Langkah Demi Langkah Ia Langkahkan Dengan Pelan Agar Tidak Membuat Dante Terbangun.
Kemudian Perlahan Ia Memindahkan Gracia Dalam Gendongannya Ke Sebelah Dante. Namun Tiba Tiba...
"Mm...ma......" Panggil Gracia Saat Membuka Matanya.
Mendengar Suara Gracia, Dante Sontak Terbangun. Ia Melihat Sosok Seorang. Namun Karena Ruangan Yang Gelap Dia Tidak Bisa Melihat Jelas Sosok Tersebut.
Dengan Cepat Ia Langsung Menggenggam Kuat Tangan Carera. "Siapa Kau?!" Tanyanya Tajam.
"Aww....." Lirih Carera Yang Kesakitan.
Dante Mengenali Suara Tersebut. Dengan Cepat Ia Langsung Menyalakan Lampu Di Atas Mejanya.
Dante Mengangkat Alis. "Carera, Kau!!"
Carera Melihat Dante Yang Berpenampilan Berantakan Dengan Masih Menggenakan Jasnya. Kemudian Dia Memalingkan Tatapannya. "Tadi Aku Melihat Gracia Merangkak Sendirian Di Bawah, Jadi Aku Membawanya Kemari." Jelasnya Datar.
"Bisa Kau Lepaskan Tanganmu!" Katanya Kemudian.
"Ah, Maafkan Aku!" Balas Dante Yang Langsung Melepaskan Genggamannya.
__ADS_1
Suasana Pun Menjadi Canggung. Namun Tiba Tiba..
"Mm..ma...." Gracia Meraih Leher Carera.
Dengan Cepat Carera Langsung Menggendongnya Kembali. "Awas Nanti Kau Jatuh."
Dante Mengangkat Alis Kemudian Tersenyum Simpul. "Mama?"
Carera Mengedikkan Bahunya. "Aku Juga Tidak Tahu Kenapa Gracia Mengira Aku Adalah Mamanya."
"Itu Karena Dia Menyukaimu." Jawab Dante Yang Masih Tersenyum.
Kemudian Mata Dante Terfokus Pada Kancing Baju Carera Yang Salah Satunya Terbuka. Carera Yang Menyadari Hal Itu Menutupi Dadanya Dengan Tangannya.
Seketika Keadaan Kembali Canggung. Namun Tiba Tiba Gracia Menyingkirkan Tangan Carera Dan Menggigit Kancing Bajunya.
Karena Ada Dante, Carera Berusaha Menahan Agar Kancingnya Tidak Di Lepas Oleh Gracia.
Dante Yang Melihat Carera Merasa Tidak Nyaman, Langsung Menggendong Gracia.
"Maaf, Anak Perempuan Ku Memang Sedikit Nakal." Ujarnya Dengan Tertawa Kecil.
"Tidak Masalah." Balas Carera Dengan Senyum Terpaksa.
"Hwaaa...." Tangis Gracia Yang Memberontak Dalam Gendongan Dante. "Hwaaaa....Mm..maa....." Lanjutnya Yang Menatap Carera.
Carera Yang Mengerti Maksud Dari Gracia Langsung Kembali Menggendongnya. "Cup Cup, Kau Lapar Ya?" Ujarnya Seraya Menepuk Pelan Badan gracia.
Sebelum Ingin Memberi Asi Nya, Carera Menatap Dante Mengisyaratkan Untuk Keluar.
Dante Yang Mengerti Maksud Carera Dengan Cepat Keluar Dari Kamarnya.
**
Tidak Lama Pun, Gracia Berhenti Menyusu Karena Sudah Tertidur Pulas.
Dengan Pelan Pelan Carera Memindahkan Gracia Di Atas Kasur Yang Sedang Didudukinya Itu.
Kemudian Dengan Perlahan Ia Melangkahkan Kakinya Menuju Keluar.
Setelah Membuka Pintu Keluar, Carera Melihat Dante Langsung Terkesiap Melihat Dirinya.
"Maaf, Telah Merepotkan Mu." Ujar Dante Yang Terdengar Ada Kegagapan.
Carera Menatap Lurus Kedepan. "Tidak Masalah." Balasnya Datar.
Melihat Dante Yang Tidak Berkata Apa Apa Lagi, Carera Kembali Melanjutkan Langkahnya.
"Terima Kasih." Dante Yang Baru Membuka Suaranya.
Tanpa Memberhentikan Langkahnya Carera Menjawab "Ya."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Esoknya Dante Di Beritahukan Oleh Para Baby Sitter Nya Gracia Bahwa Bayi Kecil Itu Seharian Ini Terus Menangis.
Melihat Anaknya Begitu, Dante Mencoba Membawa Gracia Menemui Carera.
Benar Saja, Saat Anak Kecil Tersebut Bertemu Dengan Carera, Raut Wajahnya Langsung Berubah Gembira.
Namun Disaat Mereka Tengah Asyik Bermain, Tiba Tiba....
PUKK.....PUKK.....
Beberapa Mainan Keras Mengenai Tubuh Carera.
"Pergi Kau Dari Rumahku!!" Suara Anak Kecil Yang Terdengar Marah.
Dante Mengangkat Alis Dan Melotot. "Darent! Apa Apaan Tadi??!" Tanyanya Tajam.
Darent Mengalihkan Pandangannya. "Aku Ingin Wanita Itu Pergi Dari Sini!!" Jawabnya Dingin.
Semenjak Kematian Ibunya, Darent Berubah Drastis Menjadi Sosok Pendiam. Dia Yang Dulunya Sangat Menginginkan Masuk Sekolah Kini Berbalik Tidak Ingin Bersekolah.
Dante Berjalan Menghampiri Anak Laki Lakinya Itu "Sejak Kapan Sikapmu Jadi Kurang Ajar Seperti Ini?!!" Tanyanya Tajam. "Sekarang Kembali Masuk Ke Kamarmu!" Perintahnya Kemudian.
Darent Masih Diam Berdiri Sambil Menunjukan Raut Wajahnya Yang Marah.
"Darent, Kau Tidak Dengar Perkataan Ayah?!!" Dante Membuka Suaranya Lagi Yang Terdengar Ada Ketegasan.
Darent Tidak Menjawab Pertanyaan Ayahnya Barusan, Ia Justru Mengatakan "AKU BENCI AYAH!!! AKU BENCI WANITA ITU!!!" Pekiknya Seraya Menunjuk Carera.
Carera Hanya Terdiam. Saat Ini Dia Bingung Harus Mengatakan Apa.
"Darent, Apa Maksudmu?" Tanya Ayahnya Yang Masih Berusaha Sabar.
Darent Menajamkan Tatapannya "AKU MEMBENCI AYAH, KARENA SAAT IBU MENINGGAL AYAH TIDAK SEDIH!!!" Pekiknya Dengan Emosi. "AKU MEMBENCI DIA, KARENA TEMAN PRIANYA WAKTU ITU TELAH MEMBUNUH IBU!!!!" Sambungnya Seraya Menunjuk Tajam Carera.
PLAK!!!
Tamparan Keras Melayang Di Pipi Kecilnya. Carera Melihat Hal Itu Kontan Memekik Dan Menutup Mata Gracia Dengan Tangannya.
Dante Kembali Melotot "Anak Kurang Ajar!!! Jika Nanti Aku Masih Mendengarnya, Maka Aku Tidak Akan Segan Segan Menyiksamu!!!" Ujarnya Yang Ada Peringatan Di Akhir Katanya.
Dengan Mata Merah Yang Sudah Ingin Menangis, Darent Meringis Sambil Memegangi Pipinya. "Heh, Ayah Brengsek!" Gumamnya Yang Masih Bisa Terdengar.
PLAKKK!!!
Dante Melayangkan Kembali Tamparannya Yang Kontan Membuat Anaknya Itu Terduduk Di Lantai.
Darent Sudah Tidak Bisa Lagi Menahan Air Matanya Untuk Keluar. Dia Merapatkan Bibirnya Agar Tidak Mengeluarkan Suara Tangisan.
Dante Terus Melototi Anaknya Yang Terduduk Di Lantai Itu. Dia Sungguh Syok, Tidak Percaya Anaknya Yang Baru Berusia 6 Tahun Mampu Melontarkan Kata 'Brengsek' Untuknya.
Carera Meringis Tidak Tega Melihatnya "Sudah, Jangan Dipukuli Terus! Dia Hanyalah Masih Anak Anak!" Katanya Yang Mulai Bersuara Untuk Membela Darent. "Sekarang Aku Akan Pergi Dari Sini." Lanjutnya Dengan Tersenyum.
Dante Berbalik Menghadap Carera. "Tidak! Masih Sisa Satu Minggu Lagi, Sebelum Waktunya Tiba Kau Tidak Boleh Pergi Dari Sini!"
Carera Merengut Dan Mengalihkan Tatapannya "Aku Tidak Ingin Mengulangi Perkataan Ku Sampai Dua Kali!!" Bantahnya Tajam.
"Huh~" Dante Menghela Nafas Berat. "Baiklah." Jawabnya Pasrah.
"Pelayan! Bawa Gracia Pada Baby Sistternya!!" Perintahnya Kemudian.
"Baik, Tuan!" Jawab Cepat Pelayan Tersebut Yang Langsung Mengambil Gracia Dalam Gendongan Carera, Dan Lalu Pergi.
Dante Hanya Mengabaikan Darent Yang Menangis Terduduk Di Lantai. Kemudian Dia Menggandeng Tangan Carera "Ikuti Aku." Ajaknya Ke Ruang Kerjanya.
**
Dante Berniat Mengembalikan Semua Kekayaannya Pada Carera, Namun Carera Menolaknya.
Karena Ia Tidak Menginginkan Kehidupan Yang Terlalu Menonjol Seperti Ayahnya Dulu.
__ADS_1
Setelah Saling Sepakat, Dante Mengajak Carera Ke Villa Penguurang Carella.