Bersama Mu Aku Menemukan Cinta

Bersama Mu Aku Menemukan Cinta
episode delapan belas


__ADS_3

Makan siang telah usai, Atayad ikut bergabung bersama kakak iparnya, Gian dan Fery. Tak butuh waktu lama untuk Atayad akrab dengan sesama jenis. Oh dengan sesama jenis emngnya dia apa? 😆


Mereka berbincang seputar pekerjaan yang sesekali diselipkan canda oleh Gian yang memang notabene nya suka bercanda.


Mereka terlihat sangat menikmati obrolannya.


Sementara Ara setelah merasa kenyang ia lantas mengajak Elia sebagai kakak iparnya berbincang berdua dikamar. Dengan langkah yang terkesan buru buru Ara menarik tangan sang kakak ipar.


"Ada apa sih Ra" Tanya Elia saat mereka sudah tiba dikamar yang biasanya digunakan oleh Ara.


"Udah kak duduk dulu, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Ara sambil menutup pintu dan menguncinya.


"Soal?"


"Emmmm,...?" Ara terlihat bingung membuat Elia menatapnya bingung sambil mengerutkan keningnya serta matanya terlihatbikit menyipit.


"Apa?" Tanya Elia dan berhasil membawa Ara kembali ke alam sadarnya setelah diam membisu beberapa detik.


"Emmm makan malam kakak gimana?" Ara berucap dengan tergesa gesa tanpa memperhatikan kata apa yang diucapkannya membuat Elia semakin bingung.


Elia terlihat meletakan telapak tangannya pada pundak Ara dan mengusapnya pelan. "Kamu kenapa Ra, kenapa aneh banget?" Elia bertanya kembali, khawatir akan adik iparnya terlihat gugup.


"Tarik nafas pelan, keluarkan. Nah sekarang kamu tanyakan apa yang mau kamu tanya pada kakak" ucap Elia lembut penuh sikap keibuan. Ya memang dia sudah dikaruniai dua orang anak dari pernikahannya dengan Gian.


"Kakak melewati malam pertama dengan kak Gian gimana?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari bibir mungil Ara yang menawan.


Mendengar itu Elia langsung terbatuk, kemudian ia tersenyum tipis pada adik iparnya. Ia kini mengerti kenapa Ara bertanya demikian.


Merasa Ara sudah dewasa dan pantas mendengarkan cerita malam pertamanya dengan Gian, dengan senyum malu malu ia menceritakan kisahnya. Mengalirkan cerita malam pertama Elia dan Gian yang waktu itu yang sama seperti Ara menikah karena dijodohkan.


Ara mendengarkan dengan seksama, kadang ia terlihat tertawa pada bagian tertentu dan kadang ia juga meringis meski tak merasakan apa pun. Apalagi saat Elia menceritakan bagian intim.


"Ngeri, apa aku juga akan begitu? Ah tidak diajakan tidak normal sepertinya" ucap Ara saat apa yang diceritakan Elia yerbayang dibenaknya.


"Gitu Ra" ucap Elia dengan senyum malu malu masih tersemat dibibirnya.


Terlihat dengan jelas bagaiamana Ara memaksakan senyumnya setelah mendengarkan cerita sang kakak ipar.


Ia jadi ikut malu sendiri.


"Malam tadi kamu gimana Ra?" ucap Elia, kini giliran dirinya menanyakan bagaimana Ara dan Atayad melewati malam pertama mereka.


Tiba tiba kakak iparnya itu tertawa saat ia membayangkan ekspresi dua anak manusia yang berbeda kepribadian menyatu dalam satu malam.

__ADS_1


"Apaan sih kak" ucap Ara yang malas menceritakan kisahnya tadi malam. Entah itu karena malu, karena ia dan suaminya tidak melakukan hal yang diceritakan Elia saat malam pertama, atau karena ia malu karena tidur terpisah.


"Gak usah malu malu kali Ra, kita kan sama sama pernah mengalami" ucap Elia sambil menahan senyum melihat ekspresi yang ditimbulkan Ara.


"Nggak lah kak" sangkal Ara sambil meraih boneka yang selalu jadi teman tidurnya dulu.


"Hah, nggak?" ucap Elia dengan mata setengah terbelalak. "Nggak melakukan apa apa maksudnya Ra?" ucap Elia lagi.


"Sebelumnya tadi malam tuh...." tiba tiba Ara bermenoleh kerah pintu yang terdengar diketuk dari luar.


Ia segera beranjak dari tempat tidur saat ketukan pada pintu kamarnya tak kunjung berhenti.


"Kak Gian" ucap Ara saat pintu sudah terbuka dan menampakan wajah kakaknya yang ia rasa sama menyebalkannya dengan Atayad.


"Kenapa dikunci Ra?" Tanya Gian dengan tatapan heran saat melihat Ara dan istrinya ada didalam kamar tersebut.


"Lah, kamar? kamar siapa? bebas dong kak" ucap Ara santai dengan tangan masih memegang handle pintu.


"Ngerumpi? Gosip? Gibah?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut kakak pertamanya.


"Kenapa sayang?" ucap Elia sambil berjalan menghampiri adik kakak yang berada diambang pintu tanpa memberikan jawaban dari pertanyaan Gian.


"Ck, Anak kamu nangis dari tadi cari mamanya. Taunya sang mama lagi ngerumpi ria" ucap Gian dengan salah satu sudut bibir tarangkat menunjukan senyum ejekan.


"Memangnya kalian ngerumpiin apa sih" ucap Gian yang pada akhirnya penasaran juga. Gian memang memiliki sikap yang sering berubah ubah dan kadang sulit ditebak. Ia bisa tegas saat saat tertentu dan sikapnya bisa berubah beberapa menit kemudian.


"Dih, penasaran juga akhirnya" ucap Ara dengan nada mengejek sang kakak.


"Ngerumpi malam pertama mu ya?" Ucap Gian sambil berjalan masuk ke kamar Ara.


Ara dan Elia mebeliakan matanya melihat sikap Gian.


"Bagaimana? Seru?" tanya Gian saat ia sudah mendaratkan pantatnya pada sofa yang ada dikamar sang adik.


"Istri sama suami sama saja" ucap Ara sambil menhentakan kakinya pelan.


"Malam pertama mu gak seru ya" ucap Gian sembil bibirnya dicebikan. "Haha kaku kayaknya ya Ra, Oh atau jangan jangan kalian tidak seperti yang kakak ucapkan dan justru kalian malah menikmatinya?" ucap Gian semangat sang adik.


***


Atayad masih duduk disana, disofa yang menghadap ke kolam renang namun trsekat oleh kaca transparan.


Atayad meraih cangkir yang ada diatas meja dan berisi kopi hitam yang tidak terlalu manis sambil memperhatikan kedua anak kecil yanh sedang bermain air dikolam renang.

__ADS_1


Lucunya mereka, tadi nangis saling rebutan mainan sehingga mengharuskan sang ayah mencari ibunya. Namun tak lama setelah itu mereka kembali akur dan tertawa bersama saat air yang mereka lemparkan mengenai salah satunya.


Senyum yang tak terduga terlukis dibibir Atayad. Setelah meletakan kembali cangkir tersebut ia masih tak mengalihkan pandangannya dari dua keponakan istrinya.


"Andai dulu dia tak menolak ku terus, mungkin apa yang dirasakan oleh Gian dan istri saat ini aku pun bisa merasakannya"


Anak Gian dan Elia berumur 5 tahun dan tiga tahun. Itu artinya Gian sang kakak ipar menikah pada tahun yang sama dengan dia saat mengajak mantan kekasihnya untuk menikah.


Atayad masih memperhatikan keduanya, sesekali dia ikut tersenyum saat dua anak kecil itu tersenyum. Hingga ia tak menyadari Fery kakak iparnya satu lagi sudah duduk disana.


"Tertarik untuk secepatnya memiliki keturunan Tay?" tanya Fery saat ia melihat Atayad terus memperhatikan keponakannya sambil tersenyum.


Atayad dibuat kaget dan malu saat menyadari Fery sedang menoleh kearahnya sambil tersenyum dan melontarkan sebuah pertanyaan.


"Hmmmm, mungkin" ucap Atayad.


Namun diam diam senyum sinis menyelinap ke bibirnya. "Apa yang manja bisa mengurusnya?"


***


Hari mulai beranjak sore, warna senja yang kuning keemasan mulai menyinari. Kicauan burung menyertai kebersamaan mereka yang sedang asyik bercanda ria di taman belakang.


Atayad dan Ara pun ikut bergabung disana. Ara lebih memilih bermain dengan dua keponakannya dari pada ikut duduk disana yang akan menjadi bahan candaan mereka.


Atayad berdiri di samping papa mertuanya yang sedang asyik dengan peliharaannya. Beberapa koleksi burung yang harganya fantastis juga ada disana. Rasdyan memang suka memelihara burung untuk meramaikan rumahnya dikala pagi.


"Om suka..." belum selesai kalimat Atayad sudah disela lebih dulu oleh Gian, Elia, dan juga Rasdyan.


"Papa" ucap ketiganya kompak seperti paduan suara tujuh belasan.


Atayad menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. "Eh, iya papa sejak kapan suka koleksi burung seperti ini pa?" tanya Atayad berusaha mendekatkan diri dengan keluarga sang istri agar tidak terlihat buruk.


"Pencitraan" maki Ara dalam hatinya saat memperhatikan Atayad dengan sang papa.


.


.


.


.


.Next

__ADS_1


Maaf ya belum bisa kabulkan untuk up tiap hari soalnya nulis naskahnya di Hp, nggak bisa cepat belum lagi kalau lagi ada anak kecil yang selalu rewel gara gara mau nonton barbie di youtube, auto ngalah authornya. moon maaf ya, doakan ya biar author bisa beli apa yang dibutuhkan untuk nulis ini 😘


__ADS_2