Berubah

Berubah
Chapter 88


__ADS_3

Di dalam kotak itu terdapat sebatang bunga mawar berwarna merah dan jaket Hoodie berwarna army.


Pertama tama Almira mengambil bunga itu dan beberapa detik mencium wangi bunga itu sambil tersenyum kecil lalu mengambil jaket Hoodie itu dan memandangi nya.


Lalu tatapan nya beralih pada kotak yang disana terdapat sebuah kertas cantik.


Almira mengambil secarik kertas itu lalu membukanya dan membacanya.


Hai Mir,apa kabar?


Gw denger elo kepilih jadi ratu kampus yah?selamat yah:)gw ngasih ini sebagai tanda selamat,oh iya intinya besok malem gw mau ngajak elo dinner di Haga Cafe,gw mohon lu Dateng yah:)


 


From Rifki to Almira


 


Almira tersenyum lalu menyimpan keras beserta kado itu.


"Anak ini ko tiba tiba"batin Almira.


"Apa gw chatt dia yah sambil ucapin makasih,atau gw telpon aja kali yahh"lanjut batinnya.


Dia mengambil handphone nya lalu mencari kontak Rifki dan langsung menelpon.


Tak lama kemudian panggilan itu tersambung


A;Assalamualaikum


R; Waalaikum Salam


A;Ki,makasih yah kadonya gw suka,eh tapi ko elu tiba tiba kayak gini ada apaan?🤣


R;Yah Kali kali gpp kali😝


A;Iyah deh serah


R;Eh iya elu mau kan dinner bareng gw?


Almira terdiam sejenak,dia berfikir mungkin kali ini dia akan mulai terbiasa jika bertemu Rifki karena dia pun lama kelamaan mulai melupakan sosok Rizki.


R;Mir,,,,


A;Iyah bisa ko:)


R;Yaudah besok malem gw tunggu yah


A;Oky,yaudah gw tutup telpon nya yah


R;Siip


Beep, panggilan pun berakhir.


Setelah sambungan telepon nya terputus Almira pun masuk ke dalam kamarnya tidak lupa dengan kotak hadiah yang di beri Rifki.


Setelah menyimpan kotak,bunga,beserta jaket itu,Almira pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu habis mandi dia langsung duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.


"Cie jaket baru"sambar Sheren yang masih sibuk berdandan sedari tadi.

__ADS_1


"Iyah di kasih Rifki"-Almira.


"Oh itu hadiah dari Rifki"ucap sheren datar..


"Eh btw gw pulang ke rumah malem ini yah,Elo juga mau pulang hari ini kan?"tanya Almira.


Sheren hanya mengangguk.


Oh iya author hampir lupa jadi yang lainnya tuh udah pulang ke rumah masing masing kecuali Almira sama Sheren yang rencananya pulang hari ini.


"eh iya gw hampir lupa,gw kan mau hubungin Tante Riska"cibir Almira pada dirinya sendiri yang selalu lupa akan segala hal,kayak author hiks hiks T_T


Almira pun menelpon Riska dan menyatakan setuju untuk bertemu besok sore di butik Tante Riska langsung.


Kini waktu telah menjelang malam dan Almira tengah berada di kamar yang sangat ia rindukan kamar yang menjadi saksi bungkam kehidupan nya di masa lalu.


Yah,Almira pulang dan langsung di sambut hangat oleh kedua orangtuanya.


Malam ini Almira tidur larut sekali karena harus membuat review endors beberapa produk.


Keesokan harinya Almira bangun siang pula dan langsung mandi lalu ganti baju karena sudah ada janji akan bertemu Tante Riska sore ini bersama Rivan.


Kemarin Almira sudah menghubungi Rivan dan Rivan setuju akan menjemput Almira karena mobil Almira yang sedang di service di bengkel.


Saat berpamitan,tak lupa pula Almira mengatakan bahwa dia akan pulang larut malam karena ada dinner bersama Rifki yang kemudian di izinkan oleh ibunya.


Kini Almira dan Rivan sudah duduk di kursi yang ada di butik Tante Riska.Sambil menunggu,mereka memainkan handphone masing masing.


Tak lama kemudian datang Lina dan memberikan 2 gelas orange juice untuk Almira dan Rivan.


Almira tersenyum manis ke arah Lina yang terus memerhatikan mereka berdua.


"Semirip itu kah kita?"Almira malah balik bertanya.


"Iya,kalian kayak punya kemiripan gituh yang membuat kalian terlihat menarik di depan banyak orang"-Lina


"Bisa aja mba Lina"Almira cengengesan sedangkan Rivan hanya terdiam dan sesekali tersenyum.


"Yasudah sambil menunggu kak Riska kalian santai santai aja dulu yah"-Lina.


"iya mba"ucap Rivan dan Almira bersamaan.


Tak lama setelah Lina pergi Almira berdiri lalu menghadap ke arah cermin panjang yang terpajang.


"Sini deh Van"Almira menarik lengan Rivan,lalu mereka berdiri berdampingan menghadap ke cermin.


"Emang kita mirip gituh?"Almira bolak balik menatap wajahnya juga wajah Rivan.


"Gak tau gw bahkan si Zoe ikut ikutan bilang kita mirip"-Rivan.


"Kalo di liat liat dari warna kulit,bentuk muja,sampe mata sih,kita emang ada kesamaan dikit,tapi ko bisa yah"Almira berfikir keras memikirkan semua perkataan orang orang yang sebenarnya tidak penting.


"Apa jangan jangan,,,,,,"ucapan Almira di gantung,kayak dia yang nge gantungin perasaan gw (Aih author jadi curhatT_T)


"Kalian jodoh"


Almira dan Rivan tersentak mendengar suara seorang wanita yang berdiri tepat di belakang mereka berdua.


Sontak mereka membalikkan badan.

__ADS_1


"Eh Tante"-Almira.


"Ko jadi bawa bawa jodoh segala sih Tan"lanjut Almira.


"Dari yang sering Tante denger, katanya kalo ada kemiripan antara cewek sama cowok yang punya hubungan kemungkinan besar mereka adalah jodoh"ujar Tante Riska senang.


"Ih apaan sih Tan,kita gak punya hubungan apa apa ko"Rivan nyerocos.


"iya Tante ini apa apaan sih,najis kali aku sama dia🤣"Almira tertawa terbahak-bahak.


Disana terjadi sedikit perdebatan hingga pertemuan mereka kali ini selesai,rencananya besok lusa pemotretan sudah di lakukan di tempat yang berbeda beda.


Rivan begitu pula Almira pun menyetujui hal itu,lalu sebelum pulang ke apartemen,Rivan terlebih dahulu mengantar Almira ke Cafe Haga yang tak jauh dari butik Tante Riska.


"Thanks yah Van"Almira melambaikan tangan pada Rivan


Rivan pun balik melambaikan tangan dari dalam mobil.


Lalu setelah Almira masuk Rivan pun menjalankan mobilnya.


Sebenarnya Rivan penasaran dengan siapa Almira dinner namun dia sadar dia tidak punya hak untuk menanyakan soal itu.


Almira masuk ke dalam cafe dan melihat Rifki lalu langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Rifki.


"Maaf,lu nunggu lama yah?"-Almira.


"Gak ko santai aja"Rifki.


Almira menatap Rifki dari ujung kaki hingga ujung rambut,dia memang sama persis dengan Rizki.


Bahkan saat pertama kali melihat,Almira kira itu Rizki.Sebenarnya Almira sangat merindukan Rizki namun karena kesibukan nya di kampus juga karena semangat dan dorongan dari teman temannya begitu pula dari Rivan yang menyuruhnya untuk bangkit dan melupakan semua ini,Almira mulai sadar bahwa sesuatu yang pergi tak akan pernah bisa kembali.


Namun tiba tiba Amira menatap mata Rifki,bola mata yang begitu indah,pikirnya dan lagi bola mata itu adalah bola mata cowok pertama yang ia cintai,Rizki.


Tak sengaja mata mereka berpapasan membuat pipi Almira memerah bak tomat.


"Udah lama gw gak ketemu sama Lo"-Rifki


"iyah gw juga"-Almira.


"HM Mir,gw minta ma,,,,"


"Udah jangan bahas itu lagi,itu semua udah takdir lagian gw udah lupain itu ko"sambar Almira.


Rifki tersenyum lega mendengar itu namun jantungnya pun tak henti berdetak.


Awalnya,hari ini Rifki berencana akan mengungkapkan perasaan nya pada Almira yang selama ini ia pendam,namun karena gengsi sampai mengantar Almira pulang pun ia tidak berani mengatakan hal yang berkaitan dengan itu sedikitpun.Hingga akhirnya,,,


"Mir, menurut elo gw sama Rizki sama gak?"tanya Rifki tiba tiba sedetik sebelum Almira turun dari dalam mobil.


"Hm,kalo masalah fisik sih kalian sama tapi bedanya tuh,sifat kalian,Rizki itu dewasa dan Elo masih kek bocah tau😝"Almira segera turun dari mobil sambil tertawa karena mengatakan hal itu yang sengaja dia buat seperti lelucon.


Rifki tersenyum lalu berpamitan pergi dan pergi meninggalkan rumah Almira.


"Gw emang gak pantes sama Almira"oceh Rifki di dalam mobil sambil memukul mukul stir.


Halo semua,novel baru aku udah rilis loh,judulnya;


ADNAN://

__ADS_1


Jangan lupa mampir yahhh,makasih:)


__ADS_2