
"Kenapa Tiba Tiba Rasanya Seluruh Tubuhku Menjadi Panas Dan Bergairah?." Ucap Albert Dalam Hatinya.
"Kau Mau Ku Maafkan?." Tanya Riana Yang Langsung Duduk Dari Kasurnya.
"Ya." Jawab Albert Yang Sudah Memanas.
"Mendekat Lah!." Ucap Riana Sambil Mengacungkan Jari Telunjuknya.
Dengan Rasa Tubuh Yang Memanas Dan Bergairah, Dia Langsung Saja Menuruti Perkataan Riana Untuk Naik Ke Atas Kasurnya.
Saat Ini Riana Hanya Mengenakan Baju Putih Polos Yang Tipis Sebatas Paha, Sehingga Terlihat Jelas Bentuk Tubuhnya.
"Kau Sedang Sakit, Tapi Kenapa Kau Berpakaian Seperti Itu?...Cepat Ganti Bajumu Atau Kau Akan Kedinginan." Ucap Albert Saat Melihat Penampilan Riana.
"Kenapa Saat Melihat Tubuh Riana Begitu, Badanku Semakin Bertambah Memanas Dan Bergairah?." Ucap Albert Dalam Hatinya.
"Ini Tidak Baik!. Aku Harus Cepat Pulang Sebelum Aku Melakukan Hal Yang Tidak Di Inginkan!." Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Aku Harus Pulang, Besok Aku Akan Menemui Mu Lagi!." Ucap Albert Yang Hendak Turun Dari Kasur.
"Tunggu Dulu, Inikan Baru Permulaan, Kenapa Kau Ingin Cepat Cepat Mengakhirinya Begitu?." Ucap Riana Yang Menahan Tangan Albert.
"Ayo Kita Nikmati Dulu...Setelah Itu Kau Boleh Pergi." Ucap Riana Yang Sambil Naik Ke Pangkuan Albert.
"Ternyata Kau Hanya Berpura Pura Sakit!." Ucap Albert Dengan Menatap Tajam.
"Ya, Aku Memang Berpura Pura Sakit Agar Kita Bisa Melakukan Ini." Jawab Riana Dengan Menggoda Sambil Meraba Belakang Punggung Albert.
"Ber..henti!, Menjauh Dariku!." Jawab Albert Yang Semakin Memanas.
Saat Ini Posisi Riana Sedang Duduk Di Atas Pangkuan Albert Dengan Tangannya Yang Sambil Membelai Lembut Tubuh Albert. Hal Itu Membuat Albert Bertambah Memanas Dan Bergairah Hebat.
Albert Tidak Menjauhi Riana, Malah Sebaliknya Ia Saat Ini Sedang Menikmati Belaian Lembut Dari Riana.
"Kenapa Aku Tidak Bisa Menjauh Darinya?, Malah Rasanya Aku Juga Ingin Menyentuhnya Tubuhnya!." Ucap Albert Dalam Hatinya Yang Tubuhnya Gemetaran.
"Sial!. Bagaimanapun Juga Aku Harus Menahan Diriku!." Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Hebat Juga Dia Sampai Saat Ini Masih Bisa Menahannya." Ucap Riana Dalam Hatinya Yang Terus Membelai Albert.
Saat Ini Posisi Riana Sedang Duduk Di Atas Pangkuan Albert Dengan Kakinya Yang Melingkar Di Pinggang Albert Dan Tangannya Yang Melingkar Di Leher Albert. Sehingga Hal Itu Membuat Albert Tidak Bisa Menahan Dirinya Lagi.
"Posisi Kita Sekarang Sudah Begini, Jangan Menahannya Lagi!...Lakukan Saja Apa Yang Ingin Kau Lakukan Dengan Tubuhku." Bisik Riana Dengan Nada Menggoda.
"Jangan Bergerak Seperti Itu Saat Kau sedang Duduk Di Atas Pangkuan Seorang Pria. Atau Tidak Kau Akan Merasakan Akibatnya." Ucap Albert Yang Sambil Memejamkan Matanya.
"Oh, Benarkah?. Kalau Begitu Tunjukan Padaku Bagaimana Aku Mendapatkan Akibatnya!." Jawab Riana Yang Tangannya Memegang Dagu Albert.
"Dari tadi Tanganmu Ini Sangat Nakal!. ucap Albert Yang Membuka Matanya Dan Langsung Menggenggam Kedua Tangan Riana.
Dengan Tubuh Yang Yang Semakin Memanas Dan Bergairah Hebat, Albert Langsung Saja Mencium Bibir Riana Sambil Menggenggam Kedua Tangannya.
~x~x~x~
"Al...Albert...Ahhhh....K..Kau..Akan..Ahhh..Me..Menikahi..ku Kan?." Desah Riana Di Sela Saat Melakukan Hubungan Tersebut.
__ADS_1
Setelah Mendengar Ucapan Riana, Albert Langsung Menghentikan Aktivitasnya Tersebut.
"Maaf Aku Keterusan." Ucap Albert Dengan Tersipu Malu.
"YA. Tenang Saja, Aku Akan Menikahi mu!." Jawabnya Yang Sambil Memegang Tangan Riana.
"Aku Senang Sekali Mendengarnya!." Ucap Riana Yang Langsung Memeluk Albert.
"Kau Tunggu Saja, Dalam Waktu Satu Minggu Ini Aku Akan Menikahi mu!." Ucap Albert Yang Sambil Mengelus Lembut Kepala Riana.
"Aku Bahagia Sekali Karena Akhirnya Pengorbanan Ku Selama Ini Tidaklah Sia Sia." Ucap Riana Yang Masih Berpelukan Dengan Albert.
"Maaf, Karena Aku Selama Ini Kau Jadi Menderita. Tapi Mulai Sekarang Aku Berjanji Akan Membahagiakan Mu!." Ucap Albert Dan Lalu Mengecup Dahi Riana.
"Sekarang Aku Harus Pulang Atau Tidak Anak Anak Akan Mencemaskan Ku." Ucapnya Lagi Yang Mulai Memakai Bajunya.
"Ya, Aku Akan Menunggumu Datang Untuk Menikahi Ku!." Ucap Riana Yang Juga Memakai Bajunya.
"Mari Nanti Kita Lanjutkan Ini Di Malam Pertama Kita." Ucap Riana Dengan Tersenyum.
"Tentu!." Jawab Albert Dan Lalu Mengecup Bibir Riana.
"Baiklah, Aku Pulang Dulu!." Ucapnya Lagi Yang Telah Selesai Memakai Seluruh Pakaiannya.
"Ya!, Aku Akan Menantikan Kau Datang Untuk Menikahi Ku!." Ucap Riana Yang Juga Mengecup Bibir Albert.
SESAMPAINYA DI RUMAH~
"Ayah Kau Dari Mana Saja?!. Kenapa Tidak Bilang Dulu Jika Ingin Pergi Keluar?." Tanya Carera Yang Sudah Khawatir.
"Tapi...Kenapa Penampilan Ayah Sampai Berantakan Begitu?...Rambutmu Juga Acak Acakan!." Tanya Carera Curiga Yang Semakin Mendekati Albert.
"Dan Juga Kancing Kemeja Mu Tidak Terpasang Dengan Benar!." Ucap Carera Yang Memegang Baju Albert.
"Ini Karena Ayah Tadi Pergi Bersama Teman Ayah Ke Tempat Pemandian Panas, Karena Terburu Buru Ingin Cepat Pulang Ayah Jadi Salah Memasang Kancingnya." Jelas Albert Yang Berbohong.
"Carera, Ini Sudah Larut. Besok Saja Kau Menanyai Ayah Lagi. Saat Ini Ayah Pasti Lelah, Biarkan Dia Untuk Beristirahat." Sahut Carella.
"Baiklah...Ayo Ayah, Aku Hantarkan Ke Kamarmu."
KEESOKANNYA~
Aku Tahu Semalam Ayah Berbohong. Dia Mengatakan Kalau Dia Habis Pergi Dari Tempat Pemandian Tapi Kenapa Malah Dia Pulang Dengan Tubuh Yang Berkeringat?!." Ucap Carera Yang Sedang Sendirian Dalam Kamarnya.
"Aku Tidak Tahu Hal Apa Yang Membuat Ayah Sampai Berbohong Begitu, Yang penting Semalam Dia Pulang Dengan Selamat, Maka Aku Tidak Akan Mempertanyakan Hal Ini Lagi." Ucapnya Lagi.
Di SISI LAIN~
"Nanti Malam Saat Anak Anak Sedang Berkumpul Aku Akan Mulai Mengatakan Pada Mereka Bahwa Aku Ingin Menikahi Riana." Ucap Albert Yang Sedang Minum Teh Sendirian Dalam Kamarnya.
"Memikirkannya Saja Sudah Membuatku Gugup." Ucapnya Lagi Yang Tersipu Malu.
MALAMNYA~
"Saat Ini Carella, Carera, Dan Juga Lois Sedang Berkumpul. Ini Adalah Waktu Yang Tepat Untuk Aku Mengatakannya!." Ucap Albert Dalam Hati Yang Sudah Merasa Deg Degan.
__ADS_1
"Aku Merasa Gugup, Tapi Aku Harus Telihat Tenang Di Hadapan Mereka!." Ucapnya Lagi.
"Ehem....Apakah Kalian Menginginkan Ibu Baru?." Tanya Albert Dengan Tersipu Malu Namun Tetap Berusaha Terlihat Tenang.
"HAH??." Respon Serentak Carella, Carera, Dan Lois.
Mendengar Ucapan Albert Barusan Membuat Mereka Bengong Dan Terdiam Sejenak.
"Sudah Kuduga Reaksi Mereka Akan Begitu. Ini Sedikit Memalukan!." Ucap Albert Dalam Hati Yang Sudah Merona Pipinya.
"Aku Ingin Menikahi Riana Groriary, Apa Kalian Menyetujuinya?." Tanya Albert Yang Berusaha Terlihat Tenang.
"YA!, Aku Sangat Menyetujuinya!." Jawab Carera Dengan Tertawa Kecil.
"Menikah Dengan Riana Groriary?. Yang Aku Ingat Dulu Bukankah Ayah Sangat Tidak Menyukainya?!." Ucap Carella Dalam Hatinya.
"Tapi Jika Itu Yang Di Inginkan Ayah Maka Aku Tidak Akan Melarangnya." Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Selama Ayah Bahagia Maka Aku Juga Akan Menyetujuinya." Jawab Carella Dengan Tersenyum.
"Lois, Bagaimana Pendapatmu?." Tanya Albert.
"Tentu Aku Juga Akan Menyetujuinya." Jawab Lois yang Juga Tersenyum.
"Baguslah. Ayah Sudah Menetapkan Bahwa 3 Hari Lagi Kami Akan Melangsungkan Pernikahannya." Ucap Albert Dengan Tersipu Malu.
"3 Hari Lagi?, Bukankah Itu Terlalu Cepat!." Sahut Carera.
"Tidak Apa Apa, Makin Cepat Makin Bagus!." Jawab Albert Dengan Tersipu Malu.
"Ayah, Apa Perlu Kita Mengundang Seluruh Kenalan Kita?." Tanya Carella.
"Undang Kerabat Dekat Saja." Jawab Albert.
"Baiklah!."
"Lois, Kau Yang Mengatur Sisanya." Ucap Albert.
"Baik, Saya Mengerti!." Jawab Lois Dengan Cepat.
"Ini Sudah Malam, Kalian Semua Beristirahatlah!." Perintah Albert.
"Baik!." Jawab Serentak.
KEESOKANNYA~
"Ayah Aku Mau Ikut Ke Rumah Mama Riana!." Ucap Carera.
"Mama?!, Padahal Kan Aku Dan Riana Belum Resmi Menikah. Tapi Itu Tidak Masalah Karena Sebentar Lagi Juga Riana Akan Menjadi Ibu Baru Mereka." Ucap Albert Dalam Hatinya.
"Kau Tunggu Di Rumah Saja. Lagian Ayah Akan Membawanya Ke Rumah."
"Tidak Mau!. Aku Inginnya Juga Ikut." Ucap Carera Yang Merengek.
"Baiklah, Baiklah. Sekarang Mari Kita Pergi!." Jawab Albert Dan Lalu Pergi Bersama Carera.
__ADS_1