Berubah

Berubah
Chapter 101


__ADS_3

"Mir"ucap Rivan.


"HM?"tanya Almira.


"Lexa udah tunangan, bulan depan Zoe nikah,kita kapan yahh"-ucap Rivan tiba tiba.


"Ngomong apaan sih lu"-Almira terbahak bahak.


"Malah ketawa,serius gw nanya"-Rivan.


"Yah mungkin nanti juga ada saatnya"-Almira.


"Tapi Van,kalo misalkan kita malah putus gimana?"-Almira.


"Ngomong apaan sih lu,Jan ke gitu agh gw gak suka"-Rivan.


"Yah, gw kan cuma nanya doang,lagian gw juga gak mau pisah sama Lo"-Almira menyenderkan kepalanya pada bahu Rivan.


"Gw sayang sama Lo,gw gak mau kehilangan elo,gw harus jaga elo"-Rivan.


Entahlah Almira mulai berfikir bahwa setiap hubungan pasti ada perpisahan,ia takut ia harus kehilangan orang yang dia sayang untuk yang kedua kalinya.


"Acie si kembar"tiba tiba saja Tesa lewat di hadapan mereka dan mengatakan kata nya itu lagi,lagi dan lagi.


Semua orang mengatakan mereka itu mirip,entahlah bahkan dosen pun mengatakan hal yang sama.


("Kalian ini kembar?"tanya salah satu dosen.


"Enggak pak,enggak ko kita gak ada hubungan darah apapun"-bantah Almira.


"Tapi ko wajah kalian sama yah"-ucap dosen itu lagi.


"Kebetulan aja kali pak"-Rivan),


Almira menatap Rivan.


"Gimana kalo kita mengenal lebih jauh lagi? gimana kalo kita kenalin orang tua kita?dengan begitu hubungan ini akan lebih erat, lagian bokap nyokap gw belum pernah ketemu Ama bokap Lo,kalo mereka ketemu kan mereka bakalan ngobrol² tuh"-ucap Almira.


"Bagus tuh, awalnya gw juga mau bicarain masalah itu,tapi keburu elo ngomong duluan"-Rivan.


'Yaudah kita janjian aja gimana?"-Almira.


"Boleh,yaudah Lo kasih tau bokap Ama nyokap Lo,dan gw kasih tau bokap gw yah,buat tempat nya nanti gw booking"-Rivan.


"Okeh"-Almira.


"Yaudah pulang yok,dah sore"Almira.


Rivan mengangguk.Mereka pun pulang berdua,yang lainnya sudah pulang duluan dan sebagian lagi masih pada nongkrong.


"Elu seriusan mau ngenalin bonyok(bokap nyokap) lu Ama bokap nya kak Rivan?"Sheren.


"Iyah, rencananya sih gitu"-Almira.


"Cie yang bentar lagi nyusul Lexa"goda Elsa.


"Doain aja"-Almira.


Hari demi hari pun berlalu(oh iya maafin author yah soalnya ceritanya sedikit auhtor singkat,biar cepet beres aja gitu,soalnya biar author juga Tenang kalo novel ini dah beres,karena ada 2 novel lagi yang harus author lanjutin)


Ini hari yang di tunggu tunggu karena ayah nya Rivan dan Mamah papah nya Almira akan bertemu.


"Udah siap?"tanya papah nya Almira.

__ADS_1


"Siap"-ucap Almira dan mamahnya serempak.


Mereka pun segera menaiki mobil dan berangkat menuju restoran yang sudah di booking Rivan.


Tidak butuh waktu yang lama,kini mereka sudah sampai dan langsung duduk di kursi yang telah di siapkan.


Mereka masih menunggu Rivan yang katanya masih di jalan.


"Bentar yah mah,pah,katanya bentar lagi mereka nyampe"-Almira.


"Iyah tenang aja"-mamah.


Tak lama kemudian Almira melihat Rivan yang berjalan ke arah meja tempat mereka duduk.


"Itu Rivan"-tunjuk Almira.


Rivan langsung mencium tangan mamah dan papah nya Almira.


"Eh ayah kamu dimana?"tanya Almira.


"Ayah ke kamar mandi dulu katanya"-Rivan langsung duduk.


"Ohh"Almira.


Tak lam kemudian seorang pria memakai jas dengan dandanan yang dermawan datang menghampiri meja makan mereka.


"Maaf membuat semuanya menunggu"-Ucap Ayah nya Rivan.


"Iyah tidak apa apa"-Mamah Almira menatap wajah ayah nya Rivan.


Tiba tiba saja mamah nya Almira dan papah nya Rivan bengong, mereka saling menatap satu sama lain.


"Rizki"-ucap papah nya Almira lirih.


"Nita"ucap ayahnya Rivan.


Mata mamah Almira berair.


"Ma,,,mas,ini beneran kamu?"tanya mamah dengan suara terbata bata.


Ayah nya Rivan mulai meneteskan air mata.


"Kalo begitu?"mamah Almira lagi,kini matanya tertuju pada Rivan.


Ayah nya Rivan mengangguk.


Tanpa pikir panjang,mamah yang duduk bersebelahan dengan Rivan langsung memeluk erat Rivan.


Mamah menangis di pelukan Rivan.


"Ini sebenernya ada apa sih?"-Tanya Almira bingung,namun sang papah langsung memeluk putri nya ini.


"Rivannn"mamah menangis sambil menyebut nama Rivan dan mengusap rambut Rivan.


"Setelah sekian lama,baru kali ini gw ngerasain pelukan layaknya pelukan mamah"-batin Rivan


Papah Almira ikut ikutan menangis.


"Sebenarnya apa yang terjadi?mengapa mamah tiba tiba memeluk Rivan?mengapa om Rizki menangis?"pikiran Almira berkecamuk.


"Rivan anak mamah,ini mamah sayang"-Ucap mamah nya Almira.


"Hah?mamah?"batin Almira kaget.

__ADS_1


"Tan,Tante ini Rivan"-ucap Rivan bingung.


"Ini mamah sayang,ini mamah kamu"Mamah memegangi wajah Rivan.


Almira geleng geleng kepala,tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


Mamah mencium Rivan, memeluknya kemudian menciumnya kembali.


"Ada apa sih ini?"-Almira.


Mamah melepaskan pelukannya lalu kembali duduk namun dengan posisi memegangi tangan Rivan


Kini mamah melirik Almira.


"Biar papah yang jelasin yah"-Ucap papahnya Almira.


Almira mulai penasaran begitu pula Rivan.


Sementara itu om Rizki dan mmh nya Almira tidak bisa mengatakan apa apa.


"Mir,Van,kalian ini ternyata Ade kakak"-ucap papah.


Pupil mata Almira membesar begitu pula Rivan.


"Maksud papah apa sih ngomong kayak gini"-mata Almira mulai memanas.


"Iyah,jadi sebenernya sebelum mamah nikah sama papah,mamah pernah menikah dengan seorang pria,setelah menikah selama beberapa taun,mereka baru di karuniai seorang anak laki laki yang dinamai Rival,saat usia Rival menginjak usia 6 bulan,mereka dengan keluarga besar mereka jalan jalan ke Bali,namun ada sebuah tragedi kecelakaan yang menyebabkan mereka terpisah,mamah terpisah dengan suami dan anaknya,mamah mengira mereka sudah tiada karena kecelakaan di laut itu,hingga mamah bertemu dengan papah,dan menceritakan semuanya hingga kami menikah"cerita papah.


Tak terasa air mata membasahi pipinya Almira.


"Jadi maksud papah,om Rizki itu suaminya mamah yang hilang dan Rivan itu anak mamah?"-Tanya Almira sambil mencoba menahan air mata yang terus berlinang.


Papah mengangguk.


"Gak mungkin yah,gak mungkin,mamah udah meninggal,mamah udah meninggal"-bantah Rivan yang masih belum percaya.


Sementara itu Almira yang mulai memahami semuanya menangis sejadi jadinya.


"Maafin papah Rivan,papah terpaksa tidak mengatakan semuanya karena papah tau kamu pasti akan sangat hati kalo kamu tau mamah kandung mu menghilang saat kecelakaan"ucap om Rizki di tengah Isak tangis nya.


"Enggak papah pasti bohong,kalo emang Tante Nita ibu kandung aku,terus mamah Tini siapa pah?kenapa aku taunya mamah Tini itu ibu kandung aku pah?kenapa?"Rivan juga mulai menangis.


"Maafkan papah Rivan,papah bertemu Tini dan langsung menikahi dia karena dia sangat sayang sama kamu"ucap om Rizki.


Rivan menatap Almira yang tengah menangis.


"Ja,jadi Rivan sama Mira Ade kakak?"-Rivan.


Mamah mengangguk.


"Kenapa,kenapa semuanya terjadi pada gw,kenapa Mira harus adik kandung gw?"batin Rivan.


"Hidup gw bener² berubah,tuhan mengambil semuanya, kebahagian,orang yang aku sayang, semuanya, kenapa harus serumit ini,pada awalnya aku hanya minta agar hidup ku berubah,tapi aku memang tidak mengharapkan perubahan yang seperti ini"batin Almira.


Sedangkan disini Nita lah yang sangat terpuruk,di satu sisi dia bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kandungnya.Disisi lain dia juga bersedih karena dengan terbongkarnya semua ini,itu artinya Rivan dan Almira tidak bisa bersama karena mereka saudara kandung.


~


Owawawawaw beres uyyyy:(


gak kerasa banget sumpahT_T


sekarang kalian udah tau kan?jalan ceritanya gimana?maafin auhtor kalo memang cerita ini kurang menarik dan tidak nyambung:)ini hanya lah khayalan author semata:)

__ADS_1


__ADS_2