
"Maaf, Tapi Aku Tidak Suka Berdansa!." Jawab Alice Datar Dan Langsung Pergi Meninggalkan Kedua Pria Tersebut.
"Kita Di Tolak Begitu Saja?!" Ucap Serentak Kedua Pria Tersebut Yang Masih Bengong.
Disisi Lain
"Lihat Itu, Darent Sedang Duduk Sendirian!. Sepertinya Dia Juga Belum Mendapatkan Pasangan Dansanya!." Ucap Salah Satu Gadis Dari Kejauhan.
"Kebetulan Sekali!. Ayo Kita Dekati Dia!." Sahut Gadis Lain Yang Langsung Berjalan Ke Arah Tempat Darent.
Sesampainya Di Tempat Darent, Kedua Gadis Itu Langsung Saja Menawarkan Diri Mereka Untuk Menjadi Pasangannya.
"Ah..Anu Darent, Jika Kau Belum Mendapatkan Pasangan Dansa, Bolehkah Aku Menjadi Pasangan mu?." Ucap Salah Satu Gadis Dengan Malu Malu.
"Aku Juga Ingin Menjadi Pasanganmu!. Kau Harus Memilih Di Antara Kami Berdua Untuk Menjadi Pasangan Mu!." Sahut Gadis Lain Dengan Tatapan Tajam.
"Aku Tidak Tertarik!." Jawab Darent Dengan Singkat Yang Sedikitpun Tidak Melirik Kedua Gadis Tersebut.
Mendengar Jawaban Darent Tersebut, Membuat Kedua Gadis Itu Menangis Dan Langsung Pergi.
"Konyol Sekali Bukan?, Seharusnya Kita Sudah Tahu Bahwa Darent Tidak Akan Sudi Menjadikan Kita Sebagai Pasangan Dansanya!." Ucap Salah Satu Gadis Gadis Dengan Nada Sedih.
"Benar Sekali!. Darent Adalah Anak Seorang Ceo Ternama. Semua Gadis Juga Menyukainya Karena Wajahnya Yang Tampan Dan Mempesona. Walaupun Hanya Untuk Pasangan Berdansa, Tentu Saja Dia Akan Pilih Pilih Dulu!." Ucap Gadis Lain Dengan Nada Kecewa.
"Lihat Itu, Sepertinya Kedua Cowok Itu Juga Belum Mendapat Pasangan!. Sepertinya Ini Sudah Menjadi Takdir Kita Untuk Berpasangan Dengan Mereka!." Ucapnya Lagi Dengan Senang Yang Sambil Menunjuk.
"Baiklah!, Daripada Tidak Dapat Sama Sekali, Ayo Kita Langsung Dekati Mereka!." Sahut Gadis Lain Yang Langsung Berjalan Kearah Kedua Pria Tersebut.
__ADS_1
"Aku Tidak Terbiasa Dengan Acara Yang Seperti Ini." Ucap Alice Dalam Hati Yang Sambil Berjalan.
Alice Yang Sedang Berjalan Di Tengah Keramaian, Tiba Tiba Saja Ada Seorang Pria Yang Menabraknya Dengan Keras.
"Maaf, Aku Sedang Buru Buru!." Ucap Pria Tersebut Yang Langsung Pergi.
"Ternyata Kau Ada Disini!." Ucap Chatrine Tiba Tiba.
"Dari Mana Saja Kau?. Sudah Dari Tadi Kami Mencari Mu kemana Mana!." Ucapnya Lagi Dengan Marah Marah.
"Ada Apa?!." Tanya Alice Dengan Wajah Datar.
"Ayah Menyuruh Kita Jangan Berpencar. Dan Untuk Duduk Bersamanya!." Jawab Cassandra.
"Ngomong Ngomong, Kau Tidak Ikut Berdansa Yaa?." Tanya Chatrine.
"Baguslah!. Ayo Kita Pergi, Jangan Membuat Ayah Lama Menunggu!." Ucap Chatrine Yang Langsung Pergi.
Sesampainya, Mereka Langsung Duduk Di Kursi Yang Telah Di Persiapkan Khusus Untuk Keluarga Auberta.
"Alice, Kenapa Kau Duduk Di Sebelahku?!. Tanya Gracia Yang Saat Alice Duduk Di Kursi Barisan Keluarganya.
"Memangnya Tidak Boleh Ya?." Tanya Balik Alice.
"Seharusnya Saat Ini Kau Sedang Duduk Bersama Dengan Ayah Dan Kakak Kakakmu. Itu Tempat Khusus Yang Ayahku Telah Persiapkan Untuk Keluargamu." Ucap Gracia Dengan Tersenyum.
"Baiklah, Aku Mengerti." Ucap Alice Yang Langsung Berdiri.
__ADS_1
"Kenapa Ribet Sekali Hanya Untuk Duduk?!." Ucap Alice Dalam Hati Yang Sedang Berjalan Berpindah Duduk Ke Tempatnya.
Saat Semua Orang Sedang Asyik Menikmati Pestanya, Alice Menyadari Sesuatu. Bahwa Ada Satu Orang Yang Terus Menerus Sedang Mengamati Mereka Dari Kejauhan. Dan Alice Merasakan Hawa Pembunuh Dari Orang Tersebut.
"Orang Itu Adalah Pria Yang Menabrak Ku Tadi!." Ucap Alice Dalam Hati Yang Melihat Dari Kejauhan.
"Aku Merasakan Hawa Membunuh Dari Pria Tersebut. Sepertinya Dia Adalah Pembunuh Bayaran!. Tapi Siapa Targetnya?!." Ucapnya Lagi Dalam Hati.
"Kenapa Semua Orang Yang Disini Tidak Ada Yang Menyadarinya?!. Padahal Pria Tersebut Sangat Jelas Mencurigakan." Ucapnya Lagi Dalam Hati Yang Melihat Semua Orang Sedang Asyik Berpesta.
Alice Terus Saja Mengamati Setiap Gerak Gerik Pria Tersebut Dari Kejauhan. Tapi Pria Tersebut Sama Sekali Tidak Menyadari Bahwa Dirinya Sedang Di Amati Oleh Alice.
Saat Sedang Di Amati, Pria Tersebut Tiba Tiba Saja Mengeluarkan Sebuah Pisau Belati. Dengan Cepat Pria Tersebut Membidik Ke Arah Targetnya Dan Langsung Melemparkan Belati Tersebut Ke Arah Targetnya.
Saat Pria Tersebut Sedang Membidik Ke Arah Targetnya, Alice langsung Mengetahui Siapa Target Dari Pria Tersebut.
Alice Sangat Terkejut Setelah Mengetahui Siapa Targetnya. Saat Belati Tersebut Telah Di Lemparkan, Dengan Cepat Ia Langsung Melompat Jauh Ke Arah Belati Tersebut Untuk Menepisnya.
"GRACIA!." Teriak Alice Dengan Keras Yang Langsung Melompat Ke Udara Dan Menepis Belati Tersebut Dengan Kakinya.
Sontak Teriakan Alice Tersebut Membuat Semua Orang Yang Berada Di Sana Dengan Cepat Menoleh Ke Arahnya .
Betapa Terkejutnya Semua Orang Yang Berada Di Sana Saat Melihat Tindakan Alice Tersebut. Dengan Cepat Mereka Langsung Menyadari Bahwa Ada Pembunuhan. Hal Itu Membuat Mereka Langsung Berlarian Sajauh Mungkin Dari Tempat Itu.
"Pembunuhan!. Cepat Lari!." Teriak Orang Orang Dengan Panik Yang Langsung Berlarian.
"Cepat Cari Tempat Untuk Berlindung!." Teriak Orang Orang Dengan Panik Yang Sedang Berlarian.
__ADS_1
Seketika Keadaan Menjadi Sangat Rusuh. Semua Orang Yang Berada Di Sana Berteriak Ketakutan Dan Berlarian Ke Sana Ke Sini.