Bersama Mu Aku Menemukan Cinta

Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
Episode tiga puluh lima


__ADS_3

Atayad melirik Ara menggunakan ekor matanya. "Kenapa sepertinya dia tidak marah sama sekali aku membaca pesan dari kekasihnya itu"


Lagi lagi Atayad melirik Ara masih menggunakan ekor matanya. Namun sial karena saat ia melirik, ternyata Ara sedang menatapnya dengan tatapan datar.


Deg......


Segera Atayad menarik fokus matanya ke jalanan kembali. Jakunnya terlihat naik turun, mungkin ia merasa malu tertangkap basah oleh Ara. Detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. "Aduh ada apa dengan jantungku, sepertinya besok aku harus cek kesehatan. Sudah lama aku tak melakukan itu" ucap Atayad dalam hati


Begitu pun Ara, hatinya terasa bergetar saat tadi ia sedang menatap Atayad lalu Atayad meliriknya. Setelah kejadian itu Ara lebih banyak memalingkan wajahnya ke jendela disampingnya. Malu karena tertangkap basah sedang menatapnya? tentu saja. Tiba tiba hatinya ingin melirik lagi namun takut ketahuan lagi. Dan ujung ujungnya Ara hanya menggigit jari telunjuknya saja. "Kenapa lama sekali?" Tanya Ara dalam hati karena sudah merasa tidak enak dengan posisi duduknya alias salting "Salah tingkah"


Dan akhirnya mereka lebih memilih ego mereka yang tak menghasilkan apa pun. Atayad fokus dengan pemikiran serta kemudinya dan Ara pun dengan rasa yang tak menentu yang sedang menghinggapinya. Baik Ara atau pun Atayad masih enggan menyimpulkan rasa yang masih samar samar dalam diri mereka.


Tak dapat dipungkiri jika sebuah rasa yang dinamakan cinta memang sudah tumbuh diantara mereka. Rasa yang masih belum kelihatan jelas bentuknya itu mulai menghinggapi hati satu sama lainnya. Kapan mereka akan berani jujur pada diri sendiri dan tak mengedepankan ego masing masing? Ada yang bisa jawab? Akan kah mereka mengakui perasaan mereka satu sama lainnya?


Kepala Atayad mengangguk angguk seiring alunan musik dari audio yang diputarnya. Beberapa kali ia juga terlihat menggaruk garuk beberapa bagian yang mungkin tidak terasa gatal sama sekali.


Setelah melewati perjalanan selama dua jam akhirnya mobil yang ditumpangi Atayad dan Ara berhenti mengikuti mobil Zayn dan Shelly.


Pantai yang menjadi tujuannya sudah berada di depan mata.


Beberapa gundukan awan kecil menghiasi birunya langit. Hamparan pasir ditepi laut serta gemuruh ombak yang diimbangi semilir angin menambah keindahan ciptaan Tuhan.


MasyaAllah itulah kata yang Ara ucapkan saat langkah kakinya mulai berjalan diatas pasir pantai. Atayad mengikutinya dari belakang seperti seorang pelayan yang mengikuti tuannya itu yang ada dipikiran Atayad. Namun berbeda dengan apa yang Atayad pikirkan jika orang lain yang melihatnya. Justru apa yang dilakukan Atayad terlihat romantis seperti seorang kekasih yang sedang memanjakan pujaan hatinya.


Tiupan angin pesisir pantai membuat rambu hitam panjang milik Ara bergerak mengikuti kemana angin berhembus. Dan itu menambah poin kecantikannya. Apalagi saat ia berbalik badan ke arah Atayad sambil tersenyum kegirangan. Atayad membalas senyum Ara dari jarak yang tak terlalu dekat.

__ADS_1


"Cantik" tiba tiba kata itu keluar lagi dari mulut Atayad meski tanpa suara. Atayad menghampiri Ara yang mulai membasahi kakinya dengan air laut. Spontan Atayad menyimpratka air ke wajah Ara. Ara yang kaget tanpa pikir panjang langsung membalasnya Alhasil mereka saling membalas satu sama lainnya.


Saling mengejar, saling lempar pasir bahkan tanpa mereka sadari terjadi beberapa gerakan yang sangat spontan. Aaahhhhh baper.


Merasa puas telah membalas satu sama lainnya. Ara yang capek memilih duduk berselonjor diatas pasir yang kakinya terkena air. Atayad pun duduk di sebelahnya.


Mata mereka sama sama menatap hamparan birunya air laut yang luas tak berujung. "Indah ya?" ucap Ara sambil menatap Atayad.


Atayad membalas tatapan Ara. Hatinya mendadak bergejolak, bergetar tak karuan didukung oleh pikiran yang mengatakan cium Tay!. Atayad mendekatkan wajahnya ke wajah Ara. Hampir saja bibirnya menyentuh bibir Ara. Belum sampai itu terjadi, teriakan anak kecil yang memanggil Atayad menghentikan niat Atayad.


"Ooom Atay" teriak seorang anak laki laki yang berlari ke arah mereka.


Ara yang malu langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Sementara Atayad melihat kearah anak laki laki itu yang sedang berjalan ke arahnya.


"Agri? kenapa sendirian mama dan papa mu kemana?" Tanya Atayad saat anak laki-laki yang bernama Agri itu sudah berada di dekatnya. Agri adalah anak sulung Zayn dan Shelly.


Atayad melirik Ara untuk bertanya meski sebenarnya itu tidak perlu sama sekali. "Boleh?" ucapnya.


Ara mengangguk tanpa menatap Atayad. Ia masih malu dengan adegan beberapa menit yang lalu. Malu karena ia bukan menghindarinya tapi malah memejamkan mata seolah ia juga menginginkannya.


"Asyiiikkk, om kita buat istana pasir seperti mereka yuk" ajak Agri, lagi Atayad melirik Ara.


"Kenapa tidak kau ajak tante Ara saja? Dia lebih pandai membuat istana pasir." ucap Atayad.


Mendengar namanya di sebut seketika Ara menyutinya. "Aku?" ucap Ara sambil menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Iya, kau kan perempuan pasti kau lebih pandai dibandingkan aku" balas Atayad.


"Mana bisa" ucap Ara.


Atayad menarik tangan Ara agar jagung dari duduknya. "Bisa ayo cepat. Sebelum kau benar bentar menjadi ibu tidak ada salahnya kan belajar menyenangkan hati anak kecil" ucap Atayad "Ayo cepat"


"Dasar pemaksa" ucap Ara sambil cemberut. Bukannya tidak bisa namun ia enggan untuk bertatap muka dengan Atayad dan masih ingin menikmati posisinya saat ini.


Huuuhhhh malu malu tapi mau.


.


.


.


.


.


.


Ini bonus up hari ini ya..... jangan lupa dukungan kalian apa pun itu aku tunggu. mau vote poin/koin tidak masalah. like atau komen pun author sangat berterimakasih sekali.


Yang mau chat pribadi dengan author bisa follow ig nya dulu!!!!!

__ADS_1


Ig: nurya.ag


__ADS_2