Berubah

Berubah
Chapter 85


__ADS_3

Tringggg


Suara alarm dari handphone Almira berdering.


Dia membuka matanya perlahan meski di rasanya masih berat.Dia mematikan suara alarm itu dan melirik ke arah jam dinding.


Jam enam pagi.Hari ini dia akan berangkat ke kampus karena beberapa hari lagi pemilihan raja ratu kampus akan di selenggarakan.


Dia menyergap handuk lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Sementara itu Lexa masih duduk di atas tempat tidur dengan mata sipit khas orang yang baru bangun tidur.


Hari ini Almira terlihat sangat anggun dia memakai celana jeans berwarna biru dan blazer dengan dalaman putih yang warnanya senada.


Dia mengikat rambutnya satu seperti ekor kuda.


Hari ini dia memakai sedikit make up di wajahnya selepas selesai dia pun meraih slinbag nya dan membawa hp nya lalu keluar kamar dan duduk di sofa sambil menunggu yang lainnya siap.


Yang ke kampus hari ini hanyalah Almira,Lexa dan Tesa yang lainnya ngomong nya sih enggak ada jadwal,tapi entah enggak ada jadwal atau mereka enggak mood datang ke kampus.


Almira membuka handphone nya,sudah lama semenjak kepergian Rizki dia jarang membuka handphone.


Saat masuk ke aplikasi WhatsApp dan melihat banyak panggilan keluar saat dia mencoba menghubungi Rizki dan Rifki Almira tersenyum kecut.


Dia mengarahkan pandangannya,entah sedang melihat ke arah mana.


Dia masih syok aja,enggak nyangka Rizki bakalan pergi secepat ini,rasanya ini hanyalah mimpi buruk baginya.


Tapi yahh,,dia juga harus terbiasa hidup tanpa kehadiran Rizki.


Dia bukan melupakan Rizki tapi dia mencoba mengubah pola pikir nya dengan beranggapan bahwa Rizki tak pernah hadir dalam hidupnya melainkan sosok yang pernah datang dalam mimpi nya.


Hah,,,,kalo di pikirin sih emang sakit hati,tapi yaudahlah mau gimana lagi kita kan enggak bisa nentang kehendak Tuhan.


Almira menghembuskan nafas panjang,seketika dia teringat pandangan mata Rizki saat pertama kali bertemu.Mata yang sayu dengan senyum yang selalu terlukis di bibirnya.Itu yang sulit Almira lupakan.


Ngomong ngomong ko jadi inget Rifki yah,gimana sekarang keadaan nya?apa operasi nya berhasil?tapi kalo berhasil itu artinya mata Rizki masih melekat meski bukan pada raga nya.Sulit,baru saja membayangkan Almira sudah yakin bahwa dia bakalan Sulit melupakan Rizki,Secara matanya sekarang ada pada Rifki


Almira menatap no handphone yang ada di layar handphone nya.No Tante Nila,Iyah dia berencana akan menelpon dan menanyakan keadaan Rifki.Tanpa pikir panjang dia pun langsung menghubungi no Tante Nila.


A\=Almira


N\=Nila


A\=Halo , Assalamualaikum Tante ini Mira


N\=Waalaikumsalam Iyah mir,ada apa pagi pagi telpon?


A\=Enggak ko Tan,Mira cuma mau nanya aja gimana keadaan Rifki sekarang?udah baikan?


N\=Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar yah meski sampai saat ini matanya belum di perbolehkan di buka, tapi kemarin dokter bilang hari ini perban mata Rifki bakalan di buka dan Rifki bisa pulang hari ini juga


A\=Syukur kalo begitu Tante, insyaallah habis ke kampus Mira mampir ke sana


N\=Iyah,Tante tunggu yah


"Ayo Fik"Tesa dan Lexa telah siap dengan buku yang ada di tangannya.


A\=Yaudah tante,itu aja ko,salam yah buat Rifki,Mira mau ke kampus dulu


N\=Yasudah hati hati


A\=Iya Tan, Assalamualaikum


N\=Waalaikumsalam


Beep


Almira mematikan sambungan telepon nya lalu meraih buku buku dan di pegang nya.


Mereka berangkat menggunakan mobil milik Lexa.


Sesampainya di kampus mereka langsung di buat syok karena keadaan yang ramai.Entahlah,tapi perasaan pemilihan raja ratu kampus nya di Adain beberapa hari lagi,tapi ko udah pada rame ajah.


Almira mencoba untuk melihat lebih dekat hingga dia melihat banyak sekali orang yang tengah berfoto dengan Ihsan dan geng geng nya.


"Oh cuman ini toh,kirain apaan"batinnya.


Dia pun segera keluar dari kerumunan namun tiba tiba saja ada yang memegangi tangan nya.


Sontak dia membalikkan badan dan melihat sosok Ihsan berdiri di belakang nya,iya Ihsan lah yang memegangi tangannya.


"Apaan sih"Almira melepaskan genggaman tangan Ihsan

__ADS_1


"Elo enggak mau Poto sama kita kita?"ucap Ihsan membuat Almira geleng geleng kepala dan tertawa terbahak bahak.


"Apa?gue?di Poto sama kalian ini?"Almira akhirnya mengeluarkan suara.


Setelah mengucapkan itu dia kembali tertawa dan kini dia menjadi perhatian banyak orang.


"Naj*s,apa apaan"ucapnya di selangi tawa


"Buang waktu aja"bisiknya di telinga Ihsan.


Itu membuat wajah Ihsan memerah dan menahan malu di depan banyak orang.


Dia mematung dan hanya melihat punggung Almira yang lama kelamaan mulai tak terlihat.


CK,Ihsan berdecak kesal.


Bisa bisanya dia tolak tawarannya itu aja,kenapa yah padahal semua cewek klepek-klepek kalo liat Ihsan,lah ko ini enggak.


Saat Almira akan memasuki kelas tak sengaja dia bertemu Rivan.


"Hai Fik"sapa nya.


"Hai van"jawab Almira.


"Kayaknya hari ini elo udah enggak murung lagi deh"ujar Rivan


"Hhe,iya ini juga berkat Lo,makasih yah udah buka pemikiran gue"Almira tersenyum tulus.


"Iyah sama sama"Ucapnya.


"Yaudah gue masuk dulu"pamit Almira.


Rivan mengangguk lalu berjalan beberapa langkah kaki berhenti dan kembali menengok ke arah kelas yang Almira masuki.


Rivan menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan menyembunyikan pipinya yang memerah.


"Ko gue jadi kayak gini"batinnya,entahlah setelah sekian lama baru kali ini rasanya Rivan menemukan sosok wanita yang memang pas untuk dirinya.


Sedangkan Almira duduk terdiam di kelasnya dan memikirkan sesuatu hal yang dapat membuatnya senyam senyum sendiri.


Hingga dosen pun masuk dan pelajaran pun di mulai.


Setelah selesai pelajaran Almira pun keluar kelas dan langsung menuju aula tempat berkumpulnya calon raja ratu kampus,dia duduk semeja dengan Ihsan yang memaksanya untuk duduk bersamanya.


"Tarohan ah,gue yakin raja ratu kampus taun ini pasti Ihsan sama Wafika"terdengar bisik bisik orang.


"Iya sih,tapi kan ada Jessy"sahut yang lain.


"Tapi kalo gue sih kayanya milih ka Rivan aja deh"ucap yang lainnya.


"Iyah yahh,,,secara dia paling cool se kampus,Ihsan mah lewat"sahut orang yang lain.


"Rivan?apa yang di maksud mereka Rivan itu"Almira menebak nebak apakah Rivan yang mereka bicarakan adalah Rivan orang yang ia kenal.


Karena penasaran dia pun menengok ke segala arah,melihat ada Rivan atau tidak.


Namun dia tidak melihatnya sama sekali.


"Woy"Ihsan menepuk pundak Almira.Membuat Almira kembali memerhatikan ke depan.


Namun tiba tiba saja ada yang membuka pintu


"Maaf saya telat"ujar Cowo itu,iyah cowo itu Rivan.Bener aja ternyata dia ikutan seleksi ini.


Rivan duduk tepat di bangku depan Almira dan Ihsan.


"Van"Almira menggoyangkan kursi yang Rivan duduki.Hingga Rivan berbalik


"Eh Fika,elo ikutan seleksi juga?"tanya nya.


"Iya, sebenernya gue males tapi ini ide temen temen gue"ucap Almira kesal.


"Lebih mending kalo gitu,lah gue di paksa sama Benaz buat ikutan"ucapnya .


"Kak benaz ratu kampus itu?"tanya balik Almira.


Rivan mengangguk.


"Ehem,mohon untuk tidak mengobrol dulu"ucap kak Vino,raja kampus yang bentar lagi habis waktunya menjadi raja di kampus ini.


Almira dan Rivan pun segera merapikan duduknya dan menelan ludah.


Setelah selesai Almira pun keluar dengan buku yang masih berada di tangannya,dia berdiri di pinggir jalan menunggu taksi,Iyah dia sengaja menyuruh Lexa dan Tesa pulang duluan karena dia akan pergi dulu ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Namun sudah hampir 10 menit dia berdiri,satu taksi pun tidak lewat di hadapannya.Dia khawatir karena awan yang juga sudah mulai mendung.


Dia berdecak kesal menyesal tidak membawa mobil ke kampus.


Namun tiba tiba,,,


Bruk


Ada yang menabraknya hingga buku yang semula tertata rapih di tangannya berceceran.


Almira segera memungut buku bukunya itu begitu pula cowo yang nabrak dia itu.


"Sorry gue enggak sengaja"ujarnya memberikan buku terakhir pada Almira


"Iyah gak,,, Ihsan,elo ternyata"ucap Almira mengenali cowo yang baru saja menabraknya itu.


"Eh,Fika,sorry yah gue beneran enggak liat"ucapnya.


"Gpp ko santai aja"Almira dingin.


"Btw,ko belom pulang?"tanyanya.


"Masih nunggu taksi"jawab Almira singkat.


"Yaudah gue anter aja"ucapnya.


"Enggak,dia mau pulang bareng gue"ucap seorang laki laki yang tiba tiba aja nongol.


"Rivan"ucap Almira lirih.


"Oh,mau pulang Ama Lo"ucap Ihsan memutar bola matanya kesal.


"Kenapa sih,waktu itu si cecunguk itu,sekarang senior"batin Ihsan kesal.


"Iyah,kita duluan yah"ucap Rivan.


Almira yang masih tidak mengerti pun hanya pasrah saat dirinya ditarik oleh Rivan.


"Apaan sih"cibir Almira saat mereka sudah berada di tempat dimana Rivan memarkirkan motornya.


"Yah gue cuman mau nolong Lo aja,dari si Fakboy itu"ucap Rivan membuat Almira tambah bingung.


"Maksud Lo?"tanya balik Almira.


"Udah jangan pura pura be*o,elo tau kan dia ceweknya banyak"ucap Rivan,entahlah sepertinya dia mulai cemburu melihat Almira dengan cowo lain.


"Apa sih aneh"Almira geleng geleng kepala.


"Yaudah cepetan gue anter nih"ucap Rivan gugup, sebenernya setiap bersama Almira,jantungnya selalu berdetak kencang hingga dia juga sukan untuk mengatakan sesuatu


"Gak usah gpp,lagian gue mau nengok dulu Rifki di rumah sakit"bantah Almira.


"Iya gpp gue ikut"


"Gausah ngerepotin gpp"


"Yaudah selamat maen maen Ama air hujan"ucap Rivan.Memang dari tadi sudah mendung dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


"Yaudah yaudah gue ikut"Almira menghentikan motor Rivan yang hendak pergi.


Rivan memberi kode agar Almira duduk di belakang.Dia pun langsung naik dan duduk di belakang.


Rivan pun menggeber motornya menuju rumah sakit,tapi sebelum ke Rumah sakit mereka mampir dulu ke supermarket buat beli buah buahan.


"CK,siapa yah dia,kok dia bisa sama Rivan,dan kelihatan nya mereka akrab banget,apa itu cowo yang Rivan bilang udah ngisi hatinya"ucap sinis seorang cewe yang sedari tadi memperhatikan Almira.


*"Van,sebenernya elo punya gebetan enggak sih"ujar Benaz,Iyah dia senior yang beda satu tahun sama Rivan.


"Kepo amat lu"ujar Rivan dingin


"Yah kan gue nanya doang"lanjutnya.


"Intinya,hati gue udah ngisi"ucap Rivan singkat


Iyah,belakangan ini Benaz mulai menyukai Rivan dan sering menanyakan cewe yang Rivan suka.*


"Tenang aja bentar lagi juga Rivan bakalan jadi milik gue"ucapnya lagi, lalu dia pun pergi.


Halooo episode kali ini agak panjang yahh hhe,,aku sengaja soalnya takut kalo besok enggak keburu up,maaf yahh,,,,,


Makasih udah baca


I Love All

__ADS_1


Bye;Fadila Haerunisa


__ADS_2