
Mobil yang membawa Ara berhenti didepan sebuah rumah. Ara dipaksa turun namun tidak menggunakan kekerasan.
Ara dibawa masuk kedalam rumah tersebut. Ara kembali merasa mengenal rumah itu, apa mungkin ini benar rumah yang ia tinggali bersama Atayad, atau hanya berharap jika Atayad yang menyuruh mereka semua untuk memberi kejutan padanya. Logika Ara mengingatkan Ara untuk waspada bisa saja apa yang Ara pikirkan tadi tidak pernah terjadi sama sekali, dan justru malah bahaya sedang mengintainya.
Mereka berhenti, sebuah tepuk tangan memberi kode pada dua pria berbadan besar itu untuk membuka penutup mata Ara.
Ternyata benar ini rumah mereka, dan yang paling mengejutkan lagi Ara melihat Atayad berdiri disana sambil tersenyum ke arahnya dengan tangan yang memegang sebuah buket bunga. Lilin lilin kecil menyala disekitar Atas dengan membentuk love, ditengah tengah lilin itu ada sebuah karpet berbulu yang digelar dan diisi beberapa hidangan makan malam. Tak hanya sampai disitu untuk melengkapi malam ini lagu yang berjudul perfect yang dinyanyikan oleh penyanyi Ed Sheeran mangelun indah menambah suasana semakin romantis.
Ara menutup mulutnya yang tak bisa berkata kata lagi, ini benar benar membuatnya bahagia dan merasa dicintai. Baru segitu aja Ara sudah merasa bahagia, padahal Atayad belum mengatakan apa yang sebenarnya. Yang jelas Ara menemukan kebahagiaannya bersama Atayad.
Atayad melambaikan tangannya agar Ara berjalan mendekatinya. Ara mengerti itu dan ia pun melakukannya.
"Azahra Rasdya Almira, kau ingin tahu alasan mengapa aku selalu mengulang kalimat apakah kau bahagia denganku?" ucap Atayad penuh ketenangan dan kelembutan.
"Itu karena aku takut jika ternyata kau tidak bahagia. Karena bagiku kebahagiaanku adalah aku melihat mu bahagia disampingku. Entah sejak kapan perasaan ini muncul, aku terlalu bodoh untuk mengertikannya. Perasaan itu semakin kuat saat aku melihat ada orang diluar sana yang memperjuangkan mu dan aku tidak ingin kalah. Sudah lama aku ingin mengatakan ini pada mu, tapi aku terlalu takut jika aku akan kecewa untuk kedua kalinya. Malam ini aku memberanikan diri untuk mengakuinya, aku harap kita akan selalu bersama, bahagia bersama sama Tuhan menyuruh maut memisahkan dunia kita. Harus ku akui bahwa aku menemukan kebahagiaan saat bersama mu Almira."
Air mata haru terurai diwajah Ara, ia sungguh tidak menyangka Atayad akan berkata dan melakukan itu.
Atayad memberikan buket bunga yang dipengganya kepada Ara yang berdiri dihadapannya. Kedua tangan Atayad terulur mengapit wajah Ara sebelum ia melanjutkan kalimatnya. "Azahra Rasdya Almira, bisakah aku meminta mu untuk tetap berdiri disampingku apa pun yang terjadi nanti untuk menjaga kebahagiaan ini?"
Ara mengangguk sebelum akhirnya menjawab "Iya, aku bisa karena aku pun menemukan kebahagiaan ku bersama mu" ucap Ara dengan air mata yang masih mengurai di pipinya. Mereka saling mengeratkan pelukan satu sama lainnya
Sebelum Atayad mengurai pelukan mereka Atayad lebih dulu memberikan kecupan pada puncak kepala istrinya. "I love so much more and many more" ucap Atayad
__ADS_1
"Me too" balas Ara.
Atayad menyeka air mata Ata dengan menggunakan ibu jarinya. "Ternyata kau bisa menangis juga" ucap Atayad
Ara memukul dada Atayad karena merasa malu. "Ternyata seorang Atayad..."
"Mas Atayad sayang" Atayad memotong ucapan Ara lebih dulu sambil tersenyum.
Ara menarik nafas dan mengulang kembali kalimatnya "Ternyata mas Atayad sayangku bisa seperti ini. Aku pikir tidak bisa bersikap roamatis sama sekali. Lalu kenapa harus ada drama penculikan?" ucap Ara tanpa menghilangkan ekspresi kebahagiaannya.
Mereka tertawa bersama saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
Atayad mengajak Ara untuk duduk di atas karpet yang sudah disiapkan olehnya. Atayad menceritakan bagaimana ia menyusun rencan ini dalam waktu beberpa jam saja.
Ara menceritakan bagaimana terkejutnya ia saat dihadang oleh mobil yang berisi pria pria berotot itu. Tak lupa Ara juga mengatakan isi hatinya saat matanya ditutupi sebuah kain penutup mata.
"Aku menyesal mengatakan itu" ucap Ara sambil mendelikkan matanya.
"Tapi kau tidak bisa menghindarinya bukan?"
"Apaan, kau terlalu percaya diri" ucap Ara
"Tentu, percaya diri itu sangat dibutuhkan dalam sebuah bisnis untuk membangun kerja sama"
__ADS_1
"Ya ya ya, time to eat. Berhenti menyanyjung diri sendiri. Bukanya ini makan malam romantis kita"
"Kau benar kita lanjutkan ini nanti"
Ara dan Atayad saling menceritakan kisa mereka. Semuanya benar benar dibuka tidak ada lagi yang mereka tutup tutupi. Mereka saling mempercayakan satu sama lainnya.
Atayad meletakan kepalanya di pangkuan Ara, sementara Ara mebelai rambut sang suami dengan begitu lembut. Sampai malam larut pun mereka masih enggan beranjak dari sana.
Atayad mengutrakan keinginan ke depan bersama Ara. Bahkan tak sungkan Atayad meminta Ara untuk melahirkan anak mereka sebanyak mungkin. Dikira kucing kali ah
"Apa tidak salah kau memintaku melahirkan sebanyak itu?"
"Tentu saja tidak" balas Atayad sambil menatap wajah istrinya yang sedang melotot kapadanya.
"Aku manusia bukan kucing sayang" ucap Ara dengan nada manja sehingga membuat Atayad merasa gemas.
Atayad bangun, sesaat kemudian ia mengangkat Ara sehingga kini Ara ada dalam gendongannya.
"Mau kemana? aku masih mau disini" ucap Ara dalam gendongan Atayad.
"Udara disini sudah terlalu dingin" ucap Atayad sambil menatap istrinya serius.
Ara mengerutkan kening, perasaan dari tadi juga udara disini memang dingin. Atayad mendekatkan bibirnya ke telinga Ara dan berbisik "Let's start make a baby"
__ADS_1
Ara tersenyum mendengar bisikan Atayad, dan kali ini ia pun mengiyakannya. Saat tiba dikamar Atayad langsung menuju tujuannya. Tidak membiarkan Ara menganggur barang sedetik saja.
Salah? tidak, toh mereka adalah pasangan yang halal bukan. Jomblo mana jomblo? Sabar ya mblo 😊