
DI KEDIAMAN DANTE
"Jadi Kau Yang Bersekongkol Dengan Marco! Lois Menjambak Rambut Liza. Amarahnya Sudah Tidak Tertahan Lagi.
"Akh...Lepaskan!!" Liza Berteriak Kesakitan Saat Rambutnya Di Jambak Kuat Oleh Lois.
"Paman, Tolong Lepaskan Ibuku!" Darent Hanya Bisa Memohon Sambil Menangis Melihat Ibunya.
"Lois Tolong Hentikan!! Sekarang Kita Harus Pergi, Sebelum Suaminya Kembali." Carera Berusaha Membujuk Lois.
"Tidak Masalah Jika Suaminya Kembali, Aku Juga Ingin Menghajarnya!!" Setelah Carera Mengatakan Itu Lois Semakin Tidak Ingin Pergi. Karena Ia Sangat Ingin Memberi Pelajaran Pada Orang Yang Sudah Menyekap Carera Selama 3 Bulan.
"Dia Sedang Hamil Besar. Kau Tidak Boleh Memperlakukannya Seperti Itu!!" Ucap Carera.
"Meskipun Dia Wanita Dan Juga Sedang Hamil, Aku Tidak Peduli!" Lois Semakin Menguatkan Jambakannya.
"Saat Ini Bukanlah Waktu Untuk Memikirkan Hal Itu. Sekarang Kita Harus Cepat Kabur!!" Carera Semakin Gelisah, Takut Akan Kedatangan Dante Dan Marco.
"Sekarang Kau Sudah Bersamaku, Kau Tidak Perlu Takut Pada Mereka." Lois Mencoba Meyakinkan Carera Yang Ketakutan.
"Lois Ini, Sungguh Keras Kepala!!" Ucap Carera Dalam Hati. Carera Merasa Gelisah Karena Ia Merasakan Hal Buruk Akan Menimpanya Dan Lois.
"Lois, Aku Mohon, Kita Harus Cepat......
"LEPASKAN LIZA!!" Teriak Dante Yang Baru Datang.
"AYAH!!" Darent Sangat Senang Melihat Ayahnya Yang Kembali. Dengan Cepat Ia Berlarian Menghampiri Dante.
"Oh, Ternyata Kau Suaminya. Sang Pemilik Baru Perusahaan R GROUP!" Lois Tersenyum Saat Melihat Dante.
"Sudah Kuduga, Kau Bersekongkol Dengan Marco!!" Lois Melepaskan Jambakannya Dan Mendorong Kuat Liza Ke Arah Dante.
"SUAMIKU..!!" Teriak Liza Yang Meminta Dante Agar Menangkapnya.
Dengan Cepat Dante Langsung Menangkap Tubuh Istrinya Yang Sedang Hamil Besar Itu.
"Huh~ Syukurlah Anakku Selamat." Dante Menghela Nafas Lega.
Carera Yang Melihat Liza Tidak Jadi Terjatuh Pun Ikut Merasa Lega.
"Lois, Sekarang Kita Harus Kabur." Bisik Carera Yang Menggandeng Lengan Lois.
"Kita Tidak Bisa Pergi. Aku Harus Membawa Mereka Semua Kehadapan Tuan Albert." Jawab Lois.
"HAHAHA, Bagaimana Kau Membawa Kami Ke Hadapan Tuan Mu, Jika Orangnya Saja Sudah Mati!" Marco Tertawa Keras Mendengar Ucapan Lois.
Carera Dan Lois Yang Mendengar Ucapan Marco Tersebut Sontak Membulatkan Matanya.
"Ayah Telah Meninggal? Apa Kalian Yang Membunuhnya?!" Tanya Carera Yang Sudah Menangis.
"Yap, Tepat Sekali!" Jawab Marco Tersenyum.
Carera Langsung Menangis Histeris Mendengar Jawab Dari Marco Tersebut.
"Dan Satu Hal Lagi, Aku Juga Telah Membunuh Ibu Sambung Mu Yaitu Riana!" Jelas Marco Tersenyum Lebar.
"Kalian......
Carera Mendadak Pingsan Setelah Mendengar Penjelasan Marco Tersebut. Dengan Cepat Lois Menangkap Tubuhnya.
"Aku Tidak Tahu Alasan Apa Yang Membuat Kalian Sampai Membunuh Tuanku..." Lois Memindahkan Pelan Tubuh Carera Ke Lantai.
"Yang Jelas Saat Ini Aku Akan Membunuh Kalian Semua!!" Lois Mengeluarkan Pistol Dari Belakang Jasnya.
"Wah, Wah, Kau Juga Membawa Pistol Ya.." Marco Juga Mengeluarkan Pistol Dari Belakang Jasnya.
"Liza, Cepat Bawa Darent Per...
Belum Sempat Dante Menyelesaikan Ucapnya, Tiba Tiba...
DOR...!!!
Tembakan Dari Pistol Lois Yang Mengenai Kepala Liza.
"Tidak Ada Satupun Yang Boleh Pergi Dari Sini!!!" Lois Menunjukkan Tatapan Tajam, Dan Dingin Setelah Menembak Liza.
"Suamiku......
Belum Sempat Menyelesaikan Ucapannya, Liza Sudah Memejamkan Matanya Dan Ingin Terjatuh. Dengan Cepat Dante Langsung Menangkap Tubuhnya.
"IBUUUU!!!!!" Dante Berteriak Keras Dan Air Matanya Mengalir Deras Melihat Ibunya Yang Sudah Tidak Sadarkan Diri.
AYAH, IBU KENAPA?? IBU, TOLONG BANGUN!!!" Darent Yang Masih Kecil Dan Polos Tidak Mengerti Dengan Situasi Yang Sedang Terjadi. Dia Hanya Tahu Bahwa Ibunya Pingsan Dengan Mengeluarkan Banyak Darah Dari Kepalanya.
"Cepatlah Bawa Istrimu Ke Rumah Sakit!! Disini Biar Aku Yang Urus!!" Ucap Marco Yang Masih Menodongkan Pistolnya Ke Arah Lois.
__ADS_1
"Aku Tidak Akan Membiarkan Satu Orangpun Pergi Dari Sini!!" Lois Langsung Mengarahkan Pistolnya Ke Arah Dante Yang Ingin Pergi.
"DANTE, CEPAT PERGI DARI SINI!!!" Marco Mengarahkan Pistolnya Ke Arah Carera Yang Terbaring Pingsan Di Lantai Untuk Mengalihkan Perhatian Lois.
Tanpa Berkata Apapun Lagi, Dante Memanfaatkan Kesempatan Yang Diberikan Oleh Marco. Dia Langsung Menggendong Tubuh Istrinya Untuk Pergi Yang Juga Di Ikuti Darent Di Belakangnya.
Lois Menyadari Dante Yang Ingin Pergi. Namun Saat Melihat Marco Yang Sudah Akan Menarik Pelatuk Pistolnya, Dia Tidak Memperdulikan Dante Lagi Dan Dengan Cepat Langsung Beralih Menggendong Carera Untuk Menjauhkannya.
DOR..!!!!
Tembakan Marco Meleset Mengenai Dinding Di Belakang Lois.
"Fuuu~ Seperti Kau Yang Menembak Liza, Aku Juga Tidak Akan Segan Segan Untuk Menembak Carera." Marco Meniup Ujung Lubang Pistolnya Yang Berasap.
"Ini Tidak Bagus. Aku Harus Membawa Carera Terlebih dahulu Ke Tempat Aman. Baru Setelah Itu Membunuh Mereka." Ucap Lois Dalam Hatinya.
DOR...!!!!
Lois Menembak Ke Arah Marco. Karena Marco Dengan Cepat Menghindar, Tembakan Lois Melesat Mengenai Dinding Dibelakangnya.
Lois Sudah Tahu Bahwa Marco Akan Dengan Mudah Mengindari Tembakan Darinya.
Karena Tujuannya Adalah Saat Marco Sedang Lengah Menghindar, Lois Memanfaatkan Kesempatan Itu Untuk Kabur Membawa Carera.
"SIAL, DIA KABUR!!!!" Marco Dengan Cepat Berlarian Mengejar Lois.
.
.
.
.
KRAK......KRAK......KRAK......KRAK......
Melewati Hutan, Lois Berlarian Dengan Sekuat Tenaga Sambil Menggendong Carera. Dibelakangnya Ada Marco Yang Juga Sedang Berlarian Kencang Mengejarnya.
Sesekali Lois Juga Menembakan Pelurunya Ke Marco Yang Sedang Mengejarnya.
DOR!!!......DOR!!!......DOR!!!......
Tembakan Dari Lois Yang Tidak Mengenai Marco.
DOR!!!......DOR!!!....DOR!!!......
Marco Pun Menjadi Kesal, Dan Memberhentikan Larinya. Lalu Di Fokus Membidik Lois Yang Tengah Berlarian Dari Kejauhan, Dan....
DOR...!!!!
Peluru Tepat Mengenai Kaki Kanannya Lois.
BRUK...!!!
Lois Sontak Terjatuh Ke Tanah Bersama Carera Yang Tengah Di Gendongnya.
"Sial, Tidak Mengenai Jantungnya!" Dengan Cepat Marco Langsung Berlarian Menghampiri Lois Dan Carera.
"Dengan Begini Kau Sudah Tidak Bisa Kabur Lagi!!" Marco Tersenyum Simpul Melihat Darah Segar Dari Kaki Lois Berceceran Di Tanah.
"Enaknya Carera Dulu Atau Kau Dulu Yang Ku Tembak Ya..." Marco Menggerakkan Pistolnya Bergiliran Ke Arah Lois Dan Carera.
"SIAL, SEKARANG APA YANG HARUS KU LAKUKAN??!!" Ucap Panik Lois Dalam Hati.
"Yang Ini Dulu Saja Deh...." Marco Langsung Menarik Pelatuk Pistolnya.
DOR...!!!!
"AKH...
Sebuah Peluru Tepat Mengenai Jantungnya Lois.
"Ups....Padahal Tadi Aku Ingin Menembak Carera Duluan, Tapi Sayangnya Lois Mencondongkan Tubuhnya Untuk Melindungi Carera." Marco Tersenyum Simpul Melihat Lois Yang Sudah Mati Tergeletak Di Atas Tubuh Carera Dengan Darah Bercucuran.
"Tapi Itu Tidak Masalah. Sekarang Aku Tinggal Menembak Carera Setelah Itu Pulang Ke Vila Untuk Membunuh Kakaknya." Marco Sudah Mengarahkan Pistolnya Ke Arah Carera. Dan Langsung Menarik Pelatuknya.
DOR...!!!!
Tembakan Dari Marco Meleset, Karena Pistolnya Langsung Ditendang Oleh Seseorang.
"KAU!!!" Ucap Kaget Marco Setelah Menoleh.
"Sudah Kukatakan, Aku Tidak Akan Membiarkan Kau Membunuh Mereka!!" Jawab Orang Tersebut Yaitu Dante.
"Setelah Lois Menembak Istrimu, Kenapa Kau Masih Ingin Melindungi Mereka?" Tanya Marco Yang Tidak Senang.
__ADS_1
Dante Terdiam Tidak Menjawab Pertanyaan Dari Temannya Tersebut.
"Kenapa Diam? Atau Jangan Jangan Kau Telah Jatuh Hati Pada Gadis Ini??!" Marco Menunjuk Carera Dengan Pistolnya.
"Dari Awal Kesepakatan Kita Hanyalah Untuk Membunuh Albert. Aku Tidak Ingin Melanggar Kesepakatan Itu." Jelas Dante Yang Tatapannya Menurun Ke Bawah.
"Tapi Itukan Dulu. Sekarang Aku Ingin Membunuh Semua Anggota Keluarganya Albert!!!" Marco Menatap Tajam Dante.
"Maaf, Kalau Begitu Aku Akan Menghalangi Mu." Dante Tersenyum Dan Menatap Dingin Marco.
"Oh, Jadi Kau Ingin Menjadi Musuhku Ya..." Marco Semakin Melototi Dante.
"Aku Tidak Ingin Menjadi Musuh Mu. Aku Hanya Tidak Ingin Kau Terlalu Tenggelam Dalam Kegelapan." Jelas Dante.
"HAHAHA, Sejak Kapan Kata Katamu Jadi Romantis Begitu?" Marco Tertawa Terbahak Bahak Mendengar Penjelasan Dari Temannya Itu.
"Apa Gadis Ini Yang Telah Mengubah Mu?" Marco Kembali Menunjuk Carera Dengan Pistolnya.
"Jangan Bawa Bawa Gadis Itu. Dia Tidak Ada Sangkutan Denganku."
"Kalau Tidak Ada Sangkutan Denganmu, Lalu Kenapa Kau Begitu Mati Matian Ingin Melindunginya?" Marco Mendekatkan Mukanya Ke Muka Dante Dan Tertawa Kecil.
"Dante Yang Ku Kenal Orangnya Tidak Mudah Peduli Dengan Orang Lain, Kecuali Pada Orang Terdekatnya."
"Jika Kau Peduli Pada Gadis Ini Berati Kau Sudah Menganggapnya Sebagai Orang Terdekatmu. Yang Berati Kau Telah Jatuh Hati Padanya!" Marco Tersenyum Dan Menatap Lekat Mata Dante Yang Tidak Bisa Berbohong.
Dante Hanya Terdiam Dan Tidak Berkata Apapun. Karena Ia Tidak Bisa Mengelak Ucapan Marco Bahwa Benar Dia Telah Jatuh Hati Pada Carera.
"A...Aku........
Saat Dante Sudah Mulai Berbicara Untuk Mengatakan Yang Sejujurnya, Tiba Tiba...
"LOISSSS??!!!" Carera Berteriak Kaget Saat Melihat Lois Yang Sudah Merenggang Nyawa Di Atas Tubuhnya Dengan Bersimbah Darah.
"LOIS, KAU KENAPA??? LOIS, AKU MOHON BUKA MATAMU!!!!" Carera Menangis Histeris Sambil Terus Menggoyangkan Tubuh Lois.
"Carera..." Dante Langsung Ingin Menghampirinya.
"APA KALIAN YANG MEMBUNUHNYA???!!!" Tanya Carera Yang Menatap Tajam Dengan Air Matanya Terus Mengalir Deras.
"Ya!" Jawab Dante Yang Tertunduk.
Setelah Mendengar Jawaban Dari Dante, Dengan Cepat Carera Langsung Berdiri Dan...
PLAK...!!!
"BEDEBAH!!! BAJINGAN!!! SIALAN!!! BRENGSEK!!!" Umpatan Yang Terlontar Dari Mulut Carera Setelah Menampar Dante.
PLAK!!!...PLAK!!!...PLAK!!!...PLAK!!!...PLAK!!!...
Dengan Masih Menangis Histeris, Carera Terus Menerus Menampar Dan Memaki Dante. Marah, Benci, Sedih, Dan Kecewa Sedang Bercampur Dalam Hatinya.
Dante Hanya Terdiam Menerima Semua Umpatan Dan Tamparan Dari Carera. Menurutnya Itu Belum Seberapa Dengan Sakitnya Yang Sedang Dialami Oleh Carera.
"Dasar Gadis Sialan!!" Marco Hendak Menghampiri Carera Karena Kesal Melihat Dante Yang Terus Menerus Di Tampar.
Saat Marco Hendak Menghampiri Carera, Dante Mengisyaratkan Untuk Berhenti Dengan Tangannya.
"KENAPA KALIAN MEMBUNUH SEMUA ORANG YANG KU SAYANGI??!!" APA KALIAN TIDAK PUAS SETELAH MENGAMBIL SEMUA HARTA KELUARGAKU??!!" Carera Berteriak Dengan Menangis Histeris.
"Aku Benci Kalian...Hiks...Aku Sungguh Membenci Kalian..." Carera Terduduk Lemas Di Tanah Sambil Menangis Tersedu Sedu.
"Aww.......Awwww....." Tiba Tiba Carera Berteriak Kesaktian Sambil Memegangi Perutnya.
Carera Merasakan Sakit Nyeri Yang Dahsyat Di Perutnya.
"Kau Tidak Apa......
"MENJAUH DARIKU!!!" Carera Menatap Tajam Saat Dante Ingin Mendekatinya.
"Awww.....Aww......" Carera Terus Menerus Berteriak Kesakitan Dan Lalu Pingsan.
"CARERA!!" Dante Dengan Cepat Langsung Menghampiri Carera.
Melihat Hal Itu, Marco Mengambil Kembali Pistolnya Di Tanah Untuk Menembak Carera.
"Jika Kau Melakukannya, Aku Tidak Segan Segan Untuk Membunuhmu Juga!!" Dante Mengetahui Apa Yang Ingin Di Lakukan Marco Tanpa Melihat Ke Arahnya.
Mendengar Hal Itu, Marco Dengan Cepat Langsung Menurunkan Pistolnya Yang Sebelumnya Sudah Diarahkannya Ke Carera.
"Bawa Gadis Itu Ke Mobil. Aku Akan Meminta Steven Untuk Memeriksanya." Ucapnya Datar.
"Aku Melakukan Ini Karena Tidak Ingin Pertemanan Kita Jadi Rusak Hanya Karena Perempuan." Ucapnya Lagi Yang Sudah Berjalan Duluan.
Dengan Cepat Dante Pun Langsung Menggendong Tubuh Carera Untuk Membawanya Ke Rumahnya.
__ADS_1
Mereka Tidak Bisa Membawa Carera Ke Rumah Sakit Dikarenakan Polisi Yang Masih Terus Mencari Keberadaan Carella, Dan Carera.