
"Waktu Itu Ayah Hanya Sedikit Kelelahan. Apa Hal Itu Yang Membuatmu Sampai Gelisah Seperti Ini?."
"Tidak Perlu Merahasiakannya Lagi!. Aku Sudah Tahu Bahwa Ayah Menderita Penyakit Anemia Sejak Dulu." Ucap Carera Yang Membuat Albert Membulatkan Matanya.
"Mengapa Kau Masih Saja Bekerja Keras?, Padahal Kau Telah Tahu Kondisimu Sendiri Tidak Boleh Sampai Merasa Kelelahan!." Ucap Carera Yang Tidak Di Jawab Oleh Albert.
"Kenapa Sehari Saja Kau Tidak Pernah Beristirahat Dari Bekerja?, Apa Sebegitu Pentingnya Status Ceo Nomor Satu Untukmu?."
"Untuk Apa Selama Ini Kau Bekerja Keras?, Untuk Membahagiakan Kami?, Tapi Bagaimana Kami Bisa Bahagia Jika Melihat Ayah Sendiri Seperti Itu?!."
"Maaf, Kali Ini Ayah Tidak Bisa Menuruti Keinginanmu. saat Ini Aku Masih Belum Bisa Berhenti Bekerja." Jawab Albert Dan Langsung Pergi Meninggalkan Carera.
"Kenapa Kau Tidak Menjawab Pertanyaan Ku Dan Malah Pergi Begitu Saja?!. Bukankah Dulu Kau Sangat Ingin Agar Kakak Bisa Meneruskan Perusahaan Mu?, Tapi Sekarang Kenapa Kau Malah Menundanya?!." Teriak Carera Sendirian Yang Sambil Menangis.
Satu Minggu Kemudian Albert Dirawat Di Rumah Sakit Karena Kondisinya Yang Semakin Melemah.
"Dokter Bilang Kondisi Ayah Semakin Lama Menjadi Lemah. Orang Yang Mengidap Anemia Tidak Boleh Merasa Terlalu Kelelahan, Kalau Tidak Akan Berdampak Ke Jantung." Jelas Carera Yang Sedang Duduk Di Samping Albert.
"Akhir Akhir Ini Aku Sudah Jarang Bekerja, Namun Kenapa Aku Masih Saja Seperti Ini?. Mungkin Karena Umurku Sudah Bertambah Tua Jadi Kondisi Tubuhku Semakin Bertambah Lemah." Ucap Albert Yang Sedang Berbaring.
"Umur Ayah Saat Ini 44 Tahun. Karena Ia Mengidap Anemia Sejak Remaja, Jadi Di Umurnya Yang Sekarang Sudah Tidak Fit Lagi. Sedikit Saja Sampai Kelelahan Maka Dia Akan Seperti Ini." Ucap Carera Dalam Hatinya.
"Kuharap Ayah Mempertimbangkan Ucapan Ku Waktu Itu." Ucapnya Lagi.
"Mungkin Ini Memang sudah Waktunya Untuk Aku Beristirahat Dari Bekerja."
"Baiklah, Mulai Sekarang Carella Yang Akan Menggantikan Posisiku." Jawab Albert Dengan Tersenyum Tipis.
"Aku Senang Mendengarnya." Ucap Carera Dengan Tersenyum.
"Dokter Bilang Sebentar Lagi Ayah Sudah Boleh Pulang. Aku Tidak Suka Jika Ayah Berlama Lama Tinggal Disini." Ucapnya Lagi Dengan Tersenyum.
SESAMPAINYA DI RUMAH~
"Kenapa Tidak Ada Yang Memberitahuku Bahwa Ayah Mengidap Penyakit Anemia Sejak Lama?. Tanya Carella Pada Carera Dan Lois Dengan Tatapan Tajam.
"Kami Merahasiakannya Karena Tidak Ingin Membuat Kakak Merasa Khawatir, Agar Kakak Bisa Tetap Fokus Untuk Belajarnya."
"Kakak Tenang Saja, Untuk Sekarang Ini Kondisi Ayah Telah Membaik. Asalkan Ayah Tidak Kelelahan Maka Di Akan Baik Baik Saja." Jelas Carera.
"Aku Akan Menemuinya Sekarang." Ucap Carella Yang Langsung Pergi.
~
"Bagaimana Kondisi Ayah Sekarang?." Tanya Carella Yang Duduk Di Samping Albert.
"Jangan Khawatir, Sekarang Ayah Sudah Baik Baik Saja. Maaf Karena Selama Ini Ayah Telah Merahasiakannya Dari Kalian." Jawab Albert Yang Sedang Berbaring.
"Aku Mengerti Alasan Kenapa Ayah Merahasiakannya, Namun Sekarang Kondisi Ayah Sudah Begini Maka Ayah Harus Banyak Beristirahat."
"Ayang Tenang Saja, Perusahaan Akan Ku Jaga Sebaik Mungkin. Kau Tahu Kan Jika Lois Bersamaku Maka Semuanya Akan Baik Baik Saja." Ucap Carella Dengan Tersenyum.
"Aku Percaya. Tapi Kau Dan Lois Juga Jangan Terlalu Memaksakan Diri, Aku Tidak Ingin Jika Nanti Kalian Akan Jadi Sama Sepertiku Saat Ini."
"Tentu!." Jawab Carella Dengan Tersenyum.
"Sekarang Kau Pasti Lelah, Ini Sudah Larut Pergilah Ke Kamarmu Untuk Tidur."
"Bagaimana Aku Bisa Tidur?, Setelah Mengetahui Ini Semua." Ucap Carella Dalam Hatinya.
"Baiklah, Aku Akan Tidur Sekarang." Ucap Carella Dengan Tersenyum Dan Lalu Pergi.
~
"Besok, Kabar Tentang Carella Yang Telah Memimpin Perusahaan Pasti Akan Menyebar Luas. Akan Ada Banyak Pesaing Yang Akan Memanfaatkan Situasi Ini Untuk Menghancurkan Perusahaan. Kau Harus Membimbing Dan Menjaga Carella Dengan Baik." Ucap Alber Yang Sedang Berbaring Kepada Lois.
"Baik, Saya Mengerti!." Jawab Lois Cepat.
"Kau Sudah Ku Anggap Seperti Anakku Sendiri, Mulai Sekarang Kau Tidak Usah Lagi Pulang Ke Apartemen. Sekarang Kau Tinggal Lah Di Rumah Ini."
"Terima Kasih." Jawab Lois Cepat.
"Ya. Ini Sudah Larut, Kau Pergilah Ke Kamarmu Untuk Tidur. Minta Ke Para Pelayan Jika Kau Membutuhkan Sesuatu."
"Baik!." Jawab Lois Cepat Dan Lalu Pergi.
~
__ADS_1
"Nona!." Ucap Lois Yang Kaget Setelah Memasuki Kamarnya.
"A..Aku Hanya Menyiapkan Beberapa Perabotan Yang Kurang Dalam Kamar Ini." Jelas Carera Dengan Gugup.
"Apa Tadi Dia Mendengarkan Pembicaraan Aku Dan Tuan?." Ucap Lois Dalam Hatinya.
"Kenapa Nona Yang Melakukannya?, Jika Saya Ada Perlu Sesuatu Saya Akan Memintanya Kepara Pelayan."
"Tidak Apa Apa. Ini Kulakukan Karena Saat Ini Aku Sedang Tidak Bisa Tidur." Jawab Carera Dengan Tertawa Kecil.
"Kenapa Tidak Bisa Tidur?, Apa Ada Masalah?."
"Tidak Ada Kok. Hanya Saja Aku Merasa Sedikit Gelisah." Jawab Carera.
"Ah, Maaf Ya. Tanpa Sadar Aku Telah Mengganggumu Untuk Tidur. Sekarang Aku Akan Pergi." Ucapnya Lagi Yang Dengan Cepat Langsung Pergi.
Keesokan Harinya, Berita Tentang Carella Yang Telah Menjadi Pemimpin Perusahaan H Group Telah Menyebar Luas.
Selama Ini Banyak Pebisnis Yang Iri Dengan Kesuksesan Albert Saat Ia Masih Menjadi Pemimpin. Karena Usaha Dan Kerja Kerasnya Yang Melebihi Orang Lain Sehingga Perusahaan Yang Di Milikinya Pun Menduduki Posisi Pertama Dalam Daftar Perusahaan Terbesar. Dan Namanya Pun Di Dikenal Di Seluruh Dunia Sebagai Presdir Ternama.
Karena Carella Baru Memasuki Dunia Perbisnisan, Banyak Orang Yang Menganggap Bahwa Ia Mudah Untuk Disingkirkan. Tidak Hanya Itu, Ada Juga Orang Yang Berniat Jahat Untuk Mencelakainya.
"Apa Kalian Sudah Tahu Bahwa Sekarang Albert Jalmes Telah Pensiun?. Katanya Dia Memiliki Penyakit Yang Mengharuskannya Untuk Berhenti Bekerja." Ucap Salah Satu Ceo.
"Aku Sudah Mendengarnya. Dia Mengidap Penyakit Anemia." Sahut Ceo Lain.
"Anemia?...Sejujurnya Itu Bukanlah Penyakit Yang Mematikan Namun Penyakit Itu Bisa Menjadi Mematikan Jika Orang Yang Mengidapnya Terlalu Kelelahan Karena Efeknya Akan Berdampak Ke Jantung!." Jelas Ceo Lain.
"Wah Benarkah?..Itu Penyakit Yang Menyusahkan Sekali Ya, Hahaha!." Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa.
"Nampaknya Kau Senang Sekali Melihatnya Sakit Begitu Sampai Tertawa. Bukankah Kau Ini Adalah Temannya?." Sahut Ceo Lain Dengan Tersenyum.
"Siapa Yang Mau Berteman Dengannya?!. Dulu Waktu Para Ceo Sedang Berkumpul Seperti Ini Dia Selalu Tidak Pernah Mau Ikut Bergabung. Sangat Sombong Sekali Bukan!."
"Dari Tadi Yang Kalian Bahas Hanya Albert Saja. Saat Ini Aku Sangat Senang Karena Putrinya Yaitu Carella Telah Menggantikan Posisinya. Dengan Begitu Untuk Aku Menyingkirkan Perusahaannya Bukanlah Sekedar Mimpi Lagi, HAHA." Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa.
"Kau Benar!. Untuk Menyingkirkan Wanita Yang Barus Memasuki Dunia Perbisnisan Adalah Hal Yang Mudah Untuk Kita. Ayo Kita Berlomba Siapa Di Antara Kita Yang Duluan Akan Merebut Posisinya!." Sahut Ceo Lain.
"Jangan Menganggap Remeh Wanita. Contohnya Saja Riana Groriary, Perusahaan Yang Dimilikinya Tidak Kalah Besarnya Dengan Perusahaan Albert. Meskipun Begitu Ayo Kita Berlomba Untuk Menyingkirkan Kedua Wanita Itu, HAHA!. Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa Keras.
"Waktu Itu Ayah Hanya Sedikit Kelelahan. Apa Hal Itu Yang Membuatmu Sampai Gelisah Seperti Ini?."
"Tidak Perlu Merahasiakannya Lagi!. Aku Sudah Tahu Bahwa Ayah Menderita Penyakit Anemia Sejak Dulu." Ucap Carera Yang Membuat Albert Membulatkan Matanya.
"Mengapa Kau Masih Saja Bekerja Keras?, Padahal Kau Telah Tahu Kondisimu Sendiri Tidak Boleh Sampai Merasa Kelelahan!." Ucap Carera Yang Tidak Di Jawab Oleh Albert.
"Kenapa Sehari Saja Kau Tidak Pernah Beristirahat Dari Bekerja?, Apa Sebegitu Pentingnya Status Ceo Nomor Satu Untukmu?."
"Untuk Apa Selama Ini Kau Bekerja Keras?, Untuk Membahagiakan Kami?, Tapi Bagaimana Kami Bisa Bahagia Jika Melihat Ayah Sendiri Seperti Itu?!."
"Maaf, Kali Ini Ayah Tidak Bisa Menuruti Keinginanmu. saat Ini Aku Masih Belum Bisa Berhenti Bekerja." Jawab Albert Dan Langsung Pergi Meninggalkan Carera.
"Kenapa Kau Tidak Menjawab Pertanyaan Ku Dan Malah Pergi Begitu Saja?!. Bukankah Dulu Kau Sangat Ingin Agar Kakak Bisa Meneruskan Perusahaan Mu?, Tapi Sekarang Kenapa Kau Malah Menundanya?!." Teriak Carera Sendirian Yang Sambil Menangis.
Satu Minggu Kemudian Albert Dirawat Di Rumah Sakit Karena Kondisinya Yang Semakin Melemah.
"Dokter Bilang Kondisi Ayah Semakin Lama Menjadi Lemah. Orang Yang Mengidap Anemia Tidak Boleh Merasa Terlalu Kelelahan, Kalau Tidak Akan Berdampak Ke Jantung." Jelas Carera Yang Sedang Duduk Di Samping Albert.
"Akhir Akhir Ini Aku Sudah Jarang Bekerja, Namun Kenapa Aku Masih Saja Seperti Ini?. Mungkin Karena Umurku Sudah Bertambah Tua Jadi Kondisi Tubuhku Semakin Bertambah Lemah." Ucap Albert Yang Sedang Berbaring.
"Umur Ayah Saat Ini 44 Tahun. Karena Ia Mengidap Anemia Sejak Remaja, Jadi Di Umurnya Yang Sekarang Sudah Tidak Fit Lagi. Sedikit Saja Sampai Kelelahan Maka Dia Akan Seperti Ini." Ucap Carera Dalam Hatinya.
"Kuharap Ayah Mempertimbangkan Ucapan Ku Waktu Itu." Ucapnya Lagi.
"Mungkin Ini Memang sudah Waktunya Untuk Aku Beristirahat Dari Bekerja."
"Baiklah, Mulai Sekarang Carella Yang Akan Menggantikan Posisiku." Jawab Albert Dengan Tersenyum Tipis.
"Aku Senang Mendengarnya." Ucap Carera Dengan Tersenyum.
"Dokter Bilang Sebentar Lagi Ayah Sudah Boleh Pulang. Aku Tidak Suka Jika Ayah Berlama Lama Tinggal Disini." Ucapnya Lagi Dengan Tersenyum.
SESAMPAINYA DI RUMAH~
"Kenapa Tidak Ada Yang Memberitahuku Bahwa Ayah Mengidap Penyakit Anemia Sejak Lama?. Tanya Carella Pada Carera Dan Lois Dengan Tatapan Tajam.
"Kami Merahasiakannya Karena Tidak Ingin Membuat Kakak Merasa Khawatir, Agar Kakak Bisa Tetap Fokus Untuk Belajarnya."
__ADS_1
"Kakak Tenang Saja, Untuk Sekarang Ini Kondisi Ayah Telah Membaik. Asalkan Ayah Tidak Kelelahan Maka Di Akan Baik Baik Saja." Jelas Carera.
"Aku Akan Menemuinya Sekarang." Ucap Carella Yang Langsung Pergi.
~
"Bagaimana Kondisi Ayah Sekarang?." Tanya Carella Yang Duduk Di Samping Albert.
"Jangan Khawatir, Sekarang Ayah Sudah Baik Baik Saja. Maaf Karena Selama Ini Ayah Telah Merahasiakannya Dari Kalian." Jawab Albert Yang Sedang Berbaring.
"Aku Mengerti Alasan Kenapa Ayah Merahasiakannya, Namun Sekarang Kondisi Ayah Sudah Begini Maka Ayah Harus Banyak Beristirahat."
"Ayang Tenang Saja, Perusahaan Akan Ku Jaga Sebaik Mungkin. Kau Tahu Kan Jika Lois Bersamaku Maka Semuanya Akan Baik Baik Saja." Ucap Carella Dengan Tersenyum.
"Aku Percaya. Tapi Kau Dan Lois Juga Jangan Terlalu Memaksakan Diri, Aku Tidak Ingin Jika Nanti Kalian Akan Jadi Sama Sepertiku Saat Ini."
"Tentu!." Jawab Carella Dengan Tersenyum.
"Sekarang Kau Pasti Lelah, Ini Sudah Larut Pergilah Ke Kamarmu Untuk Tidur."
"Bagaimana Aku Bisa Tidur?, Setelah Mengetahui Ini Semua." Ucap Carella Dalam Hatinya.
"Baiklah, Aku Akan Tidur Sekarang." Ucap Carella Dengan Tersenyum Dan Lalu Pergi.
~
"Besok, Kabar Tentang Carella Yang Telah Memimpin Perusahaan Pasti Akan Menyebar Luas. Akan Ada Banyak Pesaing Yang Akan Memanfaatkan Situasi Ini Untuk Menghancurkan Perusahaan. Kau Harus Membimbing Dan Menjaga Carella Dengan Baik." Ucap Alber Yang Sedang Berbaring Kepada Lois.
"Baik, Saya Mengerti!." Jawab Lois Cepat.
"Kau Sudah Ku Anggap Seperti Anakku Sendiri, Mulai Sekarang Kau Tidak Usah Lagi Pulang Ke Apartemen. Sekarang Kau Tinggal Lah Di Rumah Ini."
"Terima Kasih." Jawab Lois Cepat.
"Ya. Ini Sudah Larut, Kau Pergilah Ke Kamarmu Untuk Tidur. Minta Ke Para Pelayan Jika Kau Membutuhkan Sesuatu."
"Baik!." Jawab Lois Cepat Dan Lalu Pergi.
~
"Nona!." Ucap Lois Yang Kaget Setelah Memasuki Kamarnya.
"A..Aku Hanya Menyiapkan Beberapa Perabotan Yang Kurang Dalam Kamar Ini." Jelas Carera Dengan Gugup.
"Apa Tadi Dia Mendengarkan Pembicaraan Aku Dan Tuan?." Ucap Lois Dalam Hatinya.
"Kenapa Nona Yang Melakukannya?, Jika Saya Ada Perlu Sesuatu Saya Akan Memintanya Kepara Pelayan."
"Tidak Apa Apa. Ini Kulakukan Karena Saat Ini Aku Sedang Tidak Bisa Tidur." Jawab Carera Dengan Tertawa Kecil.
"Kenapa Tidak Bisa Tidur?, Apa Ada Masalah?."
"Tidak Ada Kok. Hanya Saja Aku Merasa Sedikit Gelisah." Jawab Carera.
"Ah, Maaf Ya. Tanpa Sadar Aku Telah Mengganggumu Untuk Tidur. Sekarang Aku Akan Pergi." Ucapnya Lagi Yang Dengan Cepat Langsung Pergi.
Keesokan Harinya, Berita Tentang Carella Yang Telah Menjadi Pemimpin Perusahaan H Group Telah Menyebar Luas.
Selama Ini Banyak Pebisnis Yang Iri Dengan Kesuksesan Albert Saat Ia Masih Menjadi Pemimpin. Karena Usaha Dan Kerja Kerasnya Yang Melebihi Orang Lain Sehingga Perusahaan Yang Di Milikinya Pun Menduduki Posisi Pertama Dalam Daftar Perusahaan Terbesar. Dan Namanya Pun Di Dikenal Di Seluruh Dunia Sebagai Presdir Ternama.
Karena Carella Baru Memasuki Dunia Perbisnisan, Banyak Orang Yang Menganggap Bahwa Ia Mudah Untuk Disingkirkan. Tidak Hanya Itu, Ada Juga Orang Yang Berniat Jahat Untuk Mencelakainya.
"Apa Kalian Sudah Tahu Bahwa Sekarang Albert Jalmes Telah Pensiun?. Katanya Dia Memiliki Penyakit Yang Mengharuskannya Untuk Berhenti Bekerja." Ucap Salah Satu Ceo.
"Aku Sudah Mendengarnya. Dia Mengidap Penyakit Anemia." Sahut Ceo Lain.
"Anemia?...Sejujurnya Itu Bukanlah Penyakit Yang Mematikan Namun Penyakit Itu Bisa Menjadi Mematikan Jika Orang Yang Mengidapnya Terlalu Kelelahan Karena Efeknya Akan Berdampak Ke Jantung!." Jelas Ceo Lain.
"Wah Benarkah?..Itu Penyakit Yang Menyusahkan Sekali Ya, Hahaha!." Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa.
"Nampaknya Kau Senang Sekali Melihatnya Sakit Begitu Sampai Tertawa. Bukankah Kau Ini Adalah Temannya?." Sahut Ceo Lain Dengan Tersenyum.
"Siapa Yang Mau Berteman Dengannya?!. Dulu Waktu Para Ceo Sedang Berkumpul Seperti Ini Dia Selalu Tidak Pernah Mau Ikut Bergabung. Sangat Sombong Sekali Bukan!."
"Dari Tadi Yang Kalian Bahas Hanya Albert Saja. Saat Ini Aku Sangat Senang Karena Putrinya Yaitu Carella Telah Menggantikan Posisinya. Dengan Begitu Untuk Aku Menyingkirkan Perusahaannya Bukanlah Sekedar Mimpi Lagi, HAHA." Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa.
"Kau Benar!. Untuk Menyingkirkan Wanita Yang Barus Memasuki Dunia Perbisnisan Adalah Hal Yang Mudah Untuk Kita. Ayo Kita Berlomba Siapa Di Antara Kita Yang Duluan Akan Merebut Posisinya!." Sahut Ceo Lain.
__ADS_1
"Jangan Menganggap Remeh Wanita. Contohnya Saja Riana Groriary, Perusahaan Yang Dimilikinya Tidak Kalah Besarnya Dengan Perusahaan Albert. Meskipun Begitu Ayo Kita Berlomba Untuk Menyingkirkan Kedua Wanita Itu, HAHA!. Sahut Ceo Lain Dengan Tertawa Keras.