
Keesokan harinya
Almira terbangun dari tidurnya,posisinya tidak beraturan,dia tidak melihat Lexa di tempat tidur tapi terdengar suara air mengalir dari kamar mandi.
Almira sudah menebak kalo Lexa sedang mandi.
Selagi menunggu Lexa,Almira tetap membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sangat lembut.
Tak lama kemudian Lexa keluar dengan pakaian yang sudah rapih karena hari ini mereka akan pergi kuliah.
Tanpa banyak bicara,Almira pun meraih handuk lalu masuk bergantian dengan Lexa ke kamar mandi.
Tak perlu waktu lama Almira telah siap dengan pakaian seadanya itu,dia memakai baju berlengan panjang berwarna peach,celana jeans biru,serta sepatu yang senada dengan pakaian nya.
Kini mereka tengah duduk di ruang tengah apartemen menunggu Sheren yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Udah semua kan?"tanya Sacha memastikan
"Goww"lanjut Tesa.
Mereka pun segera pergi ke parkiran yang berada di lantai bawah dan pergi ke kampus dengan mobil masing masing
Saat baru keluar dari parkiran tak sengaja mata Almira berpapasan dengan cowo yang kemarin ia tabrak yang sepertinya akan pergi juga.
Gayanya sih kaya anak kampus,dan wajahnya juga enggak terlalu asing di mata Almira,apa jangan jangan mereka sekampus?tapi yaudahlah ngapain juga di pikirin.
Hari ini mereka sampai ke kampus seperti biasanya,pelajaran hari ini juga enggak terlalu rumit hingga enggak kerasa aja kalo sekarang udah waktunya pulang.
Almira tidak langsung pulang karena katanya ada pelatihan untuk yang mencalonkan sebagai raja ratu kampus.
Tapii,, acaranya diundur beberapa hari lagi,karena ada salah seorang pengajar yang enggak bisa Dateng.
Almira pun langsung bergegas pulang,dia memilih untuk tidak pulang ke apartemen tapi pulang ke rumah,karena sore ini dia mau jemput bokap sama nyokap nya di bandara.
Almira duduk di Sofa,rumah nya kini kelihatan benar benar sepi,apalagi saat dia telah tinggal di apartemennya.
Almira masih memegang handphone nya dan menunggu Rizki datang menjemput nya untuk menjemput mamah sama papahnya.
Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil,Almira sudah tau kalo itu Rizki,dia pun segera keluar rumah.
Saat keluar rumah,Almira melihat Rizki yang tengah berdiri dengan badan yang sedikit di senderkan di mobil.
__ADS_1
Almira segera menghampiri Rizki dan langsung naik ke dalam mobil.
Tidak banyak perbincangan di antara mereka.
Entahlah,Rizki juga sedikit gugup karena akan bertemu langsung sama orang tuanya Almira.
Karena jarak bandara tidak begitu jauh,dalam waktu beberapa menit mereka pun telah sampai di depan bandara dan segera duduk di kursi.
Almira masih melihat lihat orang yang berlalu lalang berjalan kesana kemari,hingga dia melihat sesosok wanita yang tengah mendorong sebuah koper yang di samping nya berdiri laki laki gagah dengan kacamata nya itu.
Almira mengenali mereka,,,,
"Mah, pah"Almira memeluk erat kedua orang tuanya itu,mereka menyambut pelukan itu.
Beberapa detik mereka berada pada posisi saling berdekapan hingga akhirnya Almira melepas pelukan itu.
Rizki masih berdiri canggung di belakang Almira.
"Gimana kabarnya mah pah?sehat kan?"tanya Almira
"Alhamdulillah,kamu sendiri?"tanya mamah sambil mengacak-acak rambut anak satu satunya itu.
"Baik"jawab Almira senang.
"Om,Tante"Rizki menyalami kedua orang tua Almira.
"Kalian kesini bareng?"tanya mamah.Rizki dan Almira mengangguk.
"Bagus kalo gituhh mamah sama papah kamu udah cerita kalo kalian udah pacaran lama"ucap papah.
"Yuadah ngobrol nya nanti ajah,sekarang kita pulang dulu yuk"ajak mamah
Almira setuju dan langsung membantu mamah yang kewalahan membawa koper besar.
Begitu pula Rizki yang membantu mengambilkan barang barang mamah dan papah yang lain.
Sesampainya di rumah Rizki segera menurun nurunkan barang di bagasi mobil dan memasukkannya ke dalam rumah di bantu Almira.
Setelah semuanya selesai Almira segera duduk lemas di sofa dan mengelap keringat yang bercucuran membasahi wajahnya
Rizki malah tertawa geli melihat Almira yang kelelahan dengan wajah yang di banjiri keringat.
__ADS_1
"Malah ketawa"pekik Almira.
"Habisnya elo lucu deh"Rizki duduk di sebelah Almira lalu mencubit hidung Almira.
"Receh tau enggak"ucap Almira menepis tangan Rizki.
"Elo enggak buru buru kan?"tanya Almira.Rizki menggeleng.
"Jangan dulu balik yah,tunggu dulu bokap Ama nyokap gue"ucap Almira.Rizki mengangguk.
Rizki mengeluarkan handphone yang disimpan di saku celana lalu memiringkan hp nya.Dia memainkan permainan online, Free Fire.
"Mabar kuy"ucap Almira mengetahui Rizki yang tengah asik main Ff.
"Emang Lo suka main game online?"Rizki malah nanya balik.
"Jangan gegabah gini gini gue juga jago"ucap Almira mantap.
"Yaudah langsung aja"ucap Rizki.
Mereka pun Mabar game online hingga satu jam.
Mereka tertawa,saling marah,saling sindir saling tatap tatapan dan pokonya mereka dekat sekali hari ini
Terlihat sisi asli mereka yang memang masih bersikap ke kanak kanakan.
"Yess gue menang"teriak Rizki sambil melompat lompat.
Sedangkan Almira berwajah kecut tak terima akan kekalahannya.
"Katanya jagoan,tapi ko kalah"ejek Rizki sambil mencubit cubit pipi Almira yang kian memerah.
Ingin sekali Almira mencabik cabik wajah Rizki tapi,,,,
Plak
Almira menampar tangan kanan Rizki sampai Rizki terpingkal pingkal kesakitan.
"Jahat banget loh"ucap Rizki masih mengusap ngusap tangannya
"Habisnya Lo ngeledek Mulu"ucap Almira.
__ADS_1
"Iyah maaf maaf"mereka pun kini sedang menonton siaran di televisi sambil duduk bersampingan.
Tak lama kemudian mamah turun dengan pakaian yang baru saja ia ganti.