
"Lexa,,,Lexaa"teriak Almira.
"Lexa ko ga ada yahh,apa dia udah terlanjur masuk ke dalam sana yahh"-Almira.
Almira tengah berada di jalan dimana tadi Lexa berbelok,dari tadi dia tidak melihat Lexa.
"Aduhh udah sore lagi,Lexa Mana yahh"-Almira makin panik.
"Pokoknya gw harus cari Lexa,kasian dia udah jalan jauh jauh"-Almira.
"Eh Fika mana?"-ucap Lexa saat dia sampai dan melihat yang lainnya sudah berkumpul kecuali dirinya dan Almira.
"Tau,dia kan bareng elo"-Sheren.
"Iyah aneh aneh aja Lo"-Elsa.
"Kalian ngomong apa sih?bener Fika belom sampe?"-Lexa.
Tesa menggeleng begitu pula yang lainnya.
"Kalo gitu, Fika masih di dalem hutan dong"tak sengaja Lexa berteriak membuat para cowok mendengar ucapannya.
"Apaan?Fika belom balik?"-ucap khawatir Rifki.
"Iyahh Fika gak ada"-Lexa.
"Fika gak ada? tapi bukannya dia tadi udah pulang duluan yah?"-ucap Ihsan panik begitu mendengar Fika belum balik.
"Hah?Fika masih di hutan maksud Lo?"-ucap Rivan panik pula.
Suasana mendadak menjadi memanas disana , semuanya berkumpul.
"Iyah,Fika belom balikk"-Lexa.
"Gw harus cari dia"dengan sigap Rivan berlari ke arah hutan sendirian.
"Yaudah kalo gitu gw juga mau cari Fika dulu"-Ihsan ikut berlari entah ke arah mna.
"Kita semua harus cari Fika, kecuali cewek,kalian disini aja udah sore soalnya"-Zoe.
"Fika beneran belom kesini?"-Elsa.
Lexa hanya mengangguk sambil tak percaya.
Akhirnya para cowok pun kembali masuk ke dalam hutan.
Sementara itu Almira,,,
Dia pun terus menyusuri jalan itu,namun sudah hampir 1 jam dia berkeliling,dia tak juga menemukan Lexa.
"Sebenernya Lo dimana sih xa"pekiknya lagi.
Tanpa ia sadari,ia sudah berjalan cukup jauh.Dia berbalik badan dan baru menyadari nya.
"**** gw udah jalan jauh banget tapi ko Lexa gak ketemu ketemu yahh"-Almira
"Kayaknya gw harus balik deh"-Almira kembali menyusuri jalan itu.
"Ya ampun udah gelap lagi"-Almira mulai panik.
"Tunggu, tadi gw jalan mana yahh"-karena rasa panik dia pun sampai lupa tadi melewati jalan mana saja.
"Bentar bentar gw pasti inget ko"-Ucapnya sendiri,dia mencoba mengingat namun jalan nya memang terlalu rumit.
Dia mulai ketakutan,keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya.
"Oh iya kan ada gogle maps,jadi gw bisa cari jalannya"-Otaknya mulai berfikir kembali.
__ADS_1
"Apa?gak ada sinyal?"dia semakin ketakutan.
"Fiuhh gw harus tenang,coba gw ke jalan ini dulu,siap tau nanti gw inget"dia pun berjalan namun dia tak kunjung menemukan tempat dimana tadi pertama kali dia berpisah bersama Lexa.
Kini Almira berada di hutan kumpulan pohon Pinus yang menjulang tinggi.
"Udah makin gelap lagi"ucapnya.
"Jam lima?udah hampir jam 5 tapi gw masih disini,aduh perasaan tadi gw inget deh jalanya tapi ko sekarang gw jadi bingung gini yahh"
"Apa karena gelap yahh?"
Almira berputar kesana kemari namun dia tak kunjung kembali.
Hingga akhirnya dia lelah dan duduk di bawah sebuah pohon.
"Hiks hiks,gw takut banget,dimana sih ini"-Almira mulai meneteskan air matanya.
"Tolongggggggggg"teriaknya beberapa kali namun tak ada sahutan sedikit pun.
"Apa gw bakalan mati disini yahhh"-Almira mulai berfikiran macam macam.
"Huuh gak mau,tolongggggg"teriaknya lagi.
"Tolongggggggggg"
Dia terjatuh ke tanah sambil menangis,kakinya gemeteran karena takut dia menekuk kakinya dan memeluknya sambil memejamkan mata.
"Fikaaaaaaa"teriak beberapa orang di dala hutan.
"Fikaa"teriak Ihsan.
"Miraaaaaaaaa"teriak Rivan.
Rivan berjalan sendirian ke dalam hutan,hanya karena takut Almira kenapa Napa dia sampai lupa bahwa bisa saja dia juga terjebak disana.
"Miraaaaa"teriaknya.
"Mira elo dimana sih"-ucapnya pelan.
"Miraaaaa"-Teriak nya lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Tolong"suara Almira semakin kecil.
"Tolongggggggggg"teriaknya lagi
"Itu suara Mira,suaranya dari sana,gw harus ngecek kesana"Rivan pun akhirnya nekat mencari sumber suara itu.
Benar saja pupil matanya membesar ketika melihat seorang cewek tengah terduduk lemas di bawah pohon sambil memeluk kakinya dan melipatnya.
"Mira"ucapnya lirih.
Dia pun mendekati cewek itu,untuk memastikan,dia mencolek tangan Almira terlebih dahulu.
"Aaaaa"teriak Almira ketakutan dan masih menutup matanya.
"Mira"-ucap Rivan.
Almira membuka matanya,tanpa ia sadari ia langsung memeluk Rivan.
"Van, akhirnya gw ketemu elo, takut banget"ucapnya sambil menangis di pelukan Rivan.
"Iya,udah sekarang kita pulang yahh"Rivan mengelus rambut halus Almira.
Almira baru sadar bahwa dia tengah memeluk Rivan,dia pun langsung menjauhkan dia dari pelukan Rivan.
"Hhe,iya ayo"ucapnya sambil mengusap air mata yang tersisa di pipinya.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju keluar dari dalam hutan itu.
Namun di tengah perjalanan Almira berhenti karena merasa lelah.
"Gw cape, Istirahat dulu yahh"-Almira.
"Yaudah sini gw gendong"-ucap Rivan.
"Eh enggak usah,enggak usah gw masih kuat jalan ko"ucap Almira lagi.
Rivan mengangkat bahu,lalu mereka pun kembali berjalan.
Namun entah mengapa tiba tiba saja Almira tidak dapat menyeimbangkan kakinya,kemudian dia terjatuh tersungkur ke tanah.
"Aw"pekiknya kesakitan.
"Udah gw bilang gw gendong,kan jadinya gini"-ucap kesal Rivan.
"Van elo ko kayak marah kayak gini?"-Almira.
"Karena gw tuh sayang sama Lo, gw gak mau elo kenapa Napa"ucapnya tak sadar saking kesalnya.
Almira mendengar itu kaget.
"Van?"
"Iya,gw sayang Lo,udah gak perlu di tanyain lagi"bentak nya.
Meski dengan nada tinggi, Almira tetap senang mendengar ucapan itu.
Tanpa bertanya lagi,Rivan pun menggendong Almira hingga mereka sampai di tempat camping.
"Fikaaaaa"teriak Tesa yang segera berlari menghampiri Almira yang tengah di gendong Rivan.
Sepanjang perjalanan Almira fan Rivan tidak saling berkata apa apa.
"Fika elo Gpp?"-Sacha.
"Fik elo Gpp kan?"-Lexa.
"Fika"ucap para cowok bebarengan.
Rivan pun menurunkan Almira dan Almira duduk di depan api unggun.
"Syukurlah Lo gpp,baru aja gw mau hubungin polisi"-Rifki.
"Gak perlu Ki, makasih"-Almira.
Kini semuanya kembali berkumpul.
Singkat cerita keesokan harinya mereka pun pulang kembali ke Jakarta.
Hampir 1 Minggu ini sikap Rivan menjadi aneh,semenjak mengatakan perasaannya pada Almira dia sama sekali tidak pernah mengatakan apa apa lagi,selain masalah raja ratu kampus.
Hari ini Almira tengah berada di balkon apartemen memandangi suasana ramai Jakarta siang.
Rivan yang baru saja pergi ke balkon kamarnya yang bersebelahan dengan balkon kamar Almira tak sengaja melihat Almira dan berniat masuk kembali.
"Tunggu van,"Ucap Almira memberanikan diri.
Rivan berbalik dan memasang wajah datar.
"Gue mau nanya sesuatu sama Lo"-Almira.
"Nanya apa?"ucap Rivan dingin,entahlah tapi sepertinya Rivan kembali menjadi cowok kulkas.
"Bisa kita ngomong berdua,bentar aja,tapi jangan disini"-Almira.
__ADS_1
"Okeh gw tunggu di depan Alfamart"-Rivan.
Haii semua sekali lagi author minta tolong baca novel ke 3 sama ke 4 author,emang belum author lanjutin, karena masih nunggu like dan komen kalian kalo kalian suka,juga nunggu novel ini beres,oh iya gak kerasa bentar lagi mau tamat lohT_T Jan lupa in karya yang satu ini yahhh juga like,vote sama komen kalian karena itu sangat berarti buat author:)makasiih juga buat para pembaca setia♡luv luvv♡