Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama

Bereinkarnasi Menjadi Putri Ceo Ternama
Masa Lalu (19)


__ADS_3

MARCO AUBERTA.



Namun Saat Riana Sudah Hampir Terjatuh, Seorang Perawat Wanita Yang Melihatnya Langsung Memegangi Tubuhnya Sehingga Dia Pun Terselamatkan.


"Ibu, Kau Tidak Apa Apa?."


"Terima Kasih Banyak!." Jawab Riana Yang Langsung Memeluk Perawat Tersebut.


"Terima Kasih Banyak Tuhan, Kau Masih Melindungi Anak Di Dalam Kandunganku!." Gumam Riana Yang Masih Panik.


"Sebagai Ucapan Terima Kasihku, Aku Akan Memberikanmu Kompensasi Berupa 1 Milyar!." Ucap Riana Yang Sudah Akan Mengeluarkan CEK Tunai Dalam Tasnya.


"Tidak Perlu Bu, Saya Menolong Dengan Ikhlas Kok!." Jawab Perawat Itu Dengan Tersenyum.


Marco Yang Melihat Riana Tidak Jadi Jatuh Pun Menjadi Kesal Dan Langsung Menutup Pintu Dengan Keras.


"Baiklah, Kalau Begitu Saya Permisi Dulu Ya Bu." Ucap Perawat Itu Lagi Dan Lalu Pergi.


"Kenapa Pria Itu Tidak Mencoba Menolong Wanita Tadi?, Padahal Kan Jaraknya Sangat Dekat Dengan Wanita Itu Tapi Dia Malah Berdiri Mematung Di Depan Pintu." Ucap Perawat Itu Yang Sedang Berjalan Pergi.


"Sekarang Aku Harus Cepat Mencari Carera!, Tapi Di Marco Menyekapnya?." Ucap Riana Yang Sedang Berjalan Di Lorong.


"Riana Kenapa Kau Berada Di Rumah Sakit?." Ucap Albert Yang Baru Datang.


"Jika Kau Ingin Pergi Ke Rumah Sakit, Kau Harusnya Pergi Bersama Ku."


"ALBERT!!." Ucap Riana Yang Berjalan Cepat Saat Melihat Albert Dan Lalu Memeluknya.


"Kau Tidak Boleh Lagi Berjalan Cepat Seperti Tadi, Bagaimana Nanti Jika Kau Terjatuh?." Ucap Albert Yang Di Pelukan Sambil Mengelus Kepala Riana.


"eh, Kenapa Kau Menangis?!." Tanyanya Yang Langsung Melepas Pelukan Untuk Melihat Wajah Riana.


"Carella....Carella Mengalami Amnesia Dan Pria Yang Bernama Marco Menceritakan Cerita Palsu Tentang Kita Padanya!." Jelas Riana Yang Sambil Menangis.


"Mendengar Penjelasan Riana Tersebut Dengan Cepat Albert Langsung Mendatangi Ruang Rawatnya Carella Untuk Memastikan.


Setelah Memasuki Ruangannya, Albert Melihat Carella Yang Sedang Asyik Tertawa Dengan Pria Yang Tidak Di Kenalnya.


"Lihat, Ayahmu Sudah Datang Untuk Menjenguk Mu." Ucap Marco Dengan Tersenyum Ramah.


"Apakah Dia Ayahku?, Yang Kau Ceritakan Bahwa Ia Selalu Membela Wanita Munafik Itu Daripada Aku!." Tanya Carella Yang Menatap Albert Dengan Tatapan Malas.


Albert Yang Mendengar Ucapan Carella Barusan Langsung Membulatkan Matanya Dan Menjadi Sangat Marah. Dia Langsung Tahu Bahwa Pria Yang Sedang Duduk Di Samping Putrinya Tersebut Adalah Marco.

__ADS_1


"DASAR PRIA TIDAK TAHU MALU!!." Teriak Albert Yang Langsung Mendekati Marco Untuk Memukulnya.


Saat Pukulan Albert Sudah Akan Mengenai Wajah Marco, Dengan Cepat Carella Langsung Memegangi Lengannya Albert. Sehingga Kepalan Tangan Albert Berhenti Tepat Di Depan Wajah Marco.


"Kenapa Suka Sekali Sih Memukuli Orang?." Tanya Carella Yang Saat Memegangi Lengannya Albert.


"Carella, Jangan Lindungi Pria Ini. Karena Dia Bukanlah Orang Yang Baik!." Ucap Albert Yang Langsung Menarik Tangannya Dan Lalu Ingin Memegang Wajah Carella.


"Benar Yang Seperti Marco Ceritakan Bahwa Ayah Orangnya Suka Sekali Memukuli. Sama Seperti Dulu Ayah Memukuli Aku Karena Membela Wanita Munafik Itu!." Ucap Carella Yang Menunjuk Riana Dengan Tatapan Tajam.


"Carella, Itu Tidak Benar!. Ayahmu Bukanlah Orang Yang Seperti Itu." Sahut Riana Yang Berjalan Mendekati Carella.


"Diam Di Tempatmu!. Aku Tidak Minta Kau Untuk Berbicara!!." Ucap Carella Yang Menatap Tajam.


Riana Tidak Menuruti Ucapan Carella, Dia Terus Saja Berjalan Untuk Mendekati Carella.


"Berhenti Aku Bilang!!." Teriak Carella Namun Masih Tidak Dituruti Oleh Riana.


Carella, Jangan Berbicara Kasar Pada Ibumu." Ucap Albert Dengan Nada Lembut Yang Hanya Di Abaikan.


Carella Menjadi Sangat Kesal Karena Riana Terus Berjalan Untuk Mendekatinya. Lalu Dia Pun Mengambil Bantal Miliknya Untuk Melemparkannya Ke Arah Riana.


"BERHENTI AKU BILANG!!." Teriak Carella Dan Langsung Melemparkan Bantalnya.


PUKK.......Suara Bantal Yang Mengenai Wajahnya Riana.


"Carella, Ini Sudah Keterlaluan!." Ucap Albert Menatap Carella Dengan Tatapan Tajam.


"Jangan Marah Padanya. Lagian Hanya Sekedar Bantal Saja Itu Sama Sekali Tidak Sakit" Ucap Riana Yang Sambil Memegang Pundak Albert.


"Dasar Wanita Munafik!." Ucap Carella Yang Memalingkan Wajahnya.


"Aku Akan Membawa Penjaga Untuk Membawa Pria Sialan Ini!!." Ucap Albert Yang Sudah Akan Menelpon.


"Ayah Tidak Ada Hak Untuk Membawa Suamiku Pergi!, Jika Ayah Masih Tetap Melakukannya Maka Aku Dan Marco Akan Pergi Tinggal Di Luar Negeri!!." Ancam Carella Dengan Menatap Tajam.


Albert Yang Mendengar Ancaman Carella Tersebut Pun Langsung Menaruh Kembali Ponselnya, Karena Ia Sangat Takut Jika Putrinya Sampai Pergi Jauh Bersama Marco.


Marco Yang Melihat Albert Tidak Bisa Berkutik Setelah Mendapat Ancaman Dari Carella Pun Langsung Menyeringai Dari Belakang Tubuh Carella.


"Saat Ini Apa Yang Coba Kita Lakukan Akan Tetap Salah Di Mata Carella. Sebaiknya Sekarang Kita Cepat Mencari Carera, Karena Entah Dimana Marco Menyembunyikannya." Bisik Riana.


"Ya, Sebaiknya Kita Pergi." Jawab Albert Dan Langsung Pergi Bersama Riana.


"Ternyata Benar, Ayahku Langsung Menuruti Perkataan Wanita Munafik Itu Untuk Pergi Meninggalkanku!!." Ucap Kesal Carella Dalam Hatinya Sambil Mengepalkan Tangannya.

__ADS_1


Marco Yang Melihat Hal Itupun Langsung Mengambil Kesempatan Untuk Terus Mencuci Otaknya Carella.


"Tenanglah, Ayahmu Memang Sudah Dari Dulu Begitu. Sekarang Ada Aku Disini Untuk Menemanimu!.' Ucap Marco Sambil Memeluk Carella.


"Ya, Kau Juga Jangan Jadi Seperti Mereka. Karena Aku Hanya Memiliki Kau Sorang Yang Benar Tulus Sayang Padaku!." Jawab Carella Yang Memeluk Erat Tubuh Marco.


"Tentu. Aku Berjanji Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu!." Jawab Marco Sambil Mengelus Kepala Carella.


"Menjijikan!!. Lihat Saja Sebentar Lagi Aku Akan Menghancurkan Kuarga Kalian!!"


~


Albert Sudah Menugaskan Penjaganya Untuk Mencari Ke Seluruh Sisi Rumah Sakit, Namun Sampai Sekarang Carera Pun Masih Tidak Di Temukan.


Lois Yang Baru Pulang Dari Kantor Mendengar Kabar Tentang Carella Menjadi Marah. Namun Albert Sementara Ini Memintanya Untuk Tidak Berbuat Macam Macam Kepada Marco Karena Sampai Saat Ini Mereka Masih Belum Mengetahui Apa Tujuannya.


Lois Menjadi Bertambah Marah Setelah Mendengar Kabar Bahwa Carera Di Sekap Oleh Marco Dan Sampai Sekarang Masih Juga Belum Di Temukan.


"Sialan!!, Sebenarnya Dimana Marco Menyembunyikan Carera??!." Ucap Marah Lois Setelah Memukul Dinding.


"Rekaman CCTV Pun Sudah Dihapusnya. Dasar Pria Brengsek, Awas Saja Jika Carera Sampai Terluka Maka Aku Akan Menghabisinya!!."


"Maaf Tuan, Anda Tidak Boleh Sembarangan Memukul Dinding Di Rumah Sakit Ini." Ucap Salah Satu Perawat Wanita Yang Lewat.


"Maafkan Saya." Jawab Lois Yang Tersadar Dan Lalu Pergi.


DI SISI LAIN~


"Ini..Dimana?." Ucap Carera Saat Tersadar Melihat Sekelilingnya.


Carera Mendapatkan Dirinya Terbangun Di Atas Kasur Di Dalam Suatu Ruangan Yang Kecil Dan Gelap.


"Aku Ingat Terakhir Kali Aku Sedang Berada Di Rumah Sakit, Saat Itu Kakak Sudah Akan Siuman Namun Seorang Perawat Tiba Tiba Memukul Kepalaku...Setelah Itu Aku Tidak Ingat Lagi Apa Yang Terjadi." Ucapnya Lagi Sambil Memegangi Kepalanya.


"Kenapa Perawat Itu Memukul Kepalaku?.....Oh Tuhan!, Berati Saat Ini Kakak Sedang Dalam Bahaya!!." Ucapnya Lagi Yang Langsung Panik.


"Sekarang Aku Harus Cepat Kembali Ke Rumah Sakit!." Ucapnya Lagi Yang Langsung Bangun Dari Kasur.


"AKU TIDAK MENGIZINKANMU UNTUK BALIK KE RUMAH SAKIT!!." Ucap Seorang Pria Tiba Tiba.


Carera Tersentak Kaget Mendengar Suara Tersebut Dan Langsung Menoleh Ke Arah Belakang Kasur. Dia Melihat Sosok Seorang Pria Yang Sedang Duduk Di Atas Kursi, Namun Karena Ruangan Yang Gelap Carera Tidak Bisa Melihat Jelas Wajah Pria Tersebut.


"Siapa Disana?!." Tanya Carera Yang Kaget Namun Tidak Di Jawab.


Carera Berjalan Mendekati Jendela Untuk Membuka Tirai. Ruangannya Pun Menjadi Terang Sehingga Wajah Pria Tersebut Sudah Terlihat Jelas.

__ADS_1


Carera Melihat Sosok Pria Yang Umurnya Tidak Berjauhan Dengan Lois, Dan Pria Tersebut Sedang Duduk Di Atas Kursi Dengan Menyilang Kan Kakinya Sambil Tersenyum Licik.


"Siapa Kau?!. Tanya Carera Yang Ketakutan.


__ADS_2