Berubah

Berubah
Chapter 83


__ADS_3

Kini mereka telah berada di dalam mobil sport berwarna silver.Tidak ada percakapan sama sekali di dalam mobil.Hanya keheningan yang nampak.


"Elo itu sebenernya siapa?dan kenapa elo peduli sama gue"Almira angkat bicara.


Cowo itu melirik sekilas ke arah Almira lalu kembali menatap jalanan.


"Gue lagi ngomong sama Lo"Lanjutnya.


CK cowo itu berdecak


Ckit


Mobil mereka berhenti di sebuah parkiran,Iyah mereka telah sampai di apartemen.


Keadaan masih hujan dan hari juga sudah menjelang malam.


Tanpa mengatakan apapun cowo itu pun keluar lalu pergi diikuti Almira.


Saat sampai di depan kamar cowo itu,Almira baru ingat kalo dia tidak memegang kunci dia mendecak pelan lalu melihat ke arah lain.


"Udah Lo disini aja"cowo itu angkat bicara.


"Enggak,gpp gue nunggu disini aja"jawab Almira sopan.


"Dingin Fik,udah elo mendingan mandi dulu dan ganti baju lo disini"ucap cowo itu lagi.


"Apa apaan sih enggak ah lagian gue cewe,enggak enak kalo diliat orang gue masuk ke apartemen cowo,nanti dikira apa lagi,lagian gue enggak bawa baju"cicit Almira.


"Gpp santai aja,lagian bukan cuma gue yang tinggal disini,gue tinggal sama temen gue,dan masalah baju,tenang aja gue ada baju cewe ko"ucap Cowo itu.


Almira berfikir sejenak,Iyah juga kalo dia diem disini terus nunggu yang lain Dateng keburu dia masuk angin.


Akhirnya dia pun mengangguk setuju lalu masuk ke dalam kamar apartemen cowo itu,meski belum mengenalnya Almira senang masih ada orang yang care sama dirinya.


Almira masuk dan melihat ruang tengah yang acak acakan,bener aja kata banyak orang,biar gimana pun cewe sama cowo itu beda.Iyah tempat yang harusnya tertata rapih ini bak kapal pecah.


Namun Almira membuang pikiran itu ketika melihat cowok itu membuka lemari,baju nya sangat tertata rapih,bahkan lebih rapih dari lemari pakaian milik Almira.


Cowo itu mengeluarkan sebuah rok selutut berwarna merah bata dengan lengan panjang.


Banyak sekali pertanyaan di pikiran Almira,dia ingin sekali menanyakan nya satu persatu tapi dia memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruang tengah.


Cowo itu sengaja tidak menutup pintu agar tidak ada kesalah pahaman yang terjadi.


Cowo itu pun membersihkan diri di kamar mandi yang ada di kamar.


Beberapa menit kemudian Almira keluar memakai pakaian yang cowo itu kenakan dan mendapati cowo itu tengah duduk di sofa sambil menonton televisi.


Almira mendekat lalu ikut duduk di sofa.Almira memberanikan diri untuk bicara.

__ADS_1


"Makasih yahh,,,"ucapnya ragu nan pelan.


Mata cowo yang semula berfokus pada televisi,kini menatap gadis yang duduk di samping nya ini.


"Sama sama**"ucapnya singkat.


Mereka berdua saling canggung untuk berbicara,entahlah ada sebuah perasaan yang sulit di jelaskan, seperti ada ikatan namun jauh terpisah.


"Oh iya ngomong ngomong,elo ko punya baju cewe,punya pacar Lo yah?"Almira mencoba mencari topik untuk membuat kecanggungan nya itu berkurang.


"Bukan,itu punya almarhumah ibu gue"jawabannya.


"Oh iya nama gue Wafika"Almira mengulurkan tangan.


"Rivan"ucapnya sambil membalas uluran tangan Almira.


Halooo,,,masih pada inget siapa Rivan?kalo enggak mending kalian baca dulu cerita yang The Secret Of Love dehh,,biar nyambung.


Oke deh aku jelasin jadi Rivan itu cowo yang mempunyai perasaan lebih pada sahabat di masa kecilnya,dia mencoba untuk berjuang mendapatkan cewe itu,tapi takdir berkata lain,cewe itu memilih untuk tetap sahabatan dan memilih cowo yang lain.


Oh iya ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu,karena rasa cinta pada sosok ibunya itu,dia pun selalu membawa baju kesayangan mendiang ibunya yang sekarang di pakai Almira.


Dia aslinya dari Bandung,cuman semenjak keluar SMA dia pun memutuskan untuk kuliah di ibu kota, Jakarta.Itu semua dia lakukan untuk melupakan cewe yang sangat ia cintai,Iyah Syifa yang sampai sekarang hubungan nya baik baik saja bersama Aldi.


Seiring berjalannya waktu,dia dapat melupakan sosok Syifa namun sampai saat ini belum ada satu pun yang dapat mengisi hatinya kembali.


Banyak dari kalangan cewe yang udah nembak dia tapi dia tolak semua.Entahlah semenjak di tolak Syifa dia menjadi egois.


Namun sebenarnya dia tidak suka posisi seperti ini,ini membuatnya canggung untuk melakukan sesuatu.


Singkatnya,semenjak dia ditolak Syifa dan sempat jadian dengan Amara meski terpaksa hingga akhirnya hubungan mereka kandas Rivan tak pernah lagi mengenal apa itu cinta.


Namun sepertinya perasaan yang selama ini ia simpan untuk orang yang paling tepat dalam hidupnya kembali tumbuh.


Dia merasakan sesuatu yang berbeda dari Almira,entahlah seakan mereka memiliki ikatan batin yang kuat meski tak saling mengenal.


Okehh segitu jelas kan?kembali ke cerita yahh,,,


"Hm ko elo kayanya tau masalah yang menimpa gue?"tanya Almira setelah menjabat tangan Rivan.


"Gimana gue enggak tau coba,orang tiap hari gue liatin gerak gerik elo"batinnya.


"Hmmm itu,yah gue tau aja secara elo kan primadona kampus,dan tiap hari pasti ada aja informasi tentang kehidupan elo"jawabnya ngasal.


"Ohh,,,,,"


"Ngomong ngomong ko elo tau gue primadona kampus?emang elo sekampus sama gue?"tanya Almira.


"Elo enggak kenal gue?"tanyanya balik.

__ADS_1


Almira menggeleng.


"Intinya gue sekampus sama Lo dan beda satu tahun sama Lo"ujar Rivan.


Almira mengangguk paham.


"Katanya elo enggak tinggal sendirian?temen Lo mana?"tanya Almira.


"Dia lagi beli cemilan buat elo"Jawabnya.


Almira merasa tersanjung,ternyata cowo ini baik juga.Iyah,mood nya berasa lebih baik setelah ngobrol² sama Rivan,entahlah ada perasaan nyaman dalam lubuk hatinya.


Rivan melirik wajah Almira hingga tak sengaja mata mereka berpapasan,membuat pipi keduanya memerah.


Deg Deg Deg


Perasaan ini,perasaan yang biasanya aku rasakan ketika dekat dengan Rizki,kenapa perasaan ini muncul tiba tiba kaya gini lubuk hatinya memikirkan sesuatu.


"Samlekom"ucap seseorang heboh membuat keduanya melirik ke arah sumber suara.


2 orang cowo baru saja datang dengan sebuah kantung plastik.


"Ni van"ucap cowo itu menyodorkan salah satu kantong plastik.


"Thanks"ucap Rivan.


"Halo adek manis,,,,cantik banget"ucap salah seorang cowo membuat Almira tersipu.


"Bang*e"ucap yang satunya lagi.


"Kenalin gue Zoe ,temennya Rivan"lanjutnya mengulurkan tangan.


"Wafika"


"Gue Nazril,cowo terganteng se kampus"ucap cowo dengan rambut agak acakan berwarna kuning yang tadi memuji Almira.


"Wafika"


Dilihat dari penampilannya kayanya mereka itu cowo cowo idaman deh,Iyah mereka berpenampilan gaul kaya anak anak jaman sekarang.


Mereka mengobrol,hingga rasa kesedihan yang menyelimuti Almira perlahan pudar.


Iyah mungkin di balik semua ini memang ada alasannya dan Tuhan punya rencana lain.


"Oh iya,kalo diliat liat muka kalian ko Mirip yahh"ucap Zoe sesaat setelah menatap Rivan kemudian Almira.


"Masa sih,,"lanjut Nazril yang ikut ikutan menyidik nyidik wajah mereka berdua.


"Iyah,kalian mirip cuman ini versi cowo dan ini versi cewe"ucap Nazril cekekehan.

__ADS_1


"Bang*e"Rivan menyenggol perut ramping Nazril.


"AW sakit Van"cibir Nazril


__ADS_2