Bersama Mu Aku Menemukan Cinta

Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
episode lima belas


__ADS_3

Hari yang paling dinantikan oleh Metia kini telah tiba. Ya hari yang paling spesial baginya adalah hari dimana Atayad akan menikah dengan gadis yang telah dipilih oleh Ahmad dan disetujui olehnya.


Senyum bahagia yang tak pernah surut terus terukir indah dibibirnya hingga tertular kepada mereka yang datang dan memberikan ucapan selamat. Acara berlangsung di aula sebuah hotel ternama di ibukota. Entah berapa ribu undangan yang hadir untuk menyaksikan Atayad mengucapakan janji suci sebuah pernikahan.


Kebahagiaan menyelimuti bukan hanya bagi dua keluarga tapi juga mereka yang hadir disana.


Pakaian adat khas sunda melekat pada tubuh Atayad yang gagah rupawan. Decak kagum terdengar dari mereka saat Atayad yang didampingi oleh kedua orangtuanya berjalan melewati mereka menuju meja akad.


Bahkan terdengar beberapa dari mereka yang menyayangkan kenapa Atayad tidak memilih putrinya salah satu dari mereka.


Sementara masih menunggu didalam sebuah kamar yang menjadi ruang makeup. Helaan nafas berat terdengar disana. Beberapa kali Ara melirik layar yang tertempel pada dinding ruangan tersebut menyaksikan siaran langsung yang sedang terjadi didalam aula.


Sebuah senyum yang terkesan dipaksakan terlukis dibibirnya. Terlihat genangan bening disudut matanya.


Ara memejamkan singkat sejenak matanya sambil menengadah agar air matanya tak jatuh dan merusak makeup.


Sebuah pesan masuk di hp Ara dan membuat Ara melirik kearahnya. Ara meraih benda tersebut dan segera membuka pesan tersebut.


"Sudah ku katakan pada mu Ara, untuk apa kamu melanjutkan pernikahan dengan orang yang tidak mencintai kamu dan kamu pun tak mencintai dia. Kamu tak akan menemukan cinta dengan dia, karena cinta mu ada pada ku" ~~Rey


"Kau masih punya kesempatan untuk lari dari semua drama ini, aku menunggu mu di basemant"~~Rey


Ara berniat membalas pesan tersebut namun belum sempat tangan Ara mengetik sesuatu tiba tiba seseorang masuk dan mengagetkan Ara.


Ara segera mematikan ponsel tersebut dan berbalik. "Kak" ucap Ara saat melihat kakak iparnya masuk sambil tersenyum.


"Tegang ya Ra" ucap kakak iparnya sambil sambil memegang pundak Ara dengan lembut.


Sejenak Ara memandang kakak iparnya kemudian tersenyum dan berkata. "Bagaimana perasaan kakak saat tau kalau kakak akan dinikahkan dengan kak Gian? Sementara kakak dan kak Gian sebelumnya belum pernah saling mengenal."


Elia duduk di kursi yang ada di samping Ara kemudian meraih kedua tangan Ara dan tersenyum.

__ADS_1


"Pada saat kakak tau kalau kakak akan dinikahkan dengan orang yang tidak kakak kenal sebelumnya kakak sempat kaget dan tidak terima. Bahkan diawal awal pernikahan kakak tidak pernah menganggap mas Gian suami kakak, kakak masih saja bertingkah seperti seorang perempuan yang tidak memiliki tanggung jawab" Elia menjeda sejenak kalimatnya.


"Tapi seiring berjalannya waktu dan dengan sabarnya kakak mu Gian yang tidak pernah lelah mengingatkan kakak akan tanggung jawab sebagai seorang istri, meski kadang cara mengingatkanya menimbulkan pertengkaran kecil diantara kami" sejenak tertawa saat Elia mengingat masa masa itu.


"Dan ternyata lama kelamaan cinta diantara kami muncul dengan sendirinya. Bahkan sekarang cinta itu semakin bertambah dan berbunga kasih sayang serta mengahasilkan buah" ucap Elia


"Buah?" ucap Ara yang tidak mengerti maksud dari kakak iparnya.


"Ia buah, buah cinta. Keponakan kamu" jawab Elia dengan senyum.


"Oh alah kak" balas Ara yang disambung tawa untuk menetralkan rasa tegangnya Ara.


"Menikah dan jadi mama muda itu tidak menyeramkan sama sekali Ra" sambung Elia ditengah tawa mereka.


Elia dan Ara berhenti tertawa saat mendengar dua kalimat sahadat diucapkan oleh penghulu dan diikuti oleh Atayad langsung.


Suasana di Aula dan diruangan makeup tiba tiba berubah hening saat Atayad mengucapkan ijab kabul dengan begitu khidmatnya.


Kata sah terdengar diucapakan oleh saksi dan mereka yang ada disana. Ahmad dan Metia tersenyum bahagia dan lega begitu pula dengan Rasdyan dan Ana.


Rata rata semua yang hadir disana tersenyum bahagian dan ikut berdoa untuk kebahagian kedua memepelai pengantin. Tapi ada rasa penyesalan dihati seseorang saat menyadari kebodohannya telah meninggalkan Atayad beberapa tahun yang lalu.


Kalau saja dulu dia tidak melakukan sebuah kebodohan, ada kemungkinan dirinyalah yang merasakan bagaimana bahagianya bersanding dengan Atayad.


***


Selesai ijab kabul serta doa bersama seseorang yang menjadi pembawa acara mempersilahkan mempelai wanita memasuki Aula.


Dengan diiringi beberapa pager ayu atau istilah sekarang mah bridesmaids, Ara melangkah dengan anggunnya dibalik balutan kebaya serta siger sunda yang bertengger dikepalanya.


Ara diantar hingga berdiri tepat didepan Atayad. Atayad melirik Ara dengan tatapan yang sulit diartikan sebelum akhirnya ia menyematkan cincin pernikahan dijari manis Ara.

__ADS_1


Riuh tepuk tangan dan cuitan tamu undangan saat Atayad menempelkan bibirnya pada kening Ara dengan begitu lembutnya.


*Yang jomblo jangan baper*


***


Sekarang Atayad dan Ara sudah berada disebuah kamar hotel yang disiapkan oleh Rasdyan untuk mereka beristirahat setelah mengikuti rangkain upacara pernikahan.


Kebingungan menyelimuti keduanya, entah apa yang harus mereka lakukan. Rasa canggung terlihat jelas teroancar diraut wajah Ara, tapi tidak dengan Atayad. Ia tetap tampil cool tanpa terlihat ada rasa canggung sama sekali.


"Setelah ini apa ya yang haris aku lakukan? ah aku lupa menanyakannya tadi pada kak Elia. Aaahhh dasar bodoh" Ara mengumpat diri sendiri dalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Apa yang akan terjadi? baiklah kasih silahkan tulis khayalan kalian di kolom komentar jangan lupa like dan vote nya!!!!


Ig: Nuryanthiag

__ADS_1


__ADS_2