
Pagi ini Almira sengaja tidak langsung mandi saat bangun pagi karena dia kelas sore hari ini.Dia lebih memilih untuk duduk di depan layar laptop nya dan menonton drakor sendirian,karena memang yang mendapat kelas sore itu hanya dirinya dan Lexa.
Kamu bercanda kan?
Almira membaca translate dari film drakor ini.
Enggak mungkin kamu udah nikah sama dia enggak mungkin,aku enggak percaya
Cinta yang udah kita jalin susah susah selama beberapa tahun ini enggak mungkin kandas begitu aja karena sebuah perjodohan,aku enggak percaya kalo kamu udah nikah sama dia,aku enggak percaya
Isak tangis sang pemeran utama yang dibintangi oleh Kim Yxxxxx dapat membuat Almira terbawa perasaan.
Tolong ngomong ini pasti cuman prank kan
Drakor ini menceritakan sebuah kisah cinta yang sudah di jalin beberapa tahun lamanya yang harus kandas begitu saja karena sebuah perjodohan.
Maaf xxxxx tapi ini memang sudah keputusan ku
Cairan bening dari mata Almira semakin menjadi jadi,entahlah Film ini sangat membawanya jauh bahkan dia merasakan kalo dia yang jadi aktor utama dalam film ini.
Lexa masuk ke dalam kamar.Almira buru buru menyeka air matanya yang sudah membanjiri pipinya itu.
Lexa tidak mengatakan apa apa dia hanya melihat judul drakor yang sedang Almira tonton lalu tersenyum miris.
"Udah gue beri tau kan film nya nyesek banget tau"ujar Lexa.
"Iyah gue sampe nangis kaya begini"ucap Almira diselingi senyumannya.
"Oh iya Fik,pagi ini buat sarapan sendiri yuk,gue lagi kangen nasi goreng buatan mamah deh kayanya,bantuin gue buatin yahh"Lexa memelas.
"Boleh kapan?"tanya balik Almira.
"Tahun depan,ya sekarang lah"ketus Lexa
Almira pun segera mematikan laptop nya lalu beranjak pergi ke dapur.
Lexa tersenyum puas.
Di dapur,mereka membagi bagi tugas,Lexa mengocok telur yang akan mereka goreng dadar dan menyiapkan nasi dan bahan bahan lain.
Sementara itu,Almira lah yang memotong motong bahan bahan seperti bawang merah,bawang putih,daun bawang dan tentunya sayur untuk tambahan.
Saat sedang mengiris ngiris bawang,karena tidak hati hati tangannya teriris pisau hingga mengeluarkan darah segar.
"AW"teriaknya spontan
Sontak Lexa menoleh dan langsung menghampiri Almira.
"Aduh elo enggak hati hati deh"ucap Lexa sambil memegangi dan memperhatikan baik baik luka di tangan Almira.
Dia pun segera mengambil pleaster dan membantu melekatkan nya pada jari tangan Almira yang terus menerus mengeluarkan darah.
Namun setelah selesai Lexa terlihat termenung memikirkan sesuatu.
"Fik,gawat nih"ucap Lexa.
"Apaan?"tanya Almira.
"Katanya kalo ada tangan cewe yang berdarah karena pisau atau duri,berarti bakalan ada sesuatu hal buruk yang menimpa cewe itu"ucap Lexa.
"Ko elo jadi kaya Sheren sih xa,aneh tau"ucap Almira geleng geleng.
"Gue enggak bercanda Fik,gue juga tau ini semua dari sahabat kecil gue Rian, waktu itu dia ngomong gitu dan bener pas sorenya gue enggak sengaja keserempet sama motor"ucap Lexa,wajahnya nampak serius.
Almira mengerutkan dahi.
"Mungkin itu cuma kebetulan aja kali"bantah Almira.
"Yaudah deh terserah Lo mau percaya atau enggak,tapi gue emang ngalemin sendiri"ujar Lexa
Almira hanya terdiam.
,,,,,
Kini hari sudah menjelang sore dan Almira tengah duduk di sebuah kursi yang ada di depan kelasnya hari ini.
Almira terus saja mengingat ngingat perkataan Lexa tadi, Perasaannya jadi kacau,dia bahkan sempat berfikir kalo akan terjadi sesuatu hari ini.
Dilain sisi dia juga gelisah karena Rizki belum mengabari nya.Namun dia juga malu kalo harus ngabarin duluan.Tapi dia segera mengusir rasa malu itu dengan men chatt Rizki untuk mengusir rasa khawatirnya itu.
Almira
Ki,elo pulang jam berapa?
Almira mencoba mencari topik agar Rizki mau menjawab cepat.
Rizki
__ADS_1
Ini gue lagi siap siap sekitar satu jam\-an
lagi gue otw pulang sama Rifki
Dia menghembuskan nafas lega melihat jawaban dari Rizki
Almira
Yaudah hati hati,Jan lupa kabarin gue yah'\)
Rizki
Iya mybee<3
Entahlah baru kali ini Almira merasakan pipinya memanas melihat pesan dari Rizki
Almira
Yaudah gue mau masuk ke kelas dulu
nanti kita sambung, bye
Setelah puas mendengar jawaban Rizki Almira pun menanyakan satu persatu kabar orang dekat nya.Termasuk bokap sama nyokap nya.
Tapi untunglah,semuanya dalam keadaan baik membuat Almira lega.
"Fiuh gue sampe kepikiran terus terusan tau"ucap Almira
Kini hari telah berganti,jam menunjukkan pukul 18.00.Keenam cewe ini tengah kumpul kumpul sambil makan Snack.
"Iyah kenapa yah ko perasaan gue juga jadi enggak enak"ucap Sacha dia memegangi dadanya.
"Perasaan kalian aja kali"lanjut Tesa menengahi.
Yang lainnya pun hanya mengangguk ngangguk.
Namun tiba tiba saja sebuah pesan masuk dari Rizki
Rizki
Hp gue lobet,kalo ada apa apa Chatt lewat
No Rifki aja
Almira
Rizki
Rifki:v
Almira
Oh yaudah hati hati bilangin Jan ngebut
ngebut
Rizki
Gpp,kan cowo
Almira
Kamprettt
Rizki
Yaudah udah dulu,bye
Almira
Bye
__ADS_1
Almira menyimpan handphone nya di atas meja di depan sofa yang kini sedang ia duduki.
Dia berbaring di atas sofa dan mencoba menutup matanya senyumnya mengembang ketika mengingat wajah kalem Rizki.
Hingga ia tak sengaja terlelap.
Dia membuka matanya kaget teringat kalo dia tertidur sejak bada magrib tadi.Matanya masih membelalak memandangi teman temannya yang masih nonton siaran TV.
Dia melirik ke arah jam dinding,jam 9 pekiknya dalam hati.
Almira segera meraih handphone nya lalu mengecek apakah Rizki sudah mengabarinya.
Tapi eh tapi,nihil Rizki tidak mengirim pesan sama sekali.
"Jam segini apa belum nyampe?padahal jarak Bogor Jakarta enggak begitu jauh"ucapnya lirih.
"Paan Fik?"tanya Elsa yang ternyata mendengar ucapan Almira.
"Mungkin Rizki kejebak macet"sahut Lexa cepat,dia sudah tau kalo pasti Almira khawatir pada Rizki.
"Coba Lo chatting aja"saran Tesa.
Almira pun mengangguk lalu men chatt Rizki
Almira
Lo udah nyampe?
Namun pesan itu hanya bertanda kan ceklis satu abu abu.
Ini membuat Almira tambah tak karuan.
"Enggak aktif"pekik nya kesal.
"Telpon,telpon"ujar Sheren sambil melipat jari telunjuk,jari tengah dan jari manisnya.Lalu menggoyang goyangkan tangan nya.
Almira mengangguk lagi lalu mencoba menghubungi Rizki namun no nya tidak aktif.Almira semakin khawatir dan kini jantung nya berdetak sangat kencang.
Bukan main main, jantungnya serasa mau copot.keringat dingin mengguyur wajah cantiknya ini.
"Lah ko malah panik gini sihh"cibir Sacha.
Almira menutup matanya mencoba untuk berfikir.Oh iya Almira baru inget kalo Hp Rizki lobet dan dia di suruh ngehubungin lewat no Rifki.
Tanpa bertanya pada teman temannya itu Almira langsung menelpon no Rifki.
"Itu aktif"sahut Sheren
"Iyah gue lupa,Rizki bilang hp nya lobet jadi kalo mau nge hubungin suruh lewat no Rifki"ucap Almira nyengir.
"Aeuh gue udah ngikutan panik juga"cicit Lexa
Almira hanya tersenyum.
Namun sudah berkali kali Almira menghubungi no Rifki,tapi tidak ada satupun panggilan yang di jawab.
Ke khawatiran yang mereda sejenak kini semakin manjadi jadi.
"Ko enggak di jawab sih"Almira mengepalkan tangannya.
"Udah mending Lo istirahat aja,besok kita coba hubungi lagi,mungkin jalanan rame jadi suara handphone nya enggak kedengaran"saran Lexa
Almira masih terdiam lalu dia pun mendengarkan perkataan Lexa dan masuk ke kamar lalu berbaring
Pikirannya berkecamuk dengan jantung yang terus saja berkontraksi tak ada henti.Dia mencoba memejamkan matanya berkali kali namun tetap tak bisa.
Hingga Handphone nya berdering dan satu panggilan masuk dari no Rifki.
Almira menghembuskan nafas lega dan langsung mengangkat panggilan itu.
A\=Halo Assalamualaikum
R\=Waalaikumsalam
Ko suaranya beda yah,batin Almira
A\=Maaf ini siapa yah?
R\=Oh iya mba nya siapa nya yahh maaf saya lancang main telpon aja tapi saya mau ngabarin kalo orang yang punya handphone ini kecelakaan mba dan sekarang
A\=Apa?enggak mungkin mas pasti lagi pura pura yahh
Suara Almira mulai bergetar
R\=Saya enggak bohong mba mereka ini ada 2 kembar kecelakaan di tol Jagorawi dari arah Bogor ke arah Jakarta
Almira terdiam,jantungnya kembali berkontraksi,darahnya seakan membeku,hatinya cenat cenut
__ADS_1
R\=Dan sekarang mereka dibawa ke rumah sakit xxxxx
Almira tidak dapat menahan lagi katung mata yang sudah di penuhi cairan bening.