Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Perubahan Alice (15)


__ADS_3

Setelah Di Selidiki, Tidak Di Temukan Adanya Tanda Tanda Yang Menunjukan Bahwa Alice Selamat Dari Kecelakaan Yang Menimpanya Itu. Hal Tersebut Membuat Seluruh Orang Beranggapan Bahwa Alice Kini Telah Meninggal.


Dua Hari Setelah Kecelakaan..


"Kenapa Aku Bisa Disini?...Aww, Badanku Terasa Sakit." Ucap Alice Setelah Membuka Matanya.


"Aku Ingat!. Terakhir Kali Saat Aku Melompat Keluar Dari Mobil, Aku Terjatuh Ke Dalam Hutan Dan Lalu Kepalaku Terbentur Oleh Sesuatu. Setelah Itu Aku Tidak Mengingat Apapun Lagi!." Ucapnya Lagi Yang Sambil Memegangi Kepalanya.


"Perban?!, Kepalaku Di Perban Oleh Seseorang!. Apakah Pemilik Rumah Ini Yang Melakukannya?." Ucapnya Lagi Yang Masih Memegangi Kepalanya.


"Tapi Sepertinya Saat Ini Pemilik Rumah Ini Sedang Tidak Ada Di Rumah." Ucapnya Lagi Sambil Melirik Sekelilingnya.


"Rupanya Kau Sudah Sadar. Sekarang Bagaimana Perasaanmu?." Ucap Seorang Pria Yang Tiba Tiba.


"Mendengar Suara Pria Tersebut, Sontak Membuat Alice Langsung Menoleh Ke Arahnya. Alice Melihat Sosok Seorang Pria Yang Hanya Berpakaian Dengan Kain Panjang Polos Yang Sudah Lusuh Dan Kotor. Dan Sedang Membawa Beberapa Kayu Di Tangannya.


"Sepertinya Dia Pemilik rumah Ini!." Ucap Alice Dalam Hati.


"Terima Kasih Banyak Telah Menolongku." Ucap Alice Dengan Tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya Kau Sudah Membaik." Ucap Pria Tersebut Sambil Meletakan Kayu Di Lantai.


"Ya. Hanya Saja Badanku Masih Terasa Sedikit Sakit." Jawab Alice.


"saat Kau Sudah Pulih Total, Kau Bisa Pergi Dari Rumah Ini." Ucap Pria Tersebut Dengan Datar.


"Aku Tahu Itu!. Ngomong Ngomong Tempat Ini Seberapa Jauh Dari Kota?." Tanya Alice.


"Aku Tidak Tahu Pastinya, Tapi Jika Kau Berjalan Kaki Dari Tempat Ini Menuju Kota Membutuhkan Waktu Sekitar 3 Jam Lebih." Jawab Pria Tersebut.


"Apa Nanti Kau Bisa Menggambarkan Arah Jalannya?, Itu Agar Saat Pulang Nanti Aku Tidak Tersesat." Tanya Alice.


"Terima Kasih." Ucap Alice Dengan Tersenyum Tipis.


Sorenya..


*Alice Pov*


"Kabar Kecelakaan Ku Pasti Telah Menyebar Luas, Entah Mereka Mengira Aku Masih Hidup Atau Tidak."

__ADS_1


"Aku Tidak Menduga Ternyata Ketiga Kakak Beradik Itu Sangat Mendendam Pada Pemilik Tubuh Ini."


"Mereka Memang Sudah Sejak Dulu Berniat Ingin Membunuh Alice. Seperti Saat Waktu Mereka Mengurung Alice Dulu Di Dalam Gudang."


"Haruskah Aku Pulang Dan Mengatakan Pada Semua Orang Bahwa Ketiga Saudari Itulah Yang Telah Merencanakan Semua Kecelakaan Ini?!."


"Tidak!. Mereka Pasti Tidak Akan Semudah Itu Untuk Mempercayai Perkataan Ku Tanpa Adanya Bukti Yang Kuat. Dan Juga Jika Nanti Aku Pulang Ke Rumah, Marco Pasti Tidak Akan Mengizinkan Ku Lagi Untuk Pergi Jauh Dari Rumah Tanpa Di Jaga Oleh Body Guard. Hal Itu Akan Membuatku Susah Untuk Menemui Bibinya Alice."


"Yang Harus Kulakukan Sekarang Ini Adalah Terus Melanjutkan Mencari Tahu Tentang Kebenaran Ibunya Alice, Dengan Pergi Menemui Adiknya ibunya Di Kota Marag!"


"Ya, Untuk Saat Ini Kurasa Itulah Pilihan Terbaiknya!. Ngomong Ngomong, Sudah Berapa Lama Aku Tidak Sadarkan Diri Setelah Kecelakaan?. Aku Harus Menanyakannya Pada Pria Itu!." Ucapnya Yang Langsung Berdiri Dari Tempat Tidurnya.


**


"Aku Sudah Mengelilingi Dalam Rumah Ini Ternyata Saat Ini Dia Sedang Tidak Ada Di rumah."


"Rumah Ini Berada Di Tengah Tengah Hutan, Sepertinya Pria Itu Hanya Tinggal Sendirian Di Rumah Ini." Sambil Melirik Sekeliling.


"Lebih Baik Sekarang Aku Kembali Ke Tempat Tidur Lagi. Setelah Dia Kembali Baru Aku Akan Menanyakannya!." dia kembali ke tempat tidur kayunya.

__ADS_1


__ADS_2