Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (22)


__ADS_3

Keesokannya, Carella Telah Pulang Dari Rumah Sakit, Dan Kembali Memimpin Kedua Perusahaannya.


Mengingat Ada Marco Bersamanya, Awalnya Albert Tidak Mengizinkan Carella Yang Memimpin Perusahaan Namun Carella Menentangnya. Albert Pun Tidak Bisa Berkutik Di Karenakan Carella Lah Yang Memegang Surat Kepemilikan Perusahaan Atas Namanya.


Di Kantor~


"Sayang, Untung Saja Kau Berhasil Memimpin Kembali Perusahaan Ini. Kalau Ayahmu Yang Memimpinnya Bisa Bisa Perusahaan Ini Akan Jatuh Ke Tangan Ibu Tiri Mu Itu." Ucap Marco Yang Menghasut Carella.


"Ya, Tentunya Aku Tidak Ingin Jika Sampai Kedua Perusahaan Ini Jatuh Ke Tangan Wanita Munafik Itu."


"Terima Kasih Kau Selalu Mengingat Cerita Tentang Keluargaku Saat Aku Menceritakannya Waktu Di Amerika."


"Sedikitpun Aku Belum Lupa Dengan Semua Kenangan Kita Waktu Bersama Di Amerika." Jawab Marco Tersenyum Palsu.


"Tapi Rasanya Malu Jika Mengingat Aku Yang Miskin Dan Tidak Mempunyai Apa Apa Ini Bisa Bersanding Denganmu." Ucapnya Lagi Yang Mengubah Ekspresinya Menjadi Murung.


"Aku Tidak Peduli Meskipun Kau Adalah Orang Yang Miskin Apalah Inilah, Karena Aku Mencintaimu Dengan Tulus." Jawab Carera Sambil Memegang Tangannya Marco.


"Tapi Aku Tidak Sebanding Denganmu, Mungkin Karena Alasan Inilah Ayahmu Tidak Menyukaiku." Ucap Marco Yang Masih Berekspresi Murung.


"Kau Tidak Usah Pedulikan Mereka....Begini Saja Bagaimana Kau Menjadi Direktur Di Perusahaan Ku?"


"Kau Serius Sayang?" Tanya Marco Yang Mengubah Ekspresi Menjadi Senang.


"Tentu! Anggap Saja Kalau Kau Juga Adalah Pemimpin Dari Kedua Perusahaan Ini." Jawab Carella Tersenyum.


"Terima Kasih, Aku Sangat Mencintaimu!" Ucap Marco Yang Langsung Memeluk Carella.


"Kau Sudah Masuk Dalam Perangkap! Dengan Begini Aku Bisa Sangat Mudah Untuk Mengambil Kedua Perusahaan Kalian!" Ucap Marco Dalam Hatinya Yang Sambil Tersenyum Licik.


"Ayo Kita Pulang. Aku Sudah Membeli Kediaman Baru Untuk Kita Berdua Tinggali." Ucap Carella Yang Melepaskan Pelukannya.


KEESOKANNYA~


"Carella, Pria Ini Adalah Pembohong! Dia Bukanlah Berasal Dari Amerika Serikat Melainkan Dia Berasal Dari Negeri Ini! Dan dia Juga Adalah Seorang Direktur Dari Perusahaan G Group!" Ucap Albert.


"Huh~ Kalau Ingin Menuduh Setidaknya Harus Berikan Bukti Buktinya!" Ucap Carella Sambil Menghela Nafas.


"Aku Benar Benar Sudah Muak Dengan Tuduhan Kosong Kalian!"


"Lois, Segera Bawa Ceo Dari Perusahaan G Group Kemari!!"


"Baik!"


Beberapa Saat Kemudian. . .


"Maaf, Sepertinya Kalian Salah. Nama Direktur Dari Perusahaan Ku Memang Benar Adalah Marco Tapi Bukan Pria Ini Orangnya!" Jelas William Yaitu Ceo G Group.


"Tidak Mungkin!! Kau Pasti Telah Bersekongkol Dengan Orang Ini Kan!!" Sahut Albert Yang Menunjuk Marco.


"Jika Kalian Masih Tidak Percaya Kalian Boleh Mengeceknya Sendiri!"


"Tidak Perlu Pak Will, Tolong Maafkan Ayah Saya!" Ucap Carella Sambil Membungkukkan Sedikit Badannya.


"Aku Tidak Menduganya Ternyata Seorang Albert Jalmes Orangnya Suka Menuduh!" Ucap William Dan Lalu Pergi.


"Ayah, Sudah Cukup Kalian Menuduh Marco Yang Tidak Tidak! Jika Aku Masih Mendengarnya Maka Aku Akan Langsung Pergi Dari Negeri Ini!!" Ancam Carella Dan Langsung Pergi.


"Carella, Tunggu Dulu!" Ucap Albert Yang Hanya Di Abaikan.


Marco Hanya Tersenyum Licik Pada Albert Dan Lalu Menyusul Carella.

__ADS_1


.


.


.


TENGAH LARUT - DI SUATU TEMPAT


"Apa Yang Ingin Kau Bicarakan?" Tanya Lois Menatap Tajam Marco.


"Aku Hanya Ingin Memberitahumu Bahwa Saat Ini Carella Sedang Hamil Anakmu!"


Lois Tersentak Kaget Dan Membulatkan Matanya Setelah Mendengar Ucapan Marco Tersebut.


"Kenapa Hanya Diam? Apa Kau Takut Jika Albert Sampai Mengetahuinya?"


"Omong Kosong! Aku Tidak Percaya Dengan Ucapan Mu!" Jawab Lois Dengan Tatapan Tajam.


"Terserah Mau Percaya Atau Tidak. Aku Hanya Menyampaikan Permintaan Carera Saja!" Ucap Marco Yang Hendak Pergi.


"Aku Sudah Tidak Tahan Lagi, Katakan Dimana Kau Menyembunyikan Carera?!" Tanya Lois Yang Sudah Siap Mengepalkan Tangannya.


"Kau Tidak Perlu Tahu, Carera Berada Di Tempat Yang Aman." Jawab Marco Dan Pergi.


Lois Mengikuti Mobil Marco Dari Belakang, Ia Berharap Agar Marco Pergi Ke Tempat Dimana Ia Menyembunyikan Carera.


"heh, Bodoh! Aku Sudah Tahu Kau Akan Mengikuti Ku!" Ucap Marco Yang Mengemudi Sambil Melihat Mobil Lois Dari Kaca Spion.


.


.


.


"Aku Akan Pulang, Untuk Berjaga Jaga Aku Akan Mengirim Penjaga Untuk Mengawasinya!" Ucapnya Lagi Dan Lalu Pergi.


"Percuma Saja Mengirim Penjaga, Toh Rumah Dante Letaknya Di Hutan Belakang Rumah Ini. Aku Hanya Perlu Berjalan Kaki Untuk Sampai Ke Tempatnya." Ucap Marco Dan Lalu Pergi Diam Diam.


.


.


.


SESAMPAINYA DI RUMAH DANTE~


"Bersiap Siaplah, Lusa Kita Sudah Akan Membunuh Albert!" Ucap Marco Pada Dante.


"Kenapa Cepat Sekali?"


"Aku Sudah Tidak Tahan Lagi! Setiap Kali Melihat Wajahnya Aku Selalu Teringat Dengan Kejadian 18 Tahun Yang Lalu!"


"Ya, Aku Hanya Akan Membantumu Untuk Membunuh Albert. Tapi Jika Kau Ingin Membunuh Yang Lainnya Maka Aku Tidak Akan Membantumu!"


"Tenang Saja! Tujuanku Hanyalah Ingin Membunuh Albert Dan Menghancurkan Keluarganya Saja!"


"Bagaimana Dengan Kedua Perusahaannya? Apa Kau Sudah Berhasil Mengambilnya?"


"Ya! Dengan Tanda Tangannya Carella, Surat Kepemilikan Perusahaan H GROUP Milik Albert Sudah Aku Atas Namakan Tuan William Dan Surat Kepemilikan R GROUP Milik Riana Sudah Aku Atas Namakan Namamu! Ini, Tinggal Kau Tanda Tangani Saja Dokumennya Maka Perusahaan R GROUP akan Resmi Menjadi Milikmu!" Jelas Marco Sambil Memberikan Sebuah Dokumen.


"Wah, Terima Kasih Banyak Sahabatku!!" Ucap Bahagia Dante Setelah Tanda Tangan.

__ADS_1


"Anggap Saja Itu Adalah Balasan Karena Kau Sudah Mau Membantu Rencana Ku."


"Tapi Seluruh Perusahaan H GROUP Kau Serahkan Pada Tuan William, Apa Sedikitpun Kau Tidak Ingin Mengambil Hartanya Mereka?"


"Sudah Kukatakan, Aku Hanya Ingin Membunuh Albert Dan Menghancurkan Keluarganya Saja!"


"Baiklah, Baiklah Terserah Kau Saja! Sekarang Apa Kau Ingin Pulang Ke Rumah Istri Sandiwara Mu Itu?" Tanya Dante Dengan Tertawa Kecil.


"Aku Tidak Peduli Lagi Dengan Carella! Lagian Toh Tujuanku Berpura Pura Menjadi Suaminya Hanya Agar Bisa Mengambil Alih Perusahaan Mereka!"


"Lalu, Apa Kau Ingin Pulang Ke Rumah Siera? Yaitu Istri Aslimu."


"Aku Juga Tidak Ingin Pulang Ke Sana!"


"Kenapa?"


"Kau Kan Tahu Bahwa Aku Dan Siera Tidak Saling Mencintai. Aku Menikahinya Hanya Karena Menuruti Permintaan Tuan William Saja!"


"Kau Ini Sangat Menuruti Semua Apa Yang Di Inginkan William!


"Tuan William Adalah Orang Yang Menolong Kita Setelah Kejadian 18 Tahun Yang Lalu, Tentu Aku Harus Membalas Budinya!"


"Ngomong Ngomong, Apa William Masih Belum Tahu Bahwa Cassandra Dan Chatrine Bukanlah Anak Kandungmu Melainkan Anaknya Siera Bersama Dokter Yang Sering Datang Ke Rumah Mu Itu?"


"William Dan Istrinya Masih Belum Tahu, Karena Siera Meminta Agar Aku Merahasiakan Hubungan Gelapnya Bersama Dokter Menyebalkan Itu!"


"Dan Saat Ini Siera Sedang Mengandung Anak Dokter Itu Lagi!"


"Parah Sih Siera Dan Dokter Itu!" Ucap Dante Yang Tertawa Kecil.


"Apa Kau Tidak Lelah Terus Hidup Seperti Itu? Umurmu Saat Ini Telah 28 Tahun, Apa Kau Tidak Terpikir Untuk Menikah Dengan Wanita Yang Benar Kau Cintai Dan Memiliki Anak?" Tanya Dante.


"Wanita Yang Kucintai Hanyalah Olivia Seorang!!" Jawab Marco Yang Menatap Tajam.


"Baiklah Baiklah, Hehe."


"Ini Sudah Larut, Malam Ini Kau Tidurlah Di Rumahku."


"Ya, Hanya Di Tempatmu Aku Bisa Merasa Tenang."


"Kasihan Sekali Temanku Ini, Dia Tidak Ada Tempat Untuk Pulang Dan Bersandar." Ucap Dante Dalam Hatinya.


"Tapi Kamar Yang Selalu Kau Pakai Sedang Di Jadikan Tempat Untuk Mengurung Carera, Dan Aku Tidak Mempunyai Kasur Lagi. Apa Kau Ingin Ikut Tidur Di Kamarku?"


"Kau Pikir Aku Sinting?, Kan Di Kamarmu Ada Istrimu! Aku Tidur Lantai Sini Saja."


"Ternyata Benar Ada Paman Marco!" Ucap Darent Yang Tiba Tiba Datang.


"Darent, Kenapa Kau Bangun?" Tanya Dante Yang Langsung Menghampiri Darent.


"Aku Terbangun Karena Mendengar Suara Ayah Dan Paman Mengobrol."


"Nampaknya Kau Harus Membeli Rumah Yang Besar, Agar Saat Kita Sedang Mengobrol Di Malam Hari Anakmu Tidak Terganggu." Sahut Marco Dengan Tertawa Kecil.


"Sebentar Lagi Kita Akan Pindah Ke Rumah Yang Lebih Besar Yaa Agar Tidurmu Menjadi Lebih Nyenyak." Ucap Dante Yang Mengelus Kepala Darent.


"Wah, Benarkah..? Apa Sebentar Lagi Juga Aku Sudah Bisa Masuk Sekolah?" Tanya Darent Yang Kesenangan.


"Tentu!" Jawab Dante Tersenyum.


"Baiklah, Mari Kita Kembali Tidur!"

__ADS_1


"Paman, Kami Tidur Dulu Yaa. Paman Juga Harus Tidur Yang Nyenyak."


"YA!" Jawab Marco Yang Tersenyum.


__ADS_2