
*LOIS POV*
"Aku Terpaksa Melakukannya Karena Hanya Dengan Cara Ini Agar Aku Bisa Menghilangkan Perasaanku Padanya."
"Tapi Justru Dengan Melakukan Ini Hatiku Menjadi Sakit." Ucapnya Sambil Meringis.
"Perasaan Ini Sungguh Dalam, Aku Tidak Bisa Bisa Membuangnya!."
"Tok... Tok....Tok..." Ketukan Pintu Kamar Lois.
Dengan Cepat Lois Langsung Berdiri Untuk Melihat Siapa Orang Yang Mengetuk Pintu Kamarnya Di Saat Hari Telah Larut.
"Nona!!." Ucap Lois Yang Kaget Setelah Membuka Pintunya.
"Ini Sudah Larut, Tapi Kenapa Nona Belum Tidur?."
"Aku Tidak Bisa Tidur!." Jawab Carera Yang Berjalan Masuk Ke Dalam Kamar Lois.
"Hari Sudah Larut Sebaiknya Nona Kembalilah Ke Kamar." Ucap Lois Datar.
"Tutup Pintunya!, Aku Hanya Ingin Mengobrol Sebentar Denganmu."
"Besok Saja Jika Nona Ingin Ngobrolnya, Ini Sudah Larut, Sebaiknya Nona Kembali Ke Kamar Untuk Tidur." Jawab Lois Dengan Tatapan Datar.
"Kenapa akhir Akhir Ini Kau Menjadi Menjauhiku?."
"Saya Tidak Pernah Menjauhi Nona. Tugas Saya Hanyalah Untuk Melayani Keluarga Anda."
"Berhenti Berbohong!, Apa Aku Telah Berbuat Salah Padamu Sampai Kau Berbuat Seperti Itu Padaku?."
"Saya Tidak Mengerti Apa Yang Nona Maksud!.
"Jika Aku Telah Berbuat Salah, Tolong Katakan Agar Aku Bisa Meminta Maaf Padamu!." Ucap Carera Yang Matanya Sudah Ingin Menangis.
"Sudah Cukup Ngobrolnya, Sekarang Aku Akan Mengantar Nona Untuk Balik Ke Kamar." Ucap Lois Yang Sudah Berjalan Duluan.
"AKU MENCINTAIMU!."
Mendengar Perkataan Carera Tersebut Sontak Membuat Lois Menghentikan Langkah Kakinya Dan Terdiam Di Tempat.
"Aku Mencintaimu!." Ucap Carera Yang Langsung Memeluk Lois Dari Belakang.
"Aku Tahu Saat Ini Nona Hanya Sedang Latihan Berakting. Tapi Sebaiknya Nona Mempraktekan Ini Dengan Teman Nona Saja." Ucap Lois Yang Melepaskan Pelukan Carera.
"Untuk Apa Aku Melakukan Akting?.. Lihatlah Aku, Aku Benar Benar Mencintaimu. Apa Kau Masih Tidak Paham?." Ucap Carera Yang Membalikan Badan Lois Untuk Menghadapnya.
"Mendengar Hal Tersebut Lois Membulatkan Matanya Dan Hanya Terdiam.
Melihat Hal Itu, Carera Mendekati Wajah Lois Dan Lalu Mengecup Bibirnya.
"Cup..."
"Apa Kau Masih Tidak Percaya?." Tanya Carera Yang Langsung Memalingkan Wajahnya Yang Sudah Memerah.
"Apa Benar Nona Sungguh Mencintaiku?." Tanya Lois Yang Masih Membulatkan Matanya.
"Ya!. Aku Juga Tidak Tahu Sejak Kapan Perasaan Ini Mulai Muncul." Jawab Carera Yang Membelakangi Badan Lois.
"Aku Sungguh Mencintaimu, Tapi Aku Tahu Kau Juga Tidak Mungkin Menyukaiku, Jadi Aku Hanya Bisa Memendam Per....Mmm"
Disaat Carera Sedang Berbicara, Lois Membalikan Badan Carera Menghadapnya Dan Langsung Menciumi Lembut Bibirnya. Carera Membulatkan Matanya Karena Tidak Percaya, Tetapi Justru Itu Membuatnya Senang Dan Juga Membalas Ciuman Lois.
"Ukhh...."
"Aku Juga Mencintaimu!." Ucap Lois Setelah Melepas Ciumannya.
Carera Tersenyum Mendengar Pernyataan Lois Tersebut. Dengan Cepat Dia Kembali Mengulum Bibir Lois.
Setelah 1 Menit Saling Bertukar Ludah, Kini Lois Beralih Menciumi Leher Carera. Karena Terlalu Tenggelam Dalam Kenikmatan Tanpa Sadar Dia Membuat Banyak Tanda Di Lehernya Carera.
"Tanpa Mereka Berdua Sadari, Di Balik Pintu Yang Masih Terbuka Carella Sedang Melihat Apa Yang Mereka Lakukan.
__ADS_1
Carella Menutup Mulutnya Dengan Kedua Tangannya Karena Masih Tidak Percaya Dengan Apa Yang Sedang Di Lihatnya.
Dia Gemetaran Saat Melihat Kedua Insan Itu Sedang Saling Menikmati Tubuh Satu Sama Lain. Karena Tidak Ingin Mengganggu, Carella Pun Langsung Balik Ke Kamarnya Dengan Diam Diam.
Karena Sama Sama Sudah Mabuk Dalam Perasaan Cinta Yang Mendalam, Yang Saat Ini Kedua Insan Itu Pikirkan Hanyalah Ingin Terus Menikmati Kebersamaan Yang Kini Mereka Sedang Lakukan.
Saat Ini Carera Hanya Tinggal Memakai Bra Dan Celana Saja. Lois Terus Menciumi Dadanya Dan Membuat Banyak Tanda Di Sana.
"Ukhhh...Lois......Ukhhh..." Desah Carera Yang Sambil Meremas Rambut Lois.
Lois Memberhentikan Aktivitasnya Tersebut Karena Tersadar Akan Pintu Yang Masih Terbuka. Dengan Cepat Dia Langsung Mengunci Pintu Dan Kembali Menghampiri Carera Lalu Menggendongnya Untuk Membawanya Ke Atas Kasur.
"Lois, Aku Bahagia Sekali Karena Kau Juga Memiliki Perasaan Yang Sama Denganku. Jadi Mulai Sekarang Berhentilah Memanggilku Dengan Sebutan Nona!." Ucap Carera Yang Sambil Di Gendong.
"Baiklah." Jawab Lois Dengan Tersenyum Dan Lalu Menurunkannya Ke Atas Kasur.
"Apa Kau Mau Melakukannya?." Tanya Lois Setelah Menurunkan Carera.
"Ya, Aku Mau!." Jawab Carera Dengan Tersenyum.
"Setelah Mendengar Jawab Iya Dari Carera Dengan Cepat Lois Langsung Membuka Seluruh Pakaiannya Dan Lalu Menindih Tubuh Carera.
Di Malam Yang Sudah Larut, Kedua Insan Itu Melakukan Hubungan Tubuh Yang Biasa Di Lakukan Oleh Pasangan Suami Istri.
PAGINYA~
*CARERA POV*
"Eh, Kenapa Tiba Tiba Aku Sudah Berada Di Dalam Kamarku?." Tanya Carera Yang Saat Terbangun.
Carera Membuka Selimutnya Dan Melihat Dirinya Berpakaian Dengan Lengkap.
"Apakah Semalam Yang Kulakukan Dengan Lois Hanyalah Mimpi?!."
"Aww...Tapi Kenapa Rasa Sakitnya Terasa Nyata Sekali?." Ucap Carera Saat Bangun Dari Kasurnya.
Carera Membuka Seluruh Pakaiannya Di Depan Cermin Dan Dia Melihat Banyak Bekas ****** Di Tubuhnya.
"Ini Semua Adalah Tanda Yang Di Buatnya Di Tubuhku Semalam." Ucap Carera Dengan Tersenyum Sambil Menyentuh Lehernya.
"Semalam Dia Pasti Memindahkan Ku Ke Kamar Di Saat Aku Sudah Tertidur Lelap Setelah Kami Melakukannya Dengan Kelelahan."
"Oh, Tidak!, Saat Ini Aku Tidak Bisa Berhenti Tersenyum Karena Terlalu Senang. Sentuhan Yang Diberikannya Semalam Masih Bisa Aku Rasanya Sampai Sekarang!." Ucapnya Yang Sambil Menutupi Wajahnya Dengan Kedua Tangannya.
"Besok Aku Sudah Akan Berangkat Pergi, Nanti Malam Aku Ingin Mengobrol Banyak Hal Dengannya!."
~
Carera Kenapa Kau Memakai Syal Di Saat Sedang Musim Panas Begini?. Apa Kau Sedang Sakit, Sayang?." Tanya Riana.
"Aku Memakai Syal Karena Badanku Tiba Tiba Merasa Kedinginan." Jawab Carera Yang Berbohong.
"Aku Memakai Syal Karena Sedang Menutupi Tanda ****** Yang Di Leherku." Ucap Carera Dalam Hatinya.
"Mama Akan Panggilkan Dokter Sekarang Untukmu!."
"Tidak Perlu Ma, Sebentar Lagi Juga Rasa Dinginnya Akan Segera Hilang." Ucap Carera Yang Sudah Panik.
"Apa Kau Yakin Tidak Ingin Di Panggilkan Dokter?."
"Tentu!. Mama Tidak Perlu Khawatir." Jawab Carera Dengan Tersenyum.
Besok Kau Sudah Akan Berangkat, Sekarang Kau Pergilah Untuk Beristirahat." Ucap Albert.
"Baiklah!."
DI SISI LAIN~
"Saatnya Rencana Kami Dimulai!." Ucap Seorang Pria.
"Bagaimanapun Caranya Buat Carella Pulang Terpisah Dengan Lois. Setelah Itu Lakukan Apa Yang Ku Perintahkan Dengan Benar!." Ucapnya Lagi Yang Sedang Berbicara Di Telpon.
__ADS_1
"Baik, Kami Mengerti Bos!." Jawab Seseorang Dari Telpon.
~
*Carella Pov*
"Eh, Ada Pesan Masuk Dari Nomor Yang Tidak Di Kenal!." Ucapnya Yang Saat Melihat Ponselnya.
ISI PESAN: "Jika Ingin Carera Selamat Segeralah Datang Ke Pabrik Kosong Di Jalan xxx. Ingat, Datanglah Sendirian Jangan Bawa Polisi Ataupun Yang Lainnya Atau Tidak Carera Akan Langsung Kami Melenyapkannya!!."
Carella Terkejut Setelah Membaca Isi Pesan Tersebut.
"Aku Tidak Boleh Langsung Percaya Dengan Isi Pesan Ini!. Aku Akan Memastikannya Terlebih Dahulu Dengan Menelpon Carera Langsung!."
"...Nomor Yang Anda Tuju Sedang Tidak Dapat Di Hubungi. Cobalah Untuk Menelpon Beberapa Saat Lagi..."
"Kenapa Ponselnya Tidak Dapat Di Hubungi?!. Aku Akan Coba Menghubungi Ayah Dan Mama."
"...Nomor Yang Anda Tuju Sedang Tidak Dapat Di Hubungi. Cobalah Untuk Menelpon Beberapa Saat Lagi..."
"Kenapa Ponsel Ayah Dan Mama Juga Tidak Dapat Di Hubungi?!. Hanya Ada Satu Pilihan Terakhir, Aku Akan Menelpon Ke Telpon Rumah!."
"Halo Selamat Siang, Dengan James House Disini." Ucap Pelayan Wanita Yang Saat Mengangkat Telpon.
"Ini Carella....Apa Carera Sedang Berada Di Rumah?."
"Ah, Syukurlah Nona Menelpon!. Nona Carera Sedang Diculik, Tuan Dan Nyonya Sedang Pergi Mencari Penculik Tersebut. Kami Disini Di Perintahkan Untuk Tetap Menjaga Di Rumah." Jawab Pelayan Tersebut.
Carella Hanya Terdiam Setelah Mendengar Penjelasan Dari Pelayan Tersebut, Dan Langsung Mematikan Telponnya.
"Halo Nona, Apa Anda Baik Ba...." Ucap Pelayan Tersebut Yang Terputus.
"Carera Sedang Dalam Bahaya!. Sekarang Aku Harus Cepat Memberitahu Hal Ini Pada Lois!." Ucapnya Yang Langsung Pergi Dengan Terburu Buru.
~
"Tuan Lois Barusan Saja Ia Pergi, Katanya Ada Urusan Yang Mendadak." Ucap Seorang Manajer.
"Apa Kau Tahu Kemana Dia Perginya?." Tanya Carella Yang Sudah Panik.
"Maaf Nona, Saya Tidak Tahu."
"Kenapa Wajah Nona Terlihat Begitu Panik?, Apa Ada Masalah?."
"Aku Akan Pergi Sebentar, Kau Urus Jika Ada Masalah Di Kantor!." Perintah Carella Yang Langsung Pergi Dengan Terburu Buru.
~
"Aku Akan Coba Menelpon Lois!."
"...Nomor Yang Anda Tuju Tidak Menjawab. Cobalah Untuk Menelpon Beberapa Saat Lagi..."
"Sial!. Kenapa Di Saat Seperti Ini Dia Malah Tidak Menjawab Telepon Dariku?!."
"Carella Sedang Dalam Bahaya, Aku Tidak Punya Banyak Waktu Lagi!. Aku Akan Membawa Polisi Saja Untuk Menyelamatkannya!."
Saat Carella Sudah Akan Menelpon Polisi, Tiba Tiba Saja Ia Mendapat Pesan Masuk Dari Nomor Misterius Sebelumnya.
ISI PESAN: "Jangan Bawa Polisi, Atau Kami Akan Langsung Melenyapkan Carera!. Segeralah Datang Waktumu Hanya Tersisa 10 Menit Lagi!."
Carera Menjadi Gemetaran Setelah Membaca Isi Pesan Tersebut.
"Apa Saat Ini Mereka Juga Sedang Mengawasi Ku?." Tanya Carella Yang Melihat Sekelilingnya Dengan Gemetar.
"Aku Tidak Punya Waktu Lagi Untuk Berpikir, Sekarang Aku Harus Cepat Pergi Ke Sana!. Waktuku Hanya Tersisa Kurang Dari 10 Menit Lagi!." Ucapnya Lagi Dan Langsung Berlarian Pergi.
Karena Terlalu Panik, Carella Tidak Berpikir Panjang Lagi Dan Langsung Pergi Sendirian. Mengingat Waktunya Yang Hanya Tinggal Sedikit Diapun Mengemudi Mobil Dengan Kecepatan Tinggi.
DI SISI LAIN~
"Dimana Ponselku?. Aku Ingat Aku Menaruhnya Di Kamarku, Tapi Kenapa Sekarang Tiba Tiba Menghilang?!." Ucap Carera Yang Sedang Sibuk Mencari Ponselnya.
__ADS_1