Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (17)


__ADS_3

DI SISI LAIN~


"Dimana Ponselku?. Aku Ingat Aku Menaruhnya Di Kamarku, Tapi Kenapa Sekarang Tiba Tiba Menghilang?!." Ucap Carera Yang Sedang Sibuk Mencari Ponselnya.


"Ayah, Apa Kau Melihat Ponselku?."


"Ponselmu Juga Menghilang?..Ponsel Ayah Dan Mamamu Pun Juga Tidak Ada." Ucap Albert.


"Kenapa Bisa Ponsel Kami Tidak Ada Secara Bersamaan?." Ucap Carera Dalam Hatinya.


"Aku Akan Coba Tanyakan Pada Para Pelayan." Ucapnya Lagi Yang Langsung Pergi.


~


"Semua Yang Ku Kumpulan Disini Tugasnya Adalah Khusus Membersihkan Rumah. Saat Kalian Sedang Melakukan Pembersihan Apa Ada Di Antara Kalian Yang Menemukan Ponsel?." Tanya Carera Pada 100 Pelayan.


"Tidak Ada, Nona!." Jawab Serentak.


"Di Dalam Ponselku Terdapat Banyak Foto Kenangan Aku Bersama Ayah, Mama, Kakak Dan Juga Lois. Aku Harus Menemukan Kembali Ponselku!." Ucap Carera Dalam Hatinya.


"Aku Ingi Kalian Semua Mencarikan Ponselku, Ayah, Dan Juga Mama Sampai Ketemu!. Katakan Juga Hal Ini Pada Para Pelayan Lain!." Perintah Carera.


"Baik, Nona!." Jawab Serentak.


~


"Halo Bos, Semuanya Beres. Aku Sudah Mengambil Ponsel Mereka Lalu Membakarnya. Dan Juga Aku Telah Mengatakan Kebohongan Pada Carella Dan Lois Bahwa Carera Benar Sedang Di Culik!." Ucap Pelayan Wanita Yang Sedang Berbicara Di Telpon Secara Diam Diam.


"Bos Tenang Saja, Aku Melakukannya Dengan Hati Hati Tanpa Ada Satupun Orang Yang Mengetahuinya!." Ucapnya Lagi.


"Kerja Bagus!, Bayaran Mu Sudah Ku Transfer." Jawab Seorang Pria Dalam Telpon.


~


"Setelah Mencari Ke Seluruh Sisi Rumah, Para Pelayan Dan Penjaga Pun Masih Tidak Menemukan Ponselnya!." Ucap Carera Yang Sambil Mondar Mandir Karena Gelisah.


"Aku Juga Sudah Melacak Ponselnya Tetapi Tidak Dapat Terdeteksi Lagi. Dan Setelah Mengecek Seluruh Rekaman Cctv Juga Tidak Ada Hal Yang Mencurigakan. Sebenarnya Ada Apa Ini?!." Ucapnya Lagi.


Di SISI LAIN~


"Katakan Apa Maksud Kalian Menyuruhku Datang Kemari Dengan Menggunakan Alasan Bahwa Carera Telah Di Culik?!." Tanya Lois Yang Sudah Marah Dengan Menatap Tajam.


"Kau...Uhuk...Kau Tidak Perlu Tahu Alasannya. Yang Pasti Saat Ini Adalah Kalian Telah Masuk Ke Dalam Jebakan Bos Kami!." Ucap Salah Satu Orang Suruhan Yang Sudah Babak Belur.


"Jebakan?. katakan Apa Sedang Kalian Rencanakan?!." Tanya Lois Yang Sambil Menjambak Rambut Orang Suruhan Tersebut.


"Tidak Akan Pernah!." Jawab Orang Suruhan Tersebut Sambil Nyengir.


"Beraninya Orang Yang Bahkan Berdiri Pun Sudah Tak Bisa Masih Bersikap Sombong!." Ucap Lois Yang Menguatkan Tarikannya Dengan Menatap Tajam.


"Saat Ini Kehancuran Kalian Telah Dimulai!." Ucap Orang Suruhan Tersebut Sambil Tersenyum Lebar.


"Omong Kosong!."


Duakk....


Lois Sangat Kesal Dengan Ucapan Orang Suruhan Tersebut Sehingga Ia Langsung Memukulnya Dengan Satu Pukulan Yang Kuat Sehingga Membuat Orang Suruhan Tersebut Langsung Pingsan.


"Kalian Hanya Membuang Buang Waktuku Saja!." Ucap Lois Yang Hendak Pergi.


"Karena Justru Itulah Tujuanku!." Teriak Seorang Pria Yang Tiba Tiba.

__ADS_1


"Kau!!." Ucap Kaget Lois Setelah Menoleh.


"Kau Adalah Marco!, Direktur Di Perusahaan G Group!!." Ucapnya Lagi.


"Aku Senang Karena Kau Masih Mengenalku!." Ucap Pria Tersebut Dengan Tersenyum Licik.


"Tidak Usah Banyak Omong!. Apa Tujuan Kau Melakukan Semua Ini?!." Tanya Lois Yang Langsung Menarik Kerah Bajunya Marco Dengan Menatap Tajam.


"Pulanglah, Maka Kau Akan Langsung Mengetahuinya!." Jawab Marco Dengan Tersenyum Licik.


Ya, Aku Akan Pulang, Tapi Setelah Aku Menghajar Mu!!." Ucap Lois Dengan Tatapan Tajam.


BUUKK...BUUKK...BUAKK.....BUUKK....


Marco Membiarkan Dirinya Di Pukuli Oleh Lois, Dan Tidak Membalasnya. Saat Sedang Di Pukuli, Ia Tidak Berteriak Melainkan Dirinya Tertawa.


"PRIA GILA!!." Ucap Lois Yang Kesal Dan Langsung Memukul Dengan Sekuat Tenaga.


Marco Terjatuh Setelah Mendapat Pukulan Tersebut.


"Aku Sengaja Membiarkanmu Memukuliku Begitu Karena Sebentar Lagi Juga Adalah Waktunya Kehancuran Bagi Kalian!." Ucap Marco Dengan Tertawa.


"Aku Tidak Punya Waktu Untuk Meladeni Orang Gila Seperti Kalian Ini!." Jawab Lois Dan Lalu Pergi.


"Rasanya Sakit." Ucap Marco Yang Sambil Memegangi Pipinya Setelah Lois Pergi.


"Lihat Saja, Setelah Rencana Kami Berhasil Aku Akan Membalas Mu Lebih Dari Ini!!."


Setelah Lois Pulang Ke Rumah, Dia Diberitahu Oleh Pelayan Bahwa Albert, Riana Dan Carera Sedang Berada Di Rumah Sakit Karena Carella Yang Mengalami Kecelakaan. Setelah Mengetahui Hal Tersebut Dengan Cepat Lois Langsung Pergi Menuju Rumah Sakit.


Sesampainya Lois Di Rumah Sakit, Dia Melihat Albert Dan Riana Yang Sedang Gelisah Dan Carera Yang Sudah Menangis.


"Lois!." Ucap Carera Saat Menoleh Dan Langsung Menghampirinya.


"Saat Ini Dokter Sedang Menangani Kondisinya Dan Belum Memberitahukan Hasilnya." Jawab Riana Gelisah.


"Kecelakaan Ini Telah Di Rencanakan Seseorang!."


Albert, Riana Dan Carera Yang Mendengar Ucapan Lois Tersebut Dibuat Kaget Dan Membulatkan Matanya.


"Kecelakaan Ini Telah Di Rencanakan?, Jelaskan Apa Maksudmu Lois?!." Tanya Albert Gelisah.


"Sebelumnya Aku Mendapat Pesan Dari Nomor Tidak Di Kenal Yang Menuliskan Bahwa Nona Carera Sedang Di Culik. Awalnya Aku Juga Tidak Percaya Dengan Isi Pesan Tersebut Namun Setelah Aku Mencoba Menghubungi Kalian Untuk Memastikannya, Ponsel Kalian Tidak Dapat Dihubungi." Jelas Lois Yang Sambil Menunjukkan Isi Pesan Dalam Ponselnya.


"Setelah Itu Aku Menelpon Ke Nomor Rumah Dan Pelayan Yang Mengangkatnya Mengatakan Benar Bahwa Nona Carera Sedang Di Culik."


"Nona Carella Juga Pasti Mengalami Hal Yang Sama Denganku, Di Saat Dia Sudah Panik Dan Masuk Dalam Jebakan, Mereka Sengaja Membuatnya Mengalami Kecelakaan!." Jelasnya Lagi.


"Pantas Saja Ponsel Kami Menghilang Secara Bersamaan, Ternyata Itu Adalah Bagian Dari Rencana Mereka!." Ucap Riana.


"Tapi Apa Tujuan Mereka Dengan Mencelakai Carella?." Ucapnya Lagi.


"Aku Tahu Siapa Orang Yang Telah Merencanakan Ini Semua, Tapi Dia Tidak Ingin Memberitahukan Apa Tujuannya Dengan Mencelakai Nona Carella." Jawab Lois.


"Siapa Orangnya?!." Tanya Albert Dengan Tatapan Tajam.


"MARCO AUBERTA, Direktur Dari Perusahaan G Group!!."


"Suruh Orang Orang Kita Untuk Menangkap Pria Itu Dan Juga Pelayan Yang Telah Bersekongkol Dengannya!!."


"Baik, Saya Mengerti!." Jawab Lois Cepat.

__ADS_1


BEBERAPA JAM KEMUDIAN~


"Pasien Mengalami Benturan Di Kepalanya Saat Kecelakaan. Sekarang Kondisinya Sudah Baik Baik Saja, Namun Untuk Saat Ini Dia Masih Belum Sadarkan Diri." Ucap Dokter Yang Saat Keluar Dari Ruangan.


"Sekarang Kalian Sudah Diperbolehkan Masuk Untuk Menjenguknya."


"Terima Kasih Banyak Dok." Ucap Riana Terburu Buru Dan Langsung Masuk Bersama Albert Dan Carera.


BESOKNYA~


"Pelayan Yang Bersekongkol Dengan Marco Bernama Nina. Dia Sudah Melarikan Diri Saat Kita Semua Belum Menyadari Perbuatan Mereka. Dan Sekarang Orang Orang Kita Terus Mencari Keberadaannya." Jelas Lois Pada Albert.


"Begitu Juga Dengan Marco, Dia Melarikan Diri Setelah Mengalahkan Seluruh Orang Suruhan Kita. Dan Ceo Dari Perusahaan G Group Sama Sekali Tidak Ada Keterlibatan Dengan Kecelakaan Ini, Jadi Kami Tidak Menangkapnya." Jelasnya Lagi.


"Bagaimanapun Caranya Aku Ingin Kedua Orang Itu Di Bawa Kehadapan Ku!!." Perintah Albert Dengan Tatapan Tajam.


"Baik!." Jawab Lois Cepat.


"Karena Mamamu Sedang Hamil Dia Membutuhkan Banyak Istirahat, Aku Akan Mengantarnya Pulang Sebentar Dan Lalu Kemari Lagi. Kau Tetaplah Disini Temani Kakakmu." Ucap Albert Pada Carera.


"Ayah Temani Mama Saja Di Rumah, Disini Biar Aku Saja Yang Menjaga Kakak."


"Baiklah." Jawab Albert Yang Sambil Mengelus Kepala Carera.


"Lois, Kau Juga Ikut Temani Carera Disini. meskipun Banyak Penjaga Kita Yang Berjaga Disini Tapi Kita Tetap Harus Terus Waspada!."


"Baik!." Jawab Lois Cepat.


"Lois, Saat Ini Aku Takut Sekali." Ucap Carera Yang Langsung Memeluk Lois Setelah Albert Pergi.


"Tidak Perlu Khawatir, Nona Carella Kondisinya Sudah Baik Baik Saja Sebentar Lagi Dia Pasti Akan Sadarkan Diri." Ucap Lois Sambil Mengelus Kepala Carera.


"Duduklah, Kau Pasti Belum Makan Dari Semalam, Tunggu Disini Aku Akan Membawakan Mu Beberapa Makanan." Ucapnya Lagi Yang Mengiring Carera Ke Tempat Duduk.


"Jangan Tinggalkan Aku!." Ucap Carera Yang Menahan Tangan Lois.


"Baiklah." Jawab Lois Yang Juga Ikut Duduk.


"Lois, Aku Sangat Takut Kedepannya Pria Yang Bernama Marco Itu Akan Muncul Kembali Dan Mencelakai Kakak Lagi." Ucap Carera Yang Menatap Lois Dengan Cemas.


"Tenang Saja, Sebentar Lagi Pria Itu Akan Segera Tertangkap." Jawab Lois Yang Menatap Carera Hangat.


"Kenapa Kau Memakai Syal?, Apa Kau Sedang Sakit?." Tanya Lois Dengan Tatapan Polos.


"Bodoh!. Apa Dia Tidak Ingat Apa Yang Telah Dia Lakukan Pada Malam Itu?." Ucap Carera Dalam Hati Yang Pipinya Sudah Memerah.


"Inikan Karena Perbuatan Mu!." Jawab Carera Dengan Tersipu Malu Sambil Membuka Syalnya.


Lois Pun Langsung Ingat Setelah Melihat Lehernya Carera.


"Maaf, Saat Malam Itu Aku Terlalu Terbawa Perasaan." Ucap Lois Yang Juga Memerah Pipinya Sambil Memasang Kembali Syalnya Carera.


"Ngomong Ngomong, Bagaimana Soal Keberangkatan Mu?."


"Sementara Ini Keberangkatan Ku Di Tunda Dulu, Aku Akan Pergi Setelah Keadaan Kembali Membaik."


"Terserah, Yang Pasti Nanti Aku Akan Menikahi Mu." Ucap Lois Dengan Tersenyum.


"Y..Ya, Setelah Aku Pulang Dari Luar Negeri Kau Harus Menikahi Ku!." Jawab Carera Yang Memalingkan Wajahnya Karena Tersipu Malu.


"Tentu!." Jawab Lois Dengan Tertawa Kecil Karena Melihat Tingkah Carera Yang Tersipu Malu.

__ADS_1


__ADS_2