Berubah

Berubah
Chapter 87


__ADS_3

Singkat cerita setelah kepergian Rizki,Almira bertemu dengan Rivan,senior beda 1 angkatan yang entah sejak kapan mereka menjadi begitu sangat dekat.


Begitu pula Ihsan,cowok yang selama ini ngejar ngejar Almira,dia tak henti ingin merebut hati sang primadona kampus ini.


Rifki?sekarang dia melanjutkan kehidupannya yang kurang karena tidak ada keberadaan Rizki.


Beberapa hari kebelakang adalah seleksi raja dan ratu kampus,dan hari ini adalah hari penentuan siapa yang akan menjadi raja dan ratu kampus.


Finalis kali ini ialah Jessy matador,Wafika Almira,Ihsan Maulana dan tentunya Rivan Kautsar Rizki.


Jam ini adalah jam potting suara dari semua mahasiswa dan dosen.


Ini membuat jantung Almira dag dig dug Tak karuan.Diselimuti rasa penasaran siapa yang akan menang.


Setelah beberapa jam waktu potting,kini waktu potting telah selesai dan para juri akan membuka kertas bertuliskan nama yang pantas menjadi raja dan ratu kampus menurut masing masing.


Satu persatu lembaran kertas di buka,nama Almira banyak tertulis di kertas itu,begitu pula Rivan,Jessy dan Ihsan.


Setelah semua kertas di buka hasilnya menunjukkan perbedaan potiing yang hanya sedikit.


Jessy matador :549 suara


Wafika Almira :601 suara


Ihsan Maulana :573 suara


Rivan Kautsar Rizki :577 suara


Semua bertepuk tangan.


Almira melebarkan senyuman melihat hasilnya,iya potting finalis ratu kampus paling banyak adalah nama dia.


Sedangkan Ihsan mengerutkan dahi,hanya beda 4 suara dan dia kalah.


Rivan tersenyum condong pada Ihsan yang menggerutu sendiri.Sedangkan Jessy memanyunkan bibirnya tak terima.


"Baiklah dari hasil ini bisa kita lihat bahwa raja ratu kampus tahun 2020-2021 adalah Rivan Kautsar Rizki dan Wafika Almiraaaa"teriak sang dosen yang berdiri di atas panggung.


Semua berteriak riuh.


"Untuk Rivan dan Wafika di persilahkan untuk naik ke atas panggung"teriak sang dosen lagi.


Almira tersenyum lega, akhirnya dia tidak penasaran lagi,dan lagi pula hasilnya sangat memuaskan.


Begitu pula Rivan dengan tekadnya yang kuat dia naik ke atas panggung di sambut beberapa teriakan mahasiswi.


"Dan ini dia raja,ratu kampus kita yang kini akan menjadi sorotan di kampus ini dan semoga mereka dapat membawa harum nama kampus kita yang tercinta ini"-Dosen


"Horeee"semua orang bertepuk tangan.


Almira dan Rivan membungkuk menandakan sebuah penghormatan.Mereka di pakaikan mahkota khusus untuk raja,ratu kampus lalu turun dengan bangganya.


"Fikaaaaa"kelima sahabat nya ini menyambut Fika dengan pelukan hangat


"Selamat Fika"Tesa manis


"Makasih"Almira tersipu malu.


"uluhhh Primadona berubah menjadi ratu kampus"nyinyir Sacha.


"Bisa aja lu"-Almira.


"Yaudah sekarang kita pulang dan rayain bareng yuk"-Elsa.

__ADS_1


Lexa,Sheren Dan yang lainnya mengangguk setuju,mereka pun berjalan menuju keluar dari kampus.


"Kok bisa bisanya sih,si Rivan itu yang kepilih"-Ihsan ngoceh ngoceh terus pada anggota "The Boys"


"Yaudah relain aja"-Agif.


"Tapi gue jadinya gak bisa jadi raja pendamping Wafika"Ihsan memanas.


Semua anggota The Boys Tak ada yang berani mengeluarkan suara.Semuanya bungkam.


Namun tiba tiba saja mata Ihsan tertuju pada Almira yang tengah berjalan.


Ihsan buru buru saja mendekati Almira.


"Selamat yah Fik,elo sekarang udah sah jadi ratu kampus"Ihsan mengulurkan tangan sambil tersenyum manis.


Almira menyambut jabatan tangan itu


"Iya makasih yah,elo juga semangat jangan putus harapan,bisa aja kan elo jadi raja si taun berikutnya"-Almira bahagia.


"Iyah semoga aja"-Ihsan lembut,padahal sebenarnya dia sangat tidak terima kalah dari Rivan.


"Yaudah kalo gitu gue dulu,,,"ucapannya terpotong.


"Selamat"ucap Benaz dan Rivan bebarengan pada Almira.


"hhe makasih kak,Van"-Almira.


"Sama sama"Benaz (mantan ratu kampus)


"Elo juga Van,selamat yah"Almira.


"Iyah, makasih"-Rivan


"Kenapa setiap gw sama Fika,pasti ada si Rivan ini"batin Ihsan kesal.


"Yaudah san"-Almira.


"HM kalo gitu gw juga duluan yah Van,temen temen gw dah pada nungguin tuh"-Almira


"Oky"-Rivan


"Wah liat tuh ratu kampus kita cantik banget"terdengar suara beberapa orang yang sedang memuji muji Almira.


Almira tidak menghiraukan nya dan langsung naik ke dalam mobil milik pribadi nya dan langsung pulang menuju apartemen.


Singkat cerita mereka membuat pesta kecil kecilan di apartemen nya.


Entahlah,hari ini Almira nampak sangat bahagia.Dan perlahan dia mulai menerima kepergian Rizki.


Almira dan Rivan mendadak banyak sekali job,mulai dari jadi poster kampus penyambutan mahasiswa baru,di endors di Instagram bahkan mereka di tawari untuk menjadi model di butik Tante Riska.


"Sumpah kalian itu mirip banget,udah kayak adek sama Abang"-Suara Tante Riska di telpon.


"Masa sih tan?"-Almira gugup.


"iya Tante serius,kalian mirip banget hanya saja Rivan itu versi cowok dan mau versi ceweknya"


"Agh Tante bisa aja"


"Jadi kalian mau kan jadi model baju couple di butik Tante?"


"HM Mira sih iya aja Tante tapi Mira coba tanya Rivan dulu yah"

__ADS_1


"Yaudah nanti kabarin yahh"


"Siap Tante"


Beep


sambungan teleponnya mati.


Almira masih memakai baju tidur lengan pendek dengan celana panjang.


Dia keluar kamar lalu mengetuk pintu kamar apartemen Rivan.


"Van,Rivan"Almira mengetok beberapa kali lalu terdengar sahutan


"Bentar"


Sambil memainkan ponselnya,Almira menunggu di luar.


Krek,pintu kamar apartemen Rivan terbuka.


"Ada apa pagi pagi gini?"-Rivan dingin


"Itu kita di tawarin buat jadi model baju couple di butik langganan gw"-Almira.


"Serius?"pupil mata Rivan membesar.


"iya lah,kapan gw bercanda"-Almira.


"Tapi gw gugup, soalnya ini pertama kalinya kita di tawarin langsung di luar kampus padahalkan biasanya kita jadi model di kampus sama endors di insta doang"-Rivan


"Santuy aja kali,lumayan kan buat namba nambah"-Almira.


"Iya juga sih"-Rivan


"Yaudah Lo setuju yah,gw mau hubungin butik nya dulu"-Almira.


Rivan pun mengangguk.


Almira pun mulai berjalan kembali menuju kamarnya.Sedangkan Rivan masih menatap Almira.


Semingguan ini kampus libur karena ada renovasi beberapa kelas yang rusak dan rencananya Almira mau pulang karena sudah lama tidak mengunjungi bokap sama nyokap nya.


Namun setelah beberapa saat Almira menutup pintu terdengar seseorang mengetuk pintu,membuatnya harus membuka pintu lagi.


Dia melihat seorang kurir JNE yang berdiri sambil memegang sebuah paket.


"Ada paket atas nama Wafika Almira dari Rifki Pratama"ucap kurir itu.


"Rifki"batin Almira.


"Hm iya saya sendiri"-Almira.


"Silahkan tanda tangan di sini"ucap kurir itu.


Almira pun menandatangani paket itu lalu sang kurir pun pergi meninggalkan apartemen nya.


Almira kembali masuk dan duduk di sofa.


"Paket dari siapa?"-Sheren.


"Rifki"jawab Almira simpel


Dia membuka bungkus paket itu lalu ada sebuah kotak berukuran sedang dengan sepercik kertas bertuliskan From Rifki to Almira.

__ADS_1


Almira membuka kotak itu,dia melongo melihat isi kotak itu.


Halooo gimana?oh iya bentar lagi novel ini beres yah makannya jangan sampe ketinggalan:)biar kalian tau akhir dari cerita ini:)


__ADS_2